821 research outputs found

    On two generalizations of the Alon–Tarsi polynomial method

    No full text
    AbstractIn a seminal paper (Alon and Tarsi, 1992 [6]), Alon and Tarsi have introduced an algebraic technique for proving upper bounds on the choice number of graphs (and thus, in particular, upper bounds on their chromatic number). The upper bound on the choice number of G obtained via their method, was later coined the Alon–Tarsi number of G and was denoted by AT(G) (see e.g. Jensen and Toft (1995) [20]). They have provided a combinatorial interpretation of this parameter in terms of the eulerian subdigraphs of an appropriate orientation of G. Their characterization can be restated as follows. Let D be an orientation of G. Assign a weight ωD(H) to every subdigraph H of D: if H⊆D is eulerian, then ωD(H)=(−1)e(H), otherwise ωD(H)=0. Alon and Tarsi proved that AT(G)⩽k if and only if there exists an orientation D of G in which the out-degree of every vertex is strictly less than k, and moreover ∑H⊆DωD(H)≠0. Shortly afterwards (Alon, 1993 [3]), for the special case of line graphs of d-regular d-edge-colorable graphs, Alon gave another interpretation of AT(G), this time in terms of the signed d-colorings of the line graph. In this paper we generalize both results. The first characterization is generalized by showing that there is an infinite family of weight functions (which includes the one considered by Alon and Tarsi), each of which can be used to characterize AT(G). The second characterization is generalized to all graphs (in fact the result is even more general—in particular it applies to hypergraphs). We then use the second generalization to prove that χ(G)=ch(G)=AT(G) holds for certain families of graphs G. Some of these results generalize certain known choosability results

    POLITIK PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOTA: REVITALISASI ALON-ALON KABUPATEN GRESIK

    No full text
    Perencanaan Pembangunan tidak hadir dengan sendirinya tetapi di hadirkan oleh aktor-aktor dalam rangka pemenuhan tujuan yang identik dengan intervensi politik. Terdapat hubungan aktor politik yang saling mempengaruhi dalam Proses Perencanaan Pembangunan. Proses tersebut terdiri dari berbagai Tahapan, dimulai dari: Tahap Penyusunan Agenda, Tahap Formulasi Kebijakan, dan Tahap Legitimasi Kebijakan. Masing-masing tahapan tersebut terdapat Aktor yang memiliki kewenangan dalam Perencanaan Pembangunan. Aktor-Aktor ini berasal dari Pemerintah itu sendiri, yang melibatkan Swasta, serta Masyarakat. Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik memiliki kekuasaan dalam melakukan Pembangunan Infrastruktur wilayahnya. Sehingga dalam pembangunan Alon- Alon Kabupaten Gresik sebagai upaya untuk dilakukannya Revitalisasi lahan terbuka masyarakat yang sudah tidak sesuai fungsinya. Lembaga Eksekutif Kabupaten Gresik melibatkan lembaga Legislatif sebagai lembaga yang memiliki tugas untuk pengawasan, anggaran, dan legislasi. Dilibatkan pula pihak Swasta/Dunia Usaha, serta Organisasi Masyarakat turut di sertakan dalam Perencanaan Pembangunan terkait Revitalisasi Alon-Alon Kabupaten Gresik. Maka dari itu semua kepentingan Aktor dapat di diskusikan dengan saling melakukan intervensi, agar nantinya memperoleh kesepakatan terbaik dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gresik

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAHAN PONOROGO TENTANG KETERTIBAN DAN KENYAMANAN DI KAWASAN ALON ALON KOTA PONOROGO

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebijakan daerah dapat diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan dan ketertiban baik bagi pengunjung maupun pelaku perdagangan, khususnya di kawasan Alon Alon Ponorogo. Penelitian jenis ini bersifat deskriptif, dimaksudkan untuk menggambarkan apa yang berlaku dan ada saat ini. Selain itu, penelitian deskriptif merupakan metode pemecahan masalah yang melibatkan pergerakan dan karakterisasi kekayaan objek penelitian yang ada, seperti masyarakat dan lembaga masyarakat, dengan menggunakan fakta yang terlihat. Hasil penelitian ini Implementasi kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo dijalankan dengan cara baik, dan penuh kebersamaan yang diikuti dengan kesadaran yang tinggi diantara masing-masing yang berkepentingan. Dalam hal melakukan penetiban pedagang kaki lima di Ponorogo khususnya alun-alun Kabupaten Ponorogo. Antara pihak pemerintah dan para pedagang telah terjadi suatu komunikasi yang baik dan tidak ada yang melakukan halhal yang merusak ataupun merugikan para pedagang kaki lima yang berada di lokasi tersebut. Perlakuan kekerasan tidak pernah terjadi, sehingga keharmonisan pemerintah daerah, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan para pedagang kaki lim (PKL) sangat terjaga dengan baik. Selama berjalannya waktu telah dapat dikendalikan dengan sebaik-baiknya. Terdapatnya hambatan yang paling utama adalah kenyamanan dan ketertiban, sehingga untuk penataan yang lebih baik masih sulit dilakukan. Hal ini disadari semua pihak baik pemerintah maupun para pedagang kaki lima, kemudian keberadaan pedagang kakilima di jalan Jendral Sudirman selalu mentaati peraturan yang ditetapkan pemerintah. . Kata kunci: Impelemntasi Kebijakan, Pemerintah Ponorog

    ANALISIS PEMANFAATAN RUANG BERMAIN RAMAH ANAK TAMAN ALON-ALON KOTA JEPARA

    No full text
    Pada dasarnya salah satu program dari pemerintah untuk Kota Layak Anak (KLA) yaitu dengan menyediakan ruang bermain ramah anak. Ruang bermain ramah anak (RBRA) di taman alon-alon kota jepara ini merupakan taman bemain ramah anak satu-satunya yang ada di Kabupaten Jepara. Ruang bermain ramah anak harus menyediakan beberapa elemen tertentu/ kriteria menurut pedoman standar yaitu fasilitas olahraga, batas/pagar, fitur alam, peralatan bermain, permukaan, dll. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui pemenuhan kriteria ruang ramah bagi anak di ruang bermain taman alon-alon jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah deduktif kualitatif dengan menggunakan behavioral mapping. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan terdapat kriteria fasilitas yang sesuai dan tidak sesuai dengan pedoman ruang bermain ramah anak serta pemanfaatan ruang bermain bagi anak. Kata Kunci : ruang bermain, kriteria, pemanfaata

    PERAN PEMERINTAH DAERAH BERDASARKAN PERATURAN BUPATI KABUPATEN BLITAR NOMOR 6 TAHUN 2021 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA (Studi Kasus Di Alon-Alon Kanigoro Kabupaten Blitar Terkait Pedagang Kaki Lima Liar)

    No full text
    Novellia Dian Asmara. NIM 126103201001, Peran Pemerintah Daerah Dalam Penegakan Hukum Terhadap Pedagang Kaki Lima Liar Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Penataan Dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (Studi Kasus Alon-Alon Kanigoro Kabupaten Blitar Terkait Pedagang Kaki Lima Liar), Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulunganggung, 2024, Pembimbing: Dr. H.M Darin Arif Muallifin, S.H., M.Hum Kata Kunci : Peran, Penegakan, Pedagang Penelitian ini dilatar belakangi dengan penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima liar di Alon-alon Kanigoro yang belum terlaksana dengan baik sehingga masih banyak pedagang kaki lima liar yang berjualan di sekitar alon alon kanigoro hingga saat ini. Rumusan masalah yang diangkat adalah : 1). Bagaimanakah Upaya Pemerintah Daerah Dalam Penegakan Hukum Dan Penerapan Sanksi Hukum Terhadap Pedagang Kaki Lima Liar yang Melanggar Aturan di Alon-Alon Kanigoro Kabupaten Blitar berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Blitar Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima? 2). Faktor apa saja yang bisa menghambat Penegakan Hukum terhadap Pedagang Kaki Lima Liar dan bagaimana solusi Pemerintah Daerah yang dapat di ambil untuk menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan secara liar?. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris. Analisis bahan hukum menggunakan analisis secara kualitatif. Hasil penelitian yang di peroleh yaitu: dapat disimpulkan bahwa 1) penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima masih belum optimal. Meskipun telah dikeluarkan Peraturan Bupati Kabupaten Blitar Nomor 6 Tahun 2021 mengenai hal ini, namun implementasinya belum efektif sehingga masih banyak pedagang kaki lima yang belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. S2) Pemerintah daerah perlu terus berinovasi dalam memperdayakan pedagang kaki lima, terutama dalam menangani pedagang yang menggunakan bahu jalan alonalon untuk berjualan tanpa izin. Faktor penghambat lainnya adalah rendahnya budaya hukum di masyarakat, kurangnya pengetahuan pedagang kaki lima tentang peraturan yang ada, serta belum tersedianya tempat berjualan yang teratur dan relokasi yang disiapkan oleh pemerintah daerah

    Membangun Kedekatan Dengan Penonton Menggunakan Gaya Vlog Pada Penyutradaraan Program Magazine “Let’s Go-In Aja” Episode “Alon – Alon Tekan Jogja”

    No full text
    Penyutradaraan dalam program televisi “Let’s Go-in Aja” menjadi upaya kreatif dalam menjawab tantangan penurunan kualitas tontonan televisi yang menyebabkan penonton beralih ke media sosial yang lebih variatif dan interaktif. Proses penyutradaraan mengusung pendekatan yang lebih personal dan interaktif melalui penerapan gaya vlog. Penggunaan kamera handheld yang dioperasikan langsung oleh host dan co-host sesuai dengan karakteristik gaya vlog. Program televisi “Let’s Go-in Aja“ akan berformat magazine show. Program ini mengajak penonton menjelajahi berbagai kota di Indonesia dengan mengeksplorasi objek wisata, kuliner khas, tempat menginap hingga oleh-oleh khas daerah. Episode perdana “Alon-Alon Tekan Jogja” dipilih untuk memperkenalkan penonton pada kekayaan wisata Yogyakarta secara ringan, informatif, menarik, dan edukatif. Format magazine yang fleksibel tersebut semakin diperkuat dengan penerapan gaya vlog yang menjadi elemen utama dalam menjalin koneksi personal antara host dengan penonton. Melalui interaksi langsung pada kamera, penggunaan bahasa sehari-hari yang santai, serta sapaan khas seperti “Backpackerian”, program ini menghadirkan pengalaman menonton yang akrab dan natural

    HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI IBU DENGAN STATUS GIZI BAYI BAWAH DUA TAHUN DI PUSKESMAS ALON - ALON GRESIK

    No full text
    Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk kuantitatif tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Pada tahun 2005 dari 19.737.697 bayi di Indonesia sebanyak 1.203.151 mengalami gizi buruk dan 2.349.879 bayi mengalami gizi kurang, pada tahun 2006 sebanyak 43 balita di Indonesia meninggal akibat gizi buruk dan gizi kurang, hal ini disebabkan karena bayi usia dibawah dua tahun merupakan masa yang rentan terhadap gangguan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan status gizi ibu dengan status gizi bayi bawah dua tahun di Puskesmas Alon-Alon Gresik. Metode penelitian yang dipakai yaitu analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi dengan usia dibawah dua tahun. Sampel sebanyak 105 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi, teknik pengambilan sampling menggunakan non probability sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan SPSS no.11. Pengumpulan data menggunakan basil observasi dan KMS. Analisis data dengan uji statistik rank spearmann. Dari basil penelitian dapat diketabui bahwa dari 105 responden menurut status gizi di Puskesmas Alon-Alon Gresik, Sebagian ibu yang memiliki status gizi normal sebanyak 3 7 bayi bawah dua tahun memiliki status gizi baik, sehingga dari basil Uji rank speormann didapatkan P=0,016, a= 0,05 maka Ht diterima artinya ada hubungan antara status gizi ibu dengan status gizi bayi bawah dua tahun. Dari basil penelitian dapat disimpulkan adanya hubungan antara status gizi ibu dengan status gizi bayi bawah dua tahun dibandingkan dengan ibu yang memiliki status gizi kurang. Untuk mencapai status gizi ibu yang baik maka pemenuhan gizi seimbang bagi ibu harus dapat tercukupi dengan baik, di tambah dengan peningkatan pengetahuan ibu melalui pemberian infonnasi oleh petugas kesehatan tentang pentingnya makanan yang sehat dan bergizi bagi ibu dan bayi sehingga dapat mencapai status gizi yang baik bagi ibu dan bayi

    ALOn BKI: Developing Digital Innovation for Islamic Counseling Services

    No full text
    This study aims to develop an online Islamic Counseling Guidance (ALOn BKI) service application as an innovative solution to expand access to digital technology-based Islamic counseling. This application is designed using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model approach, which provides a systematic framework in each stage of development. The focus of the study includes user needs analysis, application design and development, implementation, and effectiveness evaluation. The results of the study indicate that ALOn BKI has succeeded in providing flexible and practical Islamic counseling services, equipped with interactive features such as chat, video calls, and materials based on sharia values. The application trial showed a high level of user satisfaction, especially in terms of ease of access and relevance of services to Islamic teachings. In addition, the reminder and ongoing guidance features support the counseling process effectively. However, there are challenges in the form of low digital literacy in some users and the need to strengthen the personal data security system. Recommendations for further development include the addition of analytical features to track client progress and thematic support groups. In conclusion, ALOn BKI makes a significant contribution to increasing the accessibility and effectiveness of technology-based Islamic counseling services. This application has the potential to be a model for the development of religion-based counseling services in the futurePenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi layanan online Bimbingan Konseling Islam (ALOn BKI) sebagai solusi inovatif untuk memperluas akses konseling Islami berbasis teknologi digital. Aplikasi ini dirancang dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), yang memberikan kerangka sistematis dalam setiap tahapan pengembangan. Fokus penelitian mencakup analisis kebutuhan pengguna, desain dan pengembangan aplikasi, implementasi, serta evaluasi efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ALOn BKI berhasil menyediakan layanan konseling Islami yang fleksibel dan praktis, dilengkapi fitur interaktif seperti chat, video call, dan materi berbasis nilai-nilai syariah. Uji coba aplikasi menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi, terutama dalam hal kemudahan akses dan relevansi layanan dengan ajaran agama Islam. Selain itu, fitur pengingat dan pembimbingan berkelanjutan mendukung proses konseling secara efektif. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa rendahnya literasi digital pada beberapa pengguna dan perlunya penguatan sistem keamanan data pribadi. Rekomendasi pengembangan lebih lanjut meliputi penambahan fitur analitik untuk melacak perkembangan klien serta grup dukungan tematik. Kesimpulannya, ALOn BKI memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas layanan konseling Islami berbasis teknologi. Aplikasi ini berpotensi menjadi model bagi pengembangan layanan konseling berbasis agama di masa depan

    Preparation and Piezocatalytic Performance of γ-AlON Particles for Dye-Pollutant Degradation Under Ultrasonic Vibration

    No full text
    Piezocatalytic materials have attracted widespread attention in the fields of clean energy and water treatment because of their ability to convert mechanical energy directly into chemical energy. In this study, γ-AlON particles synthesised using carbothermal reduction and nitridation (CRN) were used for the first time as a novel piezocatalytic material to degrade dye solutions under ultrasonic vibration. The γ-AlON particles exhibited good performance as a piezocatalytic material for the degradation of organic pollutants. After 120 min under ultrasonic vibration, 40 mg portions of γ-AlON particles in 50 mL dye solutions (10 mg/L) achieved 78.06%, 67.74%, 74.29% and 64.62% decomposition rates for rhodamine B (RhB), methyl orange (MO), methylene blue (MB) and crystal violet (CV) solutions, respectively; the fitted k values were 13.35 × 10−3, 10.79 × 10−3, 12.09 × 10−3 and 8.00 × 10−3 min−1, respectively. The piezocatalytic mechanism of γ-AlON particles in the selective degradation of MO was further analysed in free-radical scavenging activity experiments. Hydroxyl radicals (•OH), superoxide radicals (•O2−), holes (h+) and electrons (e−) were found to be the main active substances in the degradation process. Therefore, γ-AlON particles are an efficient and promising piezocatalytic material for the treatment of dye pollutants

    Efek Pemberian Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) Menurut Metode God Alon Terhadap Nyeri Punggung Mekanik Kronik

    No full text
    Latar belakang : Nyeri punggung bawah (NPB) adalah salah satu sindroma nyeri yang terjadi pada regio punggung bawah dengan penyebab yang sangat bervariasi antara lain: degenerasi, inflamasi, infeksi, metabolisme, neoplasma, trauma, konginetal, muskuloskletal, viserogenik, vaskuler, dan psikogenik, serta paska operasi. NPB mekanik mengarah pada NPB yang terjadi pada struktur anatomis punggung bawah yang normal yang digunakan secara berlebihan atau akibat sekunder dari trauma atau deformitas, yang menimbulkan stress atau strain pada otot, tendon dan ligament. Penanganan penurunan nyeri pada punggung bawah mekanik salah satunya adalah TENS metode God Alon, dimana didalamnya terdapat dua treatment yang diberikan yaitu metode God Alon B ke A dan TENS dengan metode Gad Alon C ke A. Yang dalam manfaatnya memberikan effek terhadap penurunan rasa nyeri pada kondisi kronik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Chest Therapy terhadap pengembangan sangkar thorak penderita PPOK. Metode penelitian : Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi eksperimental. Populasi penelitian ini adalah penderita penderita NPB mekanik kronik di Panti Wreda Dharama Bakti Surakarta, sampel berjumlah 20 orang diambil melalui metode Purposive Sampling, pengukuran menggunakan skala pengukuran nyeri VAS. Hasil : Uji normalitas Shapiro-Wilk untuk nilai nyeri dengan hasil p = > 0,05 yang berarti distribusi data normal, maka di uji Analisis data menggunakan Paired Sampel T test. Dari hasil uji tersebut menunjukkan adanya pengaruh pemberian TENS metode God Alon B-A dan C-A terhadap penurunan rasa nyeri (p=0,000). Pada uji beda pengaruh menunjukkan bahwa TENS Metode God Alon C-A lebih dapat menurunkan rasa nyeri. Kesimpulan: Ada pengaruh TENS Metode God Alon C-A dan B-A terhadap penurunan nyeri NPB mekanik kronik
    corecore