1,720,963 research outputs found
PERILAKU KONSUMEN MUSLIM TERHADAP KONSUMSI FOOD AND BEVERAGE PADA MASA PANDEMI COVID-19
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku konsumen muslim selama adanya Covid-19 yang berdampak pada pendapatan, pola konsumsi serta perilaku mengambil keputusan seseorang. Perubahan-perubahan kondisi tersebut memengaruhi bagaimana konsumen menetapkan keputusannya untuk mengkonsumsi food and beverage sebagai salah satu industri yang bertahan ditengah-tengah kondisi diberlakukanÂnya social distancing dan lambat laun mengalami penurunan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif dan menerapkan metode analisis data dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi dan studi dokumentasi. Adapun penelitian ini mengambil objek perilaku konsumen muslim dalam konsumsi food and beverage saat pandemi covid-19 kemudian hasil penelitian diolah untuk diambil kesimpulannya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumen muslim terhadap konsumsi food and beverage pada masa pandemi covid-19 tidak berbeda dengan sebelum adanya virus ini sebab mengacu pada Al-Quran dan Hadits dimana perilaku konsumen muslim harus menghindari atau menjauhi dari sifat israf (berlebih-lebihan) dan sifat tabdzir (boros). Perilaku konsumen muslim juga dipastikan menggunakan barang dan jasa yang halal. Ketika konsumen muslim harus dapat menahan diri dari konsumsi yang israf, berarti konsumen muslim tidak harus mengÂhabiskan seluruh pendapatannya untuk konsumsi barang dan jasa melainkan dialokasikan pula terhadap tanggung jawab sosial
Pengaruh nilai aktiva bersih dan tingkat inflasi terhadap daily return reksa dana saham syariah PT Mandiri Manajemen Investasi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh naik turunnya daily return reksa dana saham syariah PT Mandiri Manajemen Investasi. Perkembangan daily return di antaranya dipengaruhi Nilai Aktiva Bersih dan Tingkat Inflasi. Adanya kesenjangan antara teori dan kondisi sebenarya mengenai teori Nilai Aktiva Bersih sebagai salah satu risiko unsystemic terhadap Daily Return yang seharusnya berbanding lurus, tidak terjadi pada periode penelitian 2012-2014 yaitu terjadi berbanding terbalik. Begitupula dengan Tingkat Inflasi sebagai risko sistemik. Naiknya tingkat inflasi menyebabkan investor mengharapkan imbal hasil investasi yang lebih besar untuk mengimbangi dampak yang disebabkan oleh meningkatnya inflasi yaitu kenaikan harga-harga.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Nilai Aktiva Bersih sebagai variabel x_1, dan Tingkat Inflasi sebagai variabel x_2, terhadap Daily Return sebagai variabel y secara parsial. Selain itu, penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Nilai Aktiva Bersih sebagai variabel x_1, dan Tingkat Inflasi sebagai variabel x_2, terhadap Daily Return sebagai variabel y secara simultan.
Metode penelitian yang dilakukan adalah metode analisis data sekunder tentang Nilai Aktiva Bersih sebagai variabel x_1, dan Tingkat Inflasi sebagai variabel x_2, terhadap Daily Return sebagai variabel y yang dipublikasikan di media elektronik, maupun media sosial pada situs resmi perusahaan atau instansi terkait maupun lembaga-lembaga pemerintah. Dilihat dari tujuannya penelitian ini termasuk kedalam penelitian explanotory reasearch. Dikatakan demikian, karena penelitian ini melibatkan tiga variabel yang saling berhubungan. Nilai Aktiva Bersih sebagai variabel x_1, dan Tingkat Inflasi sebagai variabel x_2, terhadap Daily Return sebagai variabel y.
Berdasarkan hasil peneltian parsial dengan uji t pengaruh Nilai Aktiva Bersih terhadap Daily Return memiliki nilai signifikansi sebesar 0,604 sehingga dapat disimpulkan bahwa Nilai Aktiva Bersih tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Daily Return. Selanjutnya, untuk nilai signifikansi dari pengaruh Tingkat Inflasi terhadap Daily Return memiliki nilai signifikansi sebesar 0,534 sehingga dapat disimpulkan bahwa Tingkat Inflasi terhadap Daily Return tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil uji F Nilai Aktiva Bersih dan Tingkat Inflasi sebagai variabel independen, terhadap Daily Return sebagai variabel dependen secara simultan sebesar 0,789 sehingga dapat disimpulkan bahwa Nilai Aktiva Bersih dan Tingkat Inflasi terhadap Daily Return secara simultan tidak berpengaruh signifikan. Hasil koefisien determinasi simultan R2 adalah sebesar 0,014 atau 1,4%. Hal ini menunjukkan bahwa NAB dan Inflasi memberikan kontribusi pengaruh simultan terhadap Daily Return hanya sebesar 1,4%, sedangkan sisanya sebesar 98,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti
Penerapan Prinsip Syariah di Bank Wakaf Mikro Barokah Al-Masthuriyah dalam Pemberdayaan Masyarakat: Application of Sharia Principles in Barokah Al-Masthuriyah Micro Waqf Bank in Community Empowerment
Micro Waqf Bank (BWM) is a Sharia Microfinance Institution (LKMS) that exists to overcome community groups that face difficulties in accessing financial institutions. However, the SOP makes BWM different from microfinance institutions. BWM\u27s financing products are still limited as BWM Barokah\u27s business focus is financing with qardh contracts with low margins. The purpose of this study is to see the application and supervision of sharia principles at the Barokah al-Masthuriyah Micro Waqf Bank in empowering the community and the contracts used in it. This research uses an empirical juridical approach with a qualitative approach. Data was obtained through interviews, observations, and literature studies. The result of this research is that Barokah al-Masturiyah Waqf Bank has a financing product that uses a qardh contract. BWM al-Masturiyah in carrying out the mandate of Law Number 21 of 2008 where every business activity based on sharia principles, must be carried out in accordance with sharia principles that have been determined by the DSN-MUI. Therefore, in carrying out supervision of BWM management in accordance with sharia principles, BWM Barokah al-Masthuriyah has carried out various supervisions. In conclusion, BWM al-Masturiyah has implemented sharia principles supervised by DPS, the Cooperative Office, OJK, and LAZNAS BSM Umat.
Bank Wakaf Mikro (BWM) merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang hadir untuk mengatasi kelompok masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam akses terhadap lembaga keuangan. Akan tetapi SOP yang menjadikan BWM berbeda dengan lembaga keuangan mikro. Produk pembiayaan BWM masih terbatas sebagaimana fokus usaha BWM Barokah adalah pembiayaan dengan akad qardh dengan margin yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat penerapan dan pengawasan prinsip syariah di Bank Wakaf Mikro Barokah al-Masthuriyah dalam memberdayakan masyarakat serta akad yang digunakan di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, serta studi pustaka. Hasil dari penelitian ini ialah Bank Wakaf Barokah al-Masturiyah memiliki produk pembiayaan yang menggunakan akad qardh. BWM al-Masturiyah dalam melaksanakan amanat Undang–Undang Nomor 21 Tahun 2008 di mana setiap kegiatan usaha yang berdasarkan prinsip syariah, maka harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yang telah ditentukan oleh DSN-MUI. Oleh karena itu, dalam melaksanakan pengawasan terhadap pengelolaan BWM yang sesuai dengan prinsip syariah, BWM Barokah al-Masthuriyah telah melakukan berbagai pengawasan. Kesimpulannya, BWM al-Masturiyah telah menerapkan prinsip–prinsip syariah dengan diawasi oleh DPS, Dinas Koperasi, OJK, dan LAZNAS BSM Umat.Micro Waqf Bank (BWM) is a Sharia Microfinance Institution (LKMS) that exists to overcome community groups that face difficulties in accessing financial institutions. However, the SOP makes BWM different from microfinance institutions. BWM\u27s financing products are still limited as BWM Barokah\u27s business focus is financing with qardh contracts with low margins. The purpose of this study is to see the application and supervision of sharia principles at the Barokah al-Masthuriyah Micro Waqf Bank in empowering the community and the contracts used in it. This research uses an empirical juridical approach with a qualitative approach. Data was obtained through interviews, observations, and literature studies. The result of this research is that Barokah al-Masturiyah Waqf Bank has a financing product that uses a qardh contract. BWM al-Masturiyah in carrying out the mandate of Law Number 21 of 2008 where every business activity based on sharia principles, must be carried out in accordance with sharia principles that have been determined by the DSN-MUI. Therefore, in carrying out supervision of BWM management in accordance with sharia principles, BWM Barokah al-Masthuriyah has carried out various supervisions. In conclusion, BWM al-Masturiyah has implemented sharia principles supervised by DPS, the Cooperative Office, OJK, and LAZNAS BSM Umat.
Bank Wakaf Mikro (BWM) merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang hadir untuk mengatasi kelompok masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam akses terhadap lembaga keuangan. Akan tetapi SOP yang menjadikan BWM berbeda dengan lembaga keuangan mikro. Produk pembiayaan BWM masih terbatas sebagaimana fokus usaha BWM Barokah adalah pembiayaan dengan akad qardh dengan margin yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat penerapan dan pengawasan prinsip syariah di Bank Wakaf Mikro Barokah al-Masthuriyah dalam memberdayakan masyarakat serta akad yang digunakan di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, serta studi pustaka. Hasil dari penelitian ini ialah Bank Wakaf Barokah al-Masturiyah memiliki produk pembiayaan yang menggunakan akad qardh. BWM al-Masturiyah dalam melaksanakan amanat Undang–Undang Nomor 21 Tahun 2008 di mana setiap kegiatan usaha yang berdasarkan prinsip syariah, maka harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yang telah ditentukan oleh DSN-MUI. Oleh karena itu, dalam melaksanakan pengawasan terhadap pengelolaan BWM yang sesuai dengan prinsip syariah, BWM Barokah al-Masthuriyah telah melakukan berbagai pengawasan. Kesimpulannya, BWM al-Masturiyah telah menerapkan prinsip–prinsip syariah dengan diawasi oleh DPS, Dinas Koperasi, OJK, dan LAZNAS BSM Umat
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Determinants of Sharia Accounting Students\u27 Competence in Facing Industry 5.0 at State Islamic Religious Colleges in Java Island
The advent of Industry 5.0 has intensified the demand for graduates to possess not only technical skills but also adaptive, innovative, and ethical competencies. In the context of State Islamic Religious Colleges (PTKIN) in Java, the readiness of Sharia accounting students to meet these demands remains uncertain, particularly regarding the integration of technology and Islamic values. This study examines the determinants of Sharia accounting students’ competence using the Theory of Planned Behavior framework, incorporating factors related to the learning process and educational environment. Data were collected through a questionnaire survey of Sharia accounting students from superior-accredited PTKIN in Java and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling. The findings reveal that enriching educational experiences and the learning environment significantly influence student competence, while academic challenges, active learning, and staff–student interaction do not show significant effects. These results suggest that PTKIN should strengthen curriculum relevance by integrating technology, big data, and artificial intelligence into Sharia accounting education, while encouraging students to proactively develop Industry 5.0–related technological competencies
Pembiayaan Mudharabah bagi UMKM di Baitul Maal Wa Tamwil (BMT)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses sistem yang sedang berjalan terhadap pembiayaan mudharabah di BMT Barrah Bandung. Di samping itu, penelitian ini juga dilakukan untuk menganalisis peran, tantangan, dan hambatan BMT Barrah dalam rangka pengembangan UMKM melalui penerapan pembiayaan mudharabah di Kota Bandung. Usaha mikro yang dalam teori dianggap memiliki andil besar dalam sektor ekonomi baik untuk produk dan jasa. Permodalan menjadi masalah utama yang seringkali dihadapi pelaku UMKM yang menyebabkan mereka tidak bisa menjalankan usahanya secara maksimal. Penelitian dilakukan dengan metode field research dengan analisis deskriptif dan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, indepth interview dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan hasil berupa gambaran potensi dan peran yang cukup besar yang dijalankan BMT Barrah bagi UMKM melalui pembiayaan mudharabah untuk pemberdayaan masyarakat. Sistem bagi hasil setara sesuai kesepakatan yang bahkan bisa mencapai 70:30 dipraktekkan oleh BMT Barrah kepada UMKM selaku anggota. Peran BMT Barrah yang berjalan sesuai dengan konsep pemberdayaan ini sangat membantu UMKM selaku nasabah untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya
Halal Lifestyle in Indonesia: Between Branding, Trends and Needs
In Indonesia, the halal lifestyle has begun to be widely implemented by Muslim communities since the government required halal certification for products circulating in Indonesia. However, do Muslim communities implement a halal lifestyle because of their awareness of religious commands, or do they follow trends and are influenced by branding? Therefore, this research aims to determine the influence of branding, trends and needs on implementing halal Lifestyles in daily life by Muslim communities in Indonesia. This research uses a quantitative, descriptive-comparative approach. Data collection techniques were carried out by distributing questionnaires and conducting expert interviews. Questionnaires were distributed to 300 respondents according to the criteria set by the researcher. As a result, the needs variable has the highest score with a total of 4.50 (very strong), while branding gets a score of 4.13 (intense), and the trends variable gets a score of 1.70 (very weak). Based on interviews with experts, the Muslim community in Indonesia agrees and recognizes that a halal lifestyle is not just branding or a trend. However, a halal lifestyle is an obligation that Muslims must carry out according to the commands in the Al-Qur'an and Hadith. For Muslims, adopting a halal lifestyle is worship and is worth a reward. In conclusion, a halal lifestyle is include
- …
