1,720,965 research outputs found
Kekuatan Pembuktian Akta Di Bawah Tangan Sebagai Perjanjian Kerjasama Pembangunan Perumahan (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 521/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Brt)
Sektor pertumbuhan ekonomi khususnya dalam bisnis properti dewasa ini sedang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan pesatnya permintaan jumlah pembangunan gedung salah satunya adalah dalam bidang pembangunan perumahan. Para pelaku usaha dalam melakukan pembangunan perumahan tentunya pasti membuat suatu perjanjian kerjasama. Perjanjian kerjasama antara para pihak ini berisi hak dan tanggung jawab dari masing-masing pihak dan dibuat untuk mengikat kedua belah pihak agar kerjasama dapat berjalan dengan baik dan lancar. Perjanjian kerjasama ini biasanya dibuat hanya melibatkan kedua pihak saja, dan dibuat tidak di hadapan Notaris atau biasa disebut sebagai Akta di Bawah Tangan. Penulisan ini membahas dan meneliti tentang permasalahan Kekuatan Pembuktian suatu perjanjian kerjasama berupa Akta di bawah tangan dalam sektor Pembangunan Perumahan dimana salah satu pihak telah lalai dalam melaksanakan tanggungjawabnya, atau dalam suatu perjanjian biasa disebut dengan wanprestasi yang dinyatakan dalam Putusan Nomor 521/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Brt. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian studi kepustakaan, dengan mengumpulkan bahan hukum baik dari buku-buku, jurnal, dan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Kemudian dapat diambil kesimpulan bahwa untuk perjanjian kerjasama dalam hal pembangunan perumahan ini dibuat secara ontentik dihadapan notaris karena apabila salah satu pihak melakukan wanprestasi, perjanjian kerjasama ini dapat digunakan sebagai alat bukti yang bersifat pasti
Kekuatan Pembuktian Akta Di Bawah Tangan Sebagai Perjanjian Kerjasama Pembangunan Perumahan (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor 521/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Brt)
Sektor pertumbuhan ekonomi khususnya dalam bisnis properti dewasa ini sedang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan pesatnya permintaan jumlah pembangunan gedung salah satunya adalah dalam bidang pembangunan perumahan. Para pelaku usaha dalam melakukan pembangunan perumahan tentunya pasti membuat suatu perjanjian kerjasama. Perjanjian kerjasama antara para pihak ini berisi hak dan tanggung jawab dari masing-masing pihak dan dibuat untuk mengikat kedua belah pihak agar kerjasama dapat berjalan dengan baik dan lancar. Perjanjian kerjasama ini biasanya dibuat hanya melibatkan kedua pihak saja, dan dibuat tidak di hadapan Notaris atau biasa disebut sebagai Akta di Bawah Tangan. Penulisan ini membahas dan meneliti tentang permasalahan Kekuatan Pembuktian suatu perjanjian kerjasama berupa Akta di bawah tangan dalam sektor Pembangunan Perumahan dimana salah satu pihak telah lalai dalam melaksanakan tanggungjawabnya, atau dalam suatu perjanjian biasa disebut dengan wanprestasi yang dinyatakan dalam Putusan Nomor 521/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Brt. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian studi kepustakaan, dengan mengumpulkan bahan hukum baik dari buku-buku, jurnal, dan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Kemudian dapat diambil kesimpulan bahwa untuk perjanjian kerjasama dalam hal pembangunan perumahan ini dibuat secara ontentik dihadapan notaris karena apabila salah satu pihak melakukan wanprestasi, perjanjian kerjasama ini dapat digunakan sebagai alat bukti yang bersifat pasti
Hak Asasi Manusia dalam hak untuk hidup bagi pengedar narkotika terhadap putusan pidana mati : studi perkara NO.385/PID.B/2010/PN.SLMN / Edyson
: Kata Kunci : HAM, Narkotika, Pidana Mati Isi : Pro dan kontra pidana mati menjadi pengkajian dan perdebatan yang tidak henti, baik di kalangan akademisi hukum, praktisi hukum, pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat, masyarakat, bahkan dunia Internasional. Eksekusi pidana mati di Indonesia terpidana mati kasus Tindak Pidana Narkotika menimbulkan kontroversial berkaitan dengan berbagai aspek, di satu sisi penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku tindak pidana Narkotika merupakan harga mati, karena Indonesia sudah menjadi Negara Darurat Tindak Pidana Narkotika yang harus segera ditangani dengan serius. Dengan menyatakan Indonesia mundur kebelakang karena dianggap tidak menghormati HAM dan bertentangan dengan aspirasi masyarakat Internasional yang sebagian besar sudah menghapuskan pidana mati. John Locke mengartikan Hak Asasi Manusia adalah hak yang dibawa sejak lahir yang secara kodrati melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat (bersifat mutlak). Penelitian dilaksanakan dengan mengkaji Putusan No : 385/PID.B/2010/PN.SLMN. Peneliti menggunakan metode penelitian yuridis kualitatif, yaitu menggali data secara lebih mendalam berkenaan dengan perspektifhak asasi manusia yang di lindungi oleh undang-undang tentang tentang HAM. Sedangkan metode pendekatannya adalah yuridis normatif, yaitu menggambarkan kepada pihak lain tentang apa dan bagaimana korelasihukum positif dengan materi penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan vonis pidana mati yang dijatuhkan Majelis Hakim Perkara No 385/PID.B/2010/PN.SLMN terhadap Mary Jane Fiesta Veloso pelaku tindak pidana narkotika bertentangan dengan Pasal 9 ayat 1 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang mengatur tentang hak hidup dan juga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS STIK FUNGSIONAL LIDAH BUAYA
Stik fungsional lidah buaya merupakan stik yang dibuat dengan campuran ekstrak dari daun lidah buaya. Stik lidah buaya merupakan stik fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan karena lidah buaya merupakan bahan pangan yang mengandung senyawa bioaktif berupa lignin, saponin, antrakuinon dan kuinon, aloin yang mempunyai khasiat. Usaha ini dilakukan oleh UKM yang masih terus berkembang di Kota Batu. Permasalahan yang dihadapi pengusaha mikro stik lidah buaya ini adalah keterbatasan dalam produksi dan kualitas produk akhir yang tidak merata. Untuk mengatasi masalah ini maka dilakukan introduksi teknologiperalatan mekanis berupa mesin pengadon kapasitas 5 kg, alat pencetak stik, dan alat penggorengan deep frying. Hasil yang diperoleh setelah introduksi mekanis, pengadonan dapat dilakukan lebih cepat dengan peningkatan produksi 5 kali lipat, yaitu dari 2 kg/20 menit menjadi 10 kg/20 menit. Introduksi alat pencetak terjadi peningkatan hasil 10 kali lipat dari 2 kg menjadi 20 kg/jam. Selain itu diperoleh kematangan yang seragam dengan introduksi peralatan penggorengan deep frying.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI BROWNIES SAYUR DAN PANGGANG PADA UKM RUMAH TERONG DAN SABRINA DI MALANG RAYA
Program ini bertujuan untuk melakukan pembinaaan dan pendampingan UKM brownies di Malang Raya. Di pasaran sekarang dikenal ada dua jenis brownies yaitu brownies kukus dan brwonies panggang. Kedua brownies ini diproduksi oleh 2 UKM yang berbeda yaitu UKM Rumah Terong untuk brwonies sayur (kukus) dan UKM Sabrina memproduksi brownies panggang. Permasalahan yang dihadapi kedua UKM adalah kapasitas produksi rendah. Telah dilakukan introduksi mixer dan oven pada kedua mitra. Hasilnya terjadi peningkatan kapasitas produksi pada UKM Rumah Terong dari 7,5 kg tepung menjadi 10,5 kg sebagai dasar penghitungan adonan sementara pada UKM Sabrina terjadi peneingkatan produksi dari 12 menjadi 16 kg tepung sebagai basis penghitungan adonan
INTRODUKSI TEKNOLOGI MEKANIS PADA USAHA BUDIDAYA DAN OLAHAN JAMUR TIRAM DI 2 UKM KOTA BATU
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintroduksikan teknologi mekanis dalam proses efisiensi pengisian baglog pada UKM Indie Jamur dan efisiensi pembuatan adonan cair (batter) dan tepung serta teknologi pengolahan penyedap rasa jamur pada UKM Agronusa Mushroom. Selain itu dilakukan sosialisasi Good Agriculture Practise (GAP) pada budidaya jamur di UKM Indie Jamur dan Good Manufacturing Practices (GMP) pada proses pengolahan produk berbasis jamur tiram putih di UKM Agronusa Mushroom. Dengan adanya alih teknologi mekanis pengisian baglog dengan introduksi mesin pengisi baglog di UKM Indie Jamur, terjadi peningkatan efisiensi waktu pengisian baglog. Setelah kegiatan IbM proses persiapan baglog bisa dipercepat menjadi 1-2 hari. Selain itu, alih teknologi mekanis juga diaplikasikan pada UKM Agronusa Mushroom yaitu dengan introduksi mesin pengaduk adonan, mixer dan penambahan freezer untuk produksi lumpia, risoles, dan keripik jamur tiram. Efisiensi pengadukan tepung dan penyalutan jamur meningkat menjadi 20 menit, sedangkan pengadukan batter meningkat menjadi 15 menit. Sosialisasi dan pendampingan GAP dan GMP juga telah dilaksanakan pada kedua mitra. Kata kunci: UKM, jamur tiram putih, introduksi teknologi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
