1,720,960 research outputs found

    Korelasi antara pengetahuan aqidah akhlak dan akhlak siswa kelas V MI Husnul Khatimah Rowosari kecamatan Tembalang kota Semarang tahun 2010/2011

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui adakah hubungan atau korelasi antara Prestasi belajar yang terwakili oleh nilai raport dengan akhlak siswa . Jenis kajian skripsi ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitif uji korelasi dengan metode penelitian statistik. Metode pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya korelasi antara prestasi yang ditunjukkan melalui nilai raport dengan akhlak siswa yang disimbolkan dengan nilai dari pengisian angket dengan didukung hasil observasi lapangan dan data pendukung lainya yang dianggap perlu. Tidak adanya korelasi mengindikasikan prestasi mata pelajaran Aqidah Akhlak bukan merupakan jaminan secara otomatis bahwa siswa telah mempunyai akhlak yang baik pula. Walaupun tumpuan begitu besar terhadap sebuah nilai akan berimbang dalam kenyataan, tetapi fakta obyektif di lapangan tidak sesuai dengan apa yang di inginkan. Dengan demikian melalui hasil studi korelasi ini penulis mengingatkan seorang guru harus kerja ekstra keras jangan merasa puas atau telah berbuat yang terbaik walaupun dalam pelaksanaan metode pembelajarannya sudah sesuai apa yang ada dalam kurikulum dan secara teoritis sangat menjanjikan keberhasilanya. Dengan begitu hasil positip dari sebuah penelitian dalam skripsi ini tidak melebihkan dari kenyataan. Akhirnya semoga Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, khususnya bagi guru di lingkungan sekolah, serta kepala sekolah sehingga dapat dijadikan bahan untuk membantu meningkatkan prestasi yang berimbang dengan akhlak

    Penerapan Google Meet sebagai Media Pembelajaran pada Masa Pandemi di Program Diploma III Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa dalam penerapan google meet sebagai media pembelajaran pada Mata Kuliah Korespondensi Bahasa Indonesia dan mata kuliah lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode diskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Diploma III Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara tertutup dan terbuka melalui google form. Hasil penelitian bahwa penggunaan google meet lebih efiktif dari pada aplikasi lainnya karena dosen dan mahasiswa dapat saling berintraksi dan berdiskusi tentang materi atau topik permasahan terkait surat–menyurat dengan adanya power point yang dibagikan dengan layar mereka merasa sangat terbantu. Penggunaannya juga lebih mudah, dari segi tampilan menarik.  Meskipun, dikatakan efektif tetapi masih ada kendala dalam penggunaan google meet, yaitu permasalahan jaringan internet meski demikian mahasiswa tetap setuju diterapkannya google meet sebagai media pembelajaran dan dapat didukung dengan media lain, yaitu Google Classroom dan WhatsApp serta lainnya.

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Nilai-Nilai Pendidikan dan Pelestarian Budaya dalam Kearifan Lokal Pengajin di Kampung Wisata Caping

    Full text link
    Tujuan penelitian yaitu pertama, mengidentifikasi cara pengrajin melestarikan Caping di Kampung Wisata Caping Pontianak. Kedua, menganalisis nilai pendidikan dan makna yang terkandung dalam produk Caping yang dihasilkan oleh pengrajin di Kampung Wisata Caping Pontianak. Ketiga, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pengrajin Caping dalam mempertahankan praktik tradisional di Kampung Wisata Caping Pontianak. Keempat, menganalisis peran pengrajin Caping dalam pengembangan ekonomi di Kampung Wisata Caping Pontianak. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi konserpatif dan analisis konten. Data yang dikumpulkan akan dianalisis untuk mengidentifikasi elemen-elemen kearifan lokal yang tercermin dalam praktik pengrajin Caping. Hasil penelitian Pertama, adanya pertahankan dan inovasi tradisi. Kedua, Caping memiliki nilai budaya dan tradisi yang kuat sebagai simbol kearifan lokal dan identitas masyarakat di Pontianak. Pembuatan Caping secara manual oleh tangan-tangan pengerajin menambahkan nilai estetika dan spiritual pada produk, membuat pengrajin merasa bangga dengan karya mereka yang merupakan bagian dari warisan budaya. Pengrajin menghadapi tantangan dalam memperoleh bahan baku. Para pengrajin berperan dalam pengembangan ekonomi lokal
    corecore