28 research outputs found

    PERFORMANSI GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganal.s.s dan mengkaji performansi guru dalam proses belajar mengajar Pendidikan IPS, baik pada waktu membuka pelajaran, pelaksanaan pelajaran maupun pada waktu menutup atau mengakhiri pelajaran di kelas III SDN Cilandak II Kecamatan Sukasari Kotamadya Bandung. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana performansi guru tersebut dalam proses belajar mengajar ilmu pengetahuan sosial di kelas III SDN Cilandak II Kecamatan Sukasari Kotamadya Bandung. Metode penelitian yang digunakan lebih menekankan pada kajian pengamatan partisipatif yang benar-benar nyata di lapangan (natural setting), berdasarkan kebutuhan demikian penelitian ini menggunakan metode penelitian kelas dengan pendekatan kualilaUj nuturulisUk yang bcrusahu n^nahunu kelas apa adanya . Latar situasi sosial ini adalah tempat, pelaku dan kegiatan, sedangkan subjek penelitian ini adalah peristiwa, manusia dan situasi yang diobscrvasi dalam hal ini adalah performansi guru kelas III serla proses mteraks, yang lerjadi antara guru dan s.swa selama pengamatan berlangsung. Data pcncli.ian yang dihimnun dari pcrkataan. tindakan, dokumen, situasi atau penshwa yang diama.i dengan aktual.tas proses belajar mengajar. Tahap pelaksanaan penelitian ini meliputi onentasi, eksplorasi, revisi dan refleksi. Adapun prosesnya me.iputi pcrencanaan bersama, observasi dan diskusi balikan. Prosedur dan penge.o.aan data terdiri dari pengumpulan dan kategorisasi data, validasi dan intcrprctasi. Performansi guru dalam proses belajar mengajar pendidikan IPS di sekolah dasar •m dapat d.impulkan bahwa dalam me.nbuka pelajaran menunjukkan performansi yang cukup maju sehingga dapat menjamin persiapan siswa baik kesiapan kognitif maupun afektif dapat menerima pelajaran baru, guru dan siswa akan tampil secara optimal dalam peristiwa belajar itu. Guru juga mengembangkan kesadaran mental antara lain minat, dorongan untuk mengetahui kenyataan dan dorongan untuk menemukan gejala-gejala kehidupan. Performansi guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar menunjukkan performansi yang cukup baik, disini tampak dari aktivitas guru-siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, hal ini dikarenukan guru menggali pengalaman-pengalaman siswa baik yang berupa pengalaman langsung (enaktif), pengalaman ikonik berupa visual, media dan imajinasi serta pengalaman simbolik yang didasari pada hal yang abstrak, relatif dan fleksibel. Demikian pula penggunaan lingkungan terdekat siswa sangat membantu pelaksanaan proses belajar mengajar tersebut, hal ini sesuai dengan yang diharapkan dalam karakteristik pendidikan IPS SD. Performansi guru dalam menutup atau mengakhiri pelajaran cukup baik, hal ini terlihat dari cara guru merangkum pelajaran, memberikan penilaian. Berdasarkan temuan penelitian ini direkomendasikan \partama, performansi guru dalam proses belajar mengajar pendidikan IPS di sekolah dasar baik dalam membuka pelajaran, pelaksanaan pelajaran dan menutup atau mengakhiri pelajaran perlu diintensifkan kembali dengan jalan meningkatkan pengetahuan guru lebih mendalam mengenai konsep-konsep mengajar dan berbagai aktivitas yang harus dilaksanakan dalam menyampaikan match. KcJua, untuk meningkatkan performansi calon-calon guru sekolah dasar, hendaknya penggunaan metode bercerita yang berisi pesan nilai dan moral dikembangkan kembali, dengan demikian kelak ia tidak hanya menyampaikan informs*; maleri saja akan tetapi juga pesan-pesan yang lebih komunikalif

    STUDY OF PRIMARY SCHOOL TEACHER COMPETENCE IN TANAH BUMBU REGENCY

    No full text
    Teacher competence is central factor that influencing teacher performance to create human resources with certain quality. Teacher competence influenced by many factors, such as educational background and teaching experience for his specific subject. This study aims to: 1) map the competence of primary school teachers in Tanah Bumbu Regency, and 2) analyze the effect of educational background and teaching experience to teacher competence. This study used quantitative approach. Population of this research is all primary school teachers in Tanah Bumbu regency which already followed Online Test of Teacher Competence (UKG Online) as many as 1,106 teachers. Samples were taken by using purposive random sampling as much as 20% of the total population that numbered 160 people. Variables of this study are: 1) Teacher Competence, 2) Educational Background and 3) Teaching Experience. This study used quantitative analysis includes percentage technique and multiple linear regressions. The results showed: 1) Primary school teacher competence in Tanah Bumbu Regency is above the national average score of 53.05, but still below the Minimum Competence Standards (SKM) of 55. The average score of pedagogic competence is 48.15 and professional competence is 55.91. 2) There is a significant simultaneous effect of educational background and teaching experience to teacher performance. Partially, only teacher experience variable that that significantly influence the teacher competence

    KELUARAN PERINATAL PENGELOLAAN KONSERVATIF KEHAMILAN BELUM GENAP BULAN DENGAN KETUBAN PECAH DINI

    No full text
    Prematuritas dan berat badan lahir rendah merupakan masalah sentral dalam pelayanan kesehatan perinatal. Persalinan preterm tetap merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian perinatal, sedangkan pengelolaan kehamilan preterm dengan ketuban pecah dini masih kontroversial. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik keluaran perinatal pengelolaan konservatif kehamilan 25 — 36 minggu dengan ketuban pecah dini Dilakukan penelitian cross sectional retrospektif, pada penderita dengan umur kehamilan 25 — 36 minggu dengan ketuban pecah dini dan dengan ancaman persalinan preterm tanpa ketuban pecah dini yang dikelola konservatif. Data diambil dari catatan medik, secara retrospektif mulai 1 Januari 1995 sampai 31 Desember 1999, dengan perkiraan besar sampel 134 penderita. Didapatkan keluaran perinatal lebih baik pada kelompok ketuban pecah dini dalam hal: skor Apgar menit pertama dan kelima, komplikasi pada bayi dan keadaan saat pulang. Rerata skor Apgar menit pertama kelompok ketuban pecah dini 7.95 + 2.20 dengan risiko asfiksia 0.47 kali lebih rendah (24.4% vs 51.5%; 95% CI: 0.25 - 0.89). Rerata skor Apgar menit kelima kelompok ketuban pecah dini 8.48 + 2.09 dengan risiko asfiksia 0.31 kali lebih rendah (12.2% vs 39.4%; 95% CI: 0.12 — 0.78). Komplikasi pada bayi lebih jarang terjadi pada kelompok ketuban pecah dini ( 31.7% vs 60.6%) dengan rasio prevalens 0.52 (95% a 0.31 — 0.89). Keadaan bayi pulang meninggal lebih jarang pada kelompok ketuban pecah dini ( 17.1% vs 42.4%) dengan rasio prevalens 0.40 (95% CL 0.18 — 0.88). Variabel yang tidak berbeda adalah : berat badan lahir, cara persalinan, dan perawatan PICU/BBRT. Faktor yang berpengaruh pada komplikasi terhadap bayi adalah: skor Apgar menit pertama dan kelima, berat badan lahir, teijadinya ketuban pecah dini dan pembukaan serviks, sedangkan yang berpengaruh terhadap keadaan pulang adalah : perawatan antenatal, skor Apgar menit kelima, berat badan lahir, terjadinya komplikasi pada bayi dan pemberian kortikosteroid. Pada kelompok ketuban pecah dini yang berhasil dikonservatif: lebih sedikit didapatkan kematian dan kesakitan perinatal, dan tidak ada perbedaan infeksi perinatal dibanding kelompok dengan ancaman persalinan preterm tanpa ketuban pecah dini yang berhasil dikonservatif; dan tidak didapatkan perbedaan kematian, kesakitan dan infeksi perinatal dibanding yang tidak berhasil dikonservatif

    PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING

    No full text
    ABSTRAK PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING. Pengembangan teknologi bahan bakar nuklir bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Salah satu solusi yang diajukan adalah penggunaan bahan bakar dengan fraksi bakar (burn up) tinggi. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan gas hasil fisi dan reaktivitas teras reaktor nuklir. Untuk mengendalikan kelebihan reaktivitas teras reaktor digunakan bahan bakar terintegrasi penyerap mampu bakar. Sehubungan dengan hal tersebut telah dibuat pelet UO2 berlapis tipis penyerap mampu bakar. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan karakter lapisan zirkonium diborida pada permukaan pelet UO2 yaitu mikrostruktur, struktur kristal dan komposisi kimia. Pelapisan permukaan pelet UO2 dilakukan dengan bahan pelapis ZrB2 menggunakan metoda sputtering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrostruktur pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 berupa butir-butir campuran ekuiaksial dan acicular dengan diameter 2,44 mm, sedangkan pelet UO2 + 0,3% Nb2O5 mempunyai struktur butir berupa ekuiaksial dan batang pipih dengan diameter 2,47 mm. Lapisan zirkonium diborida pada permukaan pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 dan pelet UO2 + 0,3% Nb2O5 serupa yaitu tipis dan kompak dengan ketebalan 2,71 mm dan 2,82 mm. Identifikasi terhadap pola difraksi sinar-X pada pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 dan pelet UO2 + 0,3% Nb2O5 menunjukkan adanya fasa UO2 dengan struktur kristal kubus dan fasa ZrB2 dengan struktur kristal heksagonal. Sementara itu, konsentrasi zirconium dalam lapisan pelet UO2 + 0,4% Cr2O3 dan pelet UO2 + 0,3%Nb2O5 diperoleh masing-masing sebesar 1,82 mg dan 1,90 mg. Adanya unsur zirkonium membuktikan bahwa lapisan ZrB2 terbentuk pada permukaan pelet UO2. Kata kunci: Pelet UO2, lapisan ZrB2, sputtering, mikrostruktur, ketebalan, struktur kristal, komposisi kimia. ABSTRACT COATING ON SURFACE OF UO2 PELLET WITH ZIRCONIUM DIBORIDE USING THE METHOD OF SPUTTERING. Development of the nuclear fuel technology was aimed to improve nuclear power plant efficiency. One of the proposed solutions was utilization nuclear fuel with the high burn up. This leads to an increase in gas fission and nuclear reactor core reactivity. The excess reactivity of the reactor core controlled by integrated fuel burnable absorber. In connection it has made a layered thin UO2 pellets with burnable absorber. The objectives of this research was to obtain the characters of zirconium diboride layer on UO2 pellets surface i.e microstructure, crystal structure and chemical composition. The results of this experiment showed that the microstructure of UO2 + 0.4% Cr2O3 pellet has equiaxial and accicular grains with a diameter of 2.44 mm,, whereas the UO2 + 0.3% Nb2O5 pellets has a grain structure in the form of equiiaxial and flattened rod with a diameter of 2.47 mm. The layer of zirconium diboride on the surface of UO2 + 0.4% Cr2O3 and UO2 + 0.3% Nb2O5 pellets are similar namely thin and compact with a thickness of 2.71 mm and 2.82 mm. The identification of X-ray diffraction pattern on UO2 + 0.4% Cr2O3 and UO2 + 0.3% Nb2O5 pellets to exhibit there are of UO2 phase with cubical crystal structure and phase ZrB2 phase with hexagonal crystal structure. Meanwhile, zirconium concentration on the surface layer of UO2 + 0.4% Cr2O3 and UO2 + 0.3% Nb2O5 pellets each of 1.82 mg and 1.90 mg, The presence of zirconium element show that ZrB2 layer formed on the surface of UO2 pellets. Keywords: UO2 pellet, ZrB2 layer, sputtering, microstructure, thickness, crystal structure, chemical composition
    corecore