9 research outputs found

    IMPROVEMENT OF CRITICAL THINKING ABILITY THROUGH COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE GROUP INVESTIGATION IN EYES OF SOCIAL SCIENCES IN STUDENT CLASSIC V

    No full text
    This study aims to improve students\u27 critical thinking skills in social science subjects in grade V SDN Majalengka Kulon I through cooperative learning model of group investigation type. This research uses action research method using Kemmis and Mc.Taggart model consisting of four stages namely, planning, action, observation and reflection conducted for two cycles. Data collection techniques used field notes, documentation, teacher activity observation and student activity observation, test and non test. The subjects in this study are the students of grade V SDN Majalengka Kulon I. The results showed an increase in critical thinking skills. This is evidenced by the average percentage of students in the action cycle I is 69.9%. Teacher activity according to the steps of this method reaches 67,5% and student activity reach 65%. The increase in the second cycle reached 88% of teacher activity in accordance with the steps of this method reached 90% and student activity reached 87.5%. The implication of this research is cooperative learning model of group investigation type to improve critical thinking ability. In the 5th theme teaching subjects are proud as Indonesia. The results of this study indicate an increase in students\u27 critical thinking skills through cooperative learning model type investigation

    POLA MAKAN ANAK BALITA GIZI KURANG DI GAMPONG KOPELMA DAN GAMPONG IE MASEN KAYEE ADANG KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH

    No full text
    ABSTRAKAdila, Aiman, Damayanti, 2019. Pola Makan Anak Balita Gizi Kurang di Gampong Kopelma dan Gampong Ie Masen Kayee Adang Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Dra. Suryati Sufiat, M.Pd., (2) Dra. Indani, M.Si.Kata Kunci: pola makan, anak balita, gizi kurangPola makan anak balita merupakan sebuah indikator untuk mengetahui perilaku yang dilakukan oleh seorang ibu untuk memilih dan mengolah bahan makanan sesuai dengan kebutuhan anak balita.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola makan, (2) kecukupan gizi yang dikonsumi, (3) faktor penyebab terjadinya gizi kurang pada anak balita.Metode penelitiannya kuantitatif bersifat deskriptif. Populasi penelitian ini adalah anak balita gizi kurang yang berjumlah 26 orang. Sampel diambil berdasarkan tujuan (purposive sampling) yaitu Gampong Kopelma dan Ie Masen Kayee Adang, masing- masing anak balita di gampong tersebut berjumlah 14 orang. Analisis data mengenai pola makan menggunakan pedoman food recall 24 jam, sedangkan nilai gizi di analisis dari hasil perolehan food recall 24 jam. Hasil yang di dapat di bandingkan dengan AKG, faktor penyebab gizi kurang di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan di Gampong Kopelma dan Gampong Ie Masen Kayee Adang pada umumnya anak balita mengkonsumsi pola makan pagi, siang dan malam dengan pola 1 dan 2 (nasi dan lauk- pauk).Nilai gizi yang di konsumsi anak balita Gampong Kopelma yaitu protein 25,85 - 64,04 g, dan kalori 926,71 - 1.407,49 kal, sedangkan nilai gizi yang di konsumsi anak balita Gampong Ie Masen Kayee Adang yaitu protein 17,09 g - 84,18 g, dan kalori 705,34 -1.503,62 kal. Faktor internal penyebab gizi kurang pada anak balita di Gampong Kopelma dan Gampong Ie Masen Kayee Adang adalah infeksi saluran pernafasan (ISPA) dan alergi makanan. Faktor eksternal yaitu tingkat pendidikan, pengetahuan ibu tentang gizi, pendapatan keluarga, dan pola asuh. Simpulan penelitian dari kedua gampong adalah pola makan anak balita tidak mengikuti pola makan gizi seimbang

    Konsep Segitiga Restitusi dalam Konteks Disiplin Positif Siswa Disekolah Dasar: A Narrative Literature Review

    No full text
    Penerapan segitiga restitusi dalam konteks disiplin positif di sekolah dasar masih memerlukan validasi lebih lanjut. Penting untuk mengevaluasi apakah pendekatan ini efektif dalam mengubah perilaku siswa, memperkuat komunitas kelas, dan mengembangkan keterampilan sosial yang positif. Selain itu, penting juga untuk memahami bagaimana guru-guru dapat mengintegrasikan konsep ini ke dalam praktik sehari-hari mereka, serta bagaimana sikap dan keyakinan guru terhadap segitiga restitusi mempengaruhi implementasinya.Tujuan dari Penelitian ini untuk memberikan wawasan yang mendalam mengenai penerapan dan dampak dari konsep segitiga restitusi, serta memberikan dasar bagi pengembangan praktik disiplin positif yang lebih efektif di sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah narrative literature review (NLR), yang secara eksplisit, sistematis, dan dapat direplikasi, digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menyusun karya yang ditulis dengan hasil pemikiran oleh praktisi atau peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep segitiga restitusi dalam disiplin positif di sekolah dasar dapat membawa manfaat signifikan dalam pembentukan karakter siswa dan lingkungan belajar yang lebih positif. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku siswa menjadi lebih baik lagi, memperbaiki hubungan sosial, dan menciptakan suasana kelas yang lebih inklusif. Rekomendasi untuk praktik terbaik dan dukungan tambahan bagi pendidik dapat meningkatkan keberhasilan penerapan konsep ini dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi siswa. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat membantu dalam merumuskan kebijakan dan strategi yang lebih baik untuk mendukung pengembangan karakter dan perilaku siswa

    Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together untuk Meningkatkan Sikap Percaya Diri dan Hasil Belajar dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap percaya diri siswa dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn pada siswa kelas IV SDN Inpres Biru melalui model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan dengan menggunakan model Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri dari empat tahap yaitu, perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang dilakukan selama dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan catatan lapangan, dokumentasi, observasi aktivitas guru dan observasi aktivitas siswa, tes dan non tes. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN  Inpres Biru. Hasil penelitian secara keseluruhan telah mencapai bahkan melebihi target penelitian yang ditetapkan. Pada siklus 1 sikap percaya diri siswa mencapai 66,66% dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu sebanyak 81,6%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan setiap siklusnya. Pada siklus I persentase siswa yang tuntas sebesar 59,10% dan pada siklus II mengalami peningkatan sebanyak 87,75%. Dari hasil observasi di setiap siklusnya, siswa menunjukkan hasil yang positif terhadap pembelajaran PKn dengan menerapkan model NHT, karena model ini menitikberatkan kepada siswa untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan pertimbangan jawaban yang paling tepat. Selain itu tehnik ini mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasama mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together untuk meningkatkan sikap percaya diri dan hasil belajar. Pada meteri susunan pemerintahan desa dan kecamatan. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan sikap percaya diri dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Togethe

    Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Sebagai Program Kokurikuler Di Jenjang Sekolah Dasar

    No full text
    This study raises the teacher's perception of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) as a co-curricular program in the implementation of the merdeka curriculum on the indicators of its objectives, content, process and evaluation. This is based on the importance of understanding P5 as a co-curricular program that can strengthen character and competence. To gather data, this study used a quantitative descriptive research method, in which data collection was carried out by distributing questionnaires to 100 elementary school teachers in Cimahi city, then conducting limited interviews to 3 sample teachers to strengthen the questionnaire. Based on the findings, it shows that the teacher's perception of P5 in terms of indicators of co-curricular understanding, P5 objective indicators, P5 content indicators, P5 process indicators and P5 evaluation indicators are in the sufficient category. This was reinforced by the results of the interviews which showed that teachers did not understand the P5 plot, the P5 module components, and the P5 activity syntax. Thus the teacher's perception of P5 is still categorized as sufficient or not good. For this reason, efforts are needed to increase teachers' understanding of P5, one of which is through the use of the Platform Merdeka Mengajar as a medium for independent teacher training which can be done anywhere and anytime. The use of the Platform Merdeka Mengajar is expected to improve teachers' perceptions of P5 as a co-curricular program in the merdeka curriculum

    Pelatihan Perencanaan Pembelajaran Deep Learning Melalui Pendekatan MIKIR bagi Guru Sekolah Dasar

    No full text
    Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar melalui pelatihan perencanaan pembelajaran deep learning berbasis pendekatan MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi). Sasaran kegiatan adalah guru-guru di SD IT Al-Azhar Madani Center, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, yang masih dominan menggunakan metode konvensional. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman guru terhadap konsep deep learning serta belum optimalnya strategi pembelajaran aktif dan reflektif. Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan konsep deep learning, implementasi pendekatan MIKIR, pengembangan modul ajar, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, praktik kelas, dan refleksi. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman guru, tersusunnya 10 modul ajar, 5 video pembelajaran, serta terbentuknya komunitas belajar daring. Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan MIKIR efektif dalam membangun pembelajaran aktif dan bermakna. Keberlanjutan program direncanakan melalui kaderisasi guru pelatih dan publikasi ilmiah sebagai bentuk diseminasi pengetahuan dan dampak pengabdian. Kata kunci: deep learning, MIKIR, guru sekolah dasar, pengabdian masyarakat, pembelajaran bermakna &nbsp

    Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation pada Mata Pelajaran IPS Di Sekolah Dasar

    No full text
    This study aims to improve students' critical thinking skills in social science subjects in fifth grade students of SDN Majalengka Kulon I through the cooperative learning model type of group investigation. This study uses an action research method using the Kemmis and Mc.Taggart model which consists of four stages, namely, planning, action, observation and reflection which is carried out for two cycles. Data collection techniques using field notes, documentation, observation of teacher activities and observation of student activities, tests and non-tests. The subjects in this study were fifth grade students of SDN Majalengka Kulon I. The results showed an increase in critical thinking skills. This is evidenced by the average percentage of students in the first cycle of action that is 69.9%. Teacher activities according to the steps of this method reached 67.5% and student activities reached 65%. An increase in the second cycle reached 88% of teacher activity according to the steps of this method reached 90% and student activity reached 87.5%. The implication of this research is a group investigation cooperative learning model to improve critical thinking skills. In the teaching material theme 5 is proud as Indonesia. The results of this study indicate an increase in students' critical thinking skills through the cooperative learning model group investigation type. Keywords: Critical Thinking Ability;Model Group Investigation ; Action Research. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial pada siswa kelas V SDN Majalengka Kulon I melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan dengan menggunakan model Kemmis dan Mc.Taggart yang terdiri dari empat tahap yaitu, perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang dilakukan selama dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan catatan lapangan, dokumentasi, observasi aktivitas guru dan observasi aktivitas siswa, tes dan non tes. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Majalengka Kulon I. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata presentase siswa pada tindakan siklus I yaitu 69,9 %. Aktivitas guru sesuai langkah-langkah metode ini mencapai 67,5% dan aktivitas siswa mencapai 65%. Mengalami peningkatan pada siklus ke II mencapai 88% aktivitas guru sesuai langkah-langkah metode ini mencapai 90% dan aktivitas siswa mencapai 87,5%. Implikasi dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Pada meteri ajar tema 5 bangga sebagai Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis; Model Group Investigation ;Penelitian Tindakan. &nbsp

    IMPLEMENTATION OF THE RADEC LEARNING MODEL TO IMPROVE HIGH LEVEL THINKING SKILLS IN IPAS COURSES

    No full text
    This research is motivated by the need for a learning model that is able to facilitate students in developing higher-order thinking skills. So the purpose of this study was to describe the RADEC learning model as an alternative learning model that is considered to be able to improve the development of higher order thinking skills of elementary school students in science subjects. This research method used the Single Subject Research method involving 4 fifth grade elementary school students as research subjects. One solution to help develop higher-order thinking skills in this study is to use the RADEC (Read-Answer-Discuss-Explain and Create) learning model. This is evidenced by the very low proportion of overlap in the subject, which is 0% which indicates that the RADEC learning model has a positive effect on students' higher order thinking skills. This increase is assisted by learning syntax which can develop higher order thinking skills. Conclusion So this research is a RADEC learning model capable of helping to improve students' higher order thinking skills. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan model pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model pembelajaran RADEC sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dinilai dapat meningkatkan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah dasar pada mata pelajaran IPA. Metode penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research yang melibatkan 4 siswa kelas V SD sebagai subjek penelitian. Salah satu solusi untuk membantu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada penelitian ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran RADEC (Read-Answer-Discuss-Explain and Create). Hal ini dibuktikan dengan proporsi overlap pada subjek yang sangat rendah, yaitu 0% yang mengindikasikan bahwa model pembelajaran RADEC berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Peningkatan ini dibantu oleh sintaks pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran RADEC mampu membantu meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP UPAYA KOMISI NASIONAL PERLINDUNGAN ANAK DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HAK ANAK AKIBAT KASUS PERCERAIAN (Studi pada Komisi Nasional Perlindungan Anak Kota Bandar Lampung)

    No full text
    ABSTRAK Penulis mengambil judul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Upaya Komisi Nasional Perlindungan Anak dalam memberikan Perlindungan Hak Anak Akibat Kasus Perceraian (Studi pada Komisi Nasional Perlindungan Anak Kota Bandar Lampung)”. Hal tersebut sudah banyak menjadikan anak dilalaikan hak-haknya. Ketika hal tersebut terjadi maka upaya dari lembaga-lembaga yang berwenang terhadap perlindungan anak sangat diperlukan untuk menjaga hak-hak anak yang harus didapatkan orang tuanya. Guna menjawab permasalahan tersebut, maka dilakukan sebuah penelitian dengan menggunakan data kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah studi lapangan dengan menggunakan data primer dan skunder. Kemudian di analisa secara deskriptif kualitatif yakni dengan menguraikan dan menggambarkan permasalahan yang ada, kemudian penjelasan-penjelasan tersebut ditarik kesimpulan secara deduktif. Hasil dari penelitian ini yakni: 1) Upaya Komisi Nasional Perlindungan Anak yaitu menerima suatu pengaduan dari masyarakat, dan kemudian mereka membantu berupaya melimpahkan aduan masalah tersebut kepada lembaga-lembaga dan pihak-pihak yang berwenang dengan masalah yang berkaitan. Mereka berupaya melakukan seluruh ketentuan dari peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak anak serta mengumpulkan informasi, data-data, dan melakukan pengawasan terhadap perlindungan anak. 2) Dari hasil penelitian bahwa upaya Komisi Nasional Perlindungan Anak telah sesuai dan sejalan dengan hukum islam sebagaimana yang tercantum disalah satu tujuan hukum islam. Adapun yang dilakukan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak yaitu menyadarkan semua pihak akan pentingnya pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak, menerima pengaduan masyarakat dan memfasilitasi pelayanan dan pendampingan pelanggaran hak-hak anak, mengumpulkan data dan informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan perlindungan anak dan memberikan masukan, saran dan pertimbangan kepada pemerintah dan pihak penyelenggara perlindungan anak demi kepentingan terbaik bagi anak. Kata Kunci: Perlindungan Hak Anak, Upaya, dan Perceraian. ABSTRACT The author takes the title "Review of Islamic Law on the Efforts of the National Commission for Child Protection in Providing Protection of Children's Rights Due to Divorce Cases (Study on the National Commission for Child Protection of Bandar Lampung City)". This has caused many children to be neglected in their rights. When this happens, efforts from authorized institutions for child protection are needed to protect children's rights that must be obtained by their parents. In order to answer this problem, a study was conducted using qualitative data. The type of research used in writing this thesis is a field study using primary and secondary data. Then it is analyzed descriptively qualitatively, namely by describing and describing the existing problems, then the explanations are concluded deductively. The results of this study are: 1) The efforts of the National Commission for Child Protection are to receive a complaint from the public, and then they help try to transfer the complaint to authorized institutions and parties with related problems. They try to carry out all the provisions of the laws and regulations relating to the protection of children's rights and collect information, data, and supervise child protection. 2) From the results of the study, the efforts of the National Commission for Child Protection have been in accordance with and in line with Islamic law as stated in one of the objectives of Islamic law. What the National Commission for Child Protection does is to make all parties aware of the importance of fulfilling and protecting children's rights, receiving public complaints and facilitating services and assistance for violations of children's rights, collecting data and information related to the implementation of child protection and providing input, suggestions and considerations to the government and child protection organizers for the best interests of the child. Keywords: Child Rights Protection, Efforts, and Divorce
    corecore