117 research outputs found

    Program Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Mulyorejo dalam Memberdayakan Masyarakat di Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Siswanto, Edi. 2018. Program Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mulyorejo (LPMK) dalam Memberdayakan Mayarakat di Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edi Suhartono, SH., M.Pd (II) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., MHKata Kunci: Program Pemberdayaan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.Kelurahan merupakan wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kota dalam wilayah kerja kecamatan. Dalam kelurahan terdapat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) yang bertugas untuk melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat. Pemberdayaan merupakan suatu upaya untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendiskripsikan program LPMK Mulyorejo dalam memberdayakan masyarakat, mendiskripsikan proses pelaksanaan program LPMK Mulyorejo, mendiskripsikan faktor pendukung program LPMK Mulyorejo, mendeskripsikan faktor penghambat program LPMK Mulyorejo dan mendiskripsikan upaya yang dilakukan LPMK Mulyorejo dalam menghadapi hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber datanya diperoleh melalui informan dan dokumen-dokumen.Informan pada penelitian ini yaitu Lurah Mulyorejo, Sekretaris Lurah, perangkat Kelurahan Mulyorejo, Ketua LPMK Mulyorejo dan masyarakat setempat. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Caranya yaitu dengan mengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi.Berdasarkan data yang telah dikumpulkan diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama, program Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mulyorejo ada dua macam program, yaitu program pavingisasi dan program pembuatan batik tulis. Kedua, proses berjalannya program pavingisasi ini secara keseluruhan berjalan dengan lancar karena Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mulyorejo membentuk tim khusus untuk membantu merencanakan dan mengerjakan proses pavingisasi dari tahap awal hingga tahap akhir. Sedangkan proses berjalannya program pembuatan batik tulis sangat sederhana sekali, proses pembuatannya hanya tiga tahap yaitu tahap menggambar, tahap menyanting dan tahap pewarnaan.Ketiga,Faktor yang penunjang keberhasilan program pavingisasi ini adalah dana yang dianggarkan untuk pavingisasi ini ada dan sudah dianggarkan oleh pemerintah kota, selain itu kerjasama yang baik antaraLPMKmulyorejo dengan Kelurahan Mulyorejo dan dengan masyarakat setempat. Faktor penunjang program pembuatan batik tulis yaitu adanya bantuan pemasaran dari Wali Kota Malang serta adanya pameran untuk menambah pemasaran.Keempat,Faktor penghambat keberhasilan program pavingisasi yaitu dana yang turun dari Pemerintah Kota itu tidak turun secara langsung, artinya dana tersebut turun secara bertahap sehingga dapat memperlambat program pavingisasi, selain itu adanya segelintir masyarakat yang merasa acuh dan terlalu individualisme juga menjadi penghambat dari keberhasilan program pavingisasi. Faktor penghambat program pembuatan batik yang paling utama yaitu pemasaran yang belum lancar karena selain banyaknya batik di pasaran, harga batik tulis yang bisa dikatakan sedikit lebih mahal dari batik cap atauprinting.Kelima,Upaya yang dilakukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mulyorejo dalam menghadapi hambatan yang ada dalam program pavingisasi yaitu bekerjasama dengan toko bangunan dan melakukan pendekatan kepada masyarakat. Sedangkan upaya dalam menghadapi dalam program pembuatan batik tulis yaitu dilakukan dengan pembuatan brosur untuk dibagikan kepada masyarakat atau instansi agar batik tulis tersebut bisa dikenal oleh masyarakat luas.Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini sebagai berikut. Bagi Kelurahan Mulyorejo, sebaiknya berperan secara aktif dalam program pemberdayaan. Bagi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Mulyorejo, sebaiknya memberikan kesempatan yang lebih kepada masyarakat. Bagi Masyarakat, sebaiknya masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif agar proses pelaksanaan program pemberdayaan bisa berjalan dengan baik

    KETELADANAN KEPEMIMPINAN YESUS DAN IMPLIKASINYA BAGI KEPEMIMPINAN GEREJA PADA MASA KINI

    Get PDF
    Katarina & Krido Siswanto, Exemplary Leadership of Jesus and Its Implications for Church Leadership In Today. This paper is an analysis of the exemplary leadership of Jesus and its implications in the present. The author conducts literature research by looking at the principles of Jesus\u27 leadership in the four Gospels, then finding the implications. From the results of the study, the Bible shows that Jesus is a figure who can be an example to his community and the example of his leadership is still relevant to Christian leadership today. The Bible shows that there are at least four areas of exemplary leadership of Jesus: the character of Jesus in leading, the spirituality of Jesus in leading, the management of Jesus in leading, and the ministry of Jesus in leading. Katarina & Krido Siswanto, Keteladanan Kepemimpinan Yesus dan Implikasinya Bagi Kepemimpinan Gereja Pada Masa Kini. Tulisan ini merupakan analisis tentang keteladanan kepemimpinan Yesus dan implikasinya pada masa kini. Penulis melakukan penelitian literatur dengan mencermati prinsip kepemimpinan Yesus dalam keempat Injil, kemudian menemukan implikasinya. Dari hasil penelitian, Alkitab menunjukkan bahwa Yesus adalah sosok yang dapat menjadi teladan bagi komunitas-Nya dan keteladanan kepemimpinan-Nya masih relevan dengan kepemimpinan Kristen pada masa kini. Alkitab menunjukkan paling tidak ada empat bidang keteladanan kepemimpinan Yesus, yaitu: karakter Yesus dalam memimpin, kerohanian Yesus dalam memimpin, manajemen Yesus dalam memimpin, dan pelayanan Yesus dalam memimpin.Abstract: Katarina & Krido Siswanto, Exemplary Leadership of Jesus and Its Implications for Church Leadership In Today. This paper is an analysis of the exemplary leadership of Jesus and its implications in the present. The author conducts literature research by looking at the principles of Jesus\u27 leadership in the four Gospels, then finding the implications. From the results of the study, the Bible shows that Jesus is a figure who can be an example to his community and the example of his leadership is still relevant to Christian leadership today. The Bible shows that there are at least four areas of exemplary leadership of Jesus: the character of Jesus in leading, the spirituality of Jesus in leading, the management of Jesus in leading, and the ministry of Jesus in leading.  Abstrak: Katarina & Krido Siswanto, Keteladanan Kepemimpinan Yesus dan Implikasinya Bagi Kepemimpinan Gereja Pada Masa Kini. Tulisan ini merupakan analisis tentang keteladanan kepemimpinan Yesus dan implikasinya pada masa kini. Penulis melakukan penelitian literatur dengan mencermati prinsip kepemimpinan Yesus dalam keempat Injil, kemudian menemukan implikasinya. Dari hasil penelitian, Alkitab menunjukkan bahwa Yesus adalah sosok yang dapat menjadi teladan bagi komunitas-Nya dan keteladanan kepemimpinan-Nya masih relevan dengan kepemimpinan Kristen pada masa kini. Alkitab menunjukkan paling tidak ada empat bidang keteladanan kepemimpinan Yesus, yaitu: karakter Yesus dalam memimpin, kerohanian Yesus dalam memimpin, manajemen Yesus dalam memimpin, dan pelayanan Yesus dalam memimpin

    Persepsi kepala sekolah terhadap kompetensi pengawas sekolah dalam melakukan supervisi pendidikan di SMA Kota Bandar Lampung tahun pelajaran 2009/2010

    No full text
    Program Studi : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan : Pendidikan IPS *** Skripsi (Sarjana Pendidikan). -- Unila, Bandar Lampung, 2010 *** Bibliografi hlm. 81-82xii, 82 hlm. :il. ;28 cm. . --Lamp. (18 lembar

    ANALISIS PENERAPAN IMBALAN (UJROH) DALAM PEMBIAYAAN AL - QARDH MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM DI BMT AS SALAM

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme penerapan imbalan (ujroh) dalam pembiayaan Al-Qordh di BMT As Salam dan untuk mengetahui perspektif ekonomi Islam terhadap penerapan imbalan (ujroh) dalam pembiayaan Al-Qordh di BMT As Salam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, tehnik pengumpulan data di peroleh dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pemberian dana Qardh diberikan untuk kebutuhan bersifat sosial. Dimana pembiayaan AL-Qardh ini sebagai produk pelengkap untuk memenuhi kebutuhan dana mendesak, atau untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan lainnya. Di dalam praktiknya penyaluran dana Al Qardh yang dilakukan oleh BMT As Salam tidak sesuai dengan teori yang ada. Kedua, Penerapan imbalan (ujroh) dalam pembiayaan Al Qardh di BMT As Salam ditinjau dari perspektif ekonomi Islam dapat dilihat dari pengertian Al Qardh dan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN). Qordh adalah suatu perjanjian yang khusus untuk menyerahkan harta kepada orang lain untuk kemudian dikembalikan persis seperti yang diterimanya. Dengan kata lain, Qardh adalah transaksi pinjam meminjam tanpa syarat tambahan pada saat pengembalian pinjaman. Point yang dinyatakan bertentangan dengan penerapan pembiayaan Al Qardh menurut fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) yaitu pada point 2, 4 dan 5. Sehingga perlu ada perbaikan yang harus terus dilakukan oleh BMT As Salam agar penerapan pembiayaan Al Qardh ini sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) dan sesuai dengan sifat yang dimiliki oleh pembiayaan Al Qardh itu sendiri yaitu dengan sikap tolong menolong dan tidak membebankan imbalan yang memberatkan nasabah dalam melakukkan pembiayaan Al Qardh

    Penentuan Kelayakan Kandang Sapi Menggunakan Metode AHP-TOPSIS (Stui Kasus: UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Singosari)

    Get PDF
    Kandang sapi disediakan dengan tujuan untuk berlindung terhadap cuaca serta membatasi ruang pergerakan sapi supaya proses penimbunan daging dan lemak pada sapi memacu pertambahan bobot badan menjadi cepat. Selain itu kandang sapi dengan kualitas Iayak (bersih dan nyaman) dapat menghindarkan ternak sapi dari hama penyakit sehingga dengan kandang sapi yang Iayak mendapatkan hasil ternak sapi yang maksimal. Permasalahan yang terjadi pada UPT PT dan HMT Singosari dalam menentukan kelayakan kandang sapi adalah efisiensi waktu digunakan dan sulitnya menentukan parameter kriteria yang digunakan dalam kelayakan kandang sapi. Solusi yang dapatkan yaitu menggunakan bantuan sistem cerdas yang membantu merekomendasikan penentuan kelayakan kandang sapi berdasarkan data dari UPT PT dan HMT Singosari. Sistem dibuat dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique For Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) berbasis web. Dengan menggabungkan 2 metode SPK tersebut diharapkan akan menghasilkan hasil keputusan yang Iebih akurat. Metode AHP digunakan untuk mendapatkan nilai bobot setiap kriteria yang akan digunakan dalam tahapan pembobotan yang berupa nilai preferensi pada setiap alternatif pada metode TOPSIS. Pengujian dilakukan dengan merubah matriks perbandingan berpasangan pada sistem kemudian hasil keluaran sistem akan dicocokkan dengan data sebenarnya. Hasil pengujian tingkat kecocokan terendah pada matriks perbandingan berpasangan ke-1 dengan kecocokan sebanyak 17 data dari 25 data. Sedangkan tingkat kecocokan tertinggi dihasilkan pada pengujian matriks perbandingan berpasangan ke-5 dengan kecocokan sebanyak 24 data dari 25 data. Berdasarkan pengujian yang dilakukan sebanyak 5 kali dengan matriks perbandingan berpasangan yang berbeda, menghasilkan akurasi sebesar 84,8%

    PENGARUH PENGGUNAAN SOFTWARE CABRI 3D V2 TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI DIMENSI TIGA DAN MOTIVASI SISWA SMA : Penelitian Eksperimen di Sebuah SMA IT di Bekasi

    Get PDF
    Masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah cara meningkatkan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa SMA. Untuk menjawab masalah tersebut digunakan media visual berbentuk software yang mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah geometri siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan Software Cabri 3D V2 terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah geometri dimensi tiga dan motivasi siswa SMA. Penelitian diujicobakan pada siswa kelas X SMA-IT AL BINAA Islamic Boarding School. Pokok bahasan yang disajikan sebagai bahan materi adalah bab Bangun Ruang Dimensi Tiga. Tingkat pemahaman siswa terhadap materi bahan ajar diukur melalui tes tertulis yang telah diuji vailiditasnya dengan menggunakan rumus korelasi product moment dari Pearson serta raliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha. Sedangkan untuk mengukur motivasi siswa digunakan angket yang sudah dikonsultasikan dengan para dosen pembimbing. Untuk mengetahui perbedaan rata-rata peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol digunakan uji-t. Hasil penelitian pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan Software Cabri 3D V2 berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah bangun ruang tiga dimensi dan motivasi siswa, serta terdapat hubungan yang positif antara peningkatan kemampuan pemecahan masalah geometri dengan peningkatan motivasi

    AN ANALYSIS OF STUDENTS’ ABILITY IN USING CONJUNCTION (A Case of the Third Semester English Education Students of College of Languages of Sultan Agung Islamic University in the Academic Year 2013/2014)

    Get PDF
    Keywords: Ability, Conjunctions. The main objective of this research is find out how far the student‟s grammar mastery in using conjunctions and identify students of the problems they face in using English conjunctions the case of the third semester students English Education of College of Languages of Sultan Agung Islamic University in the academic year 2013/2014). The design of the research was descriptive research, and to get the data, the writer used grammar test in the form of fill in the blank test, considering it is the most researched procedure for assessing structure in grammar. The test consisted of 40 questions; they were 20 questions for coordinating conjunction and 20 questions for subordinating conjunction. The writer gave 45 minutes to do the test. Before the test was used, it had been tried out first. The purpose of conducting the try-out was to find out the validity, reliability of the test as an instrument. The result of the analysis showed that the ability of the Third Semester Students of English Education of the College of Languages of Sultan Agung Islamic University in the Academic year 2013/2014 in using conjunctions was moderate. It was proved by the fact that there were 16 students (50%) who got moderate ability, 8 students (25%) got the high ability and 8 students (25%) got the low ability. The problem faced by the students in using conjunctions was using subordinate conjunction. It was indicated by both the difference in the mean score between the use of coordinate conjunctions and the use of subordinate conjunctions. The mean of subordinate conjunctions was 69.06, it was lower that of the use of coordinate conjunctions which was 80.94. It means that students still did not understand well in using conjunctions

    PELESTARIAN BUDAYA PIIL PESINGGIRI DALAM MASYARAKAT MULITIKUTURAL LAMPUNG: STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KECAMATAN BARADATU KABUPATEN WAYKANAN

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa di Kabupaten Waykanan memiliki beraneka ragam budaya, suku, agama, ras, dan golongan. Dari fakta tersebut Waykanan menjadi wilayah yang multikultural. Salah satu faktor keberagaman di tanah Lampung berimplikasi pada kontak sosial, masyarakat, dan budaya. Pengaruh perubahan zaman dalam konteks globalisasi sangat berpotensi dalam pergeseran nilai-nilai budaya, yaitu budaya Piil Pesinggiri dalam kehidupan orang Lampung. Dari beberapa fakta yang ada, serta melihat kondisi Lampung hari ini, diperlukan upaya dalam konteks pelestarian budaya agar nilai-nilai akar budaya orang Lampung tidak hilang dari eksistensinya sebagai suku yang mempunyai ciri atau watak sebagai identitas orang Lampung di tengah-tengah masyarakat multikultural serta sebagai kekuatan budaya nasional. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi dan mendeskripsikan tentang Pelestarian Budaya Piil Pesinggiri dalam Masyarakat Multikultural Lampung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data ialah studi literatur, wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan catatan. Teknik Pengolahan dan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, Verification. Sumber data primernya adalah masyarakat Lampung dengan menggunakan tekhnik snowball sampling. Hasil temuan dalam penelitian ini yaitu: 1) pelestarian dapat dilakukan dengan dengan berupaya menjaga nilai-nilai fundamental, disertai dengan kesadaran secara kolektif yang terkandung dalam budaya Piil Pesinggiri di tengah-tengah masyarakat multikultural Lampung, hal tersebut menjadi penting dikarenakan dapat menjaga eksistensi budaya dan keharmonisan pada masyarakat Lampung. 2) kendala dalam pelestarian budaya Piil Pesinggiri di tengah-tengah masyarakat multikultural Lampung adalah kurangnya menjaga nilai fundamental budaya serta kesadaran secara kolektif pada masyarakat Lampung yang disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya kurangnya pemahaman, keberagaman budaya, lemahnya semangat untuk menjaga nilai-nilai budaya. 3) upaya yang dapat dilakukan pada pelestraian budaya Piil Pesinggiri dapat diatasi dengan cara memberikan pemahaman serta kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai akar budaya sebagai kekuatan budaya untuk menepis segala macam bentuk kemungkinan masalah yang dihadapi oleh masyarakat multikultural Lampung baik saat ini maupun masa yang akan datang. Dari hasil temuan di rekomendasikan pada semua pihak untuk bersama-sama mensosialisasikan tentang pentingnya pemahaman dan kesadaran akan nilai-nilai akar budaya, sehingga akan menjadi simbol atau identitas dalam berperilaku yang kuat di tengah-tengah masyarakat yang modern serta pengaruh globalisasi. This research is motivated by the fact that in Waykanan has diverse cultural, ethnic, religion, racial, and class. The fact of that, Waykanan become a multicultural region. One factor in the diversity of Lampung implicates on social contact, community, and culture. Moreover, the position of Lampung tribe in very small amounts is compared to some existing tribe. The effect of changing times in the context of globalization has the potential to shift cultural values, Piil Pesinggiri, in the life of Lampung society. From the facts and the condition of Lampung today, efforts are needed in the context of cultural preservation in order to retain the values of the cultural of Lampung, so it is not disappear from the existence as a tribe which is characterized as an identity or character of Lampung in the midest of a multicultural society in national cultural forces. Citizenship education in the socio-cultural domain has the potential to approach the study of problems in society or community Civics. In general, this study aims to explore the information and describe about the cultural preservation Piil Pesinggiri in Lampung multicultural society. The method used was descriptive. Data collection techniques was the study of literature, interviews, observation, document study, and notes. Processing techniques and data analysis used data reduction, data presentation, and verification. The primary data source was Lampung society using snowball sampling technique. The findings in this study are: 1) Preservation can be done by trying to maintain fundamental values, along with the collective consciousness contained in Pesinggiri Piil culture in the midst of Lampung multicultural society, so it is important to maintain because of the existence of cultural and Lampung harmony in society. 2) Preservation of cultural constraints in Piil Pesinggiri in the middle of Lampung multicultural society is the lack of fundamental cultural values and maintain collective consciousness in Lampung society caused by several factors, such as lack of understanding, cultural diversity, lack of zeal to maintain the values of the culture. 3) Attempt to do on preservation Pesinggiri Piil culture can be overcome by providing an understanding and awareness of the importance of the values of cultural roots as a cultural force to ward off all kinds of potential problems faced by the Lampung multicultural society both today and the future come. From the results it's recommended on all parties to get together to socialize about the importance of understanding and awareness of the values of cultural roots, so it will be a symbol or identity in the strong behave in the midst of modern society and the influence of globalizatio

    Aplikasi pembelajaran Planet dalam Tata Surya berbasis Multimedia

    No full text
    S1TEKNIKINFORMATIK
    corecore