60 research outputs found

    Kelahiran Baru Di Dalam Kristus Sebagai Titik Awal Pendidikan Karakter Unggul

    No full text
    David Eko Setiawan, Superior character education is a conscious and planned effort that aims to internalize moral values, character which materialized in the implementation of good attitudes and behavior. To achieve these goals, it is necessary to think of an important event that must occur in human life. The event is called new birth. New birth is a spiritual event that can only be done by God through the Holy Spirit to people who believe in the preaching of the gospel. When the event occurs, God will give him a new life. At that time the old nature will be replaced with a new nature so that believers could be able to express a new life. The correlation of the new birth with superior character education is through new birth individuals experience very significant changes. These changes touch aspects such as mind, feeling and will so that one can have superior qualities in him. This is the key to radical change in a person so that eventually he can have a superior characterDavid Eko Setiawan, Pendidikan karakter unggul adalah usaha sadar dan terencana yang bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai moral, akhlak sehingga terwujud dalam implementasi sikap dan perilaku yang baik.  Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu dipikirkan sebuah peristiwa terpenting yang harus terjadi dalam kehidupan manusia.  Peristiwa itu disebut kelahiran baru. Kelahiran baru merupakan peristiwa spiritual yang hanya dapat dikerjakan oleh Allah melalui Roh Kudus  kepada manusia yang percaya kepada pemberitaan Injil.  Ketika peristiwa tersebut terjadi, maka Allah akan memberikan kehidupan baru kepadanya.  Saat itu juga kodrat lama digantikan dengan kodrat yang baru sehingga orang percaya dapat dapat mengungkapkan hidup yang baru.  Korelasi kelahiran baru dengan pendidikan karakter unggul adalah melalui kelahiran baru individu mengalami perubahan yang sangat signifikan. Perubahan tersebut menyentuh aspek pikiran, perasaan dan kehendak sehingga seseorang dapat memiliki sifat-sifat unggul pada dirinya.  Ini  menjadi kunci perubahan yang radikal di dalam diri seseorang sehingga akhirnya dia dapat memiliki karakter unggul

    David Eko Setiawan's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    David Eko Setiawan's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    David Eko Setiawan's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Profil Kemampuan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Menurut David Keirsey

    No full text
    Profil pemecahan masalah matematika adalah gambaran yang dilakukan siswa dalam memecahkan masalah matematika dengan menggunakan 4 langkah pemecahan masalah menurut tahapan Polya yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Masalah matematika adalah pertanyaan atau soal matematika yang dalam memecahkan masalah memerlukan pemahaman dan cara yang tidak biasa untuk menyelesaikannya. Kepribadian adalah susunan sistem psikofisis yang khas pada tiap individu yang didapatkan dari hasil penyesuaian dari lingkungannya dan dapat dibedakan dengan individu lainnya. Kepribadian yang digunakan pada penelitian ini adalah kepribadian menurut David Keirsey yang meliputi Guardian, Artisan, Idealis, dan Rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari tipe kepribadian menurut David Keirsey. Hal yang mendasari penelitian ini dilakukan karena masih banyak siswa yang masih merasa matematika adalah mata pelajaran yang sulit dan hal tersebut sebagian besar disebabkan oleh cara guru dalam mengajar, sehingga diharapkan adanya penelitian ini menjadi panduan guru untuk mengubah cara mengajarnya yang disesuaikan lagi dengan kebiasaan-kebiasaan siswa. Soal cerita yang digunakan adalah sistem persamaan linear tiga variabel dan perbandingan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas Alat Berat SMK Negeri 2 Jember dimana penelitian dimulai pada tanggal 15 Februari 2019 - 22 Februari 2019. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes dan wawancara, dimana angket MBTI untuk kepribadian dan tes pemecahan masalah matematika. Berdasarkan validasi angket kepribadian, soal tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara, didapatkan rerata (Va) untuk angket kepribadian adalah , untuk tes pemecahan masalah adalah 2,875 sedangkan untuk pedoman wawancara adalah 2,83. Angket MBTI diberikan kepada seluruh siswa di salah satu kelas 10 yang kemudian dikelompokkan menjadi siswa guardian, artisan, idealis, dan rasional. Soal tes yang sudah dinyatakan valid dapat diberikan kepada subjek penelitian sebagai instrumen tes. Hasil pekerjaan siswa kemudian dianalisis berdasarkan empat tahap Polya selanjutnya dilakukan wawancara terhadap subjek penelitian yang dipilih yakni siswa kepribadian guardian, artisan, idealis dan rasional. Berdasarkan kemampuan pemecahan masalah siswa berkepribadian guardian pada tahap memahami masalah, siswa dapat menuliskan yang diketahui dan ditanyakan serta siswa dapat menggambarkan permasalahan sdengan tepat dan benar. Pada tahap merencanakan penyelesaian siswa mengetahui teori yang digunakan namun siswa tidak menyusun strategi atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah. Pada tahap melaksanakan rencana, siswa dapat melaksanakanrencana untuk menyelesaikan masalah hanya saja siswa kurang teliti sehingga hasil yang di dapat kurang tepat. Pada tahap memeriksa kembali, siswa tidak memeriksa kembali atau mempertimbangkan kembali pekerjaannya dan siswa hanya menemiliki satu alternatif penyelesaia

    THE REUNIFICATION OF THE COUPLE IN CATHERINE SPENCER’S THE MILLIONAIRE’S MARRIAGE AS THE REPRESENTATION OF WORLD VIEW ON CLASS PROBLEM (RUJUKNYA SEPASANG SUAMI-ISTRI DALAM NOVEL THE MILLIONAIRE'S MARRIAGE CATHERINE SPENCER SEBAGAI REPRESENTASI PANDANGAN DUNIA DALAM PERMASALAHAN KELAS)

    No full text
    The Millionaire’s Marriage is novel written by Catherine Spencer from Canada. Max Logan and Gabriella Siklossy is a couple who separated during several years because there are some different characters, attitudes and backgrounds of various life aspects. To analyze this case, deductive method can be applied to research social conflict on author world view. Their meetings when Gabriella’s parents will visit to Max's residence was the effects of previous problem on their household relationship but this unplanned meeting results a reunification between two main characters which have different social status. The content of the story reflected two main characters which have different social status can be re-united through understanding each other and adjustment

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AWAL AL-QUR’AN MELALUI METODE ALBANA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

    No full text
    As an institution that is concerned with Islamic Education, especially the Qur'an, TK Aisyiyah 19 Bandung has made Al-Qur'an education as a priority curriculum. Based on this, the author tries to apply the Al-Qur'an learning method that is more interesting, by using Al-Bana Al-Qur’an learning method (story-based). The purpose of this study was to improve the early reading abilities of Al-Qur'an children in group B TK Aisyiyah 19 Bandung. The method used in this research is a descriptive qualitative method, with the type of classroom action research. The results of this study indicate that the application of Al-Bana Al-Qur’an learning method influences the early reading ability of Al-Qur’an children aged 5-6 years in TK Aisyiyah 19 Bandung.   Sebagai lembaga yang konsen terhadap Pendidikan Islam khususnya Al-Qur’an, TK Aisyiyah 19 Bandung telah menjadikan pendidikan Al-Qur’an sebagai kurikulum unggulan. Berdasarkan hal tersebut, penulis mencoba menerapkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang lebih menarik, dengan menggunakan metode pembelajaran Al-Qur’an Al-Bana (berbasis cerita). Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membaca awal Al-Qur’an anak kelompok B TK Aisyiyah 19 Bandung. Metode yang digunakan dalama penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  penerapan metode pembelajaran Al-Qur’an Al-Bana berpengaruh terhadap kemampuan membaca awal Al-Qur’an anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 19 Bandung.   Keywords: Al-Bana method, The early of Qur’an reading abilitie

    Refleksi Pastoral terhadap Konsep Keselamatan dalam Universalisme Ditinjau dari Soteriologi Kristen

    No full text
    Universalisme adalah salah satu paham yang secara nyata telah mempengaruhi Kekristenan. Sejarah mencatat bahwa ada beberapa tokoh gereja yang terpengaruh dan mengajarkannya sehingga menimbulkan penyesatan. Penyesatan ini berdampak pada iman sebagaian orang Kristen yang kemudian menyimpang dari iman yang ortodoks. Dan fakta menunjukkan bahwa pengaruh Universalisme masih dapat dirasakan sampai sekarang.Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penulis tergerak untuk membuat tulisan tentang refleksi pastoral terhadap Universalisme. Melalui tulisan ini, penulis ingin merefleksi ajaran-ajaran universalisme tentang keselamatan berdasarkan Soteriologi Kristen bagi pelayanan pastoral sehingga dapat menemukan jalan keluar bagi para jemaat yang telah terpengaruh oleh pengajaran tersebut
    corecore