1,720,974 research outputs found
Midle test sejarah Diki wahyudi
Jawaban midle test sejarah yang menjabarkan bukti fakta sejarah di indonesia yaitu kerajaan hindu budha, kolonialisme dan reformas
Middle Test : Ilmu Sejarah dan Pendidikan IPS. Diki Wahyudi.
Jawaban midle tes, menjabarkan fakta sejarah tentang kerajaan hindu-budha, kolonialisme, sampai reformasi
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DESA SENCALANG KECAMATAN KERITANG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU
ABSTRAK
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DESA SENCALANG KECAMATAN KERITANG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU
DIKI WAHYUDI
11870114263
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan di Kantor Desa Sencalang Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Pada bulan juli sampai selesai. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Kantor Desa Sencalang Kecamatan Keritang sebanyak 32 orang pegawai. Sedangkan sampel yang digunakan adalah seluruh pegawai yang hanya masuk ke Kantor Desa Sencalang Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau setiap harinya yaitu sebanyak 32 pegawai dengan metode sensus. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menjelaskan budaya organisasi dan disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan budaya organisasi dan disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Desa Sencalang Kecamatan Keritang Indragiri Hilir Provinsi Riau dengan nilai adjusted R Square menjelaskan budaya organisasi dan disiplin kerja dapat mempengaruhi kinerja pegawai pada Kantor Desa Sencalang Kecamatan Keritang Indragiri Hilir Provinsi Riau sebesar 71,5% sementara 28,5% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Budaya Organisasi, Disiplin Kerja dan Kinerja Pegawa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA SISWA PADA TEMA KEBERSAMAAN KELAS II SD IT RAUDHATURRAHMAH PEKANBARU
ABSTRAK
Diki Wahyudi, (2022): Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Kerja Sama Siswa Pada Tema Kebersamaan Kelas II Sekolah Dasar Islam Terpadu Raudhaturrahmah Pekanbaru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kerja sama siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada tema kebersamaan di kelas II Sekolah Dasar Islam Terpadu Raudhaturrahmah Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilator belakangi oleh kurangnya kemampuan kerja sama siswa diantaranya, siswa kurang berkomunikasi, menghormati pendapat individu, siswa kurang bertanggung jawab, dan kurang berkontribusi dalam kelompok saat diskusi. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru dan 14 siswa kelas II Sekolah Dasar Islam Terpadu Raudhaturrahmah Pekanbaru. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan kerja sama siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan kerja sama siswa. Hal ini dapat diketahui dari persentase kerja sama siswa sebelum tindakan yaitu 44,57% dengan kategori cukup. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I kerja sama siswa mencapai 54,86% dengan kategori cukup dan pada siklus II kerja sama siswa meningkat menjadi 78,29% dengan kategori baik. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan kerja sama siswa pada pembelajaran Tematik kelas II Sekolah Dasar Islam Terpadu Raudhaturrahmah Pekanbaru.
Kata Kunci : Model Kooperatif Tipe Make A Match, Kerja Sama Siswa
Pengembangan Media Pembelajaran Video Berbantuan Sparkol Videoscribe Untuk Memfasilitasi Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP IT Abdurrab Pekanbaru
ABSTRAK
Diki Wahyudi, (2022) : Pengembangan Media Pembelajaran Video
Berbantuan Sparkol Videoscribe Untuk Memfasilitasi
Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP IT
Abdurrab Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan media
pembelajaran video berbantuan sparkol videoscribe yang valid, praktis dan mampu
memfasilitasi pemahaman konsep matematis. Jenis penelitian ini merupakan
penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi lima
langkah, yaitu: analyz (analisis), design (perancangan), development
(pengemangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi).
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Abdurrab
Pekanbaru. Subjek penelitian ini adalah ahli materi pembelajaran dan ahli teknologi
pendidikan, serta siswa kelas VIII SMP IT Abdurrab Pekanbaru dan objek
penelitian ini adalah media pembelajaran video berbantuan sparkol videoscribe.
Teknik pengumpulan data meliputi angket/kuisioner, lembar validasi angket, dan
soal tes kemampuan pemahaman konsep. Teknik analisis data yang digunakan
adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil validasi oleh tim
validator yang terdiri dari 2 ahli materi pembelajaran dan 3 ahli teknologi
Pendidikan. Hasil validasi dari validator ahli materi pembelajaran menunjukkan
bahwa video pembelajaran yang dihasilkan mendapat kriteria sangat valid dengan
persentase tingkat kevalidan 98%, dan penilaian ahli teknologi pendidikan
mendapat kriteria sangat valid dengan persentse kevalidan 84%. Kemudian Hasil uji
kepraktisan yang diujikan kepada siswa kelas VIII SMP IT Abdurrab yang dikelompokkan
menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kecil dengan jumlah responden 8 siswa diperoleh
skor 86,9% dengan kategori sangat praktis, dan
kelompok terbatas dengan jumlah
responden 34 siswa memperoleh skor 85,73% dengan kategori sangat praktis.
Selanjutnya dari hasil posttest kelas laki-laki mendapat skor rata-rata 86,38%
dengan kriteria tinggi, dan kelas perempuan mendapat skor 90,5% dengan kriteria
tinggi. Selanutnya dilakukan uji-t pada hasil posttest kelas laki-laki dan perempuan,
dengan hasil t
hitung
(-1.961) < t
tabel
(1.746), dengan kesimpulan tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara kelas laki-laki dan perempuan.
Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Video, Sparkol
VideoScribe, Pemahaman Konse
PEMANFAATAN RUANG SEMPADAN SUNGAI BATANG AGAM SEBAGAI TAMAN MULTIGUNA DI KOTA PAYAKUMBUH
ABSTRAK
Dalam rangka penataan kembali kawasan sempadan sungai batang agam yang sering terjadi longsoran tebing dan banjir, maka peran pemerintah dalam hal pembangunan dan pengawasan kawasan ini sangatlah penting. Selain itu, keterbatasan lahan yang ada dengan penataan kembali kawasan sempadan sungai batang agam ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menjadikan kawasan tersebut memiliki berbagai kegunaan (multiguna) yang bermanfaat baik bagi masyarakat sekitar. Akan tetapi pembangunan kawasan sempadan sungai yang merupakan kawasan lindung juga harus menjadi perhatian pemerintah agar kawasan lindung tersebut tidak rusak dan hanya dimanfaatkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah 1)Bagaimana Penataan Ruang Sempadan Sungai Batang Agam yang dilakukan oleh pemerintah kota Payakumbuh? 2) Bagaimana cara pemerintah membangun taman multiguna Batang Agam di daerah sempadan sungai yang merupakan kawasan lindung? 3) Bagaimana Pengawasan Ruang Sempadan Sungai Batang Agam yang dilakukan oleh pemerintah kota Payakumbuh? Metode penelitian ini bersifat yuridis sosiologis. Sedangkan penelitian ini bersifat deskriptif. Data-data yang sudah dikumpulkan baik itu data primer maupun data sekunder diolah secara kualitatif, hingga akhirnya mendapatkan kesimpulan yaitu: 1)Kawasan sempadan sungai batang agam ditetapkan sebagai kawasan perlindungan setempat melalui Perda dan untuk menjaga fungsinya dilakukan normalisasi dan penataan kawasan sempadan sungai berupa taman multiguna. 2)Pembangunan taman multiguna nyatanya bertentangan dengan Pasal 17 dan Pasal 22 ayat (2) PP Nomor 38 Tentang Sungai yang menghendaki sempadan sungai bebas dari bangunan apapun di atasnya. 3)Pemerintah Kota Payakumbuh telah melakukan upaya pengawasan secara berkala terhadap kondisi sungai dan sempadannya, namun output dan tindak lanjut dari pengawasan tersebut belum mampu mengubah kebiasaan masyarakat dengan masih terus ditemukannya pelanggaran yang dilakukan masyarakat yang merusak sungai dan sempadannya.
Kata Kunci : Pemanfaatan, Sempadan Sungai, Taman Multigun
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
