97 research outputs found

    Deskripsi Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Berbasis PISA pada Konten Change and Relationship

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui deskripsi jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis PISA pada konten change and relationship ditinjau dari kemampuan awal yang diadapasi dari analisis kesalahan Newman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melibatkan subjek sebanyak 6 siswa kelas IX yang dipilih berdasarkan nilai matematika dan rekomendasi guru. Instrumen penelitian menggunakan 4 butir soal matematika berbasis PISA yang dikhususkan pada konten change and relationship dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa yang berkemampuan matematika tinggi melakukan jenis kesalahan transformasi, keterampilan proses, dan jawaban akhir; (2) Siswa yang berkemampuan matematika sedang melakukan jenis kesalahan transformasi, keterampilan proses, dan jawaban akhir; dan (3) Siswa yang berkemampuan matematika rendah melakukan jenis kesalahan yakni kesalahan pemahaman, transformasi, keterampilan proses, dan jawaban akhir

    Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa yang Diajar dengan Menerapkan Missouri Mathematics Project

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen. Desain yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design yang bertujuan mendeskripsikan dan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII 3 yang diajar dengan menerapkan model Missouri Mathematics Project. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII, dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII 3 yang terdiri dari 30 orang siswa sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh siswa mampu memecahkan masalah matematika berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil uji hipotesis menunjukkan: 1) Nilai rata-rata postest siswa memenuhi nilai KKM yang ditetapkan yaitu lebih besar sama dengan 79. Ini berarti bahwa nilai rata-rata postest secara signifikan lebih dari 77,9; 2) Rata-rata nilai gain ternormalisasi melebihi kategori . Ini berarti bahwa nilai rata-rata gain ternormalisasi secara signifikan lebih dari 0,29; dan 3) Nilai postest yang diperoleh siswa telah tuntas secara klasikal berdasarkan uji proporsi, Ini berarti bahwa ketuntasan klasikal kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diterapkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project.secara signifikan lebih dari 0,849

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI GEOMETRI BERBASIS TEORI BELAJAR VAN HIELE UNTUKMENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA KELAS VII1 SMP 2 BULUPODDO

    Get PDF
    This research is research and development which aimed at generating mathematics learning device of geometry based on Van Hiele learning theory to improve character of students that meet the criteria of valid, practical, and effective. The desired product in this study was: a valid, practical, and effective learning device. The product konsists of four components: lesson plan, student books, students work sheet, and test of learning outcomes. Process of learning device development using model 4-D thiagarajan which consists of 4 stages: define, design, develop, and disseminate. The results showed that the learning device developed is valid, practical, and effective based on the assessment of validator and the results of trials conducted. Validity of teh device was measured by assessment validation results of the experts who meet the criteria of validity, namely (1) lesson plans, (2) Students books, (3) Student’s work sheet, (4) test of leraning outcames with the content validity of each more than 75% or V > 75%. It indicated that thr four components of the device are generated in the category of valid. Practicality of the device is measured based on the learning management sheet shown by the fulfillment of every aspect in the category of good and very well. The effectiveness of the device is incated by the fulfillment 3 of 4 effectiveness indicators defined. Such as: (The average percentage of classical completion of learning outcames test is more than 85%, (2) The fulfillment 7 of 9 categories of students activity, (3) all students responded positively by 100% of each of these aspects responded

    Analisis Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Relasi dan Fungsi Berdasarkan Teori APOS ditinjau dari Kemampuan Matematika Siswa Kelas VIII

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep siswa pada materi relasi dan fungsi berdasarkan teori APOS ditinjau dari kemampuan matematika. Subjek pada penelitian ini adalah tiga siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan matematika, tes pemahaman konsep pada materi relasi dan fungsi berdasarkan teori APOS, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa dengan kemampuan matematika tinggi memahami konsep materi relasi dan fungsi dengan melakukan operasi secara aljabar (aksi), mensketsa grafik; melihat fungsi sebagai mesin input-output; dan menjelaskan definisi fungsi (proses), menjelaskan hubungan antara relasi dan fungsi; memahami syarat-syarat fungsi (objek), dan mengaplikasikan konsep (skema). (2) Siswa dengan kemampuan matematika sedang memahami konsep materi relasi dan fungsi dengan melakukan operasi secara aljabar (aksi), mensketsa grafik; melihat fungsi sebagai mesin input-output; dan menjelaskan definisi fungsi(proses), memahami syarat-syarat fungsi (objek). (3) Siswa dengan kemampuan matematika rendah memahami konsep materi relasi dan fungsi dengan melakukan operasi secara aljabar (aksi), mensketsa grafik; dan melihat fungsi sebagai mesin input-output (proses)

    Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe DMR (Diskursus Multi Representasi) terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Mengkendek, Tana Toraja

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe DMR terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 5 Mengkendek, Tana Toraja. Populasinya adalah siswa SMP Negeri 5 Mengkendek Tahun Ajaran 2017/ 2018. Sampel diambil dengan metode cluster, dipilih 2 kelas unit sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes hasil belajar matematika. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan bantuan progam pengolahan data statistik SPSS. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan: (1)keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe DMR sudah terlaksana dengan sangat baik, (2) keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional sudah terlaksana dengan sangat baik (3) hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 5 Mengkendek pada kedua kelas dikategorikan tinggi, dimana pada kelas eksperimen yaitu VII A memperoleh skor rata-rata 85,74 dengan simpangan baku 8,49 dari skor ideal 100 dan pada kelas kontrol yaitu VII B memperoleh skor rata-rata 80,13 dengan simpangan baku 6,45 dari skor ideal 100. Hasil analisis inferensial menunjukkan hasil belajar (nilai posttest) siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe DMR lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran konvensiona

    Understanding the Role of Personality and Emotional Factors in Learners' Metacognitive Performance in Mathematics

    Get PDF
    The research analyzes how metacognitive awareness and Five-Factor Model based personality traits and anxiety degrees affect students' mathematical problem-solving performance. The study used SEM with SmartPLS to gather data from secondary school students who answered self-assessment questionnaires consisting of MAI, BFI and STAI. Student performance in problem-solving improves notably when they possess advanced metacognitive abilities because they effectively use planning and evaluation alongside monitoring of their cognitive approaches. People who are open to new experiences along with those who are conscientious show stronger metacognitive abilities which supports their problem-solving effectiveness. Research discoveries revealed that enhancing anxiety raises obstacles to metacognitive processing that results in reduced academic performance among students in mathematics. The research showed personality traits and anxiety independently affect metacognition but failed to identify any direct influence between these constructs. Educational strategies should focus on building metacognitive capabilities and anxiety control systems because studies indicate they will boost mathematical performance outcomes. This investigation demonstrates how personalized educational strategies that regard individual personality characteristics might deliver positive outcomes

    Analisis Kemampuan Koneksi Matematika Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Ditinjau dari Kemampuan Penyelesaian Soal Siswa Kelas XI di SMA Negeri 5 Barru

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Rata-rata kesulitan-kesulitan tersebut muncul karena rendahnya kemampuan koneksi matematika yang dimiliki oleh siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan koneksi siswa kelas XI dari beberapa kategori yang dikelompokkan berdasarkan kemampuan penyelesaian soal siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metodelogi penelitian deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan penyelesaian soal untuk memilih subjek, tes kemampuan koneksi matematika untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika subjek secara tertulis, dan wawancara untuk mengetahui kemampuan koneksi matematika siswaa secara lisan sekaligus sebagai triangulasi metode. Selain triangulasi metode, penelitian ini juga menggunakan triangulasi waktu pada tahap wawancara. Subjek yang dipilih berujumlah 6 orang siswa dari kelas XI yang mewakili tiap kategori tes kemampuan penyelesaian soal. Subjek yang terpilih terdiri dari 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal tinggi, 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal sedang, dan 2 orang dari kategori kemampuan penyelesaian soal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal tinggi mampu memenuhi 2 dari 3 indikator koneksi matematika. Siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal sedang mampu memenuhi 1 dari 3 indikator koneksi matematika, dan siswa dengan kategori kemampuan penyelesaian soal rendah tidak mampu memenuhi ketiga indikator koneksi matematika. Kata Kunci:Analisis, Koneksi Matematika, Soal Cerita, Penyelesaian Soal, Kemampua

    DESKRIPSI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA DAN PERBEDAAN GENDER SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 26 MAKASSAR

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari kemampuan awal matematika dan perbedaan gender siswa kelas VIII SMP Negeri 26 Makassar. Subjek penelitian ini adalah enam orang siswa kelas VIII2 SMP Negeri 26 Makassar tahun ajaran 2017/2018. Keenam siswa dipilih berdasarkan nilai Tes Kemampuan Matematika yang terbagi dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah dengan dua orang masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan yang mewakili tiap tingkatan kemampuan matematika pada materi SPLDV dengan mengambil nilai tertiggi dari tiap kategori kemampuan. Keenam subjek diberikan TesKemampuan Pemecahan Masalah Matematika I dan TesKemampuan Pemecahan Masalah Matematika II dalam waktu yang berbeda. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Indikator menyebutkan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan dimiliki oleh semua subjek, (2) Indikatormembuat rencanapenyelesaian masalah dari hal-halyang diketahui untukpemecahan masalahdimiliki oleh semua subjek, (3) Indikator melaksanakanpemecahan masalah melaluirencana yang telah dibuat dimiliki oleh semua subjek, (4) Indikator melakukanpemeriksaan kembali terhadapjawaban yang sudah adadimiliki oleh semua subjek. Kata kunci:penelitiankualitatif, kemampuan pemecahan masalah matematis, kemampuan awal matematika, perbedaan gender, sistem persamaan linear dua variabe
    corecore