469 research outputs found

    PROSEDUR PEMBONGKARAN, PEMERIKSAAN DAN PENETAPAN TARIF BARANG KIRIMAN POS OLEH POS LALU BEA JEMBER PADA KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI TIPE PRATAMA PANARUKAN SITUBONDO

    No full text
    Praktek Kerja Nyata (PKN) dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2015 sampai 16 Maret 2015. Tujuan penulis melaksanakan Praktek Kerja Nyata di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Panarukan Situbondo adalah untuk mengetahui pelaksanaan kewajiban kepabeanan dan cukai khususnya barang kiriman pos dan memperoleh gambaran secara nyata tentang prosedur pembongkaran, pemeriksaan dan penetapan tarif barang kiriman pos dilakukan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Panarukan Situbondo bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia yang ada di Jember. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. Pos Lalu Bea merupakan Kantor Pos dimana berlaku pengawasan pabean atas barang–barang yang dating dari luar negeri/luar daerah pabean seperti Kantor Pos Besar Jember, Kantor Pos Besar Surabaya dan sebagainya. Pada Kantor Pos tersebut ditempatkan petugas Bea Cukai untuk mengawasi lalu lintas barang kiriman. Pada kantor pos lalu bea barang–barang yang dating dari luar negeri akan dibuka segelnya oleh petugas kantor pos dengan disaksikan oleh petugas bea dan cukai untuk kemudian dihitung berapa jumlah paket pos yang dating kemudian datanya dimasukkan dalam dokumen PP22a untuk kemudian diserahkan dan petugas bea cukai kemudian memeriksa barang kiriman kemudian hasil pemeriksaan dimasukkan dalam lembar PPKP untuk kemudian ditetapkan apakah barang tersebut akan dikenakan tariff bea masuk dan dikenai pajak-pajak lainnya. Prosedur pembongkaran, pemeriksaan dan penetapan tarif yang dilaksanakan oleh Pejabat Bea Cukai yang disaksikan oleh Pejabat Kantor Pos yang telah di tunjuk, antara lain : 1. Barang impor yang dikirimkan melalui pos, sudah dilengkapi dengan daftar serah terima kiriman pos pabean/formulir PP22a; 2. Kemudian barang–barang yang telah terdaftar di PP22a akan diperiksa secara otomatis ke dalam mesin X-Ray; 3. Setelah diperiksa menggunakan mesin X-Ray, barang–barang tersebut akan di bongkar untuk memastikan isi barang tersebut. Sehingga tidak ada barang–barang terlarang yang masuk ke dalam negara Indonesia; 4. Pembongkaran dan pemeriksaan dilakukan secara manual yang dilakukan oleh Pejabat Bea Cukai yang berwenang dan disaksikan oleh Pejabat Kantor Pos yang telah di tunjuk untuk mengurus barang kiriman pos; 5. Setiap barang yang telah dibongkar dan diperiksa, akan didata ke dalam formulir PPKP; 6. Untuk barang kiriman pos yang harga barangnya melebihi US$50, maka akan dikenakan bea masuk, PPN, PPnBM dan PPh pasal 22 impor. Penetapan tarif bea masuk telah terdaftar dibuku tarif bea masuk; 7. Data–data yang telah terlampir di PPKP, maka akan ditulis ke dalam buku bambu untuk didata kembali; 8. Untuk barang–barang yang dikenakan bea masuk, maka akan di buatkan surat setoran pabean, cukai dan pajak (SSPCP)

    Pengembangan Modul Pembelajaran Pastry Kontinental Jurusan Jasa Boga di SMK Negeri 3 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ratnasari, Dwi. 2013. Pengembangan Modul Pembelajaran Pastry KontinentalJurusan Jasa boga di SMK negeri 3 Malang, Jurusan Teknologi Industri,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Dr.H. Amat Nyoto, M.Pd; (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, modul, pastry kontinental, jasa boga”. Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan belajar. Salahsatu bahan ajar cetak yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajaradalah modul. Modul memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sesuaidengan kecepatan masing-masing individu. Modul yang dikembangkan dalampenelitian ini adalah modul pembelajaran pastry kontinental. Tujuan penelitian iniadalah menghasilkan modul pembelajaran yang memiliki tingkat kemenarikan,kemudahan, keefektifan dan efisiensi yang memadai sebagai modul pembelajaranmengolah pastry kontinental Jurusan Jasa Boga di SMK Negeri 3 Malang. Metodepenelitian dan pengembangan yang digunakan mengadaptasi penelitian danpengembangan menurut desain Borg dan Gall yang telah dimodifikasi olehpeneliti terdiri dari 6 langkah pengembangan, yaitu : (1) analisis situasi awal;(2) rancangan pengembangan modul; (3) membuat modul pembelajaran; (4) tahappenilaian/ uji kelayakan; (5) uji coba produk dan (6) tahap penyempurnaan modulpembelajaran yang menghasilkan produk akhir pengembangan. Validasi produkdilakukan dengan melibatkan ahli materi, ahli media dan ahli bahasa Indonesia.Uji coba dilakukan pada kelompok kecil siswa SMKN 3 Malang”. Jenis data padapenelitian ini adalah data kuantitatif dari skor penilaian yang diperoleh dariinstrumen penilaian ahli dan siswa SMK. Perolehan skor tingkat kemenarikanmendapatkan nilai rata-rata persentase sebesar 87,5%, tingkat kemudahandiperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 78,75%, tingkat keefektifan diperolehnilai rata-rata persentase sebesar 82,5% dan tingkat efisiensi diperoleh nilai rataratapersentase sebesar 90%, sehingga produk ini layak untuk diimplementasikan.Kesimpulan yang diperoleh dari hasil persentase bahwa modul pembelajaran yangdikembangkan memiliki tingkat kemenarikan, kemudahan, keefektifan danefisiensi yang memadai sebagai modul pembelajaran pastry kontinental JurusanJasa Boga di SMK Negeri 3 Malang.   ABSTRACT   Ratnasari, Dwi. 2013. The Development of Continental Pastry Learning Modul ofCatering Service Department at SMK Negeri 3 Malang. Thesis.Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, StateUniversity of Malang. Advisor: (I) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd;(II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd.   Keywords: development, module, continental pastry, catering service. Teaching materials is one of the important components in learning activities.Module is one of the print instructional materials that can be used in learning andteaching activities. The module provides the opportunity for students to learn atthe pace of each individual. A module developed in this study is the learningmodules continental pastry. The purpose of this research is to produce learningmodules which have a interest, convenience, effectiveness and efficiency of thelearning modules will suffice as continental pastry Catering Service Department atSMK Negeri 3 Malang. Methods of research and development that are used toadapt the research and development according to Borg and Gall designs that havebeen modified by the researchers consists of 6 steps of development, namely:(1) the analysis of the initial situation; (2) design module development; (3) createlearning modules; (4 ) phase assessment / feasibility testing; (5) product trials and(6) learning module refinement phase that produces the final productdevelopment. Product validation conducted involving matter experts, mediaspecialists and experts Indonesian. Tests on small groups of students at SMKNegeri 3 Malang. The type of data in this study is a quantitative assessment of thescores obtained from expert assessment instruments and vocational students.Obtaining a score of level interest get average percentage of 87,5%, the level ofease gained average percentage of 78,75%, the effectiveness of the average valuesobtained average percentage of 82,5% and the efficiency of the average valuesobtained average percentage of 90%, so the product is feasible to be implemented.The concluded from the result obtained percentage that the developed learningmodules have interesting levels, ease, effectiveness and efficiency are adequate aslearning modules continental pastry Catering Service Department at SMK Negeri3 Malang

    Konstruksi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Temu Manten di Desa Duri, Kec. Slahung, Kab. Ponorogo

    No full text
    Ratnasari, Shintia Dwi. 2023. Nilai- Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Temu Manten di Desa Duri, Kec. Slahung, Kab. Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Yusmicha Ulya Afif, M.Pd. I. Kata Kunci : Nilai Pendidikan Islam, Akidah, Akhlak, Ibadah, Tradisi Temu Manten. Budaya sebagai media dalam mendukung adanya penyebaran agama Islam di Nusantara, salah satu wujud implementasi nilai Pendidikan agama disisipkan melalui kebudayaan, salah satunya adalah melalui tradisi pernikahan adat Jawa yakni upacara tradisi temu manten. Upacara tradisi pernikahan temu manten merupakan budaya lokal yang dilestarikan hingga sekarang, hal tersebut dilakukan sebagai wujud akulturasi budaya. Dalam tradisi temu manten terdapat berbagai urutan prosesi yang memiliki makna tersirat di dalamnya, mengandung berbagai nilai kebaikan yang selaras dengan syariat agama Islam, terdapat berbagai kesenjangan atau keunikan di dalam tradisi temu manten yang dipengaruhi oleh budaya dan juga tradisi sekitar. Tradisi temu manten yang dilaksanakan di di desa Duri Kec. Slahung, Kab. Ponorogo, meliputi beberapa prosesi inti yang masih dilaksanakan hingga sekarang diantaranya adalah balangan gantal, kembar mayang, ngideg endog (wiji dadi), sinduran, kacar- kucur, dulangan, dan sungkeman. Tujuan penelitian ini sebagai berikut :1) Mendeskripsikan nilai pendidikan akidah dalam tradisi temu manten, 2) Mendeskripsikan nilai pendidikan akhlak dalam tradisi tradisi temu manten, 3) Mendeskripsikan nilai pendidikan ibadah dalam tradisi temu manten. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Milles dan Huberman yang pada tahapannya meliputi sebagai berikut : reduksi data, penyajian data, verifikasi (kesimpulan). Dari hasil penelitian ini telah ditemukan (1) Nilai pendidikan akidah pada prosesi balangan gantal (Beriman kepada takdir Allah Swt). (2) Nilai pendidikan akhlak, prosesi ngideg endog (tanggung jawab, hormat dan setia kepada pasangan), dulangan ( kasih sayang dan menghormati pasangan ), sinduran (berbakti kepada orangtua, ikhlas, keberanian ), sungkeman (hormat dan berbakti kepada orangtua). (3) Nilai pendidikan ibadah meliputi prosesi kacar-kucur (bertanggung jawab), dulangan (melayani pasangan, kewajiban nafkah, kasih sayang), sungkeman (berbakti kepada orangtua)

    PENGEMBANGAN E-MODUL TATA BAHASA MANDARIN BERBASIS ANDROID UNTUK BELAJAR MANDIRI BAGI SISWA KELAS XI IBB SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Ratnasari, Dwi. 2018. Pengembangan E-modul Tata Bahasa Mandarin Berbasis Android Untuk Belajar Mandiri Bagi Siswa Kelas XI IBB SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Jerman, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sawitri Retnantiti, M.Pd.   Kata Kunci: E-modul, Tata Bahasa Mandarin, Android. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk berupa e-modultata bahasa Mandirin berbasis android untuk belajar mandiri siswa kelas XI IBB SMA Lab UM. Produk ini dikemas dalam bentuk elektronik dengan format file APK, sehingga dapat dijalankan pada smartphone android. E-modul ini terdiri dari judul, petunjuk umum, materi, dan evaluasi. Materi dalam e-modul dilengkapi dengan rumus penulisan kalimat dan contohkalimat yang dapat memudahkan peserta didik untuk memahami materi tata bahasa. Selain itu, di dalam e-modul juga disertakan link latihan soal dan kunci jawaban yang dapat mengukur pemahaman materi yang telah dipelajari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model pegembangan ADDIE. E-modul ini telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, serta telah diujicobakan kepada 17 peserta didik kelas XI IBB SMA Lab UM. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar angket. Data yang telah diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba yang dilakukan, E-modul ini dinyatakan layak digunakan untuk kegiatan belajar mandiri. E-modul ini memiliki ukuran yang kecil sehingga mudah diinstal dalam smartphone android.Selain itu, e-modul memiliki tampilan yang menarik. Materi yang terdapat dalam e-modul ini dapat dipahami dengan mudah. E-modul ini dapat digunakan peserta didik untuk belajar dimana saja dan kapan saja dengan atau tanpa bantuan dari guru

    ..(TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, UPLOAD ULANG)..Konstruksi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Temu Manten di Desa Duri, Kec. Slahung, Kab. Ponorogo.

    No full text
    Ratnasari, Shintia Dwi. 2023. Nilai- Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Temu Manten di Desa Duri, Kec. Slahung, Kab. Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Yusmicha Ulya Afif, M.Pd. I. Kata Kunci : Nilai Pendidikan Islam, Akidah, Akhlak, Ibadah, Tradisi Temu Manten. Budaya sebagai media dalam mendukung adanya penyebaran agama Islam di Nusantara, salah satu wujud implementasi nilai Pendidikan agama disisipkan melalui kebudayaan, salah satunya adalah melalui tradisi pernikahan adat Jawa yakni upacara tradisi temu manten. Upacara tradisi pernikahan temu manten merupakan budaya lokal yang dilestarikan hingga sekarang, hal tersebut dilakukan sebagai wujud akulturasi budaya. Dalam tradisi temu manten terdapat berbagai urutan prosesi yang memiliki makna tersirat di dalamnya, mengandung berbagai nilai kebaikan yang selaras dengan syariat agama Islam, terdapat berbagai kesenjangan atau keunikan di dalam tradisi temu manten yang dipengaruhi oleh budaya dan juga tradisi sekitar. Tradisi temu manten yang dilaksanakan di di desa Duri Kec. Slahung, Kab. Ponorogo, meliputi beberapa prosesi inti yang masih dilaksanakan hingga sekarang diantaranya adalah balangan gantal, kembar mayang, ngideg endog (wiji dadi), sinduran, kacar- kucur, dulangan, dan sungkeman. Tujuan penelitian ini sebagai berikut :1) Mendeskripsikan nilai pendidikan akidah dalam tradisi temu manten, 2) Mendeskripsikan nilai pendidikan akhlak dalam tradisi tradisi temu manten, 3) Mendeskripsikan nilai pendidikan ibadah dalam tradisi temu manten. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Milles dan Huberman yang pada tahapannya meliputi sebagai berikut : reduksi data, penyajian data, verifikasi (kesimpulan). Dari hasil penelitian ini telah ditemukan (1) Nilai pendidikan akidah pada prosesi balangan gantal (Beriman kepada takdir Allah Swt). (2) Nilai pendidikan akhlak, prosesi ngideg endog (tanggung jawab, hormat dan setia kepada pasangan), dulangan ( kasih sayang dan menghormati pasangan ), sinduran (berbakti kepada orangtua, ikhlas, keberanian ), sungkeman (hormat dan berbakti kepada orangtua). (3) Nilai pendidikan ibadah meliputi prosesi kacar-kucur (bertanggung jawab), dulangan (melayani pasangan, kewajiban nafkah, kasih sayang), sungkeman (berbakti kepada orangtua)

    ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN GENDER DALAM MATERI PYTHAGORAS KELAS VIII A SMPN 2 SUMBERGEMPOL

    Full text link
    Skripsi dengan judul Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Berdasarkan Gender pada Materi Pythagoras Kelas VIII A SMPN 2 Sumbergempol yang ditulis oleh Ayu Dwi Ratnasari, NIM. 17204153225, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh Dra. Hj. Umy Zahroh, M.Kes., Ph.D. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan, Masalah Matematika, Gender Pemahaman matematika merupakan kunci untuk memaksimalkan hasil belajar matematika. Namun hal ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan matematika. Untuk mengetahui pemahaman matematika siswa dapat diukur dengan uji kemampuan pemecahan masalah. Sehingga hasilnya dapat digunakan untuk evaluasi guna meningkatkan pemahaman matematika. Dengan ini, dapat diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang baik yaitu siswa yang mampu menyimpulakan suatu masalah dengan keyakinan dan kepercayaaan diri yang baik. Matematika dengan bidang ilmu yang lain, dan matematika dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan pada materi Pythagoras kelas VIII A SMPN 2 Sumbergempol. (2) Untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika siswa laki-laki pada materi Pythagoras kelas VIII A SMPN 2 Sumbergempol. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan instrument tes, wawancara dan dokumentasi. Tes digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dari jawaban tertulis siswa. sedangkan wawancara untuk memperkuat alasan dari jawaban tes siswa. Dan dokumentasi untuk membantu melengkapi dari proses penelitian yang dilakukan. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan data. Hasil penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam materi Pythagoras kelas VIII. Subjek perempuan berada pada tahap 3-5 artinya bahwa siswa berada antara dalam proses mengembangkan hipotesis hingga siswa mampu memilih hipotesis terbaik dalam pemecahan masalah. Untuk Subyek Laki-laki berada pada tingkat ke 2-5, yang mana bisa di lihat siswa masih dalam tahap memahami soal, hingga siswa mampu mengembangkan hipotesis sampai dengan tahap pengambilan hipotesis

    Hubungan Kekerabatan Suku Piperaceae Berdasarkan Karakter Morfologi Di Taman Nasional Meru Betiri Jember Jawa Timur

    No full text
    Suku Piperaceae merupakan tumbuhan herba aromatik atau sering ditemukan berupa semak, ada yang merambat dan kadang epifit. Daun tunggal berseling dan jarang yang berhadapan atau melingkar. Bunga berbentuk bulir atau untai, kecil dengan bractea berbentuk perisai, bunga sempurna atau berkelamin tunggal tanpa perhiasan bunga. Suku Piperaceae terdiri dari beberapa marga dengan urutan marga Piper dan Peperomia sebagai marga terbesar. Banyaknya anggota dari marga piper dan Peperomia menunjukkan adanya keragaman jenis dan variasi morfologi diantara kedua marga tersebut. Anggota-anggota dari marga piper dan peperomia telah banyak dimanfaatkan masyarakat baik yang sudah maupun belum diketahui kandungan kimia, nama dan jenisnya. Oleh karena itu untuk mengetahui hal tersebut, maka dapat dilakukan pendekatan melalui hubungan kekerabatan. Sehingga perlu dilakukan penelitian tentang hubungan kekerabatan marga piper dan peperomia suku Piperaceae yang ada di TNMB, Jember, Jawa Timur berdasarkan karakter morfologinya dengan metode morfometri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 sampai bulan Mei 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode jelajah di hutan TNMB sebelah kiri sepanjang jalur masuk Resort Andongrejo-Bandealit TNMB Kabupaten Jember. Pengukuran morfologi di lakukan Laboratorium Botani Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Jember dan identifikasi lanjutan dilakukan di LIPI Purwodadi. Parameter yang diamati berupa parameter kulitatif dan kuantitatif baik pada organ vegetatif maupun generatif tumbuhan sampel mulai dari akar, batang, daun dan bunga

    Peran Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu

    No full text
    RINGKASAN Ratnasari, Yunita Dwi. 2019. Peran Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu. Tugas Akhir. Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Amalia Nurma Dewi, M.Hum. Kata Kunci : peran, Taman Bacaan Masyarakat             Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu dan kendala yang dihadapi Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah petugas Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu, dan pemustaka pelajar. Sampel pada penelitian ini menggunakan purposif sampling yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.             Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu ada tiga yaitu sebagai sumber belajar, sumber informasi, dan tempat rekreasi- edukasi. (1) Sumber belajar meliputi kegiatan peminjaman koleksi, kegiatan membaca, dan kegiatan pendampingan belajar (les). Dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat/motivasi belajar masyarakat. (2) Sumber informasi meliputi kegiatan penambahan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, penyediaan koleksi yang terbaru, penyediaan internet dan layanan informasi bagi pemustaka yang mengalami kesulitan saat menelusur informasi. Dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. (3) Tempat rekreasi-edukasi meliputi kegiatan mewarnai. Dengan penyelenggaraan tersebut dapat meningkatkan minat baca masyarakat.             Dalam menjalankan peran tersebut, Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu menghadapi beberapa kendala meliputi: (1) Ruang baca Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas belum representatif, (2) Kegiatan pendampingan belajar (les) dan mewarnai masih kondisional, (3) Belum tersedianya alat penelusuran OPAC (Online Public Acess Catalog).             Berdasarkan uraian, saran yang dikemukakan untuk mengatasi kendala peran Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu yaitu : (1) Mengoptimalkan ruang baca dengan penataan ulang agar ruang baca tidak terlihat sempit. (2) Perlu perencanaan jadwal. Kegiatan pendampingan belajar (les) dan mewarnai juga perlu dilakukan secara rutin karena kegiatan tersebut sangat dibutuhkan pemustaka. (3) Petugas Taman Bacaan Masyarakat Hutan Kota Bondas Kota Batu, segera menyediakan alat penelusuran, karena alat tersebut dapat membantu pemustaka maupun petugas untuk menemukan koleksi dengan cepat.

    Studi Tentang Kompertensi Yang Dimiliki Oleh Pekerja Bagian Produksi Di Tiff By Tifany Fabiola

    No full text
    ABSTRAK   Ratnasari, Dwi. 2018. Studi Tentang Kompetensi Yang Dimiliki Oleh Pekerja Bagian Produksi Di Tiff By Tifany Fabiola Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Nur Endah Purwaningsih, M.Pd., (2) Agus Sunandar, S. Pd, M.Sn.   Kata Kunci: kompetensi, pekerja bagian produksi, SKKNI Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang berpotensial menjadi negara mode di dunia. Salah satu industri yang bermunculan adalah butik, yang memiliki karakteristik jahitan dan penyelesaiannya lebih banayak dikerjakan menggunakan tangan, ukuran busana mengunakan ukuran personal size. Pemilihan tenaga kerja yang kompeten akan menghasilkan produk yang baik dan menjadikan sebagai butik unggulan. Tiff by Tifany Fabiola merupakan butik yang ada di kota Malang yang memiliki keunggulan yaitu hanya memproduksi busana pesta,jahitan sangat rapi, baju yang dijual menggunakan ukuran personal size, bahan yang digunakan berkualitas tinggi, baju yang di produksi banyak digemari masyarakat khususnya kalangan menengah ke atas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi pekerja bagian produksi di Tiff by Tifany Fabiola Malang berpedoman pada kriteria unjuk kerja Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia BidangCustome Made No. 90 Tahun 2010. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakanteknik wawancara, observasi serta dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil temuan penelitian, semua pekerja disemua bagian telah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kriteria unjuk kerja Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang Custome Made, dimulai dari memotong bahan, melakukan pengepressan, menjahit dengan mesin, menyelesaikan busana dengan jahitan tangan, membuat hiasan pada busana, serta melakukan penyelesaian akhir busana. Pada bagian desain, mengukur tubuh pelanggan, dan membuat pola tidak dilakukan oleh pekerja, bagian ini di tangani langsung oleh pemilik perusahaan. Berdasarkan kesimpulan penelitian dapat disarankan sebagai berikut: (1) bagi perusahaan, perlu diadakan pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan khususnya dalam membuat desain, mengukur tubuh pelanggan dan membuat pola(2) bagi masyarakat, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan kinerja karyawan (3) bagi peneliti lain, penelitian ini menjadi masukan serta referensi untuk mengetahui kompetensi pekerja bidang produksi di butik khususnya pada butik yang memproduksi gaun
    corecore