782 research outputs found

    Pioneer personal history of Dan Pugh

    No full text
    Typescript of a biography of Dan Pugh of Ogden, Utah, based on an interview. He was born in Wales in 1856, and he immigrated with his family to Utah in 1869. Text by Elvera Manful and Virginia Howell of Ogden, typed July 10, 193

    Welsh awakenings

    No full text
    Contributions by E. Wyn James to Dan Pugh and Jonathan Thomas, 'Welsh Awakenings' (Pugh Productions, 2023), a documentary on the history of religious revivals in Wales, together with contributions to the accompanying DVDs

    PERBEDAAN KADAR HYPOXIA INDUCIBLE FACTOR 1 ALPHA SERUM DAN ALKALINE PHOSPHATASE SERUM BERDASARKAN KLASIFIKASI CHILD-TURCOTTE-PUGH PADA PASIEN SIROSIS HATI

    No full text
    Pendahuluan Hipoksia sangat berperan dalam patogenesis sirosis hati. Hypoxia Inducible Factor 1 Alpha adalah regulator transkripsi yang memiliki efek respon homeostasis terhadap tekanan oksigen yang rendah dan telah diidentifikasi sebagai mediator kunci angiogenesis, inflamasi, dan metabolisme. Peningkatan Hypoxia Inducible Factor 1 Alpha dalam sitoplasma sel hati berpengaruh terhadap nukleus sel hati yang ditandai dengan peningkatan Alkaline Phosphatase. Klasifikasi Child-Turcotte-Pugh dapat menilai berat penyakit pasien sirosis hati. Oleh karena tingginya faktor risiko kematian pasien sirosis hati, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Hypoxia Inducible Factor 1 Alpha dan Alkaline Phosphatase berdasarkan klasifikasi Child-Turcotte-Pugh pada pasien sirosis hati. Metode Penelitian observational analitik dengan pendekatan cross sectional di Instalasi Rawat Inap dan Rawat Jalan Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang selama 6 bulan. Sampel dipilih secara consecutive sampling, dengan total 39 orang yang terdiri dari 13 orang pasien Child-Turcotte-Pugh A, 13 orang pasien Child-Turcotte-Pugh B dan 13 orang pasien Child-Turcotte-Pugh C. Kadar HIF-1α serum diperiksa dengan metode ELISA. Kadar ALP diperiksa melalui kimia klinik. Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik untuk melihat perbedaan antara ketiga kelompok. Hasil Kadar HIF-1α serum pada pasien Child-Turcotte-Pugh C lebih tinggi dibandingkan pasien Child-Turcotte-Pugh B dan Child-Turcotte-Pugh A dan berdasarkan uji Kruskal-Wallis tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada ketiga kelompok (p>0.05). Kadar ALP serum pasien Child-Turcotte-Pugh C lebih tinggi dibandingkan pasien Child-Turcotte-Pugh B dan Child-Turcotte-Pugh A dan berdasarkan uji Kruskal-Wallis terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada ketiga kelompok (p<0.05). Diskusi Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar HIF-1α, terdapat perbedaan bermakna kadar ALP pada pasien sirosis hati dengan Child-Turcotte-Pugh A, B dan C

    Hubungan Skor Ultrasonografi Nishiura dan Skor Child-Pugh dalam Menentukan Derajat Sirosis Hepatis.

    No full text
    Ultrasonografi mempunyai beberapa keunggulan diantaranya tidak invasif, murah, aman diulang untuk evaluasi rutin, dan akurat untuk menilai perubahan patologis pada pasien sirosis hepatis. Skor ultrasonografi dari parameter bentuk sudut, permukaan hepar, dan ekho parenkim hepar, dengan mengkombinasikan probe frekuensi rendah dan tinggi yang ditemukan oleh Nishiura, telah diketahui mempunyai hubungan yang signifikan dengan derajat fibrosis pada biopsi. Sistem skor ini tepat memprediksi sirosis dengan sensitivitas 100%. Penelitian lain melaporkan bahwa beberapa parameter ultrasonografi lain (asites, nodul, trombosis vena porta) berhubungan dengan beratnya sirosis. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan antara skor ultrasonografi Nishiura dan parameter ultrasonografi lain (asites, nodul, dan trombus vena porta) dengan klasifikasi Child-Pugh, dalam menentukan derajat sirosis hepatis. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Tigapuluh tujuh pasien sirosis hepatis diikutkan dalam penelitian, dipilih dengan cara consequtive sampling. Sampel diklasifikasikan menjadi Child A, B, dan C berdasarkan klasifikasi Child-Pugh. Kriteria eksklusi meliputi pasien sirosis hepatis dengan penyakit lain diantaranya penyakit ginjal kronis, gagal jantung, malignansi, dissiminated tuberculosis, dan penyakit lain yang memberikan gambaran patologi difus pada ultrasonografi. Ultrasonografi menggunakan alat GE Logic S6, dengan probe berfrekuensi 3,5 MHz dan 12 MHz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel sirosis hepatis terbanyak laki-laki (70,3 %) pada dekade ke-5 dan 6 (64,8 %), keluhan terbanyak hematemesis melena (29,7%) dan asites (27%), 86,5% sampel fibrosis berat (skor ultrasonografi Nishiura ≥6), dan terbanyak (40,5%) mempunyai klasifikasi Child B. Skor total dari ultrasonografi berdasar Nishiura tidak berhubungan signifikan dengan klasifikasi Child-Pugh (p = 0.167), namun parameter bentuk sudut dan ekho parenkim hepar berhubungan signifikan (p = 0,044 dan 0,035). Asites merupakan parameter terkuat yang menentukan klasifikasi Child-Pugh dibanding parameter Child-Pugh yang lain (p = 0,000, Spearman`s rho 0,808). Asites baik sedikit atau banyak dan nodul lebih dari 2 cm dapat digunakan untuk memperkirakan Child B, sedangkan trombus vena porta (obstruksi parsial maupun total) untuk memperkirakan Child C. Skor asites, nodul, dan trombus vena porta berhubungan signifikan dengan beratnya derajat sirosis hepatis (p = 0,000, Spearman`s rho = 0,731). Tidak ada hubungan signifikan antara trombus vena porta dengan skor INR/status hiperkoagulopati (p = 0,469)

    Analysis of Platelet Count on Liver Cirrhosis Patients Based on Child-Pugh Classification

    No full text
    Liver cirrhosis is described as a diffused pathological process which marked with fibrosis and architectural changes of normal liver that becomes an abnormal nodular structure. Liver cirrhosis is caused by chronic liver disease of virus nor non virus. Thrombocytopenia is a hematology abnormality which frequently found on liver cirrhosis patients. Severity level and prognosis of liver cirrhosis can be determined by Child-Pugh classification. This research aims to know the difference of mean platelet count on liver cirrhosis patients based on Child-Pugh classification. It applied analytic observational method with cross-sectional design. The data was taken from medical records of patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital in Samarinda of 2018-2020 period. Statistical analysis was using Kruskal-Wallis test. The results showed liver cirrhosis patients in Child-Pugh C is at most. Mean platelet count of liver cirrhosis with Child-Pugh A is 73.250/?l, Child-Pugh B is 126.370/?l, and Child-Pugh C is 148.375/ ?l. Based on statistical test, the score p = 0,19 (p &gt; 0,05), there are no differences of mean platelet count among the three Child-Pugh classifications

    GAMBARAN PENDERITA SIROSIS HEPATIS BERDASARKAN KLASIFIKASI CHILD TURCOTTE PUGH DAN PENYEBAB KEMATIAN DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG

    No full text
    Sirosis hepatis merupakan penyakit hati kronis yang ditandai dengan distorsi arsitektur hepar dan pembentukan nodulus regeneratif pada stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif. Berat ringannya penyakit sirosis hepatis dapat dinilai dengan menggunakan klasifikasi Child Turcotte Pugh. Angka kematian penyakit sirosis hepatis, tinggi karena komplikasinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penderita sirosis hepatis berdasarkan klasifikasi Child Turcotte Pugh dan penyebab kematiannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain retrospektif. Sampel penelitian ini berjumlah 135 orang penderita sirosis hepatis yang meninggal di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2015 – 2017. Dari hasil penelitian didapatkan frekuensi klasifikasi Child Turcotte Pugh pada pasien sirosis yang meninggal adalah CTP-C sebanyak 90,4%, CTP-B sebanyak 9,6% dan tidak ada pasien sirosis hepatis dengan CTP-A yang meninggal dunia. Frekuensi penyebab pasien sirosis hepatis meninggal yang terbanyak karena ensefalopati hepatikum 48,1%, diikuti sepsis akibat peritonitis bakterial spontan 34,1%, perdarahan varises esofagus 13,3%, hepatocellular carcinoma 3,7%, infeksi lain 0,8% dan tidak ditemukan pasien sirosis hepatis yang meninggal karena sindroma hepatorenal. Kesimpulan penelitian ini adalah frekuensi klasifikasi Child Turcotte Pugh pada pasien sirosis hepatis meninggal yang terbanyak adalah CTP-C dan ensefalopati hepatikum merupakan penyebab meninggal tertinggi pada pasien sirosis hapatis. Kata kunci: Klasifikasi Child Turcotte Pugh, Sirosis Hepati

    Korelasi Antara Skor Child-Pugh dengan Gastropati Hipertensi Portal pada Penderita Sirosis Hati

    No full text
    Background: Hypertensive portal gastropathy (PHG) is a pathologic appearance on the gastric mucosa which can cause acute or chronic bleeding in liver cirrhotic patients. The pathogenesis of PHG is controversial and there is no agreement on the effect of liver dysfunction to PHG. Aim: To evaluate correlation between liver dysfunction severity that is assessed by Child-Pugh score and PHG in liver cirrhotic patients. Methods: This is an analytic cross sectional study. The demographics and clinical data were recorded, laboratory tests were performed (albumin, INR and bilirubin) to calculate Child-Pugh score, and patients underwent esophagogastroduodenoscopy (EGD) to assess PHG. Correlation between Child-Pugh score and PHG were tested with Spearman correlation analysis. Cut-off value of Child-Pugh score was determined with receiver operating characteristics (ROC) analysis which is followed by diagnostic performance analysis. Results: From 41 subjects, there were 8, 18, 15 patients with Child-Pugh class A,B, and C respectively. On endoscopic examination, there were 10,19, and 12 patients without PHG, with mild PHG, and with severe PHG respectively. There is a positive correlation between Child-Pugh score and the severity of PHG (r=0,556; p=0,0001). Among Child-Pugh score components, ascites and bilirubin showed positive correlation with PHG. Using cut off point of≥7, Child Pugh score showed 87,1% sensitivity, 40% specificity, 81,8% PPV,50% NPV, 1,45 LR(+), 0,32 LR(-), accuracy diagnostic was 75,6% and the AUROC was 0,65 (95% CI:0,437-0,860; p=0,163) Conclusion: Child-Pugh score has a positive correlation with severity of PHG, in which higher Child-Pugh score is correlated with more severe PHG.Latar Belakang: Gastropati hipertensi portal (GHP) adalah kelainan patologis pada mukosa lambung yang bisa didapatkan pada penderita sirosis hati dan dapat mengakibatkan perdarahan akut maupun kronik. Patogenesis GHP masih kontroversial dan sampai saat ini belum ada kesepakatan tentang pengaruh derajat kerusakan hati terhadap GHP. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara derajat keparahan penyakit hati yang tergambar melalui skor Child-Pugh dengan GHP dan untuk mengetahui akurasi skor Child-Pugh dalam memprediksi kejadian GHP pada penderita sirosis hati. Metode: Studi ini adalah studi potong lintang bersifat analitik. Dilakukan pencatatan data demografis dan klinis, pemeriksaan laboratorium (albumin, INR, bilirubin) untuk mengkalkulasi nilai Child-Pugh, serta dilakukan tindakan esophagogastroduodenoscopy (EGD) untuk menilai GHP. Metode statistik yang digunakan untuk menentukan korelasi adalah analisis korelasi Spearman. Nilai cut-off skor Child-Pugh ditentukan dengan analisis receiver operating characteristics (ROC) dilanjutkan dengan uji performa diagnostik. Hasil: Dari 41 subjek penelitian, didapati berturut-turut pasien dengan skor Child-Pugh A,B, dan C adalah 8, 18, dan 15 orang. Dari hasil endoskopi didapatkan berturut-turut pasien tanpa GHP, GHP ringan, dan GHP berat adalah 10, 19 dan 12 orang. Terdapat korelasi yang positif antara skor Child-Pugh dengan derajat GHP secara endoskopi (r = 0,556; p=0,0001). Di antara komponen yang membentuk skor Child-Pugh, komponen asites dan bilirubin adalah komponen yang memiliki korelasi positif terhadap kejadian gastropati hipertensi portal. Dengan nilai cut-off ≥7, skor Child-Pugh memiliki sensitivitas 87,1%, spesifisitas 40%, PPV 81,8%, NPV 50%, LR(+) 1,45, LR(-) 0,32, akurasi diagnostik 75,6%, dan AUROC 0,65 (95% CI:0,437-0,860; p=0,163) Kesimpulan: Skor Child-Pugh memiliki korelasi positif dengan derajat gastropati hipertensi portal, di mana semakin tinggi skor Child-Pugh maka akan semakin tinggi derajat gastropati hipertensi portal.74 HalamanTesis Magiste

    Kesesuaian Hasil Pemeriksaan CT Scan dan Klasifikasi Child-Pugh pada Sirosis Hepatis

    No full text
    Abstrak Sirosis hepatis merupakan hasil akhir dari kerusakan kronis hepar akibat berbagai etiologi, ditandai dengan kerusakan parenkim mengarah kepada fibrosis yang luas dan regenerasi nodular. Fibrosis hepar berlangsung lambat dan bertahap menuju sirosis hepatis dekompensata. Derajat sirosis hepatis akan sangat membantu jika dapat ditentukan baik secara klinis maupun dengan pencitraan non-invasif. Derajat sirosis hepatis secara klinis dikaitkan dengan klasifikasi Child-Pugh sedangkan CT scan merupakan modalitas utama yang digunakan pada pasien dengan sirosis hepatis karena dapat menilai dengan baik serta akurat perubahan intrahepatik yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dan menggunakan data rekam medik 26 sampel penderita sirosis hepatis yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian derajat sirosis hepatis yang memiliki korelasi yang kuat dan bermakna antara CT scan dengan klasifikasi Child-Pugh dalam menilai total volume hepar (r= -0,719; p=0,001); nilai rata-rata tiga diameter vena hepatika dengan rasio lobus kaudatus lobus kanan hepar (ld/CRL-r) (r= -0,760; p=0,001); dan perubahan kontur hepar (r= 0,812; p=0,001).Kata kunci: Sirosis hepatis, morfologi hepar, CT scan, klasifikasi Child-Pugh Abstract Liver cirrhosis is the final result of chronic damage to the liver from various etiologies, characterized by parenchymal injury leading to extensive fibrosis and nodular regeneration. Hepatic fibrosis proceeds slowly and gradually toward decompensated cirrhosis. It would be helpful if it were possible to determine the severity of liver cirrhosis clinically and by noninvasive imaging. The severity of liver cirrhosis is clinically evaluated with Child-Pugh classification while the CT scan is the primary modality used in patients with liver cirrhosis because it can assess properly and accurately the changes that occur intrahepatic. This research is a retrospective study using medical records of 26 liver cirrhosis patients who met the inclusion criteria. Data were analyzed using Spearman’s Rank correlation. There were strong and significant correlations between CT scan and Child-Pugh classification on total liver volume (r = -0.719; p=0.001), ld/CRL-r (r = -0.760; p=0.001), and the contour of the liver (r = 0.812; p=0.001).Keywords: liver cirrhosis, liver morphology, CT scan, Child-Pugh classificatio
    corecore