140 research outputs found

    Bioteknologi / oleh Endang Suarsini, Dwi Listyorini

    No full text

    Teknik analisis molekuler: genetik: a work book / Dwi Listyorini

    No full text

    Ekspresi P56 (Protein 56) Pada Otak Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altivelis) Yang Terindikasi VNN (Viral Nervous Necrosis) Setelah Diinduksi PCP (Peridinin Chlorofil Protein) Makroalga Laut (Halimeda

    Get PDF
    Telah diketahui vaksin untuk melindungi ikan dari virus VNN (Viral Nervous Necrosis) berupa Peridinin Chlorofil Protein (PCP) yang dapat diperoleh dari makroalga Halimeda sp. Pada penelitian digunakan ekstrak Halimeda yang diharapkan mampu mengekspresi protein 56 (P56) atau protein dengan berat molekul 56 kDa yang berperan sebagai blocker RNA dalam mengendalikan VNN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspresi protein 56 (P56) pada otak ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis) yang terindikasi VNN setelah diinduksi dengan PCP dari Halimeda sp. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan 4 perlakuan. Setiap perlakuan digunakan 6 ekor ikan kerapu tikus panjang total 15 cm dipelihara dalam aquarium, setiap pagi dan sore diberi pakan ikan rucah sebanyak 1.06 gr. Pada perlakuan A. ikan diberi PCP 140 μml dengan cara di sonde setiap 4 hari sekali. Khusus pada perlakuan B pakan pada hari ke 4 diberi daging ikan yang mengandung VNN. Sedangkan pada perlakuan C pada hari ke 4 diberi campuran PCP dan daging ikan mengandung VNN. Perlakuan D adalah kontrol (tanpa perlakuan). Pemberian PCP dan daging ikan mengandung VNN di ulang setiap 4 hari sampai 6 kali pemberian. Pada akhir pemeliharaan (hari ke 28) diambil satu ekor ikan secara acak dari tiap perlakuan untuk di amati bagian otaknya. Otak ikan digerus ditambah larutan PBS (Phosphate buffer saline) dan ditambah 50 μml erithrocit dari darah ikan kontrol, setelah itu dimasukkan dalam mikroplate dan dihomogenkan dengan cara digoyang beberapa saat kemudian didiamkan dan diamati setelah 20 menit sampai muncul penggumpalan atau pengendapan (cara ini disebut uji Haemaglutini Test/ HA). Jika terjadi penggumpalan berarti otak ikan positif mengandung P56. Ekspresi protein 56 (P56) dari otak ikan dapat diamati melalui uji SDS-PAGE berdasarkan pita protein yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protein P56 diketahui hanya terekspresi pada otak ikan yang mendapat perlakuan PCP dan VNN serta otak ikan yang diinveksi VNN saja, yaitu ditandai dengan munculnya pita protein dengan berat molekul sebesar 51,2 kDa dan 56,9 kDa. Selain itu adanya P56 dapat dibuktikan dengan dengan terjadinya penggumpalan pada uji HA. Sedangkan pada ikan yang hanya diberi PCP tidak terekspresi P56 tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa protein P56 tidak terekspresi pada otak ikan yang hanya diberi PCP. Selama pemeliharaan ikan diperoleh data parameter kualitas air meliputi suhu 300-30,40C, Salinitas 28-30 ppt, pH 7,9-8,3 dan kadar oksigen terlarut (DO) berkisar antara 5,8-6,1 mg/l. Berhubung pemberian PCP pada penelitian ini tidak memunculkan P56 maka diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memberi PCP dengan periode lebih pendek dapat diperoleh P56 sebagai imunostimulan pada ikan kerapu tikus

    ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PELAKSANAAN DANA BOS PADA SEKOLAH DASAR NEGERI BULUREJO KECAMATAN BULUKERTO KABUPATEN WONOGIRI

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengendalian intern pelaksanaan dana BOS pada Sekolah dasar Negeri Bulurejo Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dengan meninjau secara langsung obyek penelitian serta melakukan wawancara dengan beberapa karyawan yang bersangkutan. Data sekunder diperoleh dari hasil penelitian terdahulu dan berdasarkan kepustakaan yang selanjutnya dilakukan analisis untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Penyusunan penulisan dilakukan dengan menelaah data dan informasi yang didapatkan dari penelitian terdahulu, kemudian menganalisis. Untuk mempermudah pengumpulan data, penulis menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu penelitian lapangan. Metode pengumpulan data yang dilakukan di lokasi (obyek penelitian) secara langsung, maupun di tempat lain yang kaitannya dengan pokok pembahasan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan teknik penelitian lapangan, yaitu observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sistem pengendalian intern atas pelaksanaan Dana BOS pada Sekolah Dasar Negeri Bulurejo Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri tahun 2013 – 2015 memiliki 4 unsur pokok, dan(2) Sistem Pengendalian Intern atas pelaksanaan Dana BOS pada Sekolah Dasar Negeri Bulurejo Kecamatan Bulukerto tahun 2013 – 2015 sudah berjalan dengan baik dan telah mengikuti prosedur sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 161 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan dana bantuan operasional sekolah tahun 2015. Kata Kunci : SistemPengendalian Intern, Dana BO

    Proses Pigmentasi Selama Regenerasi Sirip Kaudal Ikan Zebra (Danio rerio)

    No full text
    ABSTRAKSetiawan, Dwi Candra. 2010. Proses Pigmentasi Selama Regenerasi Sirip KaudalIkan Zebra (Danio rerio). Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Dwi Listyorini, M.Si. D.Sc., (II) Dr.H. Abdul Gofur M.Si.Kata kunci: ikan zebra, pigmentasi, regenerasiIkan zebra merupakan salah satu anggota genus Danio. Ikan zebra telahdigunakan sebagai ikan model untuk pengamatan proses regenerasi, karena wakturegenerasi yang pendek, bisa dipelihara dalam jumlah yang banyak, dan tidakmembutuhkan teknik pemeliharaan khusus. Ikan ini memiliki pola warna tertentu.Pola ini ditentukan oleh pigmen melanofor, xanthofor dan iridofor. Pembentukanpola pigmen ini dikendalikan oleh beberapa gen. Diantara gen tersebut ada genyang sama dengan gen pengendali pigmentasi pada manusia. Penelitian inibertujuan untuk mengamati proses pigmentasi selama regenerasi sirip kaudal ikanzebra.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif. Subjekpenelitian ini adalah sirip kaudal ikan zebra. Jenis sel pigmen yang diamatimeliputi: melanofor, xantofor, dan iridofor. Metode yang digunakan adalahdengan memotong ½ dari panjang sirip kaudal dan mengamati proses pigmentasiselama regenerasi menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 40 kaliserta dengan bantuan digital zoom kamera digital dalam pengambilan data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pigmentasi siripkaudal ikan zebra selama berlangsungnya regenarasi melalui empat tahap yaitu:munculnya sel pigmen hitam (melanofor) secara menyebar dan merata di daerahblastema setelah proses penyembuhan luka selesai, terbentuknya sel pigmenkuning (xanthofor) seiring dengan terbentuknya ruas jari-jari sirip kaudal,terjadinya proses migrasi melanofor dari ujung distal ke arah proksimal untukmembentuk pola pigmentasi seperti semula. Proses ini selesai pada hari ke-55setelah pemotongan sirip kaudal ikan zebra. Kesimpulan dari proses pigmentasipada sirip kaudal ikan zebra adalah terjadi bersamaan dengan pembentukanblastema,kemudian sel pigmen berproliferasi, differensiasi dan migrasi sel pigmenserta pembentukan kembali pola pigmen seperti semula

    PEMANFAATAN TEPUNG BEKATUL RENDAH LEMAK PADA PEMBUATAN KRIPIK SIMULASI

    Get PDF
    The objectives of this study are to determine the substitution level of defatted rice bran flour substituted to wheat flour, to know the impact of defatted rice bran flour substitution to physical,  chemical and organoleptic characteristics of simulated chips, and to compare defatted rice bran flour with whole rice bran flour as substituted raw material in making of simulated chips to physical, chemical, and organoleptic characteristics.  The substitution of defatted rice bran increased content of water, ash, protein and fiber, but fat, carbohydrate and energy decreased compare with control simulated chips (a = 0.05).  Organoleptic test of simulated chips with some levels of defatted rice bran flour substitution showed that acceptance of panelist  to color has mode ranged from not like to like; mode of aroma ranged from neutral to like; and both of taste and crispiness has mode ranged from not like to like.  Percentage of panelist that accepted simulated chips color in some level of defatted rice bran flour substitution ranged from 20% to 96.7%, aroma 76.7% to 90%, taste 50% to 100% and crispiness 53.3% to 100%.  The substitution of defatted rice bran flour will decrease acceptance of panelist to color, aroma, taste and crispiness (a = 0,05).  Simulated chips substituted by defatted rice bran flour and whole rice bran flour shows that the content of water, ashes, carbohydrate, energy, insoluble dietary fiber and total dietary fiber of simulated chips were not significantly difference (a = 0.05), but there was a significantly difference for fat and soluble dietary fiber. The organoleptic test showed that the color, aroma and taste of simulated chips were not significantly difference, but there was a significantly difference for crispiness (a = 0,05)

    KONSENTRASI BUNUH MINIMAL EKSTRAK DAUN TIN (Ficus carica Linn) TERHADAP BAKTERI Enterococcus faecalis

    Get PDF
    Latar belakang: Enterococcus faecalis merupakan salah satu bakteri yang paling sering terdapat pada saluran akar dan pulpa yang terinfeksi setelah perawatan saluran akar. Sodium hypochlorite merupakan bahan irigasi saluran akar yang sering digunakan tapi memiliki sifat toksik jika terkena sampai ke jaringan periradikular. Perlu dikembangkan alternatif bahan irigasi saluran akar. Ekstrak daun tin (Ficus carica Linn) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan terpenoid yang telah diketahui memiliki kemampuan antibakteri. Tujuan: Mengetahui konsentrasi bunuh minimal (KBM) ekstrak daun tin (Ficus carica Linn) terhadap bakteri Enterococcus faecalis. Metode: Metode dilusi digunakan untuk mengukur untuk menentukan konsentrasi bunuh minimal (KBM) ekstrak daun tin (Ficus carica Linn) terhadap Enterococcus faecalis dengan menggunakan konsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%,1,565%, dan 0,781% yang ditanam pada media nutrient agar. Penanaman kembali dilakukan pada konsentrasi yang diduga konsentrasi hambat minimal (KHM), satu konsentrasi diatas dan dibawah, serta kelompok kontrol, pada media nutrient agar yang berbeda. Nilai konsentrasi bunuh minimal (KBM) ekstrak daun tin (Ficus carica Linn) terhadap Enterococcus faecalis diketahui dengan menghitung pertumbuhan koloni bakteri pada media nutrient agar dalam satuan CFU/ml. Analisis data koloni Enterococcus faecalis ditunjukkan dengan rerata, standard deviasi, uji Kruskall-Wallis dan Mann-Whitney pada tiap kelompok. Hasil: Ekstrak daun tin (Ficus carica Linn) pada konsentrasi 37,5% menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri sedangkan konsentasi 50% tidak menunjukan pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Simpulan: Ekstrak daun tin (Ficus carica Linn) memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Enterococcus faecalis dengan konsentrasi bunuh minimal (KBM) sebesar 50%. Kata kunci: daun tin (Ficus carica Linn), konsentrasi bunuh minimal (KBM), Enterococcus faecalis

    Pengaruh Ekstrak Aloe vera Terhadap Kadar Insulin Like Growth Factor-1 (IGF-1) Jaringan Lemak Viseral Rattus norvegicus Wistar Diabetes Mellitus

    No full text
    ABSTRAK   Nurmamulyosari, Lulut Dwi. 2012. Pengaruh Ekstrak Aloe vera Terhadap Kadar Insulin Like Growth Factor-1 (IGF-1) Jaringan Lemak Viseral Rattus norvegicus Wistar Diabetes Mellitus. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Abdul Gofur, M. Si., (II) Dra. Dwi Listyorini, M.Si, D.Sc   Kata kunci: Aloe vera, Rattus norvegicus, kadar IGF-1, diabetes mellitus Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia akibat berkurangnya kadar insulin, kerja insulin, ataupun keduanya. Hiperglikemia yang terus menerus menyebabkan stres oksidatif yang dapat merusak reseptor Growth Hormon Realising Hormon (GHRH) pada pituitari akibatnya produksi Growth Hormone (GH) dan Insulin-like Growth Factor -1 (IGF-1) menjadi lebih sedikit sehingga pengambilan glukosa di dalam sel terhambat. Aloe vera memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang dimungkinkan dapat memperbaiki stress oksidatif sehingga produksi IGF-1 kembali normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak A. vera terhadap kadar IGF-1 jaringan lemak viseral Rattus norvegicus wistar diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan 24 ekor R. norvegicus galur wistar jantan. Sebanyak 12 ekor normal dan 12 ekor diinduksi diabetes mellitus dengan injeksi intraperitoneal Streptozotocin (STZ) dosis 60 mg/KgBB sebanyak satu kali. Setelah 3 hari dilakukan tes glukosa darah puasa untuk mengetahui keberhasilan induksi diabetes mellitus (DM). Kelompok DM dibagi menjadi kontrol positif (K+), DM1 (30 mg/hari), DM2 (60 mg/hari), DM 3 (120 mg/hari). Kelompok non DM (NDM) dibagi menjadi kontrol negatif (K-), NDM1 (30 mg/hari), NDM2 (60 mg/hari), NDM 3 (120 mg/hari). Masing-masing terdiri dari 3 ulangan. Pada tiap kelompok kecuali kontrol diberi 3 ml suspensi ekstrak A. vera dengan dosis 30, 60, 120 mg/hari secara gavage selama 14 hari. Kadar IGF-1 jaringan lemak viseral diukur menggunakan ELISA indirect. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak A. vera  berpengaruh signifikan terhadap kadar IGF-1 jaringan lemak viseral R. novergicus. Pada kelompok DM pemberian ekstrak A. vera sebanyak 60 dan 120 mg/hari secara signifikan meningkatkan kadar IGF-1 dibandingkan K+. Pada kelompok NDM pemberian ekstrak A. vera 60 mg/hari secara signifikan meningkatkan kadar IGF-1 dibandingkan K-. Kesimpulan penelitian adalah A. vera berpengaruh secara signifikan meningkatkan kadar IGF-1 lemak viseral R. norvegicus

    Identifikasi Ikan Famili Poeciliidae dari Telaga Sari Purwodadi Kabupaten Pasuruan Berdasarkan Karakter Morfologi dan DNA Barcode Cytochrome-c Oxidase Sub Unit I (COI)

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Dwi, Anggorowati. 2011. Identifikasi Ikan Famili Poeciliidae dari Telaga Sari Purwodadi Kabupaten Pasuruan Berdasarkan Karakter Morfologi dan DNA Barcode Cytochrome-c Oxidase Sub Unit I (COI). Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Dwi Listyorini, M.Si., D.Sc, (II) Dr. Ibrohim, M.Si   Kata Kunci: Identifikasi, famili Poeciliidae, karakter morfologi, DNA Barcoding, Cytochrome-c Oxidase Sub Unit I (COI) Telaga Sari yang terletak di Purwodadi Kabupaten Pasuruan memiliki keanekaragaman hayati tinggi, salah satunya adalah jenis-jenis ikan dari familia Poeciliidae. Anggota Poeciliidae merupakan ikan yang berukuran kecil, live-bearers, memiliki dimorfi seksual dari segi ukuran tubuh dan pola warna. Ikan jantan memiliki gonopodium yang merupakan modifikasi sirip anal, dan ikan betina bunting dan melahirkan. Ikan ini terintroduksi di perairan Indonesia sebagai pengontrol perkembangan nyamuk malaria. Dewasa ini diketahui juga bahwa ikan ini dapat berperan sebagai model pembelajaran dalam studi biologi. Sejauh ini pemanfaatan, kajian sistematik, keanekaragaman, dan hubungan kekerabatan didalam famili Poeciliidae masih kurang, begitu pula yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies ikan anggota Poeciliidae yang hidup di Telaga Sari melalui pengamatan karakter morfologi dan analisis genetik. Parameter morfologis yang diamati adalah karakter morfometrik, meristrik, anatomi, pigmentasi, dan struktur gonopodium. Analisis genetik dilakukan dengan DNA Barcoding menggunakan gen cytochrome-c oxidase I (COI). Secara morfologi ditemukan empat jenis ikan, jenis 1 dan jenis 2 adalah Xiphophorus hellerii Heckel; jenis 3 adalah Poecilia mexicana Steindachner; dan jenis 4 adalah Poecilia reticulata Peter. Secara genetik ikan jenis 3 adalah Poecilia mexicana, sedangkan ikan jenis 1, 2, dan 4 adalah anggota genus Poecilia, namun belum mampu ditentukan spesiesnya. Rekonstruksi topologi pohon filogenetik berdasarkan sekuen barcode gen COI dengan metode Neighbor Joining, Minimum Evolution, Maximum Parsimony dan Maximum Likelihood dengan nilai repetisi bootstrap 1000 menunjukkan keempat jenis ikan yang ditemukan berkerabat dekat dengan genus Poecilia daripada genus-genus lainnya dari famili Poeciliidae. Posisi taksonomik jenis 3 dan 4 menunjukkan kesesuaian antara karakter morfologi dan analisis genetik, sedangkan posisi taksonomik jenis 1 dan 2 belum bisa dipastikan. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan posisi taksonomiknya

    Morphological Study for Identification Improvement of Poeciliidae Family Based on Gonopodium structures and Morphometric analysis

    No full text
    Poeciliidae family consists of small live-bearer fishes with sexual dimorphic. This fishes are widely distributed across Indonesian archipelago, but biological studies on this fish are very limited. This research is aimed to identify the species of Peciliidae fishes which lives in Sari Lake Pasuruan based on gonopodium structures and morphometric analysis. A specific characteristic of the Poeciliidae family is its gonopodium structures which is a modification of 3rd, 4th, and 5th rays of the male’s anal fin. Each species represented 50 samples male and female from each type we found and measured 26 characters (in mm). Cladogram based on morphometric measurements showed that sample 1 and 2 had 100% similarity, sample 3 had 94% similarity with sample 1 and 2. Sample 4 had 54% similarity with sample 1, 2, and 3. Based on gonopodium structures sample 1 and sample 2 included Xiphophorus hellerii Heckel possess large claw on the terminus of ray 5 hook is small crescent-moon shaped on 3rd ray and lacking of gonopodium palp, sample 3 possesses distal platform with 11 retrosse serrae,and membranous hook so we were able to identify the sample 3 as Poecilia mexicana Steindachner, whilst sample 4 was Poecilia reticulata Peter had a long-pointed comb-like spines on ray 3rd and and has a small hook on the tip of 5p ray
    corecore