1,721,139 research outputs found

    Pembelajaran Fisika Berbasis Cone of Experience Edgar Dale pada Materi Elastisitas dan Fluida Statis

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) besarnya hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 4 Sidenreng Rappang yang diajar dengan pembelajaran fisika berbasis cone of experience Edgar Dale (2) besarnya hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 4 Sidenreng Rappang yang diajar dengan pembelajaran fisika tanpa berbasis cone of experience Edgar Dale  (konvensional) (3) besarnya hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 4 Sidenreng Rappang yang diajar dengan pembelajaran fisika berbasis cone of experience Edgar Dale lebih tinggi dibandingkan yang diajar dengan pembelajaran fisika tanpa berbasis cone of experience Edgar Dale (konvensional). Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimen dengan menggunakan desain Posttest-Only Control Design dengan melibatkan variabel bebas yaitu pembelajaran fisika berbasis cone of experience Edgar Dale dan variabel terikat yaitu hasil belajar fisika. Subyek populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 4 Sidenreng Rappang tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 4 kelas dengan sampel di pilih secara random sampel (acak kelas) sehingga diperoleh kelas X IPA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar fisika peserta didik dalam bentuk pilihan ganda. Hasil analisis statistik deskriptif post-test menunjukkan bahwa peserta didik dengan pembelajaran fisika berbasis cone of experience Edgar Dale lebih banyak memperoleh skor pada kategori tinggi dan peserta didik dengan pembelajaran fisika tanpa berbasis cone of experience Edgar Dale  lebih banyak memperoleh skor pada kategori sedang. Sedangkan hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa kedua kelas berasal dari populasi berdistribusi normal yang homogen dan diperoleh nilai thitung > ttabel  yaitu 2.635>1.671 yang menunjukkan  rata-rata skor populasi hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA1 yang diajar dengan  pembelajaran fisika berbasis cone of experience Edgar Dale  lebih tinggi dibandingkan  rata-rata skor  hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan pembelajaran fisika tanpa berbasis cone of experience Edgar Dale (konvensional). Sehingga berdasarkan kedua analisis tersebut dapat dikemukakan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran fisika berbasis cone of experience Edgar Dale terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 4 Sidenreng Rappang.Kata kunci: Pembelajaran Fisika, Cone of Experience Edgar Dale, hasil belajar fisikaThis study aims to describe (1) the amount of physics learning outcomes of students class XI IPA SMA Negeri 4 Sidenreng Rappang who was taught with physics learning based cone of experience Edgar Dale (2) the amount of physics learning outcomes of students class XI IPA SMA Negeri 4 Sidenreng Rappang which is taught by physics learning without based on cone of experience Edgar Dale (conventional) (3) the amount of physics learning result of class XI student of SMA Negeri 4 Sidenreng Rappang which is taught by physics learning based on cone of experience Edgar Dale is higher than that taught by learning physics without Edgar Dale's cone-based experience (conventional). This research is true experiment research by using Posttest-Only Control Design design by involving independent variable that is physics learning based on cone of experience Edgar Dale and dependent variable that is result of physics study. The population subjects in this study were students of class XI IPA SMA Negeri 4 Sidenreng Rappang academic year 2017/2018 consisting of 4 classes with sample randomly selected sample (random class) so that obtained class X IPA1 as experimental class and class XI IPA2 as control class. The research instrument used is the test of physics learners learning in the form of multiple choice. The result of post-test descriptive statistic analysis shows that learners with physics learning based on cone of experience Edgar Dale get higher score on high category and learners with physics learning without cone-of-experience Edgar Dale get more score in medium category. While the results of inferential statistical analysis indicate that the two classes derived from homogeneous normal distribution population and obtained the value> 2.635> 1.671 which shows the average population score of physics learning outcomes of students class XI IPA1 who was taught with physics learning based cone of experience Edgar Dale higher than the average score of physics learning outcomes of learners who were taught with physics learning without based on convex of experience Edgar Dale (conventional). So based on the two analysis can be stated that there is influence of physics learning based on experience of Edgar Dale to the result of physics study of student of class XI IPA SMA Negeri 4 Sidenreng Rappang.Keywords: Physics Learning, Cone of Experience Edgar Dale, physics learning resul

    Efektivitas Penggunaan Media Berdasarkan Teori Belajar Edgar Dale terhadap Peningkaatan Hasil Belajar Fikih di MTs Negeri 2 Bulukumba

    Full text link
    Hasil analisis statistik deskripif yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar fikih yang diajar dengan penggunaan media berdasarkan teori belajar Edgar Dale sebesar 67,86 yang berada pada kategori sedang dan didukung oleh hasil observasi sebesar 13,25 berada pada kategori sedang. Sedangkan rata-rata nilai hasil belajar fikih yang tidak diajar dengan penggunaan media berdasarkan teori belajar Edgar Dale sebesar 61,89 yang berada pada kategori sedang dan didukung oleh hasil observasi sebesar 12,57 juga berada pada kategori sedang. Hasil analisis inferensial berdasarkan hasil perhitungan data hasil belajar diperoleh Sig.(2 tailed) (0,001) kurang dari α (0,05) jadi 0,001/2 = 0,0005< 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H_1 diterima dan H_0 ditolak. Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan media berdsarkan teori belajar Edgar Dale efektif terhadap peningkatan hasil beajar fikih materi shalat fardu dan sujud sahwi di MTs Negeri 2 Bulukumba

    Analisis terhadap Kerucut Pengalaman Edgar Dale dan Keragaman Gaya Belajar untuk Memilih Media yang Tepat dalam Pembelajaran

    No full text
    Sebagai seorang pendidik yang memiliki kewajiban dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, memilih media pembelajaran merupakan tahap yang sangat penting untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Tulisan ini mengulas pertimbangan pemilihan media pembelajaran yang dikaitkan dengan kerucut pengalaman Edgar Dale dan keragaman gaya belajar peserta didik. Kerucut pengalaman Edgar Dale dan konsep pengetahuan gaya belajar dapat mempengaruhi pandangan dalam proses menentukan media pembelajaran, namun keduanya hendaknya tidak dijadikan sebagai pertimbangan utama dalam memilih media pembelajaran. Untuk memilih media pembelajaran yang tepat, pengajar atau pendidik perlu mempertimbangkan kualitas media pembelajaran baik dari sisi media itu sendiri&nbsp; maupun&nbsp; dari&nbsp; sisi&nbsp; pengguna,&nbsp; baik&nbsp; itu&nbsp; peserta&nbsp; didik&nbsp; maupun&nbsp; pengajar atau pendidik&nbsp; yang melakukan proses pembelajaran dengan peserta didiknya. Sehingga melalui pemilihan media pembelajaran yang tepat dengan pertimbangan kerucut pengalaman Edgar Dale dan konsep keragaman gaya belajar ini, maka guru pada akhirnya akan dapat menentukan media pembelajaran yang sesuai dengan keragaman gaya belajar peserta didik yang diajarny

    Implementasi Media Pembelajaran Berdasarkan Kerucut Pengalaman Edgar Dale Pada Guru PJOK Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Gabus Kabupaten Pati

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi media pembelajaran berdasarkan kerucut pengalaman Edgar Dale pada guru PJOK di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru PJOK Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Instrumen yang digunakan dengan metode survey melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan menggunakan 4 tahap yaitu data collection (pengumpulan data), data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion: drawing/verifying (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Media Pembelajaran Berdasarkan Kerucut Pengalaman Edgar Dale Pada Guru PJOK Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Gabus Kabupaten Pati telah terimplementasi dengan baik. Penggunaan media pembelajaran PJOK di kelas maupun di lapangan pada Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Gabus Kabupaten Pati sudah mengacu pada kerucut pengalam Edgar Dale yaitu penggunaan media audio-visual atau visual dan media obyek asli/modifikasi yang nantinya dapat dipraktikkan langsung oleh siswa sehingga mendapatkan pengalaman yang nyata sesuai materi yang diberikan guru

    PENERAPAN MODEL KERUCUT PENGALAMAN EDGAR DALE DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF PADA PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS VII SEMESTER 1 POKOK BAHASAN GAYA DAN PERCEPATAN DI SMPN 2 ARJASA TAHUN PELAJARAN 2006 / 2007

    No full text
    Proses belajar harus disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif yang dilalui siswa. Sedangkan seorang anak yang berumur 8 sampai dengan 14 tahun berada pada tingkat operasional konkrit, dimana proses belajar mengajar baiknya dimulai dari sesuatu yang sifatnya konkrit dan akhirnya menuju sesuatu yang sifatnya abstrak. Berdasarkan hal diatas maka disusunlah sebuah penelitian yang berkaitan dengan proses belajar dan tingkat perkembangan kognitif siswa menggunakan Kerucut Pengalaman Edgar Dale (Dales Cone of Experience) yang digabungkan dengan pembelajaran atau setting kelas kooperatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Arjasa mulai tanggal 13 November sampai dengan 24 November 2006. kelima kelas tersebut diadakan uji homogenitas untuk mengetahui kemampuan awal siswa kemudian dipilihlah 2 kelas yang mendapat perlakuan yang berbeda. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisis data digunakan: 1) Uji ttes untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale dengan Pendekatan Kooperatif dan pembelajaran konvensional; 2) Uji efektifiotas untuk mengetahui efektifitas pembelajaran Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale dengan Pendekatan Kooperatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ttes yang diperoleh sebesar thiting = 2,30 sedang ttabel = 1,99, sehingga thitung > ttabel maka hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Jadi ada perbedaan antara hasil belajar menggunakan Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale dengan Pendekatan Kooperatif dan dengan pembelajaran konvensional. Pada uji efektifitas pembelajaran menggunakan Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale dengan Pendekatan Kooperatif diperoleh persentase 77,38%, angka ini masuk dalam kategori sangat efektif. Kesimpulan pada penelitian ini adalah: 1) ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar menggunakan Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale dengan Pendekatan Kooperatif dan dengan pembelajaran konvensional; 2) Model Kerucut Pengalaman Edgar Dale dengan Pendekatan Kooperatif sangat efektif dalam pembelajaran fisika

    Gambaran Penerapan Health Belief Model dan Edgar Dale pada Perilaku Pencegahan Stunting Anak Balita di Wilayah Puskesmas Kpik Padang

    Full text link
    Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Rendahnya pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dalam pengasuhan gizi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya stunting. Intervensi pengasuhan nutrisi berbasis Health Belief Model (HBM) dan teori Edgar Dale’s Cone of Experience merupakan pendekatan edukatif yang dapat meningkatkan perilaku ibu dalam pencegahan stunting melalui pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman dan persepsi kesehatan. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dalam pengasuhan nutrisi berbasis Health Belief Model dan Edgar Dale untuk pencegahan stunting pada anak usia 6–24 bulan dengan analisis deskriptif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian terdiri dari 70 ibu yang memiliki anak usia 6–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo, Kota Pekanbaru. Intervensi dilakukan melalui edukasi gizi menggunakan media poster, PowerPoint, modul, video edukatif, dan demonstrasi pembuatan MP-ASI. Data dianalisis secara deskriptif univariat untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan ibu dalam kategori cukup (71,4%) dan baik (28,6%), setelah intervensi meningkat menjadi seluruhnya kategori baik (100%). Sikap positif meningkat dari 74,3% menjadi 97,1% setelah intervensi. Tindakan positif meningkat dari 68,6% menjadi 100% setelah intervensi. Semua indikator menunjukkan peningkatan yang bermakna, terutama tindakan memberikan protein hewani minimal sekali sehari yang meningkat dari 70,0% menjadi 100%, serta keaktifan ibu membawa anak ke posyandu meningkat dari 84,3% menjadi 100%. Kesimpulan: Intervensi pengasuhan nutrisi berbasis Health Belief Model dan Edgar Dale efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dalam pengasuhan nutrisi untuk pencegahan stunting. Pendekatan edukatif berbasis persepsi dan pengalaman langsung ini dapat dijadikan model dalam kegiatan promosi kesehatan di masyarakat. Kata Kunci: Health Belief Model, Edgar Dale, pengasuhan nutrisi, perilaku ibu, stuntin

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore