1,721,285 research outputs found
Relectura de Eduardo Mallea narrador en su contexto generacional
Fil: Serra, Edelweis.
Universidad Nacional de Rosari
Distribusi dan kerapatan edelweis (Anaphalis Javanica) di Gunung Batok Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
INDONESIA:
Gunung Batok merupakan satu diantara gunung-gunung di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang merupakan habitat edelweis (Anaphalis Javanica). Keberadaan edelweis di gunung batok pada beberapa tahun terakhir mulai terancam kelestariannya karena kebakaran dan perambahan oleh warga sekitar dan wisatawan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang distribusi dan kepadatan edelweis (A. javanica) di Gunung Batok Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dengan tujuan untuk mengetahui pola penyebaran dan kerapatan edelweis (A.javanica) di Gunung Batok Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan edelweis (A.javanica) dan distribusinya serta faktor lingkungan apa yang paling mempengaruhi terhadap kelimpahan edelweis (A.javanica). Penelitian ini dilaksanakan di Gunung Batok Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada bulan April sampai dengan September 2010. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan membagi Gunung Batok menjadi 4 stasiun berdasarkan arah mata angin. Setiap stasiun dipasang transek dengan panjang 50 m sebanyak 10 transek. Faktor lingkungan yang diamati meliputi kelembaban, suhu, dan kecepatan angin. Data kerapatan dianalisis dengan rumus jumlah edelweis/luasarea, pola distribusi edelweis dianalisis dengan menggunakan Indeks Morisita dan diuji lanjut dengan uji Chi-square dan hubungan faktor lingkungan dan kelimpahan edelweis (A.javanica) dianalisis dengan regresi ganda. Setiap edelweis (A.javanica) yang ditemui ditandai titik koordinatnya dengan GPS, kemudian untuk mengetahui posisi edelweis di Gunung Batok Taman Nasional Bromo tengger Semeru data diolah menggunakan google earth.
Hasil penelitian menemukan 936,25 edelweis/ha. Berdasarkan analisis Indeks Morisita menunjukkan bahwa pola penyebaran edelweis (A. javanica) cenderung mengelompok dan setelah di uji lanjut dengan uji chi-squere diketahui bahwa distribusinya seragam. Semua variabel independen (suhu, kelembaban dan kecepatan angin) tidak mempunyai korelasi yang erat terhadap variabel terikat (jumlah Edelweis (A. javanica)) di Gunung Batok Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Bunga Edelweis Sebagai Objek penciptaan
Penciptaan karya Tugas Akhir ini didasari karena pengkarya ingin meluapkan rasa prihatin dan sedih terhadap kondisi dan keadaan dari populasi dan habitat asli bunga edelweis pada saat ini. Rasa yang dihadirkan pada karya seni lukis bunga edelweis ini disampaikan dengan karya bergaya dekoratif, yang bertujuan supaya rasa prihatin dan dan sedih itu dapat tersampaikan, dengan berusaha menampilkan visual objek dengan hiasan. Metode penciptaan yang dilakukan terdiri dari persiapan yang mengumpulkan data, perancangan dengan menuangkan ide dari hasil yang didapatkan. Perwujudan menghadirkan proses konsep dari awal rancangan penyajian karya setelah diproses. Proses perwujudan selesai dilakukan proses finishing yaitu pembingkaian karya. Dalam penciptaan karya seni lukis, bentuk visual utama yang dihadirkan yaitu bunga edelweis, dan objek pendukung lainnya, serta di hias dengan titik-titik dan kontur pada bagian background. Masing- masing karya memiliki perbedaan baik bentuk tata letak visual dll, sebagai media untuk mengungkapkan ekspresi dari rasa prihatin dan sedih dari diri pengkarya sendiri terhadap kondisi dan keadaan dari populasi dan habitat asli dari bunga edelweis
KERAPATAN EDELWEIS (ANAPHALIS JAVANICA) DI GUNUNG BURNI TELONG BENER MERIAH
AbstakGemasih, Milda. 2016. Kerapatan Edelweis (Anaphalis javanica) Di Gunung Burni Telong Bener Meriah. Skripsi jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Syiah Kuala. Pembimbing(1)Dr. Djufri, M.Si, (2) Drs. Supriatno, M.Si., Ph.DKata kunci: Kerapatan, Edelweis (Anaphalis javanica), Gunung Burni TelongGunung Burni Telong merupakan satu diantara gunung-gunung di Indonesia yang merupakan habitat edelweis (Anaphalis javanica). Keberadaan edelweis di gunung Burni Telong pada beberapa tahun terakhir mulai terancam kelestariannya karena perambahan oleh pendaki gunung. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang kerapatan tumbuhan edelweis di gunung Burni Telong Bener Meriah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kerapatan tumbuhan Anaphalis javanica di gunung Burni Telong Bener Meriah serta mengetahui faktor abiotik yang mempengaruhi kerapatan tumbuhan edelweis tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di gunung Burni Telong Bener Meriah pada bulan juli 2016. Penelitian ini bersifat deskriftif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan membagi 3 stasiun berdasarkan ketinggian yang berbeda dengan membuat tiga plot sampling berukuran 2m x 2m dengan tiga kali ulangan. Faktor lingkungan yang diamati meliputi suhu udara, cahaya, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Hasil penelitian menemukan 1.435 edelweis/ha. Semua variabel independen (suhu, cahaya, kelembaban dan kecepatan angin) tidak mempunyai korelasi yang erat terhadap variabel bebas. kerapatan edelweis (Anaphalis javanica) di Gunung Burni Telong Bener Meriah
Konservasi Edelweis (Anaphalis spp.) Sepanjang Koridor Wisata Wonikitri–Penanjakan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Pasuruan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis-jenis Edelweis yang tumbuh di sepanjang koridor wisata Wonokitri-Penanjakan, mengetahui distribusi spasial Edelweis sepanjang koridor wisata Wonokitri-Penanjakan, mengetahui komunitas herba yang hidup bersama dengan Edelweis, dan merumuskan strategi konservasi Edelweis. Studi pendahuluan dilakukan untuk mendapat informasi mengenai keadaan Edelweis di lapang. Eksplorasi dilakukan di sepanjang koridor wisata Wonokitri–Penanjakan. Lokasi tumbuh populasi Edelweis selanjutnya ditandai koordinatnya menggunakan GPS. Individu-individu Edelweis yang didapatkan kemudian diamati morfologi dan morfometrinya untuk menentukan jenisnya. Analisis vegetasi dilakukan untuk mengetahui interaksi Edelweis dengan komunitas herba di alam. Berdasarkan hasil penelitian jenis-jenis Edelweis yang tumbuh di sepanjang koridor wisata Wonokitri-Penanjakan adalah Anaphalis javanica dan Anaphalis longifolia. Tiga tanaman dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yang ditemukan pada plot pengamatan dengan dominasi A. javanica antara lain Agrostis stolonifera 52,10%, Eupatorium sp. 17,76%, dan Poaceae sp. 3 14,05%, sedangkan tiga INP tertinggi yang ditemukan pada plot pengamatan dengan dominasi A. longifolia adalah Lophaterum sp. 42,74%, Eupatorium sp. 32,80%, dan Eupatorium rugosum 19,85%. Edelweis memiliki pola distribusi bergerombol. Konservasi Edelweis dapat dilakukukan dengan membuat kebijakan baru agar masyarakat dan wisatawan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ikut menjaga kelestarian Edelweis, meningkatkan populasi Edelweis dengan sistem budidaya, melakukan penelitian dalam mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang cocok untuk pertumbuhan Edelweis, dan monitoring penjualan Edelweis dan memberikan sanksi tegas kepada penjual dan pembeli Edelweis
Barcode DNA Edelweis (Anaphalis javanica) Berdasarkan Gen matK
DNA barcode merupakan metode identifikasi organisme hidup dengan menggunakan urutan DNA pendek (± 500 pasang basa). Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh barcode DNA Edelweis dan menganalisis kemiripan gen matK Edelweis (Anaphalis javanica) dengan kerabat terdekatnya. Isolasi DNA total Edelweis berhasil dilakukan dengan menggunakan  manual prosedur dari InnuPrep Plant DNA Kit yang dimodifikasi. Gen matK parsial telah diisolasi dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan Primer forward matK-1RKIM-f dan Primer Reverse matK-3FKIM-r. Hasil analisis sekuens menghasilkan barcode DNA edelweis berukuran 843 bp. Hasil analisis kemiripan menunjukkan tingkat kekerabatan terdekat dengan A. margaritaceae yaitu 99.86% pada BOLD System dan 100 % pada NCBI.DNA barcode is a method to identify living organism by using several short sequences of DNA (± 500 base pairs). The purpose of this study was to obtain a DNA barcode and analyze the similarity of matK genes of edelweis (Anaphalis javanica) with its closest relatives. Isolation of total DNA of edelweis has been succesfully done by using modified manual procedures of InnuPrep Plant Kit. matK partial gene has been isolated by the method of Polymerase Chain Reaction (PCR) using forward primer MATK-1RKIM-f and reverse primer MATK-3FKIM-r. Analysis of DNA sequences of edelweis confirmed its DNA barcode size was 843 bp. Furthermore, A. javanica showed similarity 99.86% in BOLD system and 100% in NCBI with A. margaritaceae
Possibilities of Cultivating Edelweis with Stem Cuttings
Edelweis (Anaphalis javanica) is a flowering plant which lives naturally at the peak of Mt. Pangrango.The flowers of this rare plant are beautiful and many people are attracted to take it.The Edelweis has an ecological role, i.e. supplying food for several insect types which feed on nectar, the living place of several types of mosses and its root system form a mycorrhizae system with a fungus and its branches also function as the nesting place of several types of birds.This study has the objectives to seek the possibilities of Edelweis breeding through stem cuttings using the research plan of complete random factorial.From this study the following results has been obtained : the number of living cuttings after 16 weeks of planting are 153 cuttings out of 240 cuttings planted or it amounts to 63.75%
TANGGUNG JAWAB RUMAH SAKIT DALAM PEMENUHAN HAK PASIEN DI RAWAT INAP ISOLASI EDELWEIS RSUD MOROWALI
RSUD Morowali merupakan unit oraganisasi khusus yang memiliki
tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan termasuk di rawat inap isolasi Edelweis
yang difungsikan khusus pasien HIV/AIDS. Namun, sarana prasarana rawat inap
isolasi Edelweis belum memenuhi syarat sebagai ruang isolasi dan juga belum
terdapat SPO untuk monitoring dan pemeliharaan rawat inap isolasi Edelweis
sehingga tidak sejalan dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang mengatakan bahwa Pasien HIV tidak
diperkenankan dirawat bersama dengan pasien TB dalam satu ruangan. Oleh karena
itu, peneliti hendak mengkaji permasalahan tentang bagaimana pengaturan
tanggung jawab RSUD Morowali, pelaksanaan tanggung dan hambatan
pelaksanaan tanggung jawab RSUD Morowali dalam pemenuhan hak pasien pada
pelayanan di rawat inap Ruang Isolasi Edelweis.
Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan yuridis
sosiologis. Jenis data terbagi menjadi dua data yaitu data primer yang didapatkan
saat penelitian dan data sekunder didapatkan dari sumber hukum. Metode
pengumpulan data didapatkan dari studi lapangan dengan melakukan wawancara
dan data sekunder didapatkan dari studi kepustakaan. Analisis data menggunakan
analisis kualitatif.
Pengaturan Tanggung Jawab RSUD Morowali Dalam Pemenuhan Hak
Pasien Pada Pelayanan di Rawat Inap Isolasi Edelweis sudah diatur dalam peraturan
daerah maupun Peraturan Bupati Morowali yang berlandaskan Undang-Undang.
Pelaksanaan tanggung jawab RSUD Morowali dalam pemenuhan hak pasien pada
pelayanan di rawat inap isolasi Edelweis belum dilaksanakan karena rawat inap
isolasi Edelweis belum memenuhi syarat berdasarkan pedoman teknis ruang isolasi.
Terdapat faktor hambatan dalam pelaksanaan tanggung jawab yaitu kurangnya
SDM, sarana prasarana yang belum memadai dan belum terdapat SPO alur keluarmasuk
pasien
Analisis Gaya Bahasa Pada Novel Jadikan Aku Malaikat Kecil-Mu Tuhan Karya Edelweis Almira
The style of language in literary works generally uses the use of language from the point of view of choosing diction to generate appropriate ideas in the imagination of the reader or listener as to what the author thinks or feels. According to Tarigan (2009:4) language style is a beautiful language used to increase effect by introducing and comparing a certain object or thing with other more general objects or things. One form of literary work is a novel. Novel is a work of fiction that is built through various intrinsic elements. The problems of this research are (1) What is the comparative language style found in the novel Make Me Your Little Angel God by Edelweis Almira. (2) What is the contrasting language style in the novel Make Me Your Little Angel, God by Edelweis Almira. (3) What is the linking language style in the novel Make Me Your Little Angel, God by Edelweis Almira. (4) What is the repetitive language style in the novel Make Me Your Little Angel, God by Edelweis Almira. The objectives of this research are: to describe, analyze, and interpret the language style in the novel Make Me Your Little Angel, God by Edelweis Almira. This research method is descriptive method. Based on the results of this research, it can be concluded that comparative language styles include: parable 1, personification 1, allegory 7, pleonasm 3, periphrasis 1. Contrasting language styles include: hyperbole 2, zeugma 1, anticlimax 1. Linking language style includes: asindeton 12 Repetitive language styles include: epizeukis 1, tautotes 1. In the novel Make Me Your Little Angel God by Edelweis Almira, the most dominant language style is asindeton and the fewest are parables, personification, periphrasis, zeugma, anticlimax, epizeukis, tautotes
- …
