1,721,032 research outputs found

    Dukungan Tokoh Laki­Laki Terhadap Feminisme Dalam Fiksi Jawa Modern Bertema Kekerasan

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan sikap tokoh laki­laki terhadap kekerasan yang menimpa perempuan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan teori New Historicism, sebuah teori yang memiliki anggapan adanya hubungan timbal balik antara teks dan konteks sastra, mengungkap permasalahan sampai ke akarnya, dan memberikan perhatian kepada kelompok yang termarjinalkan, salah satunya perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah karya sastra Jawa modern berbentuk novel dan cerita bersambung yang terbit tahun 2001—2010. Data penelitian ada dua jenis, yaitu primer dan sekunder, yakni teks dan konteks. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tokoh laki­laki mendukung dikukuhkannya ideologi feminisme. Para tokoh laki­laki membantu tokoh­tokoh perempuan untuk lepas dari kekerasan. Bahkan, para tokoh laki­laki juga membantu para perempuan untuk memulai hidup mandiri. Di akhir cerita, empat tokoh lelaki dalam empat dari enam cerita, menikahi tokoh­tokoh perempuan yang berhasil lepas dari kekerasan.&#x0D; &#x0D; Abstract: &#x0D; The purpose of this research is to describe male character’s attitude toward violence which happen to women. In achieving that purpose, this research uses New Historicism theory, a theory which has a belief that there is a reciprocal relationship between text and literature context, reveals the base of the matter, and gives attention to marginal groups, one of them is woman. This research is a qualitative one. The sources of data are modern Javanese literary works in the form of novels and serials published in 2001—2010. There are two kinds of research data, primary and secondary; text is the primary data, whereas context is the secondary one. The data analysis uses content analysis. The result of research shows that the male characters in six stories support feminism ideology. The male characters help women released from violence. Moreover, the male characters also help women to begin to live independently. In the end of the stories, four male characters in four stories of six stories, married the female characters who got released from violence.&#x0D; &#x0D; Key Words: released from violence, independent, get married</jats:p

    Eksistensi Roman Sacuwil dalam Sastra Jawa Modern

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hakikat roman sacuwil sebagai karya sastra, mendeskripsikan kondisi lingkungan cerita tersebut lahir, yakni penerbit dan pengarangnya, dan mendeskripsikan nilai dan fungsi roman sacuwil bagi pembacanya. Untuk mencapai ketiga hal tersebut digunakan pendekatan struktural dan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah delapan puluh tiga cerita Roman Sacuwil hasil karya sepuluh pengarang produktif yang terbit tahun 2001-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat roman sacuwil merupakan sastra remaja yang memiliki mutu populer. Unsur-unsur pembangunnya diolah secara ngambang. Meskipun ada beberapa karya yang diolah dengan bagus, namun tidak mam- pu mengangkat roman sacuwil. Roman sacuwil memiliki ciri khusus, yakni dihuni oleh tokoh muda-mudi, bercerita tentang cinta dan persahabatan. Para pengarang roman sacuwil sebagian besar hanya mengarang di rubrik tersebut. Nilai-nilai persahabatan muda-mudi yang terkandung dalam roman sacuwil merupakan media pendidikan bagi muda-mudi dalam membentuk karakter pergaulan muda-mudi Jawa yang jauh dari pergaulan bebas seperti di Barat.&#x0D; &#x0D; Abstract: &#x0D; This paper aims to describe the essence of roman sacuwil as a literary work, background of roman sacuwil i.e. the publisher and the author, and value and the function of roman sacuwil for the reader. To capture those problems, structural approach and the theory of sociology of literature are used in the analysis. The data of this research are eighty three works of roman sacuwil, written by ten authors that published in 2001-2005. The research shows that roman sacuwil is a teenage literature which is potentially enough to be quite popular. However, the elements of the story in roman sacuwil are not written well, that make the development indolence. Roman sacuwil has specific characteristics such as the character is teenager and the theme is about love and friendship. Therefore, roman sacuwil has its own rubric in Jaya Baya. The glorious value of friendship among teenager is a media to educate and build a good characteristic of the young generations.&#x0D; &#x0D; Key Words: teenage literature, the essence, the value, the function</jats:p

    PENGGUNAAN MEDIA KORAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MEMINDAI DI SEKOLAH DASAR

    Full text link
    In the implementation of learning teachers are often faced with various problems. Problems that arise can be caused by some factor. Among them is a less conducive class situation as perceived by students of class V A SDN No. 100 / Ma.Bungo. The concentration of students is disturbed by the noise of the class next to his right. Lack of attention of parents to student learning also affect the motivation of student learning in school. So that students are less serious in following learning. The most important problem is the problem of learning, where the acquisition of student learning outcomes at the end of learning is not in accordance with the learning objectives that have been planned at the beginning of learning. The learning problem being encountered by the author arises when students are told to search for information quickly and precisely from a text by reading the scan. &nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Alternative problem solving that will be done based on the authors review with supervisor 2 on the results of problem analysis, the main factor is the main cause of the presentation of the material is not accompanied by learning media. Thus an alternative problem solving the low ability of class V A students in doing reading scan is by "Use of newspaper media in the implementation of learning"

    FENOMENA PERDAGANGAN PEREMPUAN DALAM FIKSI JAWA MODERN

    No full text
    This study aims to describe woman trafficking practice in modern Javanese fiction. Woman trafficking was analyzed based on the ideology and causes using New Historicism theory. The findings show that woman trafficking experienced by the characters in all of the stories is the same. They are deceived by procurers and sold as prostitutes in Indonesia and abroad. There are three causes of womantrafficking, i.e. a view looking down on women, woman dependency, and women’s poverty and low education. The stories of woman trafficking support feminism more. Women as victims of woman trafficking can get freedom and autonomy. Feminism ideology is also supported by men. The male characters help the female characters release themselves from woman trafficking by accepting them as their partners

    PENGARUH PENGETAHUAN LINGKUNGAN DAN PERSEPSI PELAKU UMKM DI LAPANGAN SUBIANTORO SUKAMAJU TERHADAP PENERAPAN EKONOMI HIJAU

    Full text link
    ABSTRAK Darni, 2023. “Pengaruh Pengetahuan Lingkungan dan Persepsi Pelaku UMKM di Lapangan Subiantoro Sukamaju Terhadap Penerapan Ekonomi Hijau” Penelitian ini berujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan pengetahuan lingkungan dan persepsi pelaku UMKM di Lapangan Subiantoro Sukamaju terhadap penerapan ekonomi hijau. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket yang diberikan secara langsung ke responden dengan populasi semua pelaku UMKM yang ada di Lapangan Subiantoro Sukamaju. Teknik pengambilan sampel dengan sampel jenuh dimana semua populasi dijadikan sampel sebanyak 30 pelaku UMKM. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif analisis inferensial dengan teknik analisis data menggunakan bantuan software SPSS versi 25. Hasil dari penelitian ini pada hasil uji t pada variabel pengetahuan lingkungan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penerapan ekonomi hijau dengan nilai signifikansi 0,689 > 0,05 dengan nilai t hitung < t tabel (0,404 < 2,052). Hasil uji t pada variabel persepsi ditemukan bahwa persepsi tidak berpengaruh signifikan terhadap penerapan ekonomi hijau dengan nilai signifikansi 0,598 > 0,05 dengan nilai t hitung < t tabel (0,534 < 2,052). Hasil penelitian menunjukkan variabel pengetahuan lingkungan dan persepsi pelaku UMKM di Lapangan Subiantoro secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap penerapan ekonomi hijau dengan nilai signifikansi 0,796 > 0,05 dan nilai koefisiensi determinasi (R2 ) 0,017 hal ini menunjukkan bahwa variabel Pengetahuan Lingkungan dan Persepsi hanya berpengaruh 1,7% terhadap penerapan ekonomi hijau. Sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Kata Kunci: Ekonomi Hijau, Pengetahuan Lingkungan, Perseps

    Inferioritas Tokoh Utama dalam Novel Guwing Karya Suharmono Kasiyun (Kajian Psikologi Individual Alfred Adler)

    Full text link
    ABSTRAKInferioritas adalah perasaan yang tumbuh dari diri pribadi yang merasa lebih lemah dan rendah dari orang lain, hal tersebut disebabkan oleh keadaan tertentu dalam lingkungan masyarakat. Novel Guwing karya Suharmono Kasiyun merupakan novel yang bercerita tentang tokoh utama yang memiliki problem kejiwaan berupa perasaan inferior. Tokoh utama berusaha mengatasi perasaan inferior tersebut dan mencapai superioritas dengan caradorongan dari diri sendiri dan motivasi dari orang lain. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah dengan teknik studi kepustakaan, baca, dan catat. Cara analisis data menggunakan cara reduksi data. Sumber data yang digunakan adalah karya sastra berupa novel. Masalah yang dibahas dalam artikel ini adalah representasi inferioritas tokoh utama, akibat tumbuhnya inferioritas tokoh utama, dan upaya untuk mengatasi inferioritas tokoh utama. Artikel ini menggunakan pendekatan psikologi individual Alfred Adler, karena teori Adler membahas tentang kepribadian dan berfokus pada orang- orang yang lemah dan memiliki kondisi fisik yang kurang sempurna. Salah satu konsep yang dicetuskan Adler adalah superioritas, yakni tujuan individu yang semula mengembangkan perasaan inferior ingin menjadi superior. Representasi inferioritas tokoh utama terbagi menjadi tiga yaitu perasaan minder, frustasi, dan was-was. Penyebab tumbuhnya inferioritas tokoh utama ada tiga yaitu cacat fisik, gaya hidup diabaikan, dan keadaan yang tidak diharapkan. Upaya tokoh utama untuk mengatasi perasaan inferiornya adalah dengan cara mengakhiri hidup dan akrab dengan orang lain. Kata kunci: Inferioritas, Tokoh Utama, Superiorita

    Alih Wahana Teks Kidung Sudamala ke dalam Pentas Teater Kidung Sudamala

    Full text link
    Artikel penelitian ini ditulis untuk mengungkap bentuk perubahan yang terjadi kerena adanya alih wahana dari teks Kidung Sudamala menjadi pentas teater Kidung Sudamala oleh kelompok Trah Lasem. Teori transformasi yang dikemukakan oleh Riffatere dan Pradotokusumo digunakan untuk mencari wujud ekspansi dan eksep yang difokuskan pada unsur intrinsik berupa alur dan tokoh. Metode deskriptif kualitatif dipilih dalam penelitian ini karena data berupa kalimat yang didapat dari dua sumber berupa hipogram dan karya hasil transformasi akan dibandingkan dan dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pentas teater Kidung Sudamala merupakan gambaran sederhana dari teks Kidung Sudamala bagian parwa I sampai parwa III saja dengan adanya penambahan dan pengurangan alur serta tokoh. Penambahan dan pengurangan tersebut merupakan bentuk penyesuaian yang dilakukan oleh sutradara karena perubahan media yang digunakan untuk menyampaikan cerita. Selain itu penambahan dan pengurangan juga menunjukkan kreatifitas pengkarya dalam upaya menyampaikan benang merah cerita dengan baik. Kata Kunci: dramatisasi, transformasi, ekspansi, dan ekser

    Representasi Alam dalam Novel Prau Layar ing Kali Opak Karya Budi Sarjono (Tintingan Ekokritik Sastra)

    No full text
    Novel Prau Layar ing Kali Opak &nbsp;karya Budi Sarjono&nbsp; merupakan karya sastra yang berwujud novel yang menggunakan bahasa Jawa dan termasuk jenis novel ekologi. Novel tersebut menggambarkan kearifan lingkungan dan menceritakan hubungan antara manusia, hewan, dan tumbuhan terhadap lingkungan yang diwujudkan dengan penggambaran kehidupan masyarakat Gunungkidul yang bergantung dengan alam. Kehidupan masyarakat Gunungkidul mengolah alam untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan berpegang dengan prinsip-prinsip etika lingkungan. Penjelasan tersebut menunjukkan adanya bab yang melatar belakangi ditulisnya penelitian ini yaitu (1) penggambaran alam; dan (2) wujud kepedulian tokoh terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan teori ekokritik sastra, termasuk penelitian deskriptif dengan memberikan gambaran secara rinci dan jelas. Sumber data penelitian ini yaitu novel PLIKO yang tersususun dari 11 bagian judul. Data penelitian ini berupa cuplikan-cuplikan dalam novel yang memiliki hubungan dengan rumusan masalah penelitian. Cara memperoleh data menggunakan teknik kapustakan, sedangkan cara menganalisis data menggunakan teknik deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa novel PLIKO karya Budi sarjono termasuk novel ekologis yang memuat berbagai aspek ekologis. Aspek-aspek ekologis tersebut terfokus dalam penggambaran alam dan kepedulian tokoh terhadap lingkungan yang terdapat dalam cerita. Wujud penggambaran alam dibagi menjadi lima yaitu (1) permukiman; (2) sungai; (3) laut dan pantai; (4) gunung; lan (5) hutan, pengambaran alam tersebut masih asru, terawatt, dan tertata. sedangkan wujud kepedulian tokoh terbagi menjadi dua,pertama yaitu etika lingkungan berupa (1) sikap hormat terhadap alam; (2) sikapa solidaritas terhadap alam; dan (3) sikap kasih sayang dan kepedulian terhadap alam. Kedua&nbsp; hubungan manusia dengan lingkungan dengan paham determinisme dan paham posibilisme. &nbsp; Kata kunci: Novel Prau Layar ing Kali Opak, ekokritik sastra, novel ekologi

    Perjodohan dalam Novel Nasibe Guru Haryoko Karya Tulus Setiyadi

    Full text link
    Novel Nasibe Guru Haryoko karangan Tulus Setiyadi merupakan karya sastra Jawa yang membahas masalah sosial. Salah satu masalah sosial yang diangkat yaitu perjodohan yang dialami oleh tokoh. Perjodohan dalam novel NGH tersebut dianalisis menggunakan teori sosiologi sastra Wellek &amp; Warren, dengan merelevansikan pola perjodohan dan adat perjodohan dalam masyarakat Jawa. Hasil analisis menunjukan bahwa pola perjodohan dalam novel NGH dibagi menjadi dua yaitu dijodohkan. Pola perjodohan melalui cara dijodohkan, dipengaruhi oleh peran orangtua yaitu berupa (1) menjodohkan, (2) memberi pengertian, (3) memberi restu dan (4) memberi keputusan dengan pertimbangan status sosial pasangan. Kriteria tersebut kerap digunakan oleh masyarakat khususnya Jawa dalam menimbang jodoh &nbsp;anak yaitu berupa bobot, bibit, bebet pasangan dengan kriteria dominan yaitu berdasar status sosialnya. Kata Kunci: Pola, Status Sosial, Kriteria, Peran Orangtu

    Kemiskinan dalam Antologi Cerkak Paron Karya Poerwadhie Atmodihardjo (Kajian Sosiologi Sastra)

    Full text link
    KEMISKINAN DALAM ANTOLOGI CERKAK PARON KARYA POERWADHIE ATMODIHARDJO (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) &nbsp; Abstrak Kemiskinan merupakan masalah yang terjadi di tengah kehidupan sosial dan masih ada dari jaman dulu hingga sekarang. Seperti ketika Indonesia baru merdeka, keadaan ekonomi masih belum stabil. Melalui karya sastra Antologi Cerkak Paron yang ditulis oleh Poerwadhie Atmodihardjo berhasil menggambarkan keadaan masyarakat miskin pedesaan pada masa itu. Analisis menggunakan teori sosiologi sastra, mengidentifikasi ciri-ciri, sebab-akibat dan bentuk kemiskinan dalam cerkak-cerkak tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini mengenai pekerjaan, kebutuhan hidup, dan kriminalitas dalam Antologi Cerkak Paron. Teori sosiologi sastra dapat membantu menganalisis sebab-akibat kemiskinan dengan baik. Melalui analisis data dapat diketahui penyebab dari kemiskinan, yakni dikarenakan kurangnya pendidikan, tidak memiliki keterampilan tertentu sehingga masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan, hanya dapat bekerja seadanya dengan memanfaatkan sumber daya alam serta lingkungan atau meneruskan pekerjaan dari orang tua seperti menjadi petani. Pekerjaan yang seadanya itu menyebabkan penghasilan yang kurang dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti kebutuhan dasar berupa sandang, pangan, dan papan. Dihimpit keadaan dan kebutuhan dapat menimbulkan perilaku nekat dan berakhir melakukan tindakan kriminal yang melanggar norma serta aturan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kemiskinan masyarakat pedesaan ketika masa Indonesia baru Merdeka. Pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik baca, dan teknik tulis serta menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kata kunci: kemiskinan, kebutuhan hidup, pekerjaan, kriminal, sosiologi sastra
    corecore