85 research outputs found
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI DINAMIKA dan MASALAH KEPENDUDUKAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPS MAN KOTA BATU
ABSTRAK Permanasari, Dian. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan(Discovery Learning) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Dinamika dan Masalah Kependudukan Peserta Didik Kelas XI IPS MAN Kota Batu. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Djoko Soelistijo, M. Si, (II) Drs. Sudarno Herlambang, M. Si. Kata kunci: pembelajaran penemuan (discovery learning), kemampuan berpikir kritis Peningkatan kemampuan berpikir kritis dapat dilakukan dengan meningkatkan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Salah satu strategi dalam meningkatkan kemampaun berpikir kritis dalam kegiatan pembelajaran yaitu dengan menggunakan model pembelajaran penemuan (discovery learning). Pembelajaran menggunakan model discovery learning terdiri dari 6 tahapan yaitu: stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization. Model pembelajaran discovery merupakan model pembelajaran dimana peserta didik dilatih untuk mengorganisasi sendiri cara belajar mereka, sehingga model pembelajaran ini mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IPS 2 MAN Kota Batu. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Subjek penelitian berjumlah 58 orang peserta didik yang terbagi dalam dua kelas yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes uraian untuk pretest dan posttest. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t (2-tailed) yang diselesaikan dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) terhadap kemampuan berpikir kritis pada materi dinamika dan masalah kependudukan peserta didik kelas XI IPS MAN Kota Batu. Hasil analisis data diketahui bahwa kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan model discovery learning memiliki rata-rata nilai lebih baik dibandingkan dengan tanpa menggunakan model discovery learning. Rata-rata kemampuan berpikir kritis (gain score) peserta didik pada kelas eksperimen sebesar 12,7 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 9,2. Hasil uji statistik yang diterapkan dalam penelitian ini diperoleh t hitung sebesar 4,003 dengan nilai sig. ≤ α (0,05). Merujuk pada hasil analisis data dan temuan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI IPS MAN Kota Batu. Berdasarkan dari hasil penelitian dan kesimpulan tersebut, maka dikemukakan saran untuk meningkatkan keamampuan berpikir kritis peserta diidk, guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning. Bagi peneliti lanjutan disarankan mengembangkan model pembelajaran discovery learning dengan mengkombinasikan model dengan media pembelajaran yang lebih bervariasi sehingga model pembelajaran discovery learning lebih berpengaruh terhadap kemampian berpikir kritis peserta didik
対話:縄文住居復元と史跡公園
1-3吉田 泰幸、ジョン・アートル、高田 和徳、功力 司、田中 和之、Maharani Dian Permanasari、鏡味 治也、research repor
Analisis Nilai Akidah dalam Novel Inna Ma’al Usri Yusra Karya Muhammad Makhdlori
The novel Inna Ma\u27al Ausri Yusra is one of the novels that will be discussed more deeply related to the value of faith. The values of faith that will be studied are related to divine values, prophecy, ruhiyat, and samiyat. The method of this research is library research using descriptive analysis method. Based on the results of the analysis of the divine aspect, the author describes Fatimah\u27s faith and piety who has experienced trials and tests. From the aspect of prophecy, the author describes it implicitly and explicitly in the story, about Fatima\u27s determination to achieve high faith even though trials and suffering always befall her, she is guided by the story of the Prophet Muhammad. From the rihiyyat aspect, there is a belief in this value. Azwar is wrong. He believes in spirits. He uses his knowledge to manipulate his patients to comply with their wishes. From the sam\u27iyat aspect, it is illustrated in the story through the Koran, there are five letters consisting of five hadiths that support the arguments of the Koran so that the story has a strong legal basis
KEMAMPUAN MENENTUKAN MAKNA GRAMATIKAL DALAM KALIMAT PADA SISWA KELAS V SEMESTER GENAP SD NEGERI 2 GUNUNG REJO PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021
This study contains the ability to determine the grammatical meaning of sentences in class V Even Semester State Elementary School 2 Gunungrejo Pesawaran Academic Year 2020/2021. Determining the grammatical meaning in the sentence under study includes several aspects, namely: 1) Paying attention to word affixation (affixation); 2) Pay attention to the repetition of language units in whole or in part (Reduplication); and 3) Pay attention to the combination of two or more words in forming words (composition). This study aims to determine and describe how the level of student ability. To achieve this goal, the author uses a qualitative descriptive method, while the data collection technique is an assignment technique. The population in this study amounted to 118 students and the research sample was set at 29 people. The sampling technique used is the Stratified proportional random sampling technique. Data analysis used the percentages
Analisis Emotional branding Visualisasi Iklan Televisi Yamaha Fazzio Hybrid-Connected
This study analyzes emotional branding in the visualization of Yamaha Fazzio Hybrid-Connected television commercials. This study applies a qualitative-descriptive method with the approach of Marc Gobe's emotional branding theory. The results of the study show that visualization of Yamaha Fazzio Hybrid-Connected advertisements seeks to build emotional branding through a series of strategies such as building relationships with consumers, multi-sensory experiences, affirming vision, and imagination to establish communication with consumers as self-actualization
Banana Plants as a Cultural Resource in Javanese Culture
Banana plants attain a position of central importance within Javanese culture: as a source of food and beverages, for cooking and containing material for daily life, and also as offerings for numerous ceremonies and rituals. The role and functions of banana plants in Javanese culture also imply philosophical meanings and wisdom of Javanese who perceive the plants as a resemblance of human beings.
This article describes the role and functions of banana plants in Javanese rituals and analyses their philosophical meanings. The findings would contribute to the continuity in usage and functions of banana plants among Javanese people, and may affect the villagers who are deeply involved with the use of banana plants, by deepening their knowledge on the philosophical meanings of banana plants, to preserve and accommodate this material culture into their future life
RESPON SISWA TERHADAP MATERI PELATIHAN (Suatu Studi Pada Siswa Balai Latihan Kerja lndustri Surabaya)
Berdasarkan data hasil temuan penelitian yang telah dideskripsikan dalam bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan penelitian sebagai berikut :
1. Pada bidang kejuruan Teknologi Mekanik hampir semua responden mempunyai kemampuan paham yaitu sebanyak 50,0%.
2. Pada bidang kejuruan Tata Niaga, responden dapat menguasai materi dengan kemampuan paham sebanyak 60,0%
3. Sedangkan pada bidang kejuruan Listrik dimana pada bidang kejuruan ini merupakan suatu bidang dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Responden pada bidang kejuruan ini mempunyai kemampuan kurang paham lebih banyak dibandingkan dengan bidang yang lain. Adapun kemampuan paham responden sebanyak 42,9%.
4. Dibandingkan dengan bidang yang lain, bidang kejuruan automotive paling banyak terdapat responden dengan kemampuan kurang paham sehanyak 58,3%.
5. Berdasarkan kemampuan dari tiap-tiap bidang kejuruan, maka terlihat bahwa materi pelatihan sedikit maupun banyak telah dapat diterima oleh siswa pelatihan dengan kemarnpuan siswa paham terhadap materi sebanyak 43,8
EKSISTENSI KESENIAN WARAK DUGDER DARI TAHUN 2000-2013 DALAM TRADISI DUGDERAN DI KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi kesenian Warak Dugder tahun 2000-2013 dalam Tradisi Dugderan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kesenian Warak Dugder termasuk salah satu jenis kesenian tradisional kerakyatan yang berada di Kota Semarang.
Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini di laksanakan di Kota Semarang propinsi Jawa Tengah pada bulan Juni–Oktober 2013. Subjek penelitian adalah para seniman kesenian Warak Dugder, ketua bidang seni budaya Kota Semarang di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, masyarakat, dan tokoh masyarakat Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari data yang telah dikumpulkan, kemudian dilakukan analisis data dengan tahapan reduksi data, display data, serta penarikan kesimpulan. Guna memperoleh data yang valid, dilakukan uji keabsahan data dengan menggunakan metode triangulasi.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Kesenian Warak Dugder, muncul pertama kali pada tahun 1990 saat Tumenggung Aryo Purbaningrat menjabat sebagai Walikota Semarang. Kesenian Warak Dugder masih berkembang di Kota Semarang yang selalu ditampilkan saat perayaan Tradisi Dugderan dan diperingati sehari sebelum datangnya bulan Romadon. 2) Kesenian Warak Dugder memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan masyarakat, antara lain berfungsi sebagai hiburan, media komunikasi untuk mengumpulkan warga, dan sebagai wadah kegiatan pemuda yang didalamnya terkandung nilai-nilai estetika. 3) kesenian Warak Dugder dari waktu-kewaktu mengalami perkembangan dari segi bentuk penyajian yaitu: gerak, tata rias dan busana, iringan, properti, dan tempat pertunjukan. 4) kesenian Warak Dugder merupakan pengembangan dari Tari Semarangan yang sampai sekarang masih menggunakan ciri khas menggunakan alat musik gambang
TINJAUAN MORFOLOGIS DAN FISIOLOGIS KUALITAS HASIL TOMAT (Lycoperslcum esculentum Mill) VARIETAS GEULIS AKIBAT BEBERAPA KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN EFFECTIVE MICROORGANISMS 4 (EM4)
Effective Microorganisms 4 (E.M1, merupakan kultur campuran dari berbagai mikroorganisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman Effective microorganisme 4 (EM4 diaplikasikan sebagai inokulan untuk meningkatkan ktragaman dan populasi mikroorganisme di dalam tanah dan tanaman. yang selanjutnya dapat meningkatkan kesehatan. pertumbuhan. kuantitas dan kualitas produksi tanaman Tomat TOMAT (Lycoperslcum esculentum Mill).
Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara morfologis dan fisiologis kualitas hasil tomat akibat pemberian konsentrasi EM4. dan akibat interval waktu pemberian EM4, dan akibat intraksi antara konsentrasi dan interval waktu pemberian EM4.
Penelitian dilaksanakan secara faktorial (5 x 3) mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas dua faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor 1 adalah konsentrasi EM4 yang terdiri atas lima taraf perlakuan yaitu : A0 . G ml/l air (kontrol), Al : 5 ml/l air, A2: : 10 ml/l air. A3 : 15 ml/l air dan A4 : 20 ml/l air. Faktor Il adalah interval waktu pemberian EM4 yang terdiri atas tiga taraf perlakuan yaitu . I1 interval 5 hari sekali, 12 interval 10 hari sekali dan 13 interval 15 hari sekali.
Hasil penelitian menunjukkun bahwa konsentrasi EM4 berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan Pemberian EM4 dengan konsentrasi 10 ml/l air memberikan pengaruh yang baik pada jumlah buah per tanaman(40 buah), berat buah per tanaman (1058,6 g), diameter buah (5 cm), kekerasan buah (5,98 mm/g/dct), total padatan terlarut (5,25 % brix) dan total asam (2.93 ml/100 g buah segar) Interval waktu pemberian EM4 5 hari memberikan pengaruh yang baik pada parameter jumlah buah per tanaman 135,6 buah), berat buah tanaman (878,27 g), diameter buah (5,04 cm) dan total padatan terlarut (4,63 % brix). Interaksi. perlakuan konsentrasi EM4 10 ml/l air dan interval waktu pemberian 5 hari sekali memberikan pengaruh yang baik pada parameter jumlah buah per tanaman (50 buah, berat buah per tanaman ((1343.5 g). kekerasan buah (5.4 mm/g/det) dan total padatan terlarut (5,9 %brix)
- …
