155,082 research outputs found
The emerging legal framework for private sector development in Viet Nam's transitional economy
A major objective of Viet Nam's transition to a market economy has been to reactivate the private sector in a mixed economy. Several new laws have been introduced in the past five years to implement this policy and to create an enabling environment for the private sector. The author reviews some of the more important laws and regulations that affect Viet Nam's private sector activities, including laws on real property, intellectual property, companies, domestic investment, foreign investment, bankruptcy, contracts, and dispute resolution. Anti-monopoly law has not yet been introduced in Viet Nam. The issue of competition is addressed in the context of trade law, the relative roles of the state and private sector, and restrictions in company law. These areas all establish the foundation of a legal framework for a market economy. The author concludes that Viet Nam's legal framework, like China's, is still influenced by ideology, which causes problems in such areas as private ownership of real property and with such fundamental legal concepts as"due process of law."It is noted that the private sector is constrained by the lack of an independent judiciary, the absence of private land ownership, other uncertainties in property law that limit the develpoment of financial markets, and the inherent bias of the system in favor of the state sector (and collective ownership). Also noted is a law-abiding attitude, equally important to development has been slow to develop. The author goes on to point out that the foreign investment process is too complicated, and its company law too restrictive. A first priority should be to strreamline regulations, as well as liberalize trade policy and increase efforts in privatization of state enterprises. In this respect the author notes that export processing zones may be a useful interim instrument to attract foreign investment but should be phased out over time. More important in the long term is a good investment climate resting on a strong legal foundation.Legal Products,Environmental Economics&Policies,Banks&Banking Reform,Municipal Housing and Land,Municipal Financial Management,Environmental Economics&Policies,Banks&Banking Reform,Municipal Housing and Land,Legal Products,Municipal Financial Management
KARAKTERISTIK MORFOLOGI, ANATOMI DAN PRODUKSI TERNA AKSESI NILAM ASAL ACEH DAN SUMATERA UTARA
Nilam (Pogostemon cablin) merupakan sa-lah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang mempunyai peranan penting, baik sebagai sumber devisa negara maupun se-bagai pendapatan petani. Tanaman nilam telah lama dibudidayakan di Indonesia dengan daerah sentra produksi Aceh, Su-matera Utara dan Bengkulu yang meng-alami perkembangan cukup pesat. Minyak nilam digunakan dalam industri parfum, pembuatan sabun kosmetik, antiseptik dan insektisida. Produksi minyak nilam ditentu-kan oleh varietas. Untuk mendapatkan produksi secara kualitas dan kuantitas yang tinggi diperlukan varietas unggul. Ta-hapan penelitian untuk mendapatkan va-rietas unggul dimulai dari eksplorasi ka-rakterisasi morfologi, anatomi dan pro-duksi terna. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik sejak Januari sampai Desember 2009 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi, anatomi dan produksi 10 aksesi nilam asal Aceh dan Sumatera Utara. Parameter yang di-amati meliputi karakter morfologi, anatomi dan produksi terna serta minyak. Berda-sarkan karakter bentuk daun dan batang tidak banyak ditemukan variasi, namun bi-la dilihat dari karakter bentuk pangkal dan ujung daun terdapat variasi, diantaranya berbentuk tumpul, rata, gasal dan runcing. Karakter jumlah sel/kelenjar minyak yang terletak pada sel palisade maupun sel bu-nga karang sangat bervariasi. Potensi pro-duksi terna segar berkisar antara 96,0-319,1 g/phn, tertinggi terdapat pada ak-sesi TM-3 (319,1 g) terendah pada aksesi SK (96,0 g), produksi terna kering berki-sar antara 35,6-97,9 g/phn, tertinggi pa-da aksesi TM-3 (97,9 g) terendah pada aksesi SK (35,6 g). Kadar minyak atsiri berkisar antara 2,52-4,15% per pohon, tertinggi pada aksesi SK (4,15%) dan terendah pada aksesi Sipede 4 (2,52%)
The Chinese politics of communication technology: utility, state building and control
This study provides an examination into the formulation and construction of information and communication technology policy in China. It traces the rise of information technology and the “informatization” drive in China’s political rhetoric, and identifies the changes and trajectory of information and communication technology in China’s overall policy scheme. It then asks and provides an explanatory account on why information and communication technology has risen as a central component of China’s modernization campaign, and through the this analysis, discusses what the rise of information technology informs us about Chinese political culture, practice and institutional framework. The research finds that unlike in western states, in China, the state takes a central role in deploying and diffusing communication technologies. In this process, the state embedded its values and goals into the design of an information society, and into how a specific form of communication technology should be utilized and managed. In this process, the state has made its transition from bureaucratic and ideological control to a form of “soft control” that rests on scientism, professionalism and system-based rules. The utopian vision of an “information society”, the nationalist pride in China’s technology achievement, and the shared experience of cohesion and unity enabled by information and communication technology contribute to the formation of a collective national identity, in which boosts political legitimacy, and defuses the conflicts and tensions that arise from rapid economic development and socio-structural changes. Adding to the current body of research on communication technology and its impact on China, this research shifts the focus from the effect of technology, to the meaning of it. And rather than viewing communication technology as a “tool” for the ruling party to propagate its dominant agenda and directives, this study uses technology as an analytical vehicle and medium to examine the larger political system that gives meaning and significance to the behavior of its people and the organization of social movements. It opens the political utilization of communication technology to critical inquiry, and broadens the discussion of technological problems (and solutions), both practical and symbolic, to China’s political and communication systems.Ph. D.Includes bibliographical referencesby Dan S
Pengaruh Antara Penggunaan Media Sosial Tiktok Dengan Tingkat Stress Mahasiswa UIN SU Medan
Penelitian ini menjelaskan temuan penelitian lapangan yang dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan media sosial TikTok oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (UIN SU) dan dampaknya terhadap tingkat stres mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terstruktur. Wawancara dengan mahasiswa UIN SU Medan mengungkapkan bahwa TikTok banyak digunakan untuk hiburan, hubungan sosial, dan ekspresi kreatif. Mahasiswa sering menonton dan membuat materi TikTok, mulai dari yang lucu hingga yang bersifat instruksional. Selain itu, TikTok digunakan untuk mempelajari tren terkini dan saran kehidupan siswa. Meski memberikan efek baik seperti menurunkan stres, penggunaan TikTok berlebihan juga dapat mengganggu tidur dan perhatian akademis. Penelitian ini juga menemukan bahwa intensitas penggunaan TikTok oleh mahasiswa UIN SU Medan dapat berdampak pada kesehatan mentalnya. Berdasarkan wawancara dengan responden, meskipun TikTok memberikan kesenangan dan melepaskan diri dari ketegangan akademis, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan tekanan sosial dan berdampak negatif pada prestasi akademik. Siswa memahami pentingnya manajemen waktu dan penggunaan yang bijaksana dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas online dan kehidupan nyata. Kesimpulannya, penelitian ini menekankan kompleksitas penggunaan TikTok di kalangan mahasiswa sebagai bagian dari kehidupan digital mereka, yang memiliki konsekuensi terhadap kesehatan mental dan pola perilaku akademis yang memerlukan penyelidikan tambahan dalam konteks pendidikan tinggi
JURNAL PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI PENGARUH NARKOBA DI LINGKUNGAN REMAJA
Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Penggunaan narkoba akan menimbulkan efek ketergantungan. Pemakaian yang melampaui batas dapat menyebabkan kematian. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, dapat mencegah seseorang menggunakan narkoba dan dapat membantu seseorang keluar dari kebiasaannya menggunakan narkoba.Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi). Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika. Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mental dan perilaku.Peran bimbingan dan konseling Islam sangat dibutuhkan dalam menghadapi permasalahan masyarakat yang semakin kompleks. Seorang konselor Islam dituntut memiliki pengetahuan tentang agama Islam, pengetahuan dan ketrampilan konseling umum untuk dipadukan ke dalam pelaksanaan konseling, sehingga klien bisa merasa terbantu dengan konseling yang diberikan oleh seorang konselor. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat kita dan ini menimbulkan dampak yang luas terhadap munculnya permasalahan- permasalahn lain adalah penggunaan dan pemakaian narkoba. Faktor penyebab penyalahgunaan NAPZA pada subyek pertama yaitu faktor individu (kepribadian) dan faktor lingkungan pergaulan (teman sebaya). Sedangkan faktor penyebab penyalahgunaan NAPZA pada subyek kedua yaitu faktor keluarga (broken home) dan faktor lingkungan tempat tinggal. Upaya guru bimbingan dan konseling terhadap kedua subyek yang sudah terlanjur menyalahgunakan NAPZA dilakukan melalui layanan informasi, konseling individual, home visit dan mengadakan razia.Kata kunci: Narkoba, Remaja, Bimbingan dan Konselin
Analisis dan kajian geguritan Salampah Laku karya Ida Padanda Made Sidemen
Geguritan Salampah Laku ini adalah hasil penelitian dari Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus, Drs. I Made Suastika SU, Drs. I Made Seraya, dan Drs. I Nyoman Sulaga, yang dibiayai oleh Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara Jakarta pada tahun anggaran 1987/ 1988. Geguritan Salampah
Laku adalah suatu karya sastra tradisiona1 Bali yang dibangun oleh 13 jenis pupuh dan terdiri dari 121 bait, masing-masing pupuh sinom (17 bait), pupuh mijil (19 bait), pupuh adri (14 bait), pupuh ginanti (9 bait), pupuh maskumambang ( 10 bait), pupuh pucung (7 bait), pupuh megatruh (14 bait), pupuh semarandana (3 bait), pupuh wasi (3 bait), pupuh jerum (3 bait), dan pupuh durma (1 bait)
DAMPAK DAN MOTIVASI BIMBINGAN TERHADAP ANAK KORBAN PERCERAIAN
Dalam perceraian orang tua yang menjadi korban utama adalah anak-anak, banyak orang tua yang tidak menyadari apa resiko atau dampak yang akan di dapatkan anak dari perceraian orang tua tersebut. Tidak sedikit korban perceraian akan menjadi lebih nakal akibat kurangnya kasih sayang yang di dapatkan. Anak tersebut juga akan menimbulkan emosi sedihnya dan rasa cemburu dengan keharmonisan yang dimiliki oleh keluarga teman-temannya. Selain itu anak broken home lebih cenderung menjadi anak yang introvert. Banyak dampak yang dialami oleh anak-anak broken home sehingga antara orang tua, guru disekolah dan konselor harus menjalin kerja sama untuk menumbuhkan semangat anak tersebut, merubah nya menjadi anak yang lebih terbuka terhadap sosial dan mendukungnya dalam setiap lamgkah untuk menggapai cita-citanya demi masa depannya yang cemerlang.Kata Kunci : Perceraian, Dampak dan Upaya Motivas
직교 부호 도약 다중화 통신 방식 및 장치
Method and apparatus for statistically multiplexing corresponding channels using an orthogonal code hopping in a wire/wireless communication system in which a plurality of synchronized communication channels coexist through one media. The system including a first communication station and a plurality of second communications includes an orthogonal code hopping pattern generator (380), a spreader (385) for selecting a corresponding orthogonal code symbol in the orthogonal code, a collision comparator and controller (384) for monitoring whether the orthogonal code symbols collide and determining whether the send data symbols to the second communication stations coincide in the collision area, a unit for stopping transmission in case of collision of the hopping patterns and discordance of the transmission data symbols, and a transmission power controller (315, 335) for compensating an average receiving energy loss
- …
