738 research outputs found

    PERANCANGAN APLIKASI PERSEDIAAN BARANG BERBASIS MICROSOFT ACCESS 2019 PADA USAHA DEVIE BALL

    Get PDF
    Laporan akhir ini berjudul "Perancangan Aplikasi Persediaan Barang Berbasis Microsoft Access Pada Usaha Devie Ball". Tujuan penulisan laporan akhir adalah untuk mengetahui sistem persediaan barang dan untuk merancang aplikasi persediaan barang berbasis Microsoft Access pada usaha Devie Ball. Teknik analisis yang digunakan dalam penyusunan laporan akhir ini adalah metode kualitatif dengan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi dan riset kepustakaan yang menghasilkan rancangan aplikasi persediaan barang berbasis Microsoft Access. Sistem persediaan barang secara manual pada usaha Devie Ball ini memiliki kelemahan pada usahanya yaitu kesalahan pencatatan, barang hilang tanpa adanya informasi yang jelas, stok yang sulit diawasi, pencatatan barang dilakukan satu persatu, pembuatan laporan menjadi relatif lama dan sulit mengawasi sisa atau stok barang. Perancangan aplikasi dilakukan dengan membuat tabel, query, relationship antar tabel dan query serta memasukkan rumus pada query selanjutnya membuat form barang, pelanggan, barang masuk dan barang keluar serta membuat report atau laporan barang masuk, barang keluar serta laporan persediaan barang atau stok. dengan dibuatnya perancangan aplikasi persediaan barang, maka dapat membantu usaha Devie Ball dalam menjalankan kegiatan operasionalnya yaitu pencatatan barang masuk dan barang keluar yang menjadi lebih terstruktur, mempermudah bagian gudang serta pemilik dalam mengelola transaksi barang masuk dan barang ke luar serta mempermudah dalam pembuatan laporan barang yang lebih akurat dan cepat

    SISTEM PORTAL PERPARKIRAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA 16

    Get PDF
    ABSTRACT PARKING PORTAL SYSTEM USING ATMEGA 16 MICROCONTROLLER DEVIE MUTIA RAHAYU This final report describes the portal system that set the remaining parking parking area will know the number of parked vehicles and the number of parking spaces are still empty. This system consists of 2 pieces of the portal, portal 1 is used as the vehicle entrance and portal 2 is used as an exit vehicle. Portal system applying photodiode sensor (Receiver) and laser diodes (Transmitter) as input and DC motors to move the beam portals and seven segment displays are used as viewer figures represents the difference between the number of vehicles that enter and exit the parking area. The purpose and benefits of the final report is expected to understand the parking Portal System using Microcontroller atmega 16. The sensor functions as a switch to activate the motion of a DC motor to be able to open and close the portal automatically crossbar and into the input for the seven segment display. The system will continue to work until seven segment display until the number 0 (there is no parking space available). Key Words : Microcontroller, sysstem, Motor DC

    Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual Sesama Anak Di Bawah Umur (Studi Kasus Di Wilayah Kota Klaten)

    Get PDF
    Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual Sesama Anak Di Bawah Umur (Studi Kasus Di Wilayah Kota Klaten). Nur Restiana Devie. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana kekerasan seksual sesama anak dalam proses peradilan pidana dan sudah terpenuhi atau belum hak-hak pelaku anak di bawah umur berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anakn dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris bersifat diskriptif, dengan cara melakukan penelitian mengenai perlindungan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana di Kota Klaten. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Sumber data sekunder yang digunakan mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui studi kepustakaan baik berupa buku-buku, dan dokumen serta studi lapangan. Tehnik analisis data yang digunakan penulis adalah menggunakan metode analisis kualitatif, maka data yang telah dikumpulkan dianalisis secara kualitatif pula. Berdasarkan pembahasan dihasilkan 2 (dua) simpulan, yaitu Pertama perlidungan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan seksual sesama anak dibawah umur berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak belum sepenuhnya dapat diterapkan dalam proses peradilan pidana yang sebenarnya. Kedua, belum terpenuhinya Pemenuhan hak-hak pelaku tindak pidana kekerasan seksual untuk memperoleh Perlindungan Hukum dalam proses peradilan pidana di Kota Klaten

    ANALISA PEMENUHAN KEBUTUHAN KALORI TENAGA KERJA BAGIAN OFFICE DI PT X, SEBAGAI DASAR UPAYA PENGADAAN KANTIN RENDAH LEMAK

    Get PDF
    Devie Novitasari, 2009. ANALISA PEMENUHAN KEBUTUHAN KALORI TENAGA KERJA BAGIAN OFFICE PT X, SEBAGAI DASAR UPAYA PENGADAAN KANTIN RENDAH LEMAK. PROGRAM D-III HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari jawaban atas permasalahan kecukupan pemenuhan asupan kalori tenaga kerja office di PT X dan untuk mengetahui tingkat kebuhan tenaga kerja office di PT X terhadap pengadaan kantin sehat rendah lemak. Adapun kerangka pemikiran penelitian ini adalah pemenuhan kalori di tempat kerja dipengaruhi oleh umur, berat badan, jenis kelamin, keadaan khusus, metabolisme, jenis pekerjaan dan lingkungan khusus. Apabila pemenuhan kalori cukup maka status gizi akan baik, dan apabila pemenuhan kalori kurang atau lebih maka status gizi buruk atau gizi lebih. Status gizi dapat dinilai dengan menentukan Indeks Masa Tubuh (IMT). Sejalan dengan masalah dan tujuan, maka penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif berdasarkan observasi dan wawancara kemudian dilakukan pengukuran, analisa atau evaluasi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa rata-rata total kalori sample untuk menu existing dan ekstra fooding adalah 1423,45 kcal dan untuk menu rendah lemak dan ekstra fooding adalah 1331,68 kcal. Sehingga pemenuhan kebutuhan kalori ditempat kerja melebihi kebutuhan kalori tenaga kerja Office yaitu 1085 kkal. Dari pengukuran ststus gizi diketahui terdapat 30% tenaga kerja office yang mengalami gizi lebih (kegemukan). Angka ini akan terus meningkat apabila tidak ada upaya pengendalian. Dari survey yang dilakukan diketahui bahwa pemahaman responden mengenai makanan sehat sudah cukup baik dan semua responden mendukung pengadaan kantin sehat rendah lemak. Saran yang diberikan adalah pengadaan kantin sehat rendah lemak dengan makana yang mengandung gizi seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori tenaga kerjja. Kata kunci : Kebutuhan Kalori, Kantin Rendah Lemak Kepustakaan : 20, 1992 - 200

    STRATEGI PEMASARAN HOME INDUSTRY BATIK TULIS SUMBERSARI MAESAN BONDOWOSO

    No full text
    Strategi Pemasaran Home Industry Batik Tulis Sumbersari Maesan Bondowoso; Devie Sonia Arini, 100210301084; 2014: 67 halaman; Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember. Batik merupakan budaya asli Indonesia sebagai warisan leluhur yang patut dilestarikan sebagai kerajinan dari jaman kerajaan yang secara turun temurun proses pembuatannya tetap lestari hingga saat ini. Bahkan disetiap daerah di Indonesia memiliki corak dan ragam motif batik yang berbeda. Perkembangan jaman telah merubah seni batik menjadi sebuah usaha yang menjanjikan untuk dikembangkan menjadi produk jadi yang bereneka ragam dan mampu mendatangkan keuntungan. Batik Tulis Sumbersari Maesan Bondowoso merupakan salah satu home industry batik tulis yang ada di Kabupaten Bondowoso yang mampu berkembang bukan hanya memasarkan produknya dalam tingkat nasional saja tetapi mampu memasarkan produknya hingga kemancanegara. Mengusung konsep one product, one design, one colour telah menjadikan Batik Tulis Sumbersari Maesan Bondowoso sebagai satu-satunya batik tulis yang menjamin produk batiknya yang dipasarkan tidak akan memiliki produk yang kembar dipasaran. Pemilihan bahan baku yang berkualitas tinggi serta proses pembuatan batik tulis yang secara cermat dan teliti dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli dibidang batik menjadikan Batik Tulis Sumbersari Maesan Bondowoso menciptakan citra eksklusif dan elegan serta mewah dibenak konsumen. Penerapan strategi STP Penelitian ini menggunakan metode purposive area, sedangkan subjek pada penelitian merupakan pemilik Batik Tulis Sumbersari Maesan Bondowoso. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif ix kualitatif dengan langkah-langkah pengumpulan data melalui wawancara mendalam Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa Batik Tulis Sumbersari Maesan Bondowoso menciptakan produk batik tulis dengan citra eksklusif dan elegan serta mewah dengan menentukan target pasarnya yaitu kalangan konsumen menengah keatas. Batik Tulis Sumbersari Maesan Bondowoso melakukan positioning dengan cara menempatkan diri sebagai batik tulis unggulan dibenak konsumen dengan selalu menjaga mutu dan kualitas produk batik tulisnya serta menonjolkan citra eksklusif dan elegan serta ditunjang dengan konsep yang matang yaitu one product one design one colour menjadikan Batik Tulis Sumbersari Maesan Bondowoso berkembang hingga kemancanegara seiring dengan perkembangan zaman

    ANALISIS CAMPUR KODE PADA KEGIATAN BERBICARA SISWA SMK PERBANKAN RIAU : SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

    Get PDF
    DEVIE PUTRI RAHMAYUNINGSIH (2024) : ANALISIS CAMPUR KODE PADA KEGIATAN BERBICARA SISWA SMK PERBANKAN RIAU : SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Campur kode merupakan bentuk penggunaan bahasa yang digunakan seseorang yang menggunakan dua bahasa atau lebih. Campur kode ini ada yang berbentuk kata, frasa, klausa dan kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam lingkungan siswa kelas X SMK Perbankan Riau. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas X SMK Perbankan Riau dan objeknya adalah campur kode yang di gunakan siswa. Untuk mewujukan tujuan penelitian yang sudah di sebutkan terdahulu peneliti mengumpulkan data pada penelitian ini menggunakan metode simak,untuk meujudkan metode simak tersebut, peneliti menggunakan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik simak bebas libas cakap beserta teknik catat sebagai teknik lanjutannya. Setelah data penelitian ini terkumpul, selanjutnya peneliti menganalisis data tersebut dengan menggunakan metode Agih yang dilengkapi dengan teknik BUL sebagai teknik dasar dan teknik ganti sebagai teknik lanjutan. Setelah data di analisis, maka ditemukan hasil penelitian ini sebagai berikut (1) Dalam campur kode yang di lakukan siswa dalam proses pembelajaran terdiri campur kode dalam bentuk kata dengan jumlah 17 data (51,52%), dalam bentuk frasa dengan jumlah 3 data (9,1%) , dalam bentuk klausa 1 data (3,1%), dan dalam bentuk kalimat 9 data (27,28%) (2) berdasarkan faktor penyebab terjadinya campur kode disebabkan oleh faktor penutur karena faktor ini merupakan faktor penyebab terbesar di banding faktor yang lain yaitu sebesar 80%. Dari hasil analisis data ditemukan campur kode Bahasa Indonesia dengan Bahasa minang. Kata Kunci: Campur Kode, Lingkungan Kelas, Siswa Perbanka

    ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI BUDI PEKERTI DALAM NASKAH KETOPRAKKUMPULE BALUNG PISAHKARYA TRISNO SANTOSO SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI AJAR PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMAANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI BUDI PEKERTI DALAM NASKAH KETOPRAKKUMPULE BALUNG PISAHKARYA TRISNO SANTOSO SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI AJAR PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Get PDF
    ABSTRAK Devie Rannawati. K4212019.ANALISIS STRUKTURAL DAN NILAI BUDI PEKERTI DALAM NASKAH KETOPRAKKUMPULE BALUNG PISAH KARYA TRISNO SANTOSO SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI AJAR PEMBELAJARAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.Oktober 2016. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan: (1) struktur naskah ketoprak Kumpule BalungPisah karya Trisno Santoso; (2) nilai-nilai budi pekerti naskah ketoprakKumpule BalungPisah karya Trisno Santoso; (3) relevansi naskah ketoprakKumpule BalungPisah karya Trisno Santoso sebagai materi ajar pembelajaran bahasa Jawa di SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan pendekatan analisis isi atau dokumen yaitu dengan menganalisis struktur dan nilai budi pekerti serta relevansi naskah ketoprakKumpule BalungPisah karya Trisno Santoso sebagai materi ajar pembelajaran bahasa Jawa di SMP. Sumber data penelitian antara lain dokumen dan informan. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan datameliputi analisis dokumen dan wawancara. Teknik uji validitas data dengan triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil penelitian meliputi, (1) Tema yang mendasari cerita yaitu menjalin silaturahmi penting dalam suatu hubungan. Tokoh protagonis dalam cerita Bambang Indra dan Bambang Bayura. Tokoh antagonis yaitu Birawa. Tokoh tritagonis antara lain: Ajar Panuntun, Panggah, Panggih, Retna Sundari, Widasari, Rejeki, Gimah, Tlasih, dan Mekar. Dialog menggunakan dua ragam bahasa Jawa, yaitu ragam ngoko dan krama. Setting tempat di rumah Ajar Panuntun tepatnya di atas lincak, di jalan, dan di pinggir mata air.Setting waktu yang terjadi pagi hari. Setting suasana yang meliputi cerita adalah kasih sayang dalam keluarga, kepanikan atau kecemasan, kejengkelan, keakraban, ketegangan dan kebahagiaan. Petunjuk teknis ditulis dalam bentuk narasi, dan cara penulisan lain dengan diapit tanda kurung (....). Amanat yang terkandung yaitu kerukunan, tidak membeda-bedakan dalam pergaulan, melakukan sesuatu dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, menepati janji, mempunyai tujuan hidup atau cita-cita, serta mendidik dengan kasih sayang; (2) Nilai-nilai budi pekerti yang terkandung terdiri: nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai demokratis, nilai mandiri, nilai daya juang, dan nilai tanggung jawab; (3)Naskah ketoprakKumpule Balung Pisah dapat digunakan sebagai materi ajar pembelajaran Bahasa Jawa karena memenuhi kriteria materi ajar yang baik. KataKunci: naskah ketoprak, struktural, budi pekerti, materi aja

    PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) TERHADAP AKHLAKUL KARIMAH SISWA KELAS X DI MAN KOTA BLITAR

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) terhadap Akhlakul Karimah Siswa di MAN Kota Blitar”, ini ditulis oleh Devie Susila Sari, NIM. 1721143109. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh Dr. Chusnul Chotimah, M. Ag, NIP. 19751211 2002 12 2 001 Kata Kunci: Kecerdasan Emosional dalam Mengelola Emosi, Kecerdasan Emosional dalam Memotivasi Diri, Akhlakul Karimah Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya pengertian kecerdasan emosional dan akhlakul karimah siswa terhadap dirinya sendiri, sehingga mereka tidak menyadarinya dan berbuat sesuka mereka sendiri tanpa bisa dikendalikan lagi. Sehingga apabila disekolah siswa/siswi mendapat bimbingan dan sanksi yang diberikan di sekolah, maka akan semakin sedikit siswa yang tidak semaunya sendiri. Rumuusan masalah: (1) Adakah Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Mengelola Emosi terhadap Akhlakul Karimah Siswa di MAN Kota Blitar? (2) Adakah Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Memotivasi Diri terhadap Akhlakul Karimah Siswa di MAN Kota Blitar? (3) Seberapa Besar Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Mengelola Emosi dan Memotivasi Diri terhadap Akhlakul Karimah Siswa di MAN Kota Blitar? Tujuan penelitian: (1) Untuk Mengetahui Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Mengelola Emosi terhadap Akhlakul Karimah Siswa di MAN Kota Blitar. (2) Untuk Mengetahui Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Memotivasi Diri terhadap Akhlakul Karimah Siswa di MAN Kota Blitar. (3) Untuk Mengetahui Seberapa Besar Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Mengelola Emosi dan Memotivasi Diri terhadap Akhlakul Karimah Siswa di MAN Kota Blitar. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan populasi siswa kelas X (Sepuluh) di MAN Kota Blitar, yang terdiri dari 352 siswa. Dengan teknik Non Probability Sampling diperoleh sampel 78 siswa. Hasil penelitian: (1) Ada pengaruh yang signifikan antara Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Mengelola Emosi Terhadap Akhlakul Karimah Siswa di MAN Kota Blitar. Dari hasil analisa pada taraf interval 5% menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,006 < 0,05. (2) Ada pengaruh yang signifikansi antara Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Memotivasi Diri Terhadap Akhlakul Karimah Siswa di MAN Kota Blitaryang ditunjukkan oleh nilaai signifikansi 0,001 < 0,05. (3) Ada pengaruh yang signifikan antara Kecerdasan Emosional (EQ) dalam Mengelola Emosi dan Memotivasi Diri Terhadaap Akhlakul Karimah Siswa di MAN Kota Blitar yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung = 18,004

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATAPELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS X IPS 2 SMA NEGERI 3 PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK Shintya, Devie Tri. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matapelajaran Sejarah Siswa Kelas X IPS 2 SMA Negeri 3 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sejarah, Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Aditya Nugroho Widiadi, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: reciprocal teaching, motivasi belajar, hasil belajar.Perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 terlihat dari proses pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru (teacher centered active learning) tetapi berpusat pada siswa (student centered active learning). Perlu adanya interksi antara guru yang melaksanakan tugas mengajar di satu pihak, dengan siswa yang sedang melaksanakan kegiatan belajar di pihak lain. Pelajaran sejarah di SMA Negeri 3 Pasuruan mengunakan metode ceramah, peran siswa dalam proses pembelajaran sangat pasif, sehingga motivasi dan hasil belajar siswa menjadi rendah. Untuk itu dibutuhkan suatu variasi model pembelajaran yang efektif dan efisien dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, salah satunya adalah model pembelajaran Reciprocal Teaching. Model pembelajaran Reciprocal Teaching adalah kegiatan pembelajaran yang berbentuk dialog antara guru dan siswa yang melibatkan proses berpikir siswa dalam memahami materi yang dipelajari. Dalam model pembelajaran ini, siswa melakukan pembelajaran berupa kegiatan mengajarkan materi kepada teman, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan membimbing jalannya kegiatan.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matapelajaran sejarah siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 3 Pasuruan melalui penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi yang dilakukan di setiap siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 2 SMA Negeri 3 Pasuruan berjumlah 38 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode dokumentasi, wawancara, angket motivasi, dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh melalui metode dokumentasi dan wawancara dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif, sedangkan data yang diperoleh melalui metode angket motivasi dan tes hasil belajar dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif.Hasil yang didapat dari penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matapelajaran sejarah siswa kelas X IPS 2. Motivasi belajar siswa mencapai indikator keberhasilan yaitu ³70%. Hasil belajar siswa juga meningkat dari sebelum diberi tindakan dan sudah mencapai indikator keberhasilan di atas KKM 70. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Reciprocal Teaching dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Untuk peneliti lain diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang telah dilakukan ini agar sistem pembelajaran sejarah di sekolah lebih bervariasi untuk memperbaiki kekurangan dan memperoleh hasil yang lebih memuaskan

    THE IMPACT OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) AND SELF-ACTUALIZATION ON STUDENTS’ SPEAKING SKILL (An Experimental Study at the Second Semester of Uniska Kediri in the Academic Year of 2014/2015)

    Get PDF
    CITRA KURNIA DEVIE. SS891402015. 2015. The Impact of Problem Based Learning (Pbl) and Self-Actualization on Students’ Speaking Skill (An Experimental Study at the Second Semester of Universitas Islam Kadiri Kediri in the Academic Year of 2014/2015). THESIS. The 1stConsultant: Dr. Ngadiso, M.Pd.;The 2nd Consultant:2: Dr. Abdul Asib, M.Pd. Program Study English Education Department of Graduate School of SebelasMaret University. The objective of this study is to reveal whether: (1) Problem Based Learning technique ismore effective than Discussion technique to teach speaking; (2) The students having high self-actualization have better speaking skill than those having low self-actualization; and (3) There is an interaction between teaching techniques and students’ self-actualization in teaching speaking. This research applied an experimental study. The research was done in Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri. The population was the second semester students in the academic year of 2014/2015 totally consisting of 80 students. The sampling used was cluster random sampling. The samples were 40 students where 20 students were in the experimental class (2.B1) and 20 students were in the control class (2.B2). Students in each class were categorized into two groups: students having high and low self-actualization. The instruments used were self-actualization questionnaire and speaking test which were designed by the researcher. Before being applied, those instruments had been tried out to know the readability of the test instruction, the validity and reliability of selfactualization questionnaire. The data obtained were analyzed using ANOVA 2x2 and continued by using TUKEY test. The result of data analysis shows that: (1) Problem Based Learning technique is more effective than Discussion technique to teach speaking; (2) The students having high self-actualization have better speaking skill than those having low self-actualization; and (3) There is an interaction between teaching techniques and students’ self-actualization in teaching speaking. Based on the result of the research, some suggestions can be considered by the teachers, the students, and the next researchers. Those suggestions are related to the clarity of teacher’s instructions, students’ bravery to ask, and the usage of another Problem Based Learning teaching step by the researchers. By considering the suggestions, it is hoped that any deviation of the result of the next research can be minimized
    corecore