7 research outputs found

    IMPLEMENTASI PASAL 69 AYAT 9 UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA TERHADAP KONSULTASI RANCANGAN PERATURAN DESA KEPADA MASYARAKAT DESA. (Studi Kasus Desa Ngablak Kabupaten Kediri)

    No full text
    ABSTRAK DEWI MUSTIKA SARI AGUSTIN, 126103211037, Implementasi Pasal 69 Ayat 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Terhadap Konsultasi Rancangan Peraturan Desa Terhadap Masyrakat Desa (Studi Kasus Desa Ngablak Kabupaten Kediri), Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatulloh Tulungagung, Pembimbing Yusuf Mardhani, M.H. Kata kunci : Implementasi, Peraturan Desa, Partisipasi, Konsultasi. Penelitian ini dipilih karena dilatarbelakangi adanya kesenjangan peraturan desa tentang rancangan pembuatan peraturan desa terhadap konsultasi yang dilakukan kepada masyarakat yang menjadikan partisipasi dalam masyarakat berkurang dan menimbulkan adanya ketidak optimalnya kegiatan konsultasi, yang seharusnya menurut pasal 69 ayat 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mewajibkan kepada masyarakat secara langsung melakukan konsultasi dalam pembuatan rancangan peraturan desa, kasus ini berada di Kabupaten Kediri tepatnya di Desa Ngablak alasan yang mendasar dalam penelitian ini adalah peneliti menemukan adanya kesenjangan dalam pembuatan rancangan peraturan desa di desa tersebut, dalam hal ini peneliti akan melakukan observasi dalam sosial masyarakat dan juga di bagian hukum pemerintah desa untuk menitikberatkan pada implementasi pasal 69 ayat 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa terhadap Konsultasi Rancangan Peraturan Desa kepada Masyarakat Desa yang terjadi di Desa Ngablak Kabupten Kediri. Rumusan masalah dalam hal ini mencangkum dua hal utama : 1) Bagaimana implementasi pasal 69 ayat 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desaa terhadap rancangan peraturan desa yang harus dikonsultasikan kepada masyarakat desa di Desa Ngablak Kabupaten Kediri? 2) Bagaimana proses konsultasi kepada masyarakat desa yang dilakukan pemerintah desa di Desa Ngablak Kabupaten Kediri? Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk mengetahui implementasi pasal 69 ayat 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa terhadap rancangan peraturan desa yang harus dikonsultasikan kepada masyarakat desa di Desa Ngablak Kabupaten Kediri. 2) Untuk mengetahui proses konsultasi kepada masyarakat desa yang dilakukan pemerintah desa di Desa Ngablak Kabupaten Kediri. Metode penelitian ini adalah empiris dan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan validitas data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil Penelitian menunjukkan : 1) Implementasi pasal 69 ayat 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa terhadap rancangan peraturan desa yang harus dikonsultasikan kepada masyarakat desa di Desa Ngablak Kabupaten Kediri telah dilaksanakan oleh pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Ngablak sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa dengan sudah menerapkan partisipasi, konsultasi dan aspirasi dari masyarakat. 2) Proses konsultasi kepada masyarakat desa yang dilakukan pemerintah desa di Desa Ngablak Kabupaten Kediri, dalam hal ini masyarakat Desa Ngablak Kabupaten Kediri belum menyerap secara optimal dalam melakukan proses konsultasi karena adanya kesenjangan dalam pelaksanaannya, baik dari faktor masyarakat sendiri atau teknis

    PERLINDUNGAN HUKUM KEBEBASAN BERAGAMA BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NO. 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA DAN PERSPEKTIF IMAM AL - MAWARDI

    No full text
    Dewi Khusna Agustin, NIM, Perlindungan Hukum Kebebasan Beragama Berdasarkan Undang – Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Dan Perspektif Imam Al - Mawardi, Jurusan Hukum Tata Negara, UIN Satu Tulungagung, 2024, Pembimbing Yusuf Mardhani M.H. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Kebebasan Beragam, Hak Asasi Manusia, Al – Mawardi Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum terhadap hak kebebasan beragama dan berkeyakinan dam presfektif Undang – Undang No. 39 Tahun 1999 dan pandangan Imam Al – Mawardi. Undang – Undang sebagai konstitusi negara Indonesia menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagai hak asasi manusi yang fundamental sebagaimana telah di atus dalam pasal 22 UU No. 39 Tahun 1999 yang berbunyi “Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu” dan ayat (2) “Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya dan kepercayaannya itu”. Adapun juga pendapat dari Al – Mawardi yang merupakan tokok politik islam Imam Al-Mawardi merupakan seorang ulama klasik yang dikenal karena pemikirannya dalam bidang hukum Islam dan tata negara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam beberapa aspek antara Undang – Undang No. 39 Tahun 1999 dengan pemikiran Al – Mawardi, namun keduanya memiliki tujuan yang sama dalam melindungi hak kebebasan beragama serta menanamkan sikap toleransi di masyarakat. Skripsi ini juga membahas mengenai tantangan dan peluang dalam implementasi perlindungan hukum tersebut di Indonesia, serta memberikan rekomendasi untuk memperkuat kerangka hukum guna memastikan kebebasan beragama dan berkeyakinan terlindungi dengan adil dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh warga negara. Berdasarkan itu semua peneliti menentukan fokus penelitiannya yaitu : 1.) Bagaimana konsep kebebasan beragama berdasarkan Undang - Undang No. 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia dan 2.) Apa pandangan Imam Al – Mawardi terkait kebebasan beragama dan perlindungan terhadap minoritas. Hasil penelitian ini yaitu : 1.) Perlindungan hukum kebebasan beragama menurut Undang – Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia menunjukakan masih memiliki sedikit permasalahan. Walaupaun UU tersebut sudah menjamin perlindungan hak kebebasan beragama, akan tetapi diskriminasi dan konflik antar umat beragama masih sering terjadi sampai sekarang, hal ini menunjukan bahwa UU tersebut belum terlaksana dengan baik. 2.) Perlindungan hukum kebebasan beragama menurut pandangan Imam Al – Mawardi, Al-mawardi memiliki konsepnya dalam pemerintahnya yaitu , konsep "Ahl Al-Dzimma" merupakan konsep adanya komunitas non-muslim yang hidup di bawah perlindungan negara islam dengan membayar pajak khusus "Jizyah". Dalam hal ini mereka diizinkan untuk melakukan praktik agama mereka sendiri dengan batasan yang diberikan oleh pemerintah. Terdapat toleransi dalam konteks pluralisme agama di pemerintahan Al-Mawardi, dalam arti bahwa adanya pengakuan terhadap keberagaman antar umat beragama

    Pengaruh Kompensasi Komitmen Organisasional terhadap Retensi Karyawan Dimediasi oleh Kepuasan Kerja RSU Bhakti Rahayu Denpasar

    No full text
    Retensi karyawan adalah cara Perusahaan untuk mempertahankan karyawan-karyawan yang dilihat memiliki keterampilan agar tetap berada di Perusahaan. Retensi karyawan sangat erat kaitannya dengan perputaran karyawan yang berarti adanya karyawan yang meninggalkan Perusahaan dan ada karyawan baru masuk untuk menggantikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan komitmen organisasional terhadap retensi karyawan dimediasi oleh kepuasan kerja. Penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu Denpasar dengan jumlah sampel sebanyak 109 karyawan kontrak dengan menggunakan metode sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara serta penyebaran kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Jalur (Path Analisys), Uji Sobel dan Uji VAF. Hasil penelitian ini menujukan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan, komitmen organisasional berpengaruh postif dan signifikan terhadap retensi karyawan serta kepuasan kerja memediasi secara parsial pengaruh kompensasi terhadap retensi karyawan. Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan dengan cara mengelola dengan baik kompensasi yang diberikan kepada karyawan untuk meningkatkan komitmen organisasional dan kepuasan kerja karyawan sehingga karyawan kontrak akan lebih memilih bertahan di Perusahaan. Kata Kunci: Kompensasi, Komitmen Organisasional, Kepuasan Kerja, retensi Karyawa

    the Edukasi Pengenalan, Pencegahan, Dan Deteksi Dini Risiko Penyakit Jantung Pada Wanita Usia Subur sebagai upaya pencegahan stunting Di Desa Motui Kabupaten Konawe Utara

    No full text
    Cardiovascular disease is still a global threat and is a disease that plays a major role as the number one cause of death worldwide. Data from the World Health Organization (WHO) states that more than 17 million people in the world die from heart and blood vessel disease. Cardiovascular disease also most often attacks the productive age group, so that its mortality causes an economic and social burden on society. Cardiovascular disease starts from simple steps. The Motui village area in North Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province, whose population is mostly lower middle class, has low education, socio-demographic factors and unbalanced food consumption habits, this is the determinant of hypertension and heart disease in coastal communities. There is an increase in understanding of women of childbearing age about prevention and early detection of heart disease, on average women of childbearing age have sufficient knowledge (58.00) and after participating in activities it has increased to a good category (90.00)Penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman dunia dan merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah . Penyakit Kardiovaskular juga paling sering menyerang kelompok usia produktif, sehingga mortalitasnya menyebabkan beban ekonomi dan sosial terhadap masyarakat. penyakit kardiovaskular dimulai dari langkah yang sederhana. Wilayah desa Motui di Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara yang penduduknya mayoritas memiliki perekonomian menengah ke bawah, berpendidikan rendah, factor sosio demografi dan kebiasaan konsumsi makanan yang tidak seimbang, hal ini yang menjadi determinan kejadian hipertensi dan penyakit jantung pada masyarakat pesisir. Terdapat peningkatan pemahaman wanita usia subur tentang pencegahan dan deteksi dini penyakit jantung rata-rata wanita usia subur memiliki pengetahuan cukup (58,00) dan setelah mengikuti kegiatan mengalami peningkatan menjadi kategori baik (90,00) &nbsp

    EDUKASI TENTANG GAYA HIDUP SEHAT DAN SENAM JANTUNG SEHAT PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PEKAROA KECAMATAN SAWA KABUPATEN KONAWE UTARA

    No full text
    Healthy lifestyle is a key factor in maintaining general health, especially for the health of women of childbearing age. Women in this age group often face various challenges related to reproductive health. Indonesia faces serious challenges related to heart health that are closely related to the lifestyle of modern society and heart disease is still the leading cause of death in Indonesia, with a prevalence that continues to increase from year to year. Lifestyle changes, including healthy eating patterns, physical activity, and stress management, and their impact on the heart health of women of childbearing age. A comprehensive stunting prevention program should integrate the promotion of a healthy lifestyle including healthy heart exercise in community education activities, especially for women of childbearing age, with an approach that involves the whole family. The purpose of this activity is to increase the knowledge and abilities of women of childbearing age about a healthy lifestyle and healthy heart exercise in preventing stunting. The method of implementing this activity begins with a pretest to measure knowledge about a healthy lifestyle and healthy heart exercise in preventing stunting, then continues with providing education about a healthy lifestyle and healthy heart exercise and a demonstration of healthy heart exercise in preventing stunting in preventing stunting. At the end of the evaluation stage, a post-test is carried out on knowledge about a healthy lifestyle and healthy heart exercise. The results of the activity showed an increase in the knowledge and abilities of women of childbearing age regarding a healthy lifestyle and healthy heart exercise in preventing stunting.Healthy lifestyle is a key factor in maintaining general health, especially for the health of women of childbearing age. Women in this age group often face various challenges related to reproductive health. Indonesia faces serious challenges related to h

    Perluasan Pangsa Pasar Produk UMKM Selama Pandemi Covid-19 melalui Pemanfaatan Marketplace

    No full text
    Pandemi Covid-19 memberikan dampak di berbagai aspek, salah satunya yaitu aspek ekonomi. Menjadi suatu tantangan baru, khususnya bagi para pelaku UMKM agar bisa mempertahankan ekonomi di tengah pandemi saat ini. Tidak sedikit UMKM yang menjadi pasif bahkan terpaksa terhenti akibat terdampak pandemi Covid-19. Keputusan pemerintah dalam memberlakukan pembatasan kegiatan secara tidak langsung menyebabkan daya beli konsumen melemah, sehingga itu juga berdampak pada turunnya tingkat penjualan produk-produk UMKM, belum lagi jika mereka (pelaku UMKM) harus menghadapi persaingan pasar. Selain itu, yang menjadi kendala adalah tidak semua pelaku UMKM melek teknologi, sedangkan di masa pandemi seperti saat ini semuanya dijangkau serba online, khususnya para konsumen lebih memilih membeli kebutuhan mereka secara online. Maka dari itu, kami mencoba untuk membantu salah satu UMKM di Desa Sumbersekar, Kec. Dau, Kab. Malang, Jawa Timur, yaitu UMKM yang memproduksi telur asin dalam upaya meningkatkan penjualan dengan memperluas pangsa pasar melalui pemanfaatan marketplace. Pada tahap pertama, kami melakukan sosialisasi atau pengenalan terkait berbagai macam platform (marketplace) terkini beserta masing-masing keunggulannya. Pada tahap kedua, kami membantu pelaku UMKM dalam pembuatan akun merchant pada marketplace dan akun media sosial terkini yang dapat menunjang perluasan pangsa pasar serta memudahkan pelaku UMKM dalam mempromosikan produknya. Pada tahap ketiga, kami menjelaskan kepada pelaku UMKM tentang bagaimana cara mengelola akun marketplace dengan baik, serta pentingnya melakukan promosi atau iklan secara berkala guna meningkatkan engagement rate. Harapan kami, setelah melakukan berbagai tahapan di atas dapat membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan penjualannya, serta mempertahankan usahanya di tengah pandemi covid-19

    Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di desa Grebegan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro

    No full text
    Desa Grebegan adalah salah satu desa di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro yang memiliki wilayah seluas 242.000 hektar dengan jumlah penduduk di tahun 2017 sebanyak 1.621 jiwa yang terbagi dalam 512 kepala keluarga. Mayoritas penduduk Desa Grebegan berprofesi sebagai petani dan berpendidikan akhir sekolah dasar (SD). Desa Grebegan terdiri dari Dusun Krajan dan Dusun Sendangrejo. Berdasarkan analisis data, diperoleh empat masalah di Desa Grebegan, yaitu masih tingginya angka gizi kurang, rendahnya angka open defecation free, tingginya angka karies gigi pada balita, kebiasaan merokok di lingkungan keluarga, dan infeksi saluran pernafasan (ISPA) pada balita. Prioritas masalah yang diperoleh dengan metode Urgency, Seriousness, dan Growth (USG) bersama bidan dan para kader sejumlah 10 orang, yaitu permasalahan terkait gizi kurang diantaranya stunting (pendek) dan/atau bayi kurus. Alternatif solusi dilakukan dengan metode Focus Group Discussion (FGD) dan Metodelogi, Efisiensi, Efektivitas, Relevansi (MEER) bersama perwakilan kader dari setiap dusun yang terdiri dari dusun di Desa Grebegan yang hasilnya adalah sosialisasi tentang pola makan dan pola asuh, demo masak dan pemberian makanan bergizi, serta sosialisasi dan demonstrasi pengolahan sanpah menjadi kompos. Berdasarkan hal tersebut, kemudian disusun program “BANTING”, yaitu akronim dari “Basmi Stunting dan Wasting”, yang terdiri dari beberapa kegiatan diantaranya, “SEGER” (Sosialisasi Hentikan Gizi Kurang Desa Grebegan) dengan tujuan meningkatkan pengetahuan Ibu yang memiliki balita terkait pola asuh dan pola makan balita. Pengolahan sampah organik menjadi kompos, yang disingkat menjadi “LASAGNA KOMPOS” dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan metode Takakura, dengan sasaran para ibu kader sebagai tonggak masyarakat Desa Grebegan. Program kegiatan “MAMA CANTIK” (Masak dan Makan Cegah Balita Gizi Kurang) dengan tujuan meningkatkan pengetahuan Ibu yang memiliki balita gizi kurang dalam memberikan makanan bergizi seimbang dengan sasaran Ibu yang memiliki balita usia 0-59 yang menderita gizi kurang stunting dan/atau bayi kurus di Desa Grebegan
    corecore