4 research outputs found
Pengembangan Desain Bolero Pada Busana Pengantin Bekasri Lamongan
Abstrak
Busana pengantin bekasri Lamongan merupakan busana pengantin khas Lamongan yang terdiri dari busana wanita dan pria. Busana pengantin wanita terdiri dari kemben dan kain panjang, sedangkan busana pria terdiri dari stagen dan kain panjang yang dilengkapi dengan aksesoris pendukung. Busana pengantin bekasri Lamongan telah mengalami beberapa modifikasi, hal ini disebabkan permintaan masyarakat Lamongan, terutama di wilayah pesisir yang masih kental dengan agama Islam cenderung menggunakan busana pengantin bergaya muslim. Modifikasi yang dilakukan berupa penambahan bolero pada busana pengantin pria dan wanita dengan tujuan memberi kesan lebih tertutup. Namun bentuk bolero masih sangat sederhana, sehingga perlu dikembangkan untuk menghasilkan bentuk bolero yang lebih bervariasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengembangkan desain bolero busana pengantin bekasri Lamongan dan menentukan desain bolero terbaik. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah metode observasi terhadap sepasang desain bolero hasil pengembangan yang dinilai berdasarkan aspek bentuk, hiasan, pakem, warna, dan estetika. Hasil penelitian berupa : (1) Pengembangan desain bolero busana pengantin bekasri Lamongan yang terdiri dari 5 desain bolero wanita dan 5 desain bolero pria. (2) Hasil pengembangan bolero terbaik wanita adalah desain keempat dengan perolehan nilai rata-rata dari aspek bentuk 3,23, aspek hiasan 3,00, aspek pakem 3,20, aspek warna 3,17 dan aspek estetika 3,23. Nilai rata-rata desain keempat wanita adalah 3,16 dan jumlah persentase 79,00% termasuk dalam kategori baik. Sementara hasil pengembangan desain bolero pria terbaik juga desain keempat dengan perolehan nilai rata-rata dari aspek bentuk 3,17, aspek hiasan 3,07, aspek pakem 3,07, aspek warna 3,13 dan aspek estetika 3,10. Nilai rata-rata desain keempat pria adalah 3,10 dengan persentase 77,00% termasuk dalam kategori baik.
Kata Kunci: Pengembangan desain, Desain Bolero, Pengantin Bekasri Lamongan.
Abstract
Lamongan bekasri bridal wear is traditional bridal of Lamongan which consisted pair of brides and bridegroom. brides consists of kemben and long fabric, while bridegroom consists of stagen and long fabric completed with additional accessories. Bekasri bridal wear had obtained many modifications, it's caused by request of Lamongan people, especially from the coast territory that are strongly influence by Islam religion which tends to used bridal wear with Moslem style. The modifications conducted are adding bolero on men and brides wear in order to gives more closed impression. But the shape of bolero is still simple, therefore required to be developed in order to produce more variation of bolero shape. This research is descriptive which aimed to develop bolero design of Lamongan bekasri bridal wear and determine the best bolero designs. Data collected technique used observation toward pairs of bolero results of the development assessed based on aspects of shape, ornament, standard, color, and aesthetic. Research yields are: (1) the development of bolero design of Lamongan bekasri bridal wear consist of 5 designs women bolero and 5 designs men bolero. (2) The best result of women bolero development is fourth design with score mean for shape aspect 3.23, ornament aspect 3.00, standard aspect 3.20, color aspect 3.17, and aesthetic aspect 3.23. Total mean score for fourth women design is 3.16 and percentage 79.00% included in good category. The best development of men bolero also obtained from fourth design with mean score for shape aspect 3.17, ornament aspect 3.07, standard aspect 3.07, color aspect 3.13, and aesthetic aspect 3.10. Total mean score for fourth men design is 3.10 with percentage 77.00% included in good category.
Keywords: Design development, bolero design, Lamongan bekasri bridal wear.
 
The Effect of Problem Based Learning Models and Levels of Creativity Toward Student Outcomes in Vocational High School
This study aims to determine the level of creativity of students who are taught using problem based learning models and students who are taught using direct learning models. To find out the learning outcomes of students who have a high level of creativity and creativity level of creativity is low. The method used in this study is Quasi Experimental. The design used is a 2x2 factorial design, because this design can be used to see student learning outcomes before administering treatments and after giving treatments. The results of the study found: (1) the level of creativity of students who study using a learning model based on higher learning outcomes compared to students who learn with the direct learning model; (2) student learning outcomes with a high level of creativity, significantly higher than students who have low levels of creativity; and (3) there is an interaction between the use of learning models and the level of creativity on student learning outcomes. This study concludes that: (1) problem based learning models can improve student creativity; (2) students who have a high level of creativity, higher learning outcomes than students who have low levels of creativity; and (3) there is an interaction between the use of learning models and the level of creativity on student learning outcomes
Curriculum Development Based On INQF and Business/Industries Sector for Improvement Competency of Basic Pattern Making Students at Vocational High School
Pembuatan Tas Tangan Dari Kardus Susu Bekas Kepada Siswi SMP Plus Darussalam Dan Tata Busana SMK Darussalam Blokagung Banyuwangi
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan cara pengolohan limbah kardus susu yang tidak terpakai dijadikan barang yang berguna dan mempunyai nilai kepada masyarakat khususnya siswi SMP PLUS Darussalam dan siswi SMK Darussalam. Materi yang disampaikan adalah pemberdayaan siswi dan pelatihan membuat tas tangan dari kardus bekas susu. Adapun Tahapan pelaksanaan yang digunakan adalah 1) Inisiasi program, 2) Sosialisasi kepada siswi terkait kegiatan yang akan dilaksanakan, 3) Pendampingan pembuatan tas, 4) Evaluasi program. Melalui kegiatan ini siswi SMP PLUS Darussalam dan siswi SMK Darussalam diharapkan mampu membuat karya tas tangan dari kardus susu yang di dampingi para Dosen Akademi Komunitas Darussalam. Hasil dari kegiatan ini para peserta sangat antusias dalam melakukan kegiatan pelatihan ini dikarenakan ini merupakan pengalaman yang berhargag bagi mereka serta menambah pengetahuan baru, dan dari pihak Kepala Sekolah meminta agar kerjasama pelatihan ini tetap terjalin setiap tahunya
