1,720,966 research outputs found
TRANSFORMING LEARNING EXPERIENCES IN ART AND DESIGN APPRECIATION: A RESEARCH ON E-LEARNING DESIGN AND DEVELOPMENT
The paper focuses on the design and development of an e-learning course in art and design appreciation. Using the ADDIE model, the study explores the integration of the See Think Wonder approach in the e-learning context. The research aims to enhance learners' engagement, understanding, and appreciation of art and design. The study consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation of art and design appreciation e-learning. The findings indicate that the See Think Wonder approach positively impacts the e-learning environment by increasing learner engagement, critical thinking skills, and emotional connection to artworks. The approach facilitates active participation, critical discussions, and improved observation and interpretation of artworks. The e-learning platform offers flexibility and accessibility, enabling learners to study at their own pace. Multimedia elements and interactive activities enhance the learning experience. Evaluation results support the effectiveness of the course, with learners recognizing the value of the See Think Wonder approach in enhancing art and design appreciation. It improves their confidence in analyzing artworks and deepens their understanding of artistic elements and principles. The research contributes to the field of art and design education by highlighting the potential of e-learning in transforming learning experiences. It provides insights for educators and instructional designers seeking to enhance art and design education through digital platforms
Pencampuran Budaya Cina, Jawa, dan Belanda pada Budaya Makan Cina Peranakan
Abstrak
Budaya Cina peranakan merupakan hasil dari proses akulturasi beberapa budaya.  Oleh karena itu, budaya ini sangat menarik untuk dikaji. Paper ini mencoba mengkaji dengan metode studi literatur latar belakang sejarah dan keunikan budaya cina peranakan pada budaya makan mulai dari etiket, menu dan peralatan makan.  Dari hasil studi ditemukan bahwa walaupun Cina Peranakan terbentuk dari proses akulturasi budaya Jawa, Cina dan Belanda tetapi dalam hal budaya makan, budaya Cina masih mendominasi terutama dalam etiket dan peralatan makan, karena bagi orang Cina makan dipandang sebagai pemersatu keluarga. Akulturasi terjadi pada menu makanan ada unsur bercampur dengan bahan yang tersedia di Indonesia, hal ini terjadi pada lumpia Semarang yang terkenal dengan lumpia berisi rebung sesuai dengan bahan yang tersedia di Semarang.
Â
Kata kunci : Akulturasi Budaya, Cina Peranakan, Budaya makan
Â
Â
Abstract
Cina Peranakan culture is a result of acculturation from different cultures. Therefore, this culture is so interesting to be researched. With literature study method, this paper tries to elaborate the historic point of view to gain closer understanding and synthesize the culture uniqueness with eating culture as object study case. From the study founded that although Cina Peranakan is the melting pot between Java, Dutch and Chinese Cultures, but in food culture the Chinese culture still dominates specially in eating etiquette and tableware. This because for Chinese food is believed as means for family gathering. Meanwhile, the acculturation can be seen in the food menu, because the ingredients needs to be adapted with resources available in Indonesia, this can be seen in Semarang Lumpia that is reknown for rebung, the vegetable available there.
Â
Keywords : Culture assimilation, Cina Peranakan culture, Eating cultur
ITB Journal of Visual Art and Design : Vol. 8, No. 2, December 2016
Pengaruh Lebar Fasad, Warna Interior, dan Lokasi Meja Kasir terhadap Persepsi Aman dan Sikap Konsumen pada Convenience Store
Imtihan Hanum, Prabu Wardono, Deddy Wahyudi
Pengaruh Unsur Alam terhadap Minat Berkunjung Kembali di Mal
Riza Septriani Dewi, Pribadi Widodo, Lies Neni Budiarti
Fenomena Horror Vacui Terkait Aplikasi Ragam Hias Aceh di Interior Bandara Sultan Iskandar Muda Ilham Syahputra, Andriyanto Wibisono, Ruly Darmawan
Penelitian Persepsi Kemasan Produk Skin Care Wanita dengan Pendekatan Teori Semantik
Devanny Gumulya, Talitha Alysia Onggo
Rethinking Brand’s Presence: Universidade Federal Fluminense’s Website Project Focusing on the Users
Caio Vinicius de Macedo Goes, Lilian Soares Pinto de Souza Ribeir
Designing A Social-based Exercise Application To Increase Physical Activity Among College Students
Only 28% of individuals aged 18-25 achieve the recommended level of physical activity. According to the journal “Barriers to high school and university students’ physical activity,” the main barriers to physical activity among individuals aged 18- 25 are lack of time, lack of motivation, and financial limitations to access fitness facilities. These changes may be associated with unhealthy lifestyle behaviors such as weight gain, poor eating habits, and sedentary lifestyles. The proposed solution to improve physical fitness according to CDC standards is the design of a digital application following the concept of social fitness, where environmental factors, friends, and enjoyable experiences will help users become more physically fit through social encouragement. By developing the mobile application “Teman Gerak” integrating features such as joining communities, finding friends, and participating in sports events, it is hoped to increase awareness and exercise experience to motivate users. The method of designing this application includes card sorting, the System Usability Scale, questionnaires, user interviews, and case studies of existing applications to analyze problems and assess the feasibility of the application
KAJIAN ASIMILASI BUDAYA PADA SANDAL DAN TAS WANITA CINA PERANAKAN
Budaya Cina peranakan merupakan hasil dari proses asimilasi beberapa budaya. Namun budaya Cina peranakan kini tidak lagi dikenal oleh masyarakat modern karena keunikannya yang kaya akan unsur ornamen yang bersifat filosofis tergantikan oleh budaya modern yang serba praktis dan fungsionalis. Paper ini mencoba mengkaji latar belakang sejarah dan keunikan budaya cina peranakan pada produk fesyen sandal dan tas. Ditemukan asimilasi budaya Jawa, Belanda, dan Cina yang sangat unik. Perbedaan dari ketiga budaya ini saling mempengaruhi satu sama lain dan menghasilkan keunikan tersendiri yang tertuang pada kekayaan budaya Cina peranakan, contoh pada tas cina peranakan ada motif angsa karena pengaruh budaya Belanda.</jats:p
Pencarian Identitas Desain Lampu Gentur Cianjur Dengan Pendekatan Teori Semiotik
Lampu Gentur merupakan lampu asli kota Cianjur. Keberadaan lampu ini sudah ada sejak 1920. Seiring dengan berkembangnya jaman, bahan pembuatan lampu Gentur digantikan dengan bahan kuningan dan juga kaca yang berwarna-warni. Namun sayangnya hal tersebut tidak diiringi dengan perkembangan desainnya. Desain lampu Gentur dari dulu hingga sekarang hanya mencontoh dari lampu-lampu lain, khususnya bentuk klasik Kolonial Belanda dan Timur Tengah. Hal ini sangat disayangkan karena membuat Lampu Gentur tidak memiliki ciri khasnya tersendiri padahal para pengrajin sangat terampil membuat lampu yang berbahan baku kuningan dan kaca ini. Dilatarbelakangi kurangnya identitas desain lampu gentur, maka paper ini mencoba menghubungkan teori semiotic dalam perancangan ini menghubungkan simbol budaya Cianjur yaitu ayam pelung dan lampu gentur. Tujuan dari penulisan paper ini adalah pencarian identitas desain lampu gentur dengan pendekatan teori semiotic, diharapkan paper ini dapat memberikan model bagi desainer, bagaimana mendesain produk yang beridentitas budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan teori semiotic pada proses desain. Hasil yang didapatkan adalah desain lampu gentur baru dengan mengambil ayam pelung sebagai inspirasi.Gentur lamps are one of Cianjur’s finest crafts. These lamps have been produced since 1920. At first, Gentur lamps were made based on the initiative of the Santri (Islamic priest) to make lighting by imitating Dutch people’s lamps that they used in their houses. Unfortunately, from the 1920s until now, Gentur Lamp designs haven’t developed much in terms of identity, always imitating what’s available in the market. On the other hand, Cianjur people are very skillfull in the craft skill of lamp making. From this lack of design identity background, this paper tries to elucidate the design identity of Gentur lamps by using semiotic theory, by connecting the cultural symbology of Cianjur, pelung chicken with gentur lamps. The purpose of this paper is to probe into design identity in Gentur lamp production by way of semiotics theoretical approach. In doing so, this paper postulates a cultural product design model that is meant to provide designers valuable reference material for designing successfully in a cross-cultural product modality. The final result being the new gentur lamp design with Pelung chicken as design inspiration.</jats:p
DESAIN SEBAGAI STRATEGI DI RENCANA BISNIS DESAIN PRODUK TAS DENGAN PENDEKATAN TEORI SEMANTIK
Saat ini bisnis desain produk sedang marak, produk – produk yang dijual seperti jewelry, produk kulit, baju, dll. Pasar Indonesia sudah mulai mengerti apa itu desain yang baik, dan ingin dikelilingi oleh produk bernilai desain. Melihat anemo pasar yang baik ini maka dibuat penelitian rencana bisnis produk tas. Desain dengan pendekatan teori semantik dikedepankan sebagai strategi utama. Mengapa teori semantik? karena dengan teori semantik dapat memberikan kerangka berpikir yang terstruktur bagaimana menghubungkan filosofi brand dan bahasa desain produknya, bagaimana hubungan makna, penanda dan tanda. Mengapa hal ini menjadi penting? karena saat ini pembeli tidak hanya membeli produk tapi nilai – nilai terkandung didalamnya, dan pengenalan karakter desain dari suatu brand menjadi hal yang penting bagi sebuah perusahaan baru bila ingin bertahan di pasar. Penelitian ini menghasilkan metode terstuktur bagaimana translasi bahasa verbal karakter brand menjadi bahasa visual di lini produk koleksi ekonomis (bread and butter) dan koleksi premium (signature collection). Nama brand dan koleksi produk harus relevan dengan karakter brand. Karakter brand paling dapat dipahami customer lewat elemen bentuk, warna, material dan fungsi. Selain elemen desain pada produk, karakter brand juga penting dikomunikasikan lewat display produk, cara berjualan, serta advertising.</jats:p
Pencarian Identitas Desain Lampu Gentur Cianjur Dengan Pendekatan Teori Semiotik
Lampu Gentur merupakan lampu asli kota Cianjur. Keberadaan lampu ini sudah ada sejak 1920. Seiring dengan berkembangnya jaman, bahan pembuatan lampu Gentur digantikan dengan bahan kuningan dan juga kaca yang berwarna-warni. Namun sayangnya hal tersebut tidak diiringi dengan perkembangan desainnya. Desain lampu Gentur dari dulu hingga sekarang hanya mencontoh dari lampu-lampu lain, khususnya bentuk klasik Kolonial Belanda dan Timur Tengah. Hal ini sangat disayangkan karena membuat Lampu Gentur tidak memiliki ciri khasnya tersendiri padahal para pengrajin sangat terampil membuat lampu yang berbahan baku kuningan dan kaca ini. Dilatarbelakangi kurangnya identitas desain lampu gentur, maka paper ini mencoba menghubungkan teori semiotic dalam perancangan ini menghubungkan simbol budaya Cianjur yaitu ayam pelung dan lampu gentur. Tujuan dari penulisan paper ini adalah pencarian identitas desain lampu gentur dengan pendekatan teori semiotic, diharapkan paper ini dapat memberikan model bagi desainer, bagaimana mendesain produk yang beridentitas budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan teori semiotic pada proses desain. Hasil yang didapatkan adalah desain lampu gentur baru dengan mengambil ayam pelung sebagai inspirasi.
Gentur lamps are one of Cianjur’s finest crafts. These lamps have been produced since 1920. At first, Gentur lamps were made based on the initiative of the Santri (Islamic priest) to make lighting by imitating Dutch people’s lamps that they used in their houses. Unfortunately, from the 1920s until now, Gentur Lamp designs haven’t developed much in terms of identity, always imitating what’s available in the market. On the other hand, Cianjur people are very skillfull in the craft skill of lamp making. From this lack of design identity background, this paper tries to elucidate the design identity of Gentur lamps by using semiotic theory, by connecting the cultural symbology of Cianjur, pelung chicken with gentur lamps. The purpose of this paper is to probe into design identity in Gentur lamp production by way of semiotics theoretical approach. In doing so, this paper postulates a cultural product design model that is meant to provide designers valuable reference material for designing successfully in a cross-cultural product modality. The final result being the new gentur lamp design with Pelung chicken as design inspiration
Eco-Design Strategy Within Design Thinking Framework for Children’s Furniture at Lentera Harapan School Rote, NTT: A Case Study
KAJIAN DESIGN THINKING DARI SISTEM PRODUK SERVIS
Saat ini persaingan bisnis dalam konteks desain produk semakin kompetitif, menjual produk murah dan berkualitas bagus sudah tidak bisa menjanjikan sebuah bisnis dapat bertahan. Fenomena industri kreatif dan kemajuan teknologi komunikasi mendorong tumbuh suburnya industri desain produk denganmodel baru menawarkan produk didukung dengan kemasan servis yang menarik, hal ini dikenal dengan istilah Product Service System (PSS) yaitu
konsep bisnis desain yang menjual
gabungan produk dan servis yang secara spesifik didesain untuk memenuhi kebutuhan konsumen tertentu. Saat ini bisnis desain dengan konsep PSS termasuk baru tapi semakin banyak aplikasinya, tujuan paper ini adalah mengkaji latar belakang munculnya PSS, perkembangan, keunggulan dan beberapa contoh aplikasi PSS di skala intetrnational dan lokal. Lebih dalam lagi dibahas kerangka berpikir PSS, bagaimana mengaplikasikan konsep PSS pada bisnis Desain Produk, Keunikan karakter PSS hasil dari kajian adalah potensi menuju kearah desain berkelanjutan (sustainability) karena fokus pada value bukan pada produk. Karakteristik dari PSS yang didapat dari studi ini adalah komunitas, sistem pembayaran pay per value, kemampuan personalisasi oleh konsumen dan demokratisasi produk. Beberapa karakter ini penting untuk dipertimbangkan dalam perancangan bisnis berkonsep PS
- …
