453 research outputs found
Profil Video Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si
Prof. Dr. Kuswaji Dwi Priyono, M.Si adalah guru besar bidang . Beliau lahir di Gunungkidul, 14 November 1963 lalu menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN 1 Semanu (1975), sekolah menengah pertama di SMPN 1 Wonosari (1978), sekolah menengah atas di SMAN 1 Wonosari (1982), strata 1 di Fakultas Geografi UGM (1988), strata 2 di MIPA UGM (1998), serta strata 3 di sekolah Pascasarjana UGM (2012). Sampai saat ini, publikasi ilmiahnya telah dimuat di berbagai jurnal ilmiah dengan hak kekayaan intelektual sebanyak 3 buah
PENGARUH RASIO CAMPURAN DAN UKURAN ADSORBEN BENTONIT DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUALITAS MINYAK JELANTAH HASIL ADSORPSI
Effect of Mixture Ratio and Size Adsorbent Bentonite and Rice Husk Ash Against Waste Cooking Oil Quality of Adsorption Results
Rangga Dwi Priyono,2014 : 5 Chapters, 49 Pages,6 Table, 4 Attacments
Cooking oil is one of human food primery necessary which functioned as food cooking medium. But, if applied repeatedly, therefore will be consist destruction process or damage which caused by oxidation process and high temperature. Signs of damage are rancid, dark color, and increase of the free fatty acid (FFA) grades. This research aims to find the effect of ratio and size of adsorbent bentonit-rice husk ash and optimum condition reviewed from FFA grades, water content, density, color and smell. Research methods include: activation of bentonite adsorbent with 5N sulfuric acid and making acid ash with activation sulphuric acid 20% (v/v), then the process of adsorption variations of size 60 and 200 mesh and adsorbent ratio 0:100, 20:80, 40:60, 60:40, 80:20, 100:0. Then anylize FFA grades, water content, density, color and smell. From the analysis, optimum adsoprtion condition obtain was on FFA 2,048%, water content 0,344%, density 0,9155 gr/ml, color was yellow clear, dan the smell was like natural frying oil.
Keywords : Adsorption, Waste cooking oil, Bentonite, Rice husk as
ANALISIS FILOGENI KERBAU LOKAL (Bubalus bubalis) DI JAWA TIMUR DAN YOGYAKARTA BERDASARKAN SEKUENS DNA MITOKONDRIA GEN Cytochrome b
ABSTRAK Priyono, Dwi Sendi. 2015. Analisis Filogeni Kerbau Lokal (Bubalus bubalis) Di Jawa Timur dan Yogyakarta berdasarkan Sekuens DNA Mitokondria Gen Cytochrome b. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr.agr. Moh. Amin, S.Pd., M.Si (II) Sofia Ery Rahayu, S.P.d., M. Si. Kata Kunci : Filogeni, Bubalus bubalis, gen cytochrome b. haplotype network. Kerbau merupakan ternak yang potensial dalam penyediaan daging. Perkembangan populasi kerbau di Jawa Timur dan Yogyakarta pada tahun 2000 sampai tahun 2013 mengalami penurunan masing-masing sebesar 77,01% dan 85,37%. Apabila hal ini berlangsung terus menerus dikhawatirkan suatu saat akan mengalami kepunahan dan kita akan mengalami kerugian yang sangat besar karena kehilangan plasma nutfah, sehingga diperlukan suatu upaya konservasi Sebagai upaya konservasi plasma nuftah dapat memanfaatkan penanda molekuler gen cytochrome b DNA mitokondria. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui hubungan kekerabatan (filogeni); menggambarkan haplotype network, dan mendeskripsikan variasi sekuens gen yang meliputi jarak genetik, similaritas, dan substitusi nukleotida, pada populasi kerbau lokal (Bubalus bubalis) di Jawa Timur dan Yogyakarta berdasarkan sekuens gen cytochrome b DNA mitokondria. Objek dalam penelitian ini adalah 6 sampel darah kerbau dikoleksi dari 4 kabupaten yaitu masing-masing Bangkalan (2 ekor), Lumajang (1 ekor), Madiun (1 ekor), dan Sleman (2 ekor). Isolasi DNA menggunakan buffer CTAB dan diamplifikasi dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan primer forward AAAAAGCTTCCATCCAACATCTCAGCATGATGAAA (L14841), dan primer reverse AAACTGCAGCCCCTCAGAATGATATTTGTCCTCA (H1549). Produk PCR sepanjang ± 380 base pair (bp) dan selanjutnya dilakukan sekuensing. Rekonstruksi pohon filogeni berdasarkan sekuen gen cytochrome b kerbau lokal (Bubalus bubalis) menggunakan metode Maximum Parsimony menunjukkan bahwa individu-individu kerbau mengelompok membentuk dua klaster pada pohon filogeni. Klaster I menunjukkan bahwa kerbau-kerbau dari Lumajang, Madiun, dan Yogyakarta mengelompok berdasarkan geografisnya didalam satu pulau yaitu Pulau Jawa. Sedangkan 2 sampel kerbau dari Bangkalan (A4 dan B1) mengelompok dalam satu klaster, yaitu klaster II Pulau Madura. Kerbau-kerbau di setiap klaster memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan didukung nilai similaritas yang tinggi dan jarak genetik yang rendah. Nilai jarak genetik Bubalus bubalis di wilayah Jawa Timur dan Yogyakarta berkisar antara 0,00-0,0088 dan untuk nilai variannya antara 0,00%-0,88%. Untuk similaritasnya berkisar antara 99,12% -100%. Analisis haplotype network mendukung hasil analisis menggunakan pohon filogeni dalam mempelajari variasi sekuen DNA pada level intraspesies. Hasil analisis median joining network kerbau dalam penelitian dengan spesies acuan, Bubalus bubalis arnee menunjukkan terbentuk 6 haplotype. Berdasarkan penggambaran haplotype network juga menunjukkan kerbau dari Madiun, Lumajang, Yogyakarta yang berada dalam satu daratan Pulau Jawa memiliki jaringan haplotype yang lebih dekat dan jarinngan haplotype yang lebih dekat ditunjukkan antar kerbau dari wilayah Bangkalan. Hasil ini juga mendukung pengelompokkan dua klaster pada pohon filogeni yang menunjukkan jaringan yang terbentuk lebih dekat antar haplotype di dalam setiap klasterny
ANALISIS FILOGENI KERBAU LOKAL (Bubalus bubalis) DI JAWA TIMUR DAN YOGYAKARTA BERDASARKAN SEKUENS DNA MITOKONDRIA GEN Cytochrome b
ABSTRAK Priyono, Dwi Sendi. 2015. Analisis Filogeni Kerbau Lokal (Bubalus bubalis) Di Jawa Timur dan Yogyakarta berdasarkan Sekuens DNA Mitokondria Gen Cytochrome b. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr.agr. Moh. Amin, S.Pd., M.Si (II) Sofia Ery Rahayu, S.P.d., M. Si. Kata Kunci : Filogeni, Bubalus bubalis, gen cytochrome b. haplotype network. Kerbau merupakan ternak yang potensial dalam penyediaan daging. Perkembangan populasi kerbau di Jawa Timur dan Yogyakarta pada tahun 2000 sampai tahun 2013 mengalami penurunan masing-masing sebesar 77,01% dan 85,37%. Apabila hal ini berlangsung terus menerus dikhawatirkan suatu saat akan mengalami kepunahan dan kita akan mengalami kerugian yang sangat besar karena kehilangan plasma nutfah, sehingga diperlukan suatu upaya konservasi Sebagai upaya konservasi plasma nuftah dapat memanfaatkan penanda molekuler gen cytochrome b DNA mitokondria. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui hubungan kekerabatan (filogeni); menggambarkan haplotype network, dan mendeskripsikan variasi sekuens gen yang meliputi jarak genetik, similaritas, dan substitusi nukleotida, pada populasi kerbau lokal (Bubalus bubalis) di Jawa Timur dan Yogyakarta berdasarkan sekuens gen cytochrome b DNA mitokondria. Objek dalam penelitian ini adalah 6 sampel darah kerbau dikoleksi dari 4 kabupaten yaitu masing-masing Bangkalan (2 ekor), Lumajang (1 ekor), Madiun (1 ekor), dan Sleman (2 ekor). Isolasi DNA menggunakan buffer CTAB dan diamplifikasi dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan primer forward AAAAAGCTTCCATCCAACATCTCAGCATGATGAAA (L14841), dan primer reverse AAACTGCAGCCCCTCAGAATGATATTTGTCCTCA (H1549). Produk PCR sepanjang ± 380 base pair (bp) dan selanjutnya dilakukan sekuensing. Rekonstruksi pohon filogeni berdasarkan sekuen gen cytochrome b kerbau lokal (Bubalus bubalis) menggunakan metode Maximum Parsimony menunjukkan bahwa individu-individu kerbau mengelompok membentuk dua klaster pada pohon filogeni. Klaster I menunjukkan bahwa kerbau-kerbau dari Lumajang, Madiun, dan Yogyakarta mengelompok berdasarkan geografisnya didalam satu pulau yaitu Pulau Jawa. Sedangkan 2 sampel kerbau dari Bangkalan (A4 dan B1) mengelompok dalam satu klaster, yaitu klaster II Pulau Madura. Kerbau-kerbau di setiap klaster memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan didukung nilai similaritas yang tinggi dan jarak genetik yang rendah. Nilai jarak genetik Bubalus bubalis di wilayah Jawa Timur dan Yogyakarta berkisar antara 0,00-0,0088 dan untuk nilai variannya antara 0,00%-0,88%. Untuk similaritasnya berkisar antara 99,12% -100%. Analisis haplotype network mendukung hasil analisis menggunakan pohon filogeni dalam mempelajari variasi sekuen DNA pada level intraspesies. Hasil analisis median joining network kerbau dalam penelitian dengan spesies acuan, Bubalus bubalis arnee menunjukkan terbentuk 6 haplotype. Berdasarkan penggambaran haplotype network juga menunjukkan kerbau dari Madiun, Lumajang, Yogyakarta yang berada dalam satu daratan Pulau Jawa memiliki jaringan haplotype yang lebih dekat dan jarinngan haplotype yang lebih dekat ditunjukkan antar kerbau dari wilayah Bangkalan. Hasil ini juga mendukung pengelompokkan dua klaster pada pohon filogeni yang menunjukkan jaringan yang terbentuk lebih dekat antar haplotype di dalam setiap klasterny
ANALISIS FILOGENI KERBAU LOKAL (Bubalus bubalis) DI JAWA TIMUR DAN YOGYAKARTA BERDASARKAN SEKUENS DNA MITOKONDRIA GEN Cytochrome b
ABSTRAK Priyono, Dwi Sendi. 2015. Analisis Filogeni Kerbau Lokal (Bubalus bubalis) Di Jawa Timur dan Yogyakarta berdasarkan Sekuens DNA Mitokondria Gen Cytochrome b. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr.agr. Moh. Amin, S.Pd., M.Si (II) Sofia Ery Rahayu, S.P.d., M. Si. Kata Kunci : Filogeni, Bubalus bubalis, gen cytochrome b. haplotype network. Kerbau merupakan ternak yang potensial dalam penyediaan daging. Perkembangan populasi kerbau di Jawa Timur dan Yogyakarta pada tahun 2000 sampai tahun 2013 mengalami penurunan masing-masing sebesar 77,01% dan 85,37%. Apabila hal ini berlangsung terus menerus dikhawatirkan suatu saat akan mengalami kepunahan dan kita akan mengalami kerugian yang sangat besar karena kehilangan plasma nutfah, sehingga diperlukan suatu upaya konservasi Sebagai upaya konservasi plasma nuftah dapat memanfaatkan penanda molekuler gen cytochrome b DNA mitokondria. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui hubungan kekerabatan (filogeni); menggambarkan haplotype network, dan mendeskripsikan variasi sekuens gen yang meliputi jarak genetik, similaritas, dan substitusi nukleotida, pada populasi kerbau lokal (Bubalus bubalis) di Jawa Timur dan Yogyakarta berdasarkan sekuens gen cytochrome b DNA mitokondria. Objek dalam penelitian ini adalah 6 sampel darah kerbau dikoleksi dari 4 kabupaten yaitu masing-masing Bangkalan (2 ekor), Lumajang (1 ekor), Madiun (1 ekor), dan Sleman (2 ekor). Isolasi DNA menggunakan buffer CTAB dan diamplifikasi dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan primer forward AAAAAGCTTCCATCCAACATCTCAGCATGATGAAA (L14841), dan primer reverse AAACTGCAGCCCCTCAGAATGATATTTGTCCTCA (H1549). Produk PCR sepanjang ± 380 base pair (bp) dan selanjutnya dilakukan sekuensing. Rekonstruksi pohon filogeni berdasarkan sekuen gen cytochrome b kerbau lokal (Bubalus bubalis) menggunakan metode Maximum Parsimony menunjukkan bahwa individu-individu kerbau mengelompok membentuk dua klaster pada pohon filogeni. Klaster I menunjukkan bahwa kerbau-kerbau dari Lumajang, Madiun, dan Yogyakarta mengelompok berdasarkan geografisnya didalam satu pulau yaitu Pulau Jawa. Sedangkan 2 sampel kerbau dari Bangkalan (A4 dan B1) mengelompok dalam satu klaster, yaitu klaster II Pulau Madura. Kerbau-kerbau di setiap klaster memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan didukung nilai similaritas yang tinggi dan jarak genetik yang rendah. Nilai jarak genetik Bubalus bubalis di wilayah Jawa Timur dan Yogyakarta berkisar antara 0,00-0,0088 dan untuk nilai variannya antara 0,00%-0,88%. Untuk similaritasnya berkisar antara 99,12% -100%. Analisis haplotype network mendukung hasil analisis menggunakan pohon filogeni dalam mempelajari variasi sekuen DNA pada level intraspesies. Hasil analisis median joining network kerbau dalam penelitian dengan spesies acuan, Bubalus bubalis arnee menunjukkan terbentuk 6 haplotype. Berdasarkan penggambaran haplotype network juga menunjukkan kerbau dari Madiun, Lumajang, Yogyakarta yang berada dalam satu daratan Pulau Jawa memiliki jaringan haplotype yang lebih dekat dan jarinngan haplotype yang lebih dekat ditunjukkan antar kerbau dari wilayah Bangkalan. Hasil ini juga mendukung pengelompokkan dua klaster pada pohon filogeni yang menunjukkan jaringan yang terbentuk lebih dekat antar haplotype di dalam setiap klasterny
PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI BERBASIS KOMUNITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN PADA PAKET KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DI SMKN 1 BENDO MAGETAN
ABSTRACT Priyono, Febri Ilmawati Dwi. 2016. Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri Berbasis Komunitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan Pada Paket Keahlian Teknik Gambar Bangunan Di SMKN 1 Bendo Magetan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. R.M. Sugandi, S.T., M.T, (II) Drs. I Made Oka Mulya, M.Pd.Kata Kunci: Pengalaman Praktik Kerja Industri, Hasil Belajar Mata Pelajaran Gambar Konstruksi BangunanPraktik Kerja Industri adalah proses belajar melalui bekerja langsung pada pekerjaan yang sesungguhnya. Praktik kerja industri dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan siswa yang sesuai dengan bidangnya, sehingga dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan siswa maka hasil belajar siswa pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan juga akan meningkat. Dari paparan tersebut dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah pengalaman praktik kerja industri yang didapat oleh siswa kelas XI paket keahlian teknik gambar bangunan. (2) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran gambar konstruksi bangunan setelah pelaksanaan praktik kerja industri. (3) Bagaimanakah pengaruh pengalaman praktik kerja industri terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran gambar konstruksi bangunan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian survey. Tujuan penelitian adalah untuk mencari besarnya pengaruh antara pengalaman prakerin dengan hasil belajar siswa mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan pada paket keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMKN 1 Bendo Magetan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI paket keahlian Teknik Gambar Bangunan yang sudah melaksanakan prakerin yang berjumlah 66 siswa. Teknik pengumpulan data melalui angket/kuisioner yang digunakan untuk mengukur pengalaman prakerin dan test mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan digunakan untuk mengukur hasil belajar pada pelajaran tersebut. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil analisis diperoleh sebagai berikut: (1) Pengalaman prakerin yang didapat siswa paket keahlian Teknik Gambar Bangunan masuk pada kriteria baik dengan nilai persentase 69.28 % yang didukung oleh indikator teknis sebesar 64.98 % dan indikator non teknis sebesar 73.58 %. (2) Hasil belajar mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan yang didapat siswa paket keahlian Teknik Gambar Bangunan masuk pada kriteria kurang dengan nilai rata-rata sebesar 54. (3) Terdapat pengaruh sebesar 18.2 % antara pengalaman prakerin dengan hasil belajar siswa mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan, sedangkan sisanya sebesar 81.8 % diduga disebabkan oleh faktor yang lainnya yang tidak diperhitungkan
Microbial Contamination of Chicken Nuggets Traded in Traditional Markets and Mini Markets in Hamparan Perak District
29 HalamanPenelitian ini menggunakan metode deskriptif, yang diambil secara acak (Purposive Random sampling). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya cemaran bakteri Escherichia coli, Salmonella, Staphylococcus aureus pada nugget ayam yang di jual di Pasar Tradisional Dan Mini Market Di Wilayah Hamparan Perak. Dari 10 sampel nugget ayam terdapat tiga sampel nugget ayam tecemar bakteri Staphylococcus aureus, satu sampel nugget ayam yang tercemar bakteri Escherichia coli serta satu sampel nugget ayam tercemar bakteri Salmonella. Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) agar melakukan pengawasan peredaran Nugget Ayam yang dijual di pasar-pasar. Konsumen Nugget Ayam agar lebih waspada dalam memilih Nugget Ayam yang akan dikonsumsi serta memperhatikan kondisi kebersihannya karena ditemukan adanya kandungan mikroba pada Nugget Ayam yang diperiksa. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis bakteri lain yang terdapat pada Nugget Ayam. This study used a descriptive method, which was taken at random (purposive random sampling). The purpose of this study was to determine the presence of bacterial contamination of Escherichia coli, Salmonella, Staphylococcus aureus in chicken nuggets sold in traditional markets and mini markets in the silver area. Of the 10 samples of chicken nuggets, three samples of chicken nuggets were contaminated with Staphylococcus aureus bacteria, one sample of chicken nuggets contaminated with Escherichia coli bacteria and one sample of chicken nuggets contaminated with Salmonella bacteria. The Food and Drug Monitoring Agency (POM) is to supervise the circulation of Chicken Nuggets sold in markets. Chicken nuggets consumers should be more vigilant in choosing the chicken nuggets to be consumed and pay attention to their cleanliness conditions because it was found that the presence of microbes in the chicken nuggets were examined. Further research is needed to identify other types of bacteria found in Chicken Nugget
ANALISIS TERJADINYA OVERLOAD PADA BOWTHRUSTER TERHADAP KELANCARAN MANOUVERING DI SV. TEMASSEK ATTAKA
Soni Hadi Priyono, NIT. 51145359.T, 2018"Analysis has overloaded the bow thruster to smooth manouvering on ship SV. Temasek Attaka ", Program Diploma IV, Technical, Marchant Marine Polytechnic of Semarang, 1st Supervision: Dwi Prasetyo ,MM,M.Mar.E and 2nd Supervision: Capt. I Kadek Laju ,SH,MM,M.MAR.
Bow thruster system is a auxiliary aircraft for maneuvering the ship when it will lean or will leave the dock, namely by utilizing the propeller rotation which provides axial force / transverse force on the bow of the ship. The method that used in this scription is fishbone analysis and fault tree analysis as a method to determine the factors of the problem and events that have in the problem. The formulation of the problem for this research are what’s factors that can caused the trouble of boiler burning, what’s impacts, and what’s efforts that are made to existing the problem. ased on the results of this study concluded that the cause of overload on the bow thruster is the control system of the auxiliary bow thruster aircraft which is malfunctioning or not working properly so that the bow thruster control is not normal, and results in the occurrence of trouble / interference to the main component of the bow thruster compiler on the drive motor (electromotor), hydraulic power pack, gear transmission and propellers (with controllable pitch propeller). The abnormal bow thruster operation results in disruption of the ship's maneuvering process, as well as resulting in an increase in the workload of the generator which supplies electric current for its operation and can trigger overload on the bow thruster which can cause trip out, efforts to avoid overload on the bow thruster are replacing components that are damaged / not functioning properly with new components.
Key Words : Analysis, overload, Bow thrust
PROSEDUR ADMINISTRASI PEMBIAYAAN PENGEMBANGAN UMKM PADA BANK SYARIAH MANDIRI CABANG JEMBER
UMKM merupakan suatu bentuk usaha kecil masyarakat yang pendiriannya
berdasarkan inisiatif seseorang. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa
UMKM hanya menguntungka pihak-pihak tertentu saja. Padahal sebenarnya
UMKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di
Indonesia.UMKM dapat menyerap banyak tenaga kerja Indonesia yang masih
mengganggur.Selain itu UMKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah
maupun pendapatan negara Indonesia
Kajian Kapasitas Mayarakat dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta Tahun 2016
A STUDY OF COMMUNITY CAPACITY IN AN ATTEMPT TO REDUCE THE DISASTER RISKS BASED ON COMMUNITY
IN KOTAGEDE DISTRICT, YOGYAKARTA IN 2016
Puspasari Dwi Nugraheni1, Kuswaji Dwi Priyono2
1Student, Faculty of Geography, Universitas Muhammadiyah Surakarta
2Lecturer, Faculty of Geography, Universitas Muhammadiyah Surakarta
[email protected]
E100150008
ABSTRACT
Community-Based Disaster Risk Reduction (PRBBK) with involving public society in Disaster Resilient Village (Kampung Tangguh Bencana/ KTB) formed by the Regional Disaster Management Agency (BPBD) is seen as a suitable method to increase the capacity of communities to reduce disaster risks in their area. This study aims to determine the level of hazard, vulnerability level, and community capacity level in risk reduction; and to know the community disaster preparedness in Kotagede District, Yogyakarta in attempt to reduce the disaster risks based on community.
The method used in this research is quantitative method by giving scores on secondary data variables and giving questionnaires to determine the level of hazard, vulnerability level, and community capacity level. Qualitative method is used as a backup method by giving interviews to the key figures. The interviews can yield information about people readiness toward disasters.
The results indicate that a high level of hazard was found in Rejowinangun Village and Prenggan Village, high level of vulnerability and low level of capacity was found in Prenggan Sub district, thus high level of disaster risk in Prenggan Sub district is a Priority I or the main priority in Kotagede District in disaster risk reduction. Community preparedness in facing disasters is done by establishing three KTB, i.e. KTB Rejowinangun in Rejowinangun Sub district, KTB Darakan in Prenggan Sub district, and KTB Basen in Purbayan Sub district.
Keywords: level of hazard, vulnerability level, community capacity leve
- …
