1,722,731 research outputs found
Peka Matematika SMA/MA Dasar
Buku kategori matematika yang berjudul Peka Matematika SMA/MA Dasar merupakan buku karya dari Darmawati. Nilai Mutlak adalah nilai suatu bilangan yang dihitung dari jarak bilangan itu dengan nol (0), sehingga bilangan yang dinilai mutlakkan selalu bernilai positif. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk membayangkan nilai mutlak adalah jarak (tak berarah)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WANITA USIA SUBUR MEMILIH KONTRASEPSI SUNTIK
ABSTRAKKontrasepsi adalah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, usaha tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen. Kontrasepsi suntikan adalah salah satu jenis kontrasepsi dengan jalan penyuntikan sebagai usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan melalui suntikan hormonal. Berdasarkan fenomena Pasangan Usia Subur yang menggunakan kontrasepsi suntik sebanyak 51,21%, pil 40,02%, implant 4,93%, Intra Uterine Device (IUD) 2,72%, Metode Operasi Wanita (MOW) (2,6%), Metode Operasi Pria (MOP) (0,3%), dan kondom (0,6%) dari hasil prevalensi angka saat ini kontrsepasi suntik adalah jenis kontrasepsi yang banyak dipilih oleh akseptor KB. Faktor-faktor yang mempengaruhi wanita usia subur memilih kontrasepsi suntik antara lain, pendidikan, sosial ekonomi, sikap, pelayanan kontrasepsi dan dukungan keluaraga. Agar penggunaan kontrasepsi suntik secara dapat efektif, dalam hal ini perawat maternitas perlu memberikan konseling dan informasi secara lengkap agar pencapaian angka keberhasilan kontrasepsi suntik tercapai. Informasi yang perlu diketahui oleh akseptor sampai dengan bagaimana efek samping dari kontrasepsi suntik karena pada dasarnya alat kontrasepsi yang efektif adalah jenis kontrasepsi seperti alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).Kata kunci: Wanita usia subur, kontrasepsi, suntik ABSTRACTContraception is efforts to prevent pregnancy which can be temporary or permanent. Contraceptive injection is one of contraception types with injection as an effort to prevent pregnancy by means of hormonal injection.according to phenomenon, reproductive couples use contraceptive injection i.e. 51,21%, pills 40,02%, implants 4,93%, Intra Uterine Device (IUD) 2,72%, women surgery method (2,6%), men surgery method (0,3%), and condom (0,6%). From the current prevalence, contraceptive injection is the most chosen by family planning acceptors. Factors affect reproductive women include education, socioeconomic, behaviour, centraception services and family support. To use contraceptive injection effectively, maternity nurses require to deliver counseling and information adequately so that contraceptive injection successfully achieved. Acceptors needs to acquire information relate side effects since basically contraception devices are effective for instance intrauterin device (IUD).Keywords: Reproductive women, contraception, injectio
STUDI KOMPARATIF ANGKA KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROGRAM KEBERHASILAN MENYUSUI DI PROVINSI ACEH TAHUN 2014
ABSTRAKPemberian ASI Eksklusif kepada bayi merupakan strategi yang sedang gencar dipromosikan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Di Indonesia, pemberian ASI Eksklusif telah ditetapkan sebagai kebijakan oleh Menteri Kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh institusi pelayanan kesehatan yang dikenal dengan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat keberhasilan yang dicapai oleh Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin dan Rumah Sakit Umum Ibu dan Anak Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah studi perbandingan dengan metode pengumpulan data cross-sectional approach. Adapun teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dan total sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dari tanggal 02 Juni 17 Juni 2014 dengan jumlah responden pasien sebanyak 87 orang dan responden petugas kesehatan sebanyak 34 orang. Pengumpulan data menggunakan 2 jenis kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik t-test independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai t-hitung dari t-tabel (0,1471,729), hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan keberhasilan dalam pelaksanaan program keberhasilan menyusui oleh petugas kesehatan antara RSUDZA dan RSIA. Dan terdapat perbedaan keberhasilan pelaksanaan program keberhasilan menyusui di tinjau dari respon pasien antara RSUDZA dan RSIA Banda Aceh, dimana RSIA memiliki tingkat respon pasien yang lebih tinggi dalam pelaksanaan program keberhasilan menyusui dibandingkan dengan RSUDZA dengan nilai t-hitung t-tabel (7,7521,663). Diharapkan kepada petugas kesehatan dimasing-masing rumah sakit untuk dapat meningkatkan pelaksanaan program keberhasilan menyusui ini untuk meningkatkan tingkat keberhasilan pemberian ASI di Indonesia.Kata kunci : Keberhasilan Menyusui, ASI Eksklusif.ABSTRACTThe exclusive breastfeeding for infants is a strategy which is being aggressively promoted to build the good quality of human resources. In Indonesia, the exclusive breastfeeding has been established as a policy by the Minister of Health that must be implemented by all health care institutions which is known as 10 Steps to Succesful Breastfeeding. The goal of this research is to compare the level of success achieved by dr. Zainoel Abidin Public Hospital and Maternity and Pediatric Public Hospital Banda Aceh . The research design is comparative study by using cross-sectional approach survey with purposive sampling and total sampling as sampling technique. The collecting data for this research was conducted from 2nd to 17th June 2014 among 87 respondents for patient and 34 respondents for health officers. Data collection used 2 kinds of questionnaire and was analysed by using t-test independent statistical test. The results showed that the value t-count t-table (0.147 1.729), indicating that there is no difference in the success of the implementation of the program successful breastfeeding by health workers between RSUDZA and RSIA. And there are differences in the successful implementation of the program successful breastfeeding in the review of the patient's response between RSUDZA and RSIA Banda Aceh, which has a response rate of patients RSIA higher in the implementation of programs successful breastfeeding as compared with RSUDZA the value t-count t-table (7.752 1.663). It is recommended for all the health officers in each of the hospital to improve the implementation of the program for increasing the successful rate of breastfeeding in Indonesia.Keywords : successful breastfeeding, Exclusive Breastfeedin
KEIKUTSERTAAN MENJADI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA PADA PASANGAN USIA SUBUR DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL DAN BUDAYA
ABSTRAKDalam beberapa sosial budaya dimasyarakat ada yang belum dapat menerima program pengaturan jarak kehamilan secara nyata, sehingga hal ini dapat mempengaruhi keikutsertaan mereka menjadi akseptor keluarga berencana. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keikutsertaan menjadi akseptor keluarga berencana pada pasangan usia subur ditinjau dari aspek sosial budaya. Jenis penelitian ini deskriptif eksploratif, dengan desain penelitian cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur berjenis kelamin perempuan sebanyak 100 yang diperoleh dengan dengan metode multistage random sampling. Kuesioner dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dikembangkan sendiri dari peneliti. Hasil penelitian menunjukkan ditinjau dari aspek sosial keikutsertaan akseptor KB pada PUS Di PKM Blang Bintang berada pada katagori tidak mendukung dengan jumlah 59 responden dan dari aspek budaya berada pada kategori tidak mendukung dengan jumlah 55 responden serta jumlah keikutsertaan berada pada kategori positif sebanyak 52 responden. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat menggalakan dan mensosialisasi kembali tentang jenis dan alat kontrasepsi serta bagi pasangan usia subur di PKM Blang Bintang diharapkan dapat menerima mengenai informasi alat-alat dan metode kontrasepsi.Kata kunci: Sosial, budaya, PUS, keikutsertaan, keluarga berencanaABSTRACTThere are some socio-culture in the community that has not been able to receive a real-time spacing regimen, so this may effect their participation as family planning acceptors. The purpose of this study is to determine the participation of family planning acceptors in couples of reproductive age in terms of socio-cultural aspects. Respondents in this study were female fertile couples age of 100 obtained by multistage random sampling method. Questionnaire in this research is self-developed questionnaire from researcher. The results showed 59 respondents who viewed from the social aspect of the acceptance KB acceptor in couple of reproductive age in PKM Blang Bintang are in a non-supportive category. On the culture aspects, 55 respondents are in the category does not support. And 52 respondents are in positive category. It is expected that health workers should be able to promote and re-socialize the type and tools of contraception and for couples of reproductive age in PKM Blang Bintang expected to receive information on devices and methods contraceptive.Keywords: Social, culture, couples of reproductive age, participation, family plannin
KANKER SERVIKS WANITA USIA SUBUR
ABSTRAKPersoalan kesehatan reproduksi tidak hanya menyangkut wanita usia subur tetapi mencakup setiap tahapperkembangan wanita mulai dari kanak-kanak, remaja, dewasa sampai dengan lanjut usia. Salah satu masalahkesehatan reproduksi saat ini yang paling tinggi prevalensinya adalah kanker serviks. Banyak wanita yangtidak memahami tentang resiko dan penyebab dari kanker serviks sehingga hampir rata-rata wanita yangterkena datang ke pelayanan kesehatan dengan kondisi stadium lanjut. Sebenarnya kanker serviks dapatdiketahui sejak dini dengan beberapa pemeriksaan awal untuk mendeteksinya seperti Inspeculo visual asetat(IVA) dan Pap smear sehingga yang hal tersebut dapat menugurangi terjadi kanker serviks stadium lanjut.Diharapkan dengan tulisan ini masyarakat khususnya wanita usia subur dapat mengetahui sedini mungkintentang kanker serviks dan cara penanggulangannya. Peran perawat sebagai tenaga kesehatan sangat pentinguntuk mensosialisasi dengan kegiatan penyuluhan kesehatan agar masyarakat luas khususnya wanita dapatmengetahui informasi yang berhubungan dengan kanker serviks.Kata kunci: kesehatan reproduksi, kanker serviks, wanita usia subur.ABSTRACTReproduction health issue is not only about reproductive age women, but also includes all of womendevelopmental phases which start from child, teenager, adult, and elder. One of the highest prevalent healthreproduction problems today is cervical cancer. Many women do not understand about the risks and causesof cervical cancer so that almost averages of them visit the health services when suffering end stage ofcancer. Actually, cervical cancer can be recognized earlier by some examinations to detect it such asInspeculo Visual Asetat (IVA) and Pap smear that can lower the prevalence of end stage of cervical cancer.It is expected that community especially reproductive age women know about cervical cancer and itstreatment by reading this paper. Nurse role as health provider is very important to socialize it by conductinghealth education so that community especially reproductive age women obtain information related tocervical cancer.Keywords: reproduction health, cervical cancer, reproductive age women
MENGENALI ABORTUS DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS
ABSTRAKAbortus adalah penghentian kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar rahim yaitu usia kurang dari 20minggu usia kehamilan dengan berat janin kurang dari 500 gram. Sikap wanita yang mengalami abortus akansangat dipengaruhi oleh dukungan yang ditunjukkan oleh pasangan, keluarga, teman serta tenaga kesehatan.Berbagai faktor diduga sebagai penyebab abortus spontan, diantaranya adalah faktor ibu, faktor janin, faktoribu dan faktor eksternal lainnya. Faktor ibu seperti usia, paritas, mempunyai riwayat keguguran sebelumnya,infeksi pada daerah genital, penyakit kronis yang diderita ibu,bentuk rahim yang kurang sempurna, mioma,gaya hidup yang tidak sehat, minum obat-obatan yang dapat membahayakan kandungan, stress atauketakutan, hubungan sek dengan orgasme sewaktu hamil dan kelelahan karena sering bepergian dengankendaraan. Sedangkan Abortus karena faktor janin bisa disebabkan oleh kelainan kromosom Faktoreksternal lain yang juga bisa menyebabkan abortus seperti seperti trauma fisik, terkena pengaruh radiasi,polusi, pestisida, dan berada dalam medan magnet di atas batas normal. Dalam menjalankan peran pendidiksebagai perawat maternitas, pasien perlu diberikan informasi dan edukasi yang tepat agar dapat mencegahdan mengetahui sedini mungkin faktor-faktor pencetus terjadinya abortus.Kata Kunci: Pengetahuan, Abortus, Faktor yang berhubungan dengan abortus.ABSTRACTAbortion is a fetus weighing less than 500 g or having completed less than 20 weeks gestational age at thetime of expulsion from the uterus, having no chance of survival. The abortus woman attitude is affected bythe support that given by husband, family, friends and health care provider. Many factors assumed asetiology of spontaneous abortion, include mother factor, fetal factor and others eksternal factors. Motherfactors such as age, paritas, previous history of abortus, genital infection, chronic disease, unwell uterus,mioma, poor lifestyle, drugs, fear and stress, sex activity and orgasme during pregnant and fatique-inducedactivity. Fetal factor related to abortion such as abnormality of chromosom. The others eksternal factorsinclude fisical injury, radiation, pollution, pesticides and on overcapacity megnet area. Regarding the rulesof maternity nurses as educator, the patients must be given appropriate information and education in orderto prevent and know early conditions affected abortus.Keywords: knowledge, abortus, related factors of abortu
Peka Soal Matematika SMA/MA Kelas X, XI & XII
Buku kategori Buku Matematika yang berjudul Peka Soal Matematika SMA/MA Kelas X, XI & XII merupakan karya dari Darmawati. Buku ini disusun khusus berupa ringkasan materi esensial dilengkapi contoh soal dan pembahasan yang biasa dikeluarkan pada penilaian harian, penilaian akhir semester dan ujian satuan pendidikan bahkan ujian akhir nasional untuk mempertajam pemahaman siswa. Pembahasan contoh soal dibuat sedetail mungkin disertai beberapa jenis soal yang menggunakan trik tertentu sesuai kaidah matematika. Pada akhir setiap bab diberikan latihan soal mandiri yang diambil dari soal-soal penilaian harian, soal try out ujian nasional, soal penilaian akhir semester, UN, UNBK, UTBK maupun soal-soal yang dibuat oleh penulis sendiri
PENGARUH EFEKTIFITAS KONSELING TERHADAP DUKUNGAN SUAMI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KB DAN PEMILIHAN KONTRASEPSI
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektifitas konseling terhadap dukungan suami dalam pengambilan keputusan KB dan pemilihan kontrasepsi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengaruh dari efektifitas konseling yang diberikan kepada suami dan variabeldependen adalah dukungan suami. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental, dengan Pretest-Postest non-Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah para suami yang mempunyai istri dalam masa postpartum yang di rawat di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jumlah sampel 62 orang, 31 orang kelompok intervensi dan 31 orang kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah Chi Square ()2 dan diolah dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dukungan suami sebelum dan setelah pemberian konseling pada kelompok intervensi P Value= 0,006, terdapat pengaruh dukungan suami antara sebelum dan setelah pemberian konseling pada kelompok intervensi P Value= 0,000, tidak ada pengaruh dukungan suami sebelum pemberian konseling pada kedua kelompok P Value= 0,611, tidak ada pengaruh dukungan suami setelah pemberian konseling pada kedua kelompok P Value= 0,192, ada perbedaan yang signifikan keikutsertaan KB antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol P Value= 1.000. Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber referensi bagi berbagai pihak untuk melaksanakan konseling secara efektif khususnya pada masyarakat yang masih menganggap KB adalah hal yang tabu untuk dibicarakan dan masih adanya pertentangan dalam budaya dan nilai agama.Kata Kunci : Konseling, dukungan suami, keputusan KB, kontrasepsiABSTRACTThe study aimed to know the effect of the effective counseling for the husband support in decision making and selection of contraceptive KB. The independent variable of this study is the impact of effective counseling which is provided for the husband and the dependent variable is the husband support. This study was used quasi experimental design, with Pretest-Posttest non-Equivalent Control Group Design. The population of this study is the husbands which had the postpartum wife and treated in RSUD Dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh. The sample was 62 people, 31 people in the experimental group and 31 people in the control group. The samples were collected by using purposive sampling technique with using the Slovin formulate. Analysis method used in this study was Chi Square () 2 and it was processed by using SPSS software. The result of the study showed that there is an effect of the husband support before and after giving the counseling in the experimental group with P value= 0.006, there is an effect of the husband support before and after giving the counseling in the experimental group with P value= 0.000, there is no effect of the husband support before giving the counseling in both groups with P value= 0.192, there is significant different of the participation KB between the experimental and the control groups with P value= 1.000. This study can be used as the reference resource for all parties to do the effective counseling especially in the community which still think KB is taboo to talk, and there is still disagreement in the cultural and religious value.Keywords: Counseling, husband support, KB decisions, contraceptiv
MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIK INSTALASI PENERANGAN LISTRIK BERBASIS MASALAH DENGAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING
Darmawati
Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Pascasarjana Universitas Negeri Makassar
E-mail: [email protected]
ABSTRAK
DARMAWATI. 2015. Model pembelajaran praktik Instalasi Penerangan Listrik berbasis masalah dengan pendekatan Quantumm learning.
(Dibimbing Oleh: Abdul Muis Mappalotteng dan Hasanah Nur)
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengembangkan model pembelajaran praktik Intalasi Penerangan Listrik berbasis masalah dengan pendekatan quantumm learning di SMK Negeri 1 Pattallassang Kab. Gowa . (2) Untuk mengembangkan model pembelajaran praktik Instalasi Penerangan Listrik berbasis masalah dengan pendekatan quantumm learning di SMK Negeri 1 Pattallassang Kab. Gowa ditinjau dari kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. (3) Untuk mengetahui aktivitas belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran praktik Instalasi Penerangan Listrik berbasis masalah dengan pendekatan quantumm learning di SMK Negeri 1 Pattallassang Kab. Gowa. (3) Untuk mengetahui respon peserta didik pada penerapan model pembelajaran praktik Instalasi Penerangan Listrik berbasis masalah dengan pendekatan quantumm learning di SMK Negeri 1 Pattallassang Kab. Gowa.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang difokuskan pada pengembangan model dan bahan ajar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan Four-D yang dilakukan dengan beberapa tahap yakni (1) pendefinisian (define), (2) Perancangan (design), (3) Pengembangan (development), (4) Penyebaran (disseminate). Model pembelajaran praktik Instalasi Penerangan Listrik berbasis masalah dengan pendekatan quantumm learning yang telah dikembangkan, divalidasi oleh dua orang ahli dan mengalami revisi sehingga di dapatkan hasil yang layak untuk digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran praktik Instalasi Penerangan Listrik ber basis masalah dengan pendekatan quantumm learning yang dikembangkan setelah dilakukan validasi tersebut dinyatakan valid. Model pembelajaran praktik Instalasi Penerangan Listrik berbasis masalah dengan pendekatan quantumm learning dikatakan praktis karena seluruh aspek dalam pembelajaran berada pada kategori sangat baik. Model pembelajaran praktik Instalasi Penerangan Listrik berbasis masalah dengan pendekatan quantumm learning dikatakan efektif karena telah memenuhi kriteria keefektifan, dengan hasil: (1) memenuhi syarat kevalidan, (2) aktivitas belajar peserta didik terlaksana seluruhnya dan, (3) aktivitas guru terlaksana seluruhnya (4) peserta didik memberikan respon yang positif terhadap model pembelajaran praktik Instalasi Penerangan Listrik berbasis masalah dengan pendekatan quantumm learning
Kata Kunci : Pengembangan, Model Pembelajaran Praktik Berbasis Masalah
ABSTRACT
Darmawati.2015. The practical work of electricity installation using quantumm learning approach: A learning model.
(Supervised by Abdul Muis Mappalotteng & Hasanah Nur)
This research of students of SMKN 1 Pattallassang Kab Gowa is conducted to meet several goals. Firstly, it is carried out to improve a teaching model of electricity installation using the quantumm learning approach. Secondly, it aims to verify and confirm the approach used in terms of validity, efficacy and practicality. Another objective is to measure the efficacy of the quantumm learning approach, and lastly it is conducted to understand students’ responses towards the approach used.
This is a ’development’ research focuses on improving learning model and teaching resources. This research particularly employs the Four-D model which is done within several steps covering defining, designing, developing and disseminating. The improved teaching model used in the site of the study had been validated by two experts and had been revised for feasibility purposes.
The result of the study shows that the teaching model of electricity installation using quantumm learning approach is categorized valid. It is also contended to be practical as all learning aspects receive very good responses. This model is also signified to be effective because it meets all validity requirements, it enables researcher/teacher to accomplish all prepared teaching and learning activities, and it receives students’ positive responses.
Keywords: Development, Teaching Model Problem Base Learning
PERSEPSI PASIEN TENTANG PERAN PERAWAT PELAKSANA DALAM PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING POSTPARTUM SECTIO CAESAREA DI RUANG SEUREUNE 3 RSUDZA BANDA ACEH
ABSTRAKPerawat merupakan orang terdekat selama pasien menjalani persalinan dan perawatn post partum di rumah sakit, oleh karena itu perawat harus memberikan informasi kepada pasien tentang hal-hal yang dibutuhkan atau diwaspadai setelah pasien pulang kerumah. untuk memenuhi perannya perawat erikan penjelasan tentang berbagai hal untuk persiapan pulang pasien antara laientangn nutrisi dan cairan, mobilisasi/ambulasi dan personal hygiene. tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran tentang persepsi pasien tentang peran perawat pelaksana dalam pelaksanaan discharge planning postpartum sectio caesare. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif eksploratif dengan jumlah sampel yang digunakan untuk menjadi responden 83 orang Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian persepsi pasien tentang peran perawat pelaksana dalam pelaksanaan discharge planning postpartum sectio caesarea berada pada kategori baik yaitu 57,8%. Persepsi pasien tentang peran perawat pelaksana dalam pelaksanaan discharge planning tentang nutrisi dan cairan bagi postpartum sectio caesarea berada pada kategori baik yaitu 53,0%. Persepsi pasien tentang peran perawat pelaksana dalam pelaksanaan discharge planning tentang mobilisasi/ambulasi bagi postpartum sectio caesarea di ruang seureune 3 berada pada kategori baik yaitu 72,3%. Persepsi pasien tentang peran perawat pelaksana dalam pelaksanaan discharge planning tentang personal hygiene bagi postpartum sectio caesarea berada pada kategori baik yaitu 54,2%. Diharapkan kepada perawat untuk meningkatkan perannya dalam memberikan discharge planning pada postpartum sectio caesarea sehingga pasien mampu melakukan perawatan dirinya secara mandiri di rumah.Kata Kunci: Persepsi, Discharge planning, sectio Caesare
- …
