1,721,041 research outputs found

    Development of Web-Based Formative Assessment Model to Enhance Physics Concepts of Students

    No full text
    Pengembangan Model Penilaian Formatif Berbasis Web untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa   Abstract: There are two approaches of learning assessment, called formative and summative. The formative assessment is applicable because it involves students directly during the process, may im-prove these students perceptive. The limited time in class makes this process difficult, then the de-velopment of both online and offline formative assessment, provide responsive feedback for teachers and students, is definitely needed. This research goal is to produce a model of web-based formative assessment for physics. This study used research design and development of the formative assess-ment-model. Questionnaire is used for product validation, consist of validation of textbook,  instrument of pre and post-learning quizzes and web product.The result of quantitative analysis shows that the developed product is valid without any revision. Based on qualitative data, the product revision follows comments and suggestions from expert’s validation, teachers and students. The product testing shows that the formative assessment-model may improve students’ conceptual comprehension. Key Words: formatice assessment-model, students’ conceptual comprehension of physics, web-based   Abstrak: Penilaian terbagi menjadi dua macam yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Penilaian formatif tepat digunakan karena prosesnya melibatkan siswa secara langsung di dalam proses pembelajaran dan mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. Keterbatasan waktu di kelas menyebabkan proses ini sulit dilakukan, maka perlu dikembangkan model penilaian formatif secara online dan off-line yang dapat memberikan umpan balik yang cepat bagi siswa dan guru. Tujuan dari penelitian adalah menghasilkan model web-based penilaian formatif untuk pembelajaran fisika. Penelitian menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan model penilaian formatif. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk uji kelayakan produk yang meliputi validasi naskah buku, instrumen kuis prapembelajaran, instrumen kuis pascapembelajaran dan web produk. Hasil analisis data kuantitatif adalah produk yang dihasilkan termasuk dalam kategori layak sehingga tidak memerlukan revisi. Berdasarkan data kualitatif, produk telah direvisi berdasarkan komentar dan saran validator, guru dan siswa. Hasil uji coba produk menunjukkan model penilaian formatif web-based dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Kata kunci: model penilaian formatif, pemahaman konsep fisika siswa, berbasis we

    (STUDI AWAL) POTENSI BATUBARA DAN PERMASALAHANNYA DI DAERAH LOAJANAN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Daerah telitian terletak di daerah Loajanan 200 meter dari tepi jalan raya Samarinda – Tenggarong, ( 17 Km. dari Samarinda) , Kalimantan Timur (jalan raya berada disepanjang tepi Sungai Mahakam). Formasi Pembawa Batubara (Coal Bearing Formation), daerah telitian termasuk dalam Formasi Pulau Balang yang berumur Miosen Bawah – Miosen Tengah dan Formasi Balikpapan yang berumur Miosen Tengah – Miosen Akhir. Struktur geologi daerah telitian berupa sesar naik dan lipatan yang mempengaruhi keberadaan batubara, baik geometri ,kualitas maupun kuantitasnya, serta berpengaruh terhadap morfologi daerah telitian. Potensi batubara daerah telitian cukup menjanjikan untuk penambangan skala kecil. 16 seam ditemukan di daerah telitian, 10 seam terdapat pada Formasi Pulaubalang dengan kemiringan lapisan tegak antara 72° – 85°dan 6 seam pada Formasi Balikpapan dengan kemiringan landai antara 10°- 14°. Kalori batubara berkisar antara 5800 – 6300 kcal/kg (adb), sulfur antara 0.81 – 4,76. Hauling road sangat dekat sekali, kurang lebih 200 meter ke arah sungai Mahakam. Permasalahan yang timbul, kemiringan lapisan yang tegak, banyak cleat, pemukiman dan tataguna lahan penduduk , hauling road, disposal serta belum adanya pelabuhan. Abstract Research area located 200 meters from edge of the highway Samarinda – Tenggarong. (17 Km from Samarinda), East Kalimantan ( located along the highway edge of the Mahakam River). Coal Bearing Formation the research area, including the Pulaubalang Formation (Under Miocene – Middle Miocene) and the Balikpapan Formation (Middle Miocene – Late Miocene). Geological structure in the form reverse fault and folds that affect existence of coal, either geometry, quality and quantity, and affect the morphology of area. Coal potential is promising for the small-scale mining. Find 16 seams in the area, there are 10 seams on Pulaubalang Formation with vertical layer dip between 72° - 85° and 6 seams on the Balikpapan Formation with horizontal layer dip between 10° - 14°. Coal Calorie ranges from 5800 – 6300 kcal/kg, sulfur between 0.81 – 4.76, Hauling road very close, less than 200 meters to the Mahakam River. Problems arise, the vertical layer dip , a lot of cleats, the population of settlements and land use, hauling road, disposal area and t he lack of por

    MONITORING SERTA ANALISIS PERGERAKAN HORIZONTAL DAN VERTIKAL BENDUNGAN WADUK SERMO KULONPROGO TAHUN 2019

    No full text
    SARI – Bendungan adalah suatu bangunan penampung air yang dibentuk dari berbagai batuan, tanah dan juga beton.Bendungan dibangun untuk menahan laju air, sehingga menjadi waduk. Salah satu waduk yang ada di Daerah IstimewaYogyakarta adalah Waduk Sermo dan telah dioperasikan sejak tahun 1996. Waduk ini terletak di wilayah DesaHargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Yogyakarta, Indonesia. Wilayah cakupan WadukSermo berada pada 110°1\u27 sampai 110°16\u27 Bujur Timur dan 7°38\u27 sampai dengan 7°59\u27 Lintang Selatan. Waduk Sermomerupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Kulonprogo, yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20November 1996 dengan membendung Sungai Ngrancah. Konstruksi waduk berukuran lebar atas 8 m, lebar bawah 250m, panjang 190 m, dan tinggi 56 m (Balai Pengelola Sumber Daya Air dan Sungai Provinsi DIY, 2017). Waduk Sermo memiliki berbagai macam fungsi dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Fungsi utamanyaadalah sebagai penampung air yang disalurkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk air bersih, irigasiatau pengairan, serta pencegah banjir. Seperti diketahui bahwa tubuh bendungan mengalami tekanan dari efek tekananair waduk. Akibat gaya tekanan ini maka tubuh bendungan kemungkinan dapat mengalami pergerakan berupapergerakan baik itu ke arah horizontal maupun ke arah vertikal. Apabila terjadi pergerakan yang cukup besarmengakibatkan banyak kerugian seperti terjadinya keretakan pada struktur bangunan bendungan, longsor, kerugianfinansial dan bahkan korban jiwa. Bendungan memiliki peranan yang cukup penting bagi kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan suatu metodepemeliharaan dan perawatan yang memadai untuk menghindari kerusakan pada bendungan tersebut. Macam-macammetode pemantauan pergerakan, yaitu metode geodetik dan metode non geodetik. Salah satu metode geodetik untukpemeliharaan dan perawatan tersebut adalah dengan melakukan pemantauan pergerakan tiga dimensi (3D) pada tubuhbendungan. Pergerakan mungkin disebabkan oleh gempa bumi, retakan, pergerakan lempeng, level air tinggi danrendah, rembesan atau kebocoran.Kata-kata kunci : Bendungan, Geodetik, Pergerakan Tiga Dimensi (3D)

    MENGAPA KITA KALAH DENGAN MALAYSIA???

    Full text link
    Untuk mendatangkan devisa bagi Negara, kita sering hanya berfikir untuk menjual dan menjual hasil alam kita, baik yang bersifat logam atau non logam, itupun masih berupa bahan mentah.Dengan kondisi demikian semakin lama Negara kita kehabisan sumber daya alam, bahkan kita nantinya akan tergantung dengan Negara lain uantuk kepentingan bahan baku pokok. Di Malaysia menurut saya punya pola pikr yang lebih maju, mereka tidak hanya melulu menjual sumber daya alamnya saja, tetapi juga menjual keindahan alamnya dengan berbasis geologi. Yang menarik keindahan alamnya ini tidak hanya dinikmati oleh bangsa Malaysia sendiri tetapi sudah dapat dinikmati oleh dunia karena diakui oleh UNESCO dalam GGN (Global Geopark Network). Contoh Global Geopark yang menarik di Malaysia adalah di daerah Langkawi, dan sekarang baru diusulkan di Tasik Kenyir, Trengganu. Di beberapa daerah di Indonesia juga sudah memulai mengusulkan ke UNESCO untuk dapat diusulkan menjadi Global Geopark. Contoh daerah Marangin Jambi Sumatera. Tetapi yang sangat disayangkan mereka yang mengusulkan tidak mengetahui criteria yang jelas tentang syaran untuk menjadi Global Geopark. Sering mereka hanya terfokus masalah geologinya saja dan tidak tahu bahwa Global Geopark tidak hanya untuk wisata yang berbasis geologi, tetapi harus juga dapat dipakai sebagai riset, konservasi, budaya lokal, keterlibatan masyarakat lokal serta berkesinambungan

    Effective Learning for Students with Autism

    Full text link
    The learning process requires the development of methods and media to support learning and increase students’ understanding and enthusiasm during the learning process. This literature review aims to identify effective learning methods for students with autism. The present study is essential to determine the development of effective learning methods for students with autism. In the end, this study concluded the presence of learning methods and media development for autistic students to increase interest and understanding during learning

    "ALARM” BAGI INVESTOR BARU DALAM PERTAMBANGAN BATUBARA (STUDI KASUS)

    Full text link
    Sekarang ini banyak calon investor baru yang akan “bermain” dalam pertambangan batubara, tetapi mereka sama sekali belum mengerti benar apa batubara itu dari sisi ilmiah, dari sisi ekonomi maupun sisi lain yang harus banyak dipertimbangkan. Dengan kurangnya pengetahuan mengenai batubara secara luas, menjadikan banyak calon investor ini terjebak oleh “ rayuan” para penjual /Broker KP (lahan batubara)yang kurang bertanggung jawab, maupun dari hasil analisis geologist yang kurang berwawasan tambang. Tulisan ini akan memberikan “GUIDING” atau bahkan “ALARM untuk memasuki dunia pertambangan batubara yang penuh dengan tantangan, bagi investor yang sama sekali masih baru. Sebagai contoh kasus kaitannya dengan geologist, biasanya terjadi pada tahapan Penyelidikan Umum (PU). Pada tahapan ini geologist memberikan laporan tentang “sumber daya”. Sumberdaya menurut geologist adalah sumberdaya batubara yang ada pada daerah telitian berdasarkan singkapan yang ada (tanpa memperhitungkan apakah batubara itu layak/ mungkin untuk ditambang) dan masih menganggap bahwa singkapan menerus dengan ketebalan yang sama. Beda dengan calon investor baru yang menganggap bahwa “sumberdaya” adalah cadangan terukur yang ada pada daerah itu. Dengan perbedaan pandangan itu menjadikan calon investor merasa dirugikan (karena ketidaktahuannya), walupun sebetulnya masing-masing tidak bisa dipersalahkan. Contoh kasus pernah terjadi di daerah Sungaibabi daerah Long Iram Kutai Barat, dengan sumberdaya 2 juta ton tetapi setelah dilakukan pemboran detil cadangan hanya 350.000 ton. Contoh kasus lain daerah Sungai Senyiur Kutai Timur dengan sumberdaya 7 juta ton, tetapi setelah dilakukan penelitian lebih detil hanya terdapat cadangan 750.000 ton. Contoh lain mengenai kualitas batubara. Calon investor yang awam hanya mengerti istilah kualitas kaitannya dengan Calori Value saja. Padahal selain calori value masih ada faktor-faktor lain dalam kualitas seperti moisture, Ash,VM,S,VC, HGI dll. Banyak permasalahan yang kurang dimengerti oleh calon investor yang sama sekali belum pernah terjun dalam pertambangan, seperti: Rayuan maut Broker, sumber daya dan cadangan, Legalitas, Posisi KP (lahan), Tata Guna Lahan, Karakter Masyarakat, Stripping Ratio, Hauling Road, Struktur Geologi, , Bentuk kerjasama, Harga Pasar/Kebutuhan pasar. Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis di lapangan dengan berbagai kasus. Semoga tulisan ini berguna bagi siapa saja khususnya bagi yang akan terjun dalam pertambangan batubara yang sama sekali masih awam dan juga mengajak geologist berwawasan geologi untuk tambang

    Post-Learning Cycle, a Web-Based Formative Assessment Model on Physics Learning Temperature and Heat Matter

    Full text link
    Web-based formative assessment model in the current study divided into three cycles of a pre-learning cycle, learning cycle, and post-learning cycle. Previous research in the pre-learning stage, web-based formative assessment models can provide feedback quickly and can improve students' understanding of concepts. The current study develops the post-learning cycle, a web-based formative assessment model in physics specifically for heat and temperature materials in vocational school students grade X. The present study is used in the research and development method. Post-learning cycle, a web-based formative assessment model developed with six stages: 1) the collection of information and drafting, 2) planning, 3) establish initial product, 4) validate the initial product, 5) revisions, and 6) trial in the field. As a result, the post-learning cycle, a Web-Based formative assessment model is divided into three stages: diagnostic test, recording, and feedback. Based on trial results, it was found that the post-learning cycle, a web-based formative assessment model can help teachers and students to get quick feedback. Rapid feedback can help students to gain an understanding of the concept quickly and can help teachers to find students so that problems can be solved promptly. This formative assessment model can be used as a tool for assessment and evaluation of the achievement of student learning outcomes. In the future, a post-learning cycle, a Web-Based formative assessment model, can be used for learning other than physics

    GEOLOGI DAN PERMASALAHAN YANG TIMBUL DAERAH PARAPATAN KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Suatu daerah dikatakan layak untuk dilakukan penambangan apabila daerah itu memenuhi beberapa persyaratan antara lain; legal secara hukum, mempunyai cadangan sumber daya yang besar, mempunyai data-data geologi secara detail, mempunyai sumber daya manusia yang memenuhi persyaratan, sosisal budaya yang mendukung serta pasar yang menjanjikan. Lokasi daerah telitian terletak pada koordinat dengan sistem UTM 549075 - 55270 dan 233950 – 237240 di daerah Tanjung Redep Berau Kutai Timur Kalimantan Timur. Daerah Parapatan secara geologi masih sangat minim data-datanya, daerahnya sangat subur sehingga banyak diusahakan untuk berkebun dan sudah banyak rumah pemukiman selain itu daerah Parapatan pada daerah tertentu pernah diusahakan sebagai tambang dalam oleh Belanda. Dengan kondisi yang demikian ini merupakan suatu tantangan untuk mencari data sebanyak-banyaknya dan solusi kalau daerah Parapatan akan diusahakan menjadi suatu daerah yang layak ditambang. Struktur geologi yang berkembang di daerah telitian adalah :  Struktur sinklin asimetri yang menunjam landai kearah Barat Laut-Utara  Struktur sesar mendatar geser kanan. Pola struktur geologi di daerah telitian dipengaruhi oleh adanya gerak kopel akibat dari 4 (empat) sesar mendatar yang mengapitnya. Gerak dari 4 (empat) sesar mendatar ini juga mempengaruhi pola struktur geologi yang berkembang di Birang, Parapatan dan Binungan Daerah Birang, Parapatan dan Binungan dahulunya adalah satu rangkaian sinklin Satuan batuan di daerah telitian termasuk dalam Formasi Lati. Lingkungan Pengendapan berkembang dari Lower Delta Plain, Transitional Lower Delta Plain
    corecore