13 research outputs found
Penyuluhan TB Paru Resisten Obat Pada Siswa SMA 2 di Kota Luwuk Kabupaten Banggai
Tuberculosis is a direct infectious disease transmitted through the air caused by Mycobacterium Tuberculosis. TB is a health problem that has existed since 5000 years ago but is still developing today. TB is the 10th disease that is the biggest cause of death throughout the world. In fact, based on the latest WHO data, TB cases in Indonesia are ranked second after India with an estimated 969,000 cases and 144 thousand deaths per year (WHO, 2023). Based on WHO estimates in the 2020 Global TB Report, drug-resistant TB cases in Indonesia are estimated to be 2.4% of new patients seeking treatment/discovered. For old sufferers, according to estimates, there are 13% of drug resistan TB sufferers. With a total of around 24,000 cases or an incidence of 8.8/100,000 population. The aim of community service is to provide understanding to teenagers that pulmonary TB needs to be prevented, especially RO pulmonary TB which is more complicated to treat. Community service activities were held on October 16 2023 at SMAN II Luwuk with 88 students participating. The method used is counseling with lectures and questions and answers. Previously a pre-test was given and after counseling a post-test was carried out. The results of the counseling by comparing the pre-test and post-test showed an increase in knowledge. It is hoped that education about RO TB can be encouraged by health education institutions, the Health Service and other parties, considering the greater danger to public health
Gambaran Kejadian Efek Samping Obat (ESO) Dengan Kejadian Putus Obat Pada Pasien Tb Paru Di RSUD Luwuk
Upaya pengendalian Tubeculosis (TB) menghadapi masalah bertambahnya kasus dan peningkatan TB Multi Drug Resisten (MDR) yang terjadi karena tertular jenis mikroba yang sudah resisten atau putus obat. Terjadinya putus obat, sebagian diakibatkan oleh adanya efek samping obat yang dirasakan oleh pasien. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran efek samping obat yang dirasakan responden dengan kejadian putus obat. Metode penelitian ini adalah deskriptif, yaitu untuk memaparkan peristiwa penting yang terjadi pada responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dengan jawaban terbuka. Hasil penelitian menunjukkan efek samping obat TB MDR terbanyak adalah mual, muntah sebanyak 7 orang (77,8 %) kemudian disusul depresi sebanyak 5 orang (55,6%)%), sejalan dengan hasil penelitian dari Yang, et al. (2017) bahwa efek samping terbesar pada penelitiannya adalah gangguan pencernaan (18,4%) disusul oleh gangguan psikiatrik(5,5%). Alasan utama putus obat TB pada seorang responden adalah adanya efek samping obat berupa rasa mual, susah tidur dan berkeringat warna coklat. Sehingga tidak bisa bekerja pada jam yang ditentukan ditempatnya bekerja sebagai sopir. Efek samping obat pada penderita TB-MDR di RSUD Luwuk, cukup besar persentasenya, sehingga menyebabkan kejadian putus obat TB par
Edukasi protokol Isolasi Mandiri dan penyaluran bantuan keluarga terdampak pandemi Dikecamatan Luwuk: Education On Independent Isolation Protocols and Distribution of Assistance to Families Affected by The Pandemic In Luwuk District
Covid-19 telah dinyatakan sebagai pandemic dunia oleh WHO, Dikabupaten Banggai kasus konfirmasi Covid- 19 Sebanyak 7.175 Jiwa terdiri dari 6858 orang Sembuh dan 317 Meninggal dunia, di Kecamatan Luwuk jumlah Kasus Konfirmasi Covid – 19 berjumlah 1.095 Jiwa.Penanganan Pasien Covid selain di Rawat di Rumah Sakit dilakukan Isolasi Mandiri di Rumah. Tujuan Kegiatan meningkatkan pengetahuan dan Pemahaman kepada pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri saat isolasi mandiri sesuai standar operasional prosedur PAPDI Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia dan meningkatkan asupan gizi pasien terdampak pandemi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 03 s/d 05 Agustus 2021.Pasien yang terdampak Covid-19 menerima dengan baik Informasi yang diberikan melalui Saluran telepon Seluler dan keluarga menerima bantuan Sembako yang diberikan, pelaksanaan Kegiatan berjalan dengan lancer, kegiatan ini sangat penting merupakan salah satu tindakan memutus mata rantai penularan Covid – 19 dikeluarga dan masyarakat umumunya
An optimal control strategies using vaccination and fogging in dengue fever transmission model
Sistem Informasi Penyewaan Barang Elektronik pada CV. Mundi Mulya Pratama
The growth of today's technology is developing very fast, most people cannot be separated from the internet world. This has a positive impact on getting updated information in this final project, the author tries to take advantage of this opportunity to create a web-based information system. This system is the stage in system development that is not too complicated starting from the analysis and definition of system requirements that will be made after that the design and implementation stages of system integration and testing after that the system maintenance stage the results obtained by the author can create an electronic goods rental information system that can carry out goods rental transactions in the form of 5 units of laptops and 4 units of printers and it is also hoped that the Goods Rental Information System can facilitate matters of leasing goods by ordering goods via online without coming to the company
Pengaruh Media Leaflet terhadap Pengetahuan Kader Kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Talise: The Influence of Leaflet Media on the Knowledge of Health Cadres About Clean and Healthy Life Behavior in Household Arrangements at the Posyandu in the Working Area of the Talise Health Center
Latar belakang: Program pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang dicanangkan pemerintah sudah berjalan 15 tahun, tetapi keberhasilannya masih jauh dari harapan. Dari data yang diambil oleh peneliti dari salah satu petugas Promosi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Talise mengatakan terdapat 18 posyandu balita dan 13 posyandu lansia dengan jumlah kader kesehatan 138 orang mengatakan bahwa Perilaku hidup bersih dan sehat pada tahun 2021 masih kurang.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh media Leaflet terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada tatanan rumah tangga di posyandu wilayah kerja Puskesmas Talise.
Metode: Metode penelitian ini adalah quase Experiment design dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 147 orang kader kesehatan di wilayah kerja posyandu Puskesmas Talise. Sampel berjumlah 34 responden, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test (uji-t berpasangan).
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan selisih nilai mean (rata-rata) pada pengetahuan pre test sebesar 7,53 dan nilai mean (rata-rata) pada pengetahuan post test sebesar 10,97 maka didapatkan selisih perbedaan nilai mean sebesar 3,441. Hasil uji paired sample t-test (uji-t berpasangan) diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05.
Kesimpulan: Ada pengaruh media leaflet terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di posyandu wilayah kerja Puskesmas Talise. Saran Diharapkan bagi pihak Puskesmas Talise, khususnya bagian promosi kesehatan Puskesmas Talise untuk selalu mensosialisasikan program PHBS kepada kader dan masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan informasi tentang penting dan manfaat PHBS
Screaning dan Edukasi Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat Pesisir di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai
Masyarakat pesisir menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan sosial. Masyakat pesisir sangat rentang terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dikarenakan dari karakteristik spesifik pada mereka. PTM biasanya muncul tanpa gejala serta tidak menunjukkan adanya tanda klinis tertentu, sehingga sebagian besar masyarakat tidak menyadari tentang adanya bahaya PTM tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan screaning deteksi dini faktor risiko PTM dan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang PTM. Metode menggunakan pendekatan campuran antara screaning kesehatan dan edukasi Masyarakat. Screaning kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, asam urat dan pengukuran antropometri. Pemberian edukasi dilakukan dengan cara penyuluhan. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 60 orang. Hasil pemeriksaan kadar darah terdapat 44,9% kadar gula darah tinggi, 66.7% kolesterol tinggi dan 44,2% asam urat diatas normal. Pengukuran tensi darah terdapat 44.9% pre-hepertensi dan 44.9% hepertensi, sedangkan kategori obesitas sebesar 39.2%. Edukasi kesehatan dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan faktor risiko PTM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan langkah promotif dan preventif yang penting untuk dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan masyarakat pesisi
Edukasi EDUKASI MANAJEMEN BENCANA UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA PELAJAR DI SMAN 2 LUWUK KABUPATEN BANGGAI: Disaster Management Education to Improve Disaster Preparedness among Students at SMAN 2 Luwuk, Banggai Regency
Introduction: The Banggai region and the Banggai islands are in an area prone to earthquakes and tsunamis. The Bangai and Banggai Islands areas experienced an earthquake with a magnitude of 6.9 on the SR which shocked the residents of Luwuk and caused a lot of damage. The aim of this service activity is to increase community preparedness, in this case students, in facing disasters. The methods used in this community service are lectures, questions and answers, and discussions. The tools and media used in this PKM are questionnaires, laptops, LCDs, screens and disaster management leaflets. The questionnaire contains questions related to health education material about disaster management which will be given to pre- and post-education respondents. Results: There were 94 participants in the activity, consisting of 6 teachers and 88 students. There was an increase in the proportion of participants with good knowledge of disaster management from 62.5% to 90%. The question item that shows the greatest improvement in knowledge is about important numbers that need to be known regarding disasters and signs of a tsunami. The suggestion from this activity is the need to improve education on disaster preparedness management for students at SMAN 2 Luwuk by increasing outreach and training activities related to disasters so that students are prepared to face disasters.
Pelatihan Pembuatan Makanan Tambahan Lokal untuk Pencegahan Stunting: Training on Making Local Based Supplementary Food for Stunting Prevention
Jayabakti village is the most densely populated village that is at risk of suffering from stunting with 19.3% of the total under-five cases. The level of public knowledge about nutrition and poor nutritional intake from the fetus to children aged 2 years is one of the causes of stunting. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of the community, especially pregnant women and mothers of infants and under-five children in utilizing local food ingredients for making supplementary food. Training activities for making local food that demonstrate 4 types of menus, namely: breadfruit meatballs, pumpkin pukis, purple sweet potato steamed cake, and mackerel sticks were carried out by lecturers and students of Luwuk Nursing DIII study program in Jayabakti village on November 3, 2021. This activity increased the community\u27s knowledge and skills. It can be seen from the results of the pre-test and post-test an increase of 17%. The enthusiasm of the participants in participating in the training activities was also very good.
ABSTRAK
Desa Jayabakti yang merupakan desa terpadat di dunia berisiko mengalami Stunting dengan jumlah kasus 19,3% dari total balita. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang gizi dan buruknya asupan gizi sejak janin hingga anak usia 2 tahun adalah merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat khususnya ibu hamil dan ibu bayi balita dalam memanfaatkan bahan pangan lokal untuk pembuatan makanan tambahan. Kegiatan pelatihan pembuatan makanan tambahan lokal yang mendemonstrasikan 4 jenis menu yaitu: bakso sukun, pukis labu kuning, bolu kukus ubi ungu dan stik ikan kembung dilaksanakan oleh dosen berserta mahasiswa, Prodi DIII keperawatan Luwuk di desa Jayabakti pada tanggal 3 November 2021. Melalui kegiatan ini telah terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat, hal tersebut terlihat dari hasil pre-test dan post-test terjadi peningkatan sebesar 17%. Antusias peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan juga sangat baik.
