1,721,093 research outputs found
KESANTUNAN BERBAHASA MELAYU BENGKULU PADA MASYARAKAT PESISIR PANTAI ZAKAT KELURAHAN BAJAK KECAMATAN TELUK SEGARA KOTA BENGKULU
Kesantunan Berbahasa Melayu Bengkulu pada Masyarakat Pesisir Pantai Zakat Kelurahan Bajak Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu : Kajian Prgamatik. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, dengan pembimbing (1) Dr. Dian Eka Chandra W., M.Pd., dan pembimbing (II) Drs. Supadi, M.Hum. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimanakah kesantunan berbahasa dalam percakapan masyarakat pesisir Pantai Zakat dan bagaimanakah jenis-jenis kesantunan dalam percakapan masyarakat pesisir Pantai Zakat. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam percakapan masyarakat pesisir Pantai Zakat di Kelurahan Bajak Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu dan mengetahui jenis-jenis kesantunan berbahasa pada percakapan masyarakat pesisir Pantai Zakat di Kelurahan Bajak Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik rekaman, dan teknik wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahaptahap (1) transkripsi data, (2) identifikasi data, (3) reduksi data, (4) klasifikasi data, dan (5) interpretasi data. Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh gambaran bahwa kesantunan berbahasa Melayu Bengkulu pada masyarakat pesisir Pantai Zakat yang terjadi di Pantai Zakat, DAM Pantai Zakat, rumah-rumah warga di Kelurahan Bajak, kelompok arisan RT 05, dan warung-warung di Kelurahan Bajak terdapat dua jenis kesantunan, yaitu kesantunan positif dan kesantunan negatif. Kesantunan positif diperoleh sembilan (9) tuturan santun dengan memberikan pertanyaan atau meminta alasan, tiga (3) tuturan santun dengan mencari persetujuan dengan topik yang umum atau mengulang sebagian atau seluruh ujaran mitra tutur (penutur), satu (1) tuturan santun memberikan tawaran atau janji, satu (1) tuturan santun menyatakan paham atau mengerti akan keinginan mitra tutur (penutur), dua (2) tuturan santun membesarbesarkan perhatian, persetujuan, dan simpati kepada mitra tutur, dua (2) tuturan santun mengintensfikan perhatian penutur dengan mendramatisasikan peristiwa atau fakta. Selanjutnya, untuk kesantunan negatif, hanya terdapat: tiga (3) tuturan santun meminimalkan paksaan dan satu (1) tuturan santun menunjukkan keoptimisan
ANALISIS PERGESERAN PENGGUNAAN BAHASA DALAM KOMUNIKASI MASYARAKAT KAMPUNG BOGOR KABUPATEN KEPAHIANG
ABSTRAK
Aulia, Widi Gusti. 2022. Analisis Pergeseran Penggunaan Bahasa Dalam
Komunikasi Masyarakat Kampung Bogor Kabupaten Kepahiang. Program Studi
Bahasa Indonesia. FKIP. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Dr. Irma
Diani, M.Hum. dan Pembimbing Pendamping Dr. Dian Eka Chandra W, M.Pd.
Tujuan penelitian ini untuk Mendeskripsikan pergeseran bahasa Sunda di
Kampung Bogor Kabupaten Kepahiang.arah pergeseran bahasa Sunda, serta faktor�faktor yang mempengaruhi pergeseran Bahasa Sundadi desa Kampung Bogor
Kabupaten Kepahiang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskripitif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian
ini: (1) wawancara, (3) teknik Rekam, dan (4) observasi. Dalam penelitian ini,
kegiatan analisis data dilaksanakan dengan cara (1) identifikasi data, (2) interpretasi
data, (3) menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pemakaian
bahasa Sunda pada masyarakat Desa Kampung Bogor Kabupaten Kepahiang dalam
ranah dan konteks tertentu bergeser ke bahasa Indonesia. Pemakain bahasa Sunda
bergeser total ke bahasa Indonesia pada ranah kesehatan,kemasyarakatan,
perdagangan. Pergeseran bahasa Sunda tersebut terjadi ke arah bahasa Indonesia.
Pergeseran bahasa tersebut dipengaruhi oleh faktor bilingualisme; tingkat pendidikan,
dan jenis pekerjaan; konteks kebahasaan; sikap bahasa; kebijakan (politik) bahasa
nasional; dan unsur sopan santun.
Kata Kunci : Pergeseran Bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Sund
TINDAK TUTUR ILOKUSI ASERTIF GURU PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 15 KOTA BENGKULU
ABSTRAK
Rananda Oktarina. 2022. Tindak Tutur Ilokusi Asertif Guru Pada Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia Di Smp Negeri 15 Kota Bengkulu.
Dra. Ngudining Rahayu, M.Hum., dan Dr. Dian Eka Chandra Wardhana, M.Pd.,
Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi asertif guru pada mata
pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu. Penelitian ini mengangkat dua
permasalahan yaitu : (1) bagaimana tindak tutur ilokusi asertif guru pada mata pelajaran
bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu, dan (2) Bagaimana fungsi tindak tutur
guru pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 15 Kota Bengkulu. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 15 Kota
Bengkulu. Sumber data dalam penelitian ini berupa tuturan asertif guru yang terjadi pada
proses pembelajaran bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik
observasi dan teknik rekam. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan ada lima tahap
yaitu (1) mentranskripsikan data, (2) mengidentifikasi data, (3) mengklasifikasi data, (4)
menginterpretasi data, (5) menyimpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
yang diperoleh tindak tutur asertif guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia meliputi
tindak tutur ilokusi asertif menyatakan, tindak tutur ilokusi asertif memberitahukan, tindak
tutur ilokusi asertif menyarankan, dan tindak tutur ilokusi asertif melaporkan. Serta fungsi
tindak tutur yang ditemukan yaitu bekerja sama (Collaborative) yang terdiri dari tuturan
menyatakan dan melaporkan.
Kata Kunci : tindak tutur asertif, proses pembelajaran bahasa Indonesia, SMP Negeri 15
Kota Bengkul
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA PADA LAYANAN PESAN SINGKAT YANG DIKIRIM MAHASISWA KEPADA DOSEN PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS BENGKULU
ABSTRAK
Pitriyani. 2017. Analisis Kesantunan Berbahasa pada Layanan Pesan Singkat
yang dikirim Mahasiswa Kepada Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas
Bengkulu. Skripsi. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Bengkulu. Pembimbing 1 Dr. Dian Eka Chandra Wardhana,
M.Pd., Pembimbing II Dra. Marina Siti Sugiyati, M.Pd.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi skala kesantunan dan
mendeskripsikan fungsi tuturan kesantunan pada layanan pesan singkat yang
dikirim mahasiswa kepada dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ujaran
berupa layanan pesan singkat (SMS) yang dikirim mahasiswa kepada dosen
sedangkan sumber data dalam penelitian ini berupa interaksi mahasiswa dan
dosen ketika melakukan layanan pesan singkat atau ber-sms dari bulan Juli 2016 –
Juli 2017. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik dokumentasi. Hasil
penelitian ini adalah skala kesantunan berbahasa yang ditemukan pada layanan
pesan singkat yang dikirim mahasiswa kepada dosen Prodi Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia yaitu skala jarak sosial, skala pilihan, skala
ketidaklangsungan, dan skala kerugian dan keuntungan. Kemudian fungsi tuturan
kesantunan dalam layanan pesan singkat yang dikirim mahasiswa kepada dosen
diperoleh yaitu fungsi menyatakan informasi, meminta pendapat, menyatakan
perjanjian, meminta keterangan, dan meminta pengakuan.
Kata Kunci: Analisis, Kesantunan Berbahasa, Layanan Pesan Singkat (SMS)
TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA NOVEL BIDADARI-BIDADARI SURGA KARYA TERE LIYE
ABSTRAK
Putri, Teza Dwi. 2018. Tindak Tutur Direktif Pada Novel Bidadari-Bidaari
Surga Karya Tere Liye. Skripsi. Program Sarjana (S-1) Pendidikan
Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Bengkulu. Pembimbing (I) Dr. Dian Eka Chandra
Wardhana, M.Pd., (II) Dr. Suryadi, M.Hum.
Kata kunci: Tindak Tutur, Tindak Tutur Direktif, Novel Bidadari-Bidadari
Surga.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak
tutur direktif pada novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye. Metode
penelitian adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian adalah
dokumentasi. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini: (1)
pengumpulan data, (2) mereduksi data, (3) menyajikan data, (4) menyimpulkan
dan memverifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel
Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye terdapat delapan tindak tutur direktif
yaitu; a. Memesan atau meminta (ordering) memiliki fungsi meminta, memberi
pesan, memohon, menekan, dan mendorong. b. Memerintah (commanding)
memiliki fungsi memerintah, menghendaki, mengkomando, menuntut,
menginstruksikan, menyuruh, mengharuskan, memaksa, dan menyilakan. c.
Memohon (requesting) memiliki fungsi memohon, mengharap, menawarkan, dan
melarang. d. Menasihati (advising) memiliki fungsi menasihati, memperingatkan,
dan mengingatkan. f. Merekomendasi atau menganjurkan (recommending)
memiliki fungsi menganjurkan. g. Bertanya (questions) memiliki fungsi bertanya,
menginterogasi, meminta, menghina, dan membujuk. h. Melarang (prohibitives)
memiliki fungsi direktif melarang dan mencegah. dan i. Mengizinkan
(permissives) memiliki fungsi membolehkan dan mengizinkan. Kedelapan jenis
tindak tutur direktif di atas menambah ragam variasi bahasa dalam membuat
pengaruh mitra tutur untuk melakukan suatu tindakan atau aktivitas. Variasi
bahasa ini memberi warna atau menambah keunikan cerita yang dituangkan Tere
Liye di dalam novelnya, agar lebih menyentuh para pembacanya. Kesimpulan
dalam penelitian ini adalah berdasarkan piranti linguistik, intonasi tuturan dan
konteks tuturan di dalam novel Bidadari-Bidadari Surga karya Tere Liye terdapat
jenis dan fungsi tindak tutur direktif
TINDAK TUTUR DOSEN DAN MAHASISWA PADA KEGIATAN AKADEMIK DARING DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
ABSTRAK
Tiara Amalia Diandra. 2022. Tindak Tutur Dosen dan Mahasiswa pada Kegiatan
Akademik Daring di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Skripsi Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Seni, Fakultas
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu. Pembimbing I Dr. Dian Eka
Chandra Wardhana, M. Pd. dan Pembimbing II Drs. Bambang Djunaidi, M. Hum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud tindak tutur ilokusi asertif dan
wujud tindak tutur ilokusi direktif yang digunakan dosen dan mahasiswa pada kegiatan
akademik Daring di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan
dalam rekaman video kegiatan akademik daring yang sudah dilakukan oleh dosen dan
mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia tahun akademik 2020 sampai 2022.
Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung wujud tindak tutur ilokusi asertif
dan tindak tutur ilokusi direktif dalam kegiatan interaksi antara dosen dan mahasiswa pada saat
kegiatan akademik daring di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data dalam
penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mentranskripsi data, (2)
mengidentifikasi data, (3) mengklasifikasikan data, (4) menginterpretasikan data, (5)
menyimpulkan data. Hasil penelitian ini ditemukan data tindak tutur ilokusi asertif yang terdiri
(1) tindak tutur asertif menyatakan menggunakan penanda lingual “Baik, materi pertama yaitu
relasi leksikal” yang digunakan penutur diawal konteks tuturan untuk menyatakan informasi
kepada mitra tutur, (2) tindak tutur asertif menegaskan menggunakan penanda lingual dengar
“Hesti? Bisa dengar?” berupa pengulangan kata atau kalimat dan penanda lain berupa
penekanan intonasi pada kata atau kalimat yang ditekankan dan ditegaskan, (3) tindak tutur
asertif menyimpulkan menggunakan penanda lingual berupa kata “jadi” dan intinya yang
dituturkan diakhir konteks tuturan untuk menyimpulkan suatu pokok bahasan, (4) tindak tutur
asertif mengusulkan menggunakan penanda lingual “kalo boleh saya mengusulkan nih ya”
dugunakan untuk mengusulkan saran, ide, dan (5) tindak tutur asertif melaporkan
menggunakan penanda lingual kata “melaporkan” dalam tuturan yang diucapkan, Dalam
penelitian ini tidak ditemukan wujud tindak tutur asertif membual, tindak tutur asertif
mengeluh dan tindak tutur asertif mengemukakan pendapat. Data tindak tutur ilokusi direktif
terdiri (1) tindak tutur direktif memerintah/menyuruh menggunakan penanda lingual kata
“silahkan/dipersilahkan”, boleh, siapkan, coba dan ayo” yang digunakan untuk menyuruh
seseorang agar melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan, (2) direktif meminta
menggunakan penanda lingual kata tolong, izin, boleh, bagaimana ya, coba, gimana dan
“minta pamit ya”, (3) tindak tutur direktif memberi nasihat menggunakan “banyak-banyak
belajar nak ya” digunakan dalam konteks untuk menasehati mitra tutur, dan (4) direktif
menyarankan menggunakan penanda lingual berupa “lebih baik” dan “saran saya”. Dalam
penelitian ini tidak ditemukan wujud tindak tutur direktif memesan, tindak tutur direktif
memohon dan tindak tutur direktif menuntut. Tuturan asertif dosen cenderung menegaskan,
menyimpulkan, mengusulkan. Tuturan asertif mahasiswa cenderung menyatakan dan
melaporkan. Tuturan direktif dosen cenderung perintah, meminta, memberi nasihat,
menyarankan. Tuturan direktif mahasiswa cenderung perintah dan meminta.
Kata kunci: Tindak tutur, Dosen dan Mahasiswa, Kegiatan akademik daring
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
