1,720,995 research outputs found

    Tugas Menggambar Teknik Dimas Prasetyo

    No full text
    Penyusunan standar memerlukan prinsip ketika Anda berada dalam tahap implementasi penggunaan sistem CAD. Adanya standar memeudahkan komunikasi antar data dan membuat pengorganisasian dan penyajian data elektronik menjadi lebih efektif. Selain itu, standar CAD memungkinkan komunikasi yang lebih efektif antara disiplin pemangku kepentingan proyek selama proses pengembangan proyek, dan komunikasi dengan manajemen pembangunan dan otoritas terkait dengan standar CAD mengurangi biaya dari proses desain. Meningkatkan kinerja proyek melalui konstruksi. CAD diharapkan dapat digunakan oleh desainer untuk menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan perakitan produk. Hal ini dapat dibangun dalam tiga tahap. Pertama, buat batasan prioritas menggunakan. Kedua, mencari urutan perakitan alternatif. Dan ketiga, pilih urutan perakitan yang optimal. Pembuatan urutan perakitan memerlukan rakitan yang dapat dieksekusi. Setelah perakitan, benturan antara dua komponen dapat menyebabkan keduanya saling menghalangi. Studi ini mengusulkan metode untuk menghasilkan batasan prioritas secara otomatis. Metode ini menggunakan informasi spesifik berikut : jalur perkitan bebas tabrakan ; jumlah koneksi antar komponen ; dan volume komponen. Informasi ini diambil dari database desain berbantuan computer (CAD). Metode yang diperoleh dari studi ini digunakan untuk mendeskripsikan system CAD yang diimplementasikan dengan menggunakan prinsip perancangan bentuk desain

    PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, FREE ASSETS, ASSETS RETRENCYHMENT, DAN LEVERAGE TERHADAP CORPORATE TURNAROUND (Studi pada Perusahaan Agriculture (Sektor Pertanian) yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2018 – 2021)

    Full text link
    Dimas Prasetyo, 2022, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Free Assets, Asset Retrechment, dan Leverage Terhadap Corporate Turnaround (Studi Pada Perusahaan Agriculture yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2018-2021. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja keuangan perusahaan (corporate turnaround) pada perusahaan Agriculture (Pertanian) yang mengalami kesulitan keuangan selama periode 2018-2021. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. menggunakan metode purposive sampling. Setelah diseleksi, sampel berjumlah 19 perusahaan Agriculture (Pertanian) yang sudah terdaftar di BEI dan mempublikasikan laporan keuangan tahunan selama kurun waktu 2018-2021. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS Versi 22. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa 1. Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Corporation Turnaround, karena perusahaan yang besar memiliki prosedur internal yang berbelit-belit. 2. Free Assets berpengaruh positif terhadap Corporation Turnaround, karena free aset yang cukup dan probabilitas yang lebih tinggi dalam menghindari kebangkrutan akan membuat perusahaan untuk memperoleh tambahan dana yang diperlukan untuk tercapainya kesuksesan turnaround, 3. Assets Retrencyhment tidak berpengaruh terhadap Corporation Turnaround, karena peningkatan efisiensi tidak akan meningkatkan probabilitas dalam keberhasilan turnaround, 4. Leverege tidak berpengaruh terhadap Corporation Turnaround, karena banyaknya hutang yang dimiliki perusahaan tidak dapat mempengaruhi dalam keberhasilan turnaround. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Free Asset, Asset Retrechment, Leverage, Corporate Turnaroun

    DESAIN PENGENDALI MODEL REFERENCE ADAPTIVE CONTROL (MRAC) DENGAN KOMBINASI PD UNTUK MENGENDALIKAN KESEIMBANGAN PADA SISTEM BALL AND BEAM

    Full text link
    DESAIN PENGENDALI MODEL REFERENCE ADAPTIVE CONTROL (MRAC) DENGAN KOMBINASI PD UNTUK MENGENDALIKAN KESEIMBANGAN PADA SISTEM BALL AND BEAM DIMAS PRASETYO NIM : 11355100048 Program Studi Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Jl. H.R Soebrantas No.155 Pekanbaru ABSTRAK Kemajuan teknologi menghantarkan manusia kedalam kehidupan yang lebih mudah, dimana kemujuan teknologi merambah ke segala bidang mulai industri, medis, transportasi, dan lainnya.Kebutuhan transportasi yang menghantarkan manusia berpindah dari satu tempat ketempat yang lain menjadi salah satu kebutuhan mendasar di era modern saat ini, mulai dari transportasi darat, laut dan udara. Pesawat merupakan salah satu transportasi udara yang banyak digunakan saat ini karena lebih efisien dari segi waktu. Namun, tidak sedikit pengguna pesawat memiliki perasaan takut saat naik pesawat. Dimana perasaan takut terjadi saat take off, terbang maupun landing, yang sangat berhubungan dengan kestabilan, sehingga kestabilan gerak vertical dan horizontal pesawat saat penerbangan harus dikendalikan dengan baik. Prinsip kestabilan gerakan vertical dan horizontal pesawat dapat diambil dari sistem ball and beam. Sistem Ball and Beam adalah salah satu dari sistem pengendalian posisi. Ketidak mampuan sistem Ball and Beam untuk mencapai titik seimbaing, di karenakan bola terus begerak diatas batang penyeimbang ke bidang yang lebih rendah.Untukmengendalikan system ini dibutuhkan kendali adaptif MRAC yang dapat mengatur sistem agar dapat berjalan sesuai keinginan. DimanaMRACmerupakan kendali adaptif yang mampu menghasilkan respon yang dapat mengikuti model referensinya. Model referensi merupakan model acuan yang karakteristiknya akan diikuti oleh respon plant. Namun, setelahmenggunakan MRAC respon yang dihasilkanmasih terdapat osilasi dan overshoot. Sehingga di butuhkan pengendali PD untuk memperbaiki respon nya. Nilai Kp = 80 dan nilai Kd = 5 dengan hasil settling time = 0.2568 detik dan rise time = 0.117 detik. Kata Kunci : Ball and Beam, MRAC, Pesawat, PD

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    PERAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA (KNPI) KOTA MALANG DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA BAGI GENERASI MUDA DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK Nugroho, Dimas Prasetyo. 2017. Peran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang dalam Penanaman Nilai-Nilai Pancasila bagi Generasi Muda di Kota Malang. Skripsi Program Studi Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si. (II) Rusdianto Umar, SH., M.Hum.   Kata Kunci: Peran, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Penanaman, Nilai-nilai Pancasila, Generasi Muda             Generasi muda adalah generasi penerus perjuangan bangsa dan pemegang estafet kepemimpinan bangsa, oleh karena itu perlu kiranya dalam diri pribadi mereka ditanamkan nilai-nilai Pancasila yang telah diyakini kebenarannya, diterima, diikuti, dibela dan diperjuangkan. Falsafah Pancasila sebagai dasar negara merupakan nilai dasar spiritual keagamaan, kemanusiaan, dan kesatuan bangsa yang menjadi landasan dasar dalam pembangunan bangsa, Ideologi merupakan sebuah konsep yang fundamental dalam sebuah negara. Dikatakan fundamental karena hampir semua bangsa dalam kehidupannya tidak dapat dilepaskan dari pengaruh ideologi. Berbagai organisasi kepemudaan muncul dalam perannya untuk memperkuat ideologi bangsa. Salah satu diantaranya adalah KNPI. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai satu-satunya wadah berhimpunnya Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di Indonesia, yang mana dari masing-masing organisasi kepemudaan tentunya memiliki pemikiran dan ideologi yang beragam dan tentunya membutuhkan wadah untuk berkumpul. Dari berbagai macam pemikiran dan ideologi yang dibawa oleh masing-masing organisasi, tentunya disinilah peran sentral KNPI untuk menyatukan berbagai macam pemikiran dan ideologi dengan ideologi Pancasila yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, dalam upaya penguatan nilai-nilai Pancasila dikalangan generasi muda. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan kegiatan-kegiatan, peran, kendala Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang dalam penanaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda di Kota Malang, serta upaya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang mengatasi kendala dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Untuk menjamin kebasahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara sebagai berikut meningkatkan ketekunan, dan triangulasi. Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang yakni terdiri dari (a) Kegiatan dalam bidang keagamaan, (b) Kegiatan dalam bidang bakti sosial dan kemasyarakatan, (c) Kegiatan dalam bidang dialog dan advokasi, (d) kegiatan dalam bidang pendidikan dan pelatihan, (e) Kegiatan bersama pemerintah Kota Malang, (f) Kegiatan pemberian penghargaan. (2) Peran yang dilakukan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang dalam penanaman nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda di Kota Malang adalah dengan melakukan berbagai kegiatan yang  tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Seperti (a) Kegiatan pengajian dan doa bersama merupakan penanaman nilai Ketuhanan, (b) Kegiatan pengamanan hari besar keagamaan merupakan penanaman nilai Persatuan, (c) Kegiatan bakti sosial bencana alam dan penyediaan bus sekolah gratis merupakan penanaman nilai Kemanusiaan, (d) Kegiatan dialog dan advokasi merupakan penanaman nilai kerakyatan dan permusyawaratan, (e) Kegiatan dalam bidang pendidikan dan pelatihan merupakan penanaman nilai Keadilan, (f) Kegiatan memperingati hari besar nasional merupakan penanaman nilai Persatuan, (g) Kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan merupakan penanaman nilai Keadilan, (h) Kegiatan blusukan dengan pemerintah Kota Malang merupakan penanaman nilai kerakyatan dan permusyawaratan, (i) Kegiatan pemberian penghargaan merupakan penanaman nilai kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan upaya dari KNPI Kota Malang dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda di Kota Malang. (3) Kendala yang dihadapi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang tedapat dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud faktor internal disini adalah internal KNPI Kota Malang itu sendiri. Yang selanjutnya yaitu faktor eksternal. yang dimaksud faktor eksternal disini yaitu faktor yang berasal dari luar KNPI Kota Malang yaitu dari unsur kepemudaannya. (4) Beberapa upaya yang dilakukan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila adalah dengan (a) Mengadakan evaluasi di internal (anggota KNPI Kota Malang) itu sendiri, diantaranya adalah dengan menjalin hubungan komunikasi yang lebih intens lagi terhadap sesama anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang.; (b) Mengevaluasi di eksternal (diluar anggota KNPI Kota Malang) yaitu dengan melibatkan unsur-unsur kepemudaan yang ada di Kota Malang; (c) Menindaklanjuti hasil evaluasi; (d) Berinovasi mengemas kegiatan sedemikian rupa agar menarik minat dari generasi muda yang ada di Kota Malang; (e) Mengupayakan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang agar kedepannya kegiatan dapat berjalan lebih efektif. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian antara lain (1) Disarankan kepada Pemerintah Kota Malang untuk lebih memberikan perhatian, pembinaan, pelatihan, bantuan dan kerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang agar kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pemuda atau generasi muda Kota Malang yang dilakukan oleh KNPI Kota Malang dapat berjalan dengan efektif. (2) Disarankan kepada Komite Nasonal Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang agar lebih menjalin komunikasi yang baik antar sesama anggota maupun kepada unsur-unsur kepemudaan yang ada di Kota Malang agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh KNPI Kota Malang dapat menarik simpati minta pemuda dan dapat dimanfaatkan oleh pemuda atau generasi muda. (3) Disarankan kepada generasi muda di Kota Malang untuk lebih menumbuhkan kesadaran bahwa pentingnya nilai-nilai Pancasila, agar Pancasila itu sendiri dapat dijadikan filter dari pengaruh globalisasi pada era saat ini dan juga dapat dijadikan pandangan hidup dan bermasyarakat

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore