1,721,038 research outputs found

    KONSTRUKSI HIJRAH DALAM FILM “DUKA SEDALAM CINTA” (Analisis Semiotika Roland Barthes) Dewi Farida NIM. 1522102012

    No full text
    ABSTRAK Film adalah sebuah karya seni yang sarat dengan simbol-simbol yang di dalamnya terkandung makna tertentu. Film merupakan salah satu media komunikasi massa audio visual yang mampu mempengaruhi jiwa manusia, dimana penontonnya seakan menyaksikan langsung bahkan seolah-olah ikut terlibat pada peristiwa yang terjadi di dalamnya. Film sebagai peran dakwah menghadirkan kembali realita yang berkembang dalam masyarakat. Film Duka Sedalam Cinta merupakan film yang menggambarkan proses perjalanan hijrah seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi hijrah yang terkandung dalam film Duka Sedalam Cinta. Film Duka Sedalam Cinta merupakan film yang bernuansa islami sehingga penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hijrah dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes untuk meneliti dan mengkaji tanda-tanda dalam film ini. Pendekatan semiotik Roland Barthes ini memberikan titik tekan pada makna denotatif, konotatif dan mitos. Semiotika Roland Barthes ini digunakan untuk menganalisis adegan-adegan yang menampilkan tentang hijrah yang terdapat dalam film. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat konstruksi hijrah antar tokoh dalam film. Bentuk hijrah yang terdapat di dalam film ini dibagi menjadi tiga yaitu: hijrah dengan hati yaitu dengan meyakini adanya Allah dan hanya Allah yang yang memberikan hidayah kepada orang-orang yang berhijrah. Kedua, hijrah dengan lisan yang meliputi dengan cara berceramah di bus angkutan umum mengajak para penumpang bus untuk berhijrah dan memberikan motivasi, kemudian yang ketiga, hijrah dengan perbuatan dilakukan dengan cara saling tolong menolong, memberi kepada kaum dhu’afa dan mampu merubah dirinya dengan menutup aurat atau berhijab. Kata Kunci: Film, Analisis Semiotik,Hijra

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Perencanaan Pencapaian Laba dengan Cost Volume Profit Analysis pada CV Bening Jati Anugrah

    No full text
    CV Bening Jati Anugrah is the second largest fish processing company in Bogor Distric after Unit Produksi Ciseeng. However, the company has not yet known the level of proper sales to get desired profit. The purposes of this research are to identify and analyze the condition of sales and expenses of company, to analyze the application of CVP (Cost Volume Profit), and to know the forecasting of cost, sales volume and profit. This study uses CVP analysis method based on financial company document during 2014. The result of the research shows that company sales are fluctuative. The highest sales occurs in August and the lowest sales occurs in July. CV Bening Jati Anugrah wants to increase profit 15% in the 2015. So company knows sales mix that must be sold as many as 81 122 units. The trend analysis shows the forecasting of cost and sales are declining and profit is increasing in the next period

    Analisis Alokasi Dana CSR dan Pengungkapan Standar Khusus Sustainability Report berdasarkan GRI G4 pada PT PJB UP Muara Karang

    No full text
    Pelaporan CSR berdasarkan Global Reporting Initiative (GRI) dilakukan sebagai bentuk penilaian kinerja perusahaan terhadap tanggung jawab sosialnya. Penelitian ini menganalisis: (1) alokasi dana CSR di PT PJB UP Muara Karang tahun 2015-2017, (2) pengungkapan standar khusus sustainability report sesuai GRI G4 di PT PJB tahun 2014–2016, (3) pengungkapan standar khusus sustainability report sesuai GRI G4 di PT PJB UP Muara Karang tahun 2014– 2016, dan (4) mengklasifikasikan tingkat keluasan dan kedalaman pengungkapan berdasarkan metode scoring. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis varians, coding, dan scoring. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa penyimpangan alokasi dana CSR terbesar terjadi pada program mangrove. Total indikator yang berhasil diungkap oleh PT PJB pada tahun 2014 sebesar 54%, tahun 2015 sebesar 64%, dan tahun 2016 sebesar 64%. Sedangkan total indikator yang berhasil diungkap oleh PT PJB UP Muara Karang pada tahun 2014 sebesar 31%, tahun 2015 sebesar 33%, dan tahun 2016 sebesar 33%. Berdasarkan tingkat keluasan dan kedalaman dari sustainability report pada PT PJB dan PT PJB UP Muara Karang tahun 2014-2016 dapat diklasifikasikan kedalam 3 kategori yaitu state of the art, new benchmarks, dan trailblazer

    Manajemen Biaya pada PT Blambangan Foodpackers Indonesia.

    No full text
    Foodpackers Indonesia. Dibimbing oleh FARIDA RATNA DEWI. Setiap perusahaan didirikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, baik untuk memperoleh laba maupun untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan manajemen perusahaan yang berkualitas. Manajemen Biaya merupakan faktor penting dalam kegiatan operasional perusahaan karena dapat membantu pihak manajemen dalam merencanakan dan mengendalikan aktivitas perusahaan, termasuk didalamnya perencanaan laba agar perusahaan menghasilkan laba yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen biaya terhadap perencanaan laba pada PT. Blambangan Foodpackers Indonesia. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan alat analisis cost volume profit (CVP). Data perencanaan laba yang selama ini digunakan dapat dijadikan alat untuk perbandingan evaluasi apakah telah efektif dan efisien. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis CVP dapat membantu perusahaan mengetahui jumlah produk yang harus terjual agar dapat mencapai target laba yang ditentukan sehingga manajemen perusahaan lebih mudah untuk menentukan strategi penjualannya

    Literasi Keuangan dan Faktor – Faktor yang Memengaruhi Literasi Keuangan Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor

    No full text
    Mahasiswa merupakan salah satu target sasaran dari kegiatan edukasi keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor. Penelitian bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat literasi keuangan mahasiswa dan (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi literasi keuangan mahasiswa. Faktor-faktor yang dianalisis yaitu faktor jenis kelamin, fakultas, tingkat semester, IPK dan agen sosialisasi finansial. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM) PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor adalah sebesar 68.45% dan tergolong sufficient literate. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor adalah IPK dan fakultas

    Analisis Kinerja Keuangan Pada PT.Petrosea, Tbk

    No full text
    PT.Petrosea, Tbk merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa penambangan yang terkemuka di Indonesia dengan kemampuan untuk memberikan solusi pertambangan yang baik. Perusahaan menyadari bahwa semua aktivitas yang dijalankan perusahaan memiliki dampak yang dapat mempengaruhi kondisi perusahaan. Salah satu yang menjadi perhatian pentingnya adalah kondisi keuangan perusahaan tersebut. Dengan melihat kinerja keuangan perusahaan nantinya akan mendapatkan gambaran mengenai kondisi keuangan perusahaan dan juga dapat dijadikan pedoman dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perkembangan perusahaan ke depannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan keuangan dan kinerja keuangan dengan menggunakan analisis Rasio keuangan dan analisis Du Pont, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruh kinerja perusahaan selama periode 2006-2010. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa perkembangan neraca pada komponen komponen aktiva tidak lancar, kewajiban jangka pendek , dan kewajiban jangka panjang mengalami trend naik selama pengamatan. Sedangkan pada komponen aktiva lancar mengalami trend turun selama pengamatan. Perkembangan laba rugi pada semua komponen yaitu pendapatan, beban usaha, beban penjualan dan administrasi, laba usaha, dan laba bersih mengalami trend naik selama pengamatan. Berdasarkan analisis rasio, kondisi keuangan perusahaan menunjukkan kurang likuid dan kurang solvabel. Serta aktivitas perusahaan kurang baik. Walaupun demikian, perusahaan masih dapat menghasilkan keuntungan. Berdasarkan analisis Du Pont, kinerja perusahaan selama empat tahun menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.Kinerja perusahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu beban dan pendapatan , aktiva, dan kewajiban perusahaan. Kompetitor, laba perusahaan asosiasi dan keadaan ekonomi merupakan faktor eksternalnya

    Analisis Kinerja Portofolio Saham LQ45 di BEI Berdasarkan Strategi Portofolio Aktif.

    No full text
    Pasar modal merupakan tempat kegiatan perusahaan mencari dana untuk membiayai kegiatan usahanya. Selain itu, pasar modal juga merupakan suatu usaha penghimpunan dana masyarakat secara langsung dengan cara menanamkan dana ke dalam perusahaan yang sehat dan baik pengelolaannya. Fungsi utama pasar modal adalah sebagai sarana pembentukan modal dan akumulasi dana bagi pembiayaan suatu perusahaan / emiten. Dengan demikian pasar modal merupakan salah satu sumber dana bagi pembiayaan pembangunan nasional pada umumnya dan emiten pada khususnya di luar sumber-sumber yang umum dikenal, seperti tabungan pemerintah, tabungan masyarakat, kredit perbankan dan bantuan luar negeri. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat kuantitatif dari periode Januari 2007 – Desember 2008. Data yang diperoleh berasal dari Pusat Data Pasar Modal (PDPM). Adapun data penunjang, yang mendukung data yang relevan dengan penelitian adalah diperoleh dari literatur, jurnal, majalah, laporan penelitian dan media elektronik. Penelitian ini menggunakan variabel-variabel yang harus dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif. Pengolahan data kuantitatif ini dibantu dengan program komputer, yaitu Microsoft Excel. Penelitian ini menggunakan metode Sharpe Ratio dan Treynor Ratio. Perusahaan LQ45 merupakan perusahaan terpilih yang mempunyai likuiditas yang tinggi atau sering diperdagangkan di BEI. Pembentukan portofolio saham LQ45 dalam penelitian ini didasarkan kepemilikan saham oleh asing dan lokal. Dan yang bertahan dari Agustus 2006-Januari 2009. Portofolio kepemilikan saham lokal terdiri dari beberapa perusahaan lokal yang ada di Indonesia. Hasil perhitungan diperoleh rata-rata return bernilai -24,77 persen. Standar deviasi sebesar 67,31 persen. Dan beta yang diperoleh sebesar 83,24 persen. Suku bunga bebas risiko bernilai 8,6 persen lebih besar dibandingkan nilai return yang diharapkan. Sehingga nilai Sharpe dan treynor yang diperoleh bernilai positif. Perhitungan kinerja portofolio berdasarkan metode sharpe diperoleh nilai sebesar 51,67 persen. Sedangkan hasil perhitungan dengan metode treynor ratio sebesar 41,78 persen. Portofolio asing terdiri dari beberapa perusahaan yang tergabung dalam kepemilikan perusahaan asing. Hasil perhitungan diperoleh rata-rata return bernilai -6,94 persen. Standar deviasi sebesar 47,99 persen. Dan beta yang diperoleh sebesar 95,45 persen. Suku bunga bebas risiko bernilai 8,6 persen lebih besar dibandingkan nilai return yang diharapkan. Sehingga nilai Sharpe dan treynor yang diperoleh bernilai positif. Perhitungan kinerja portofolio berdasarkan metode sharpe diperoleh nilai sebesar 28 persen. Sedangkan hasil perhitungan dengan metode treynor ratio sebesar 14,08 persen
    corecore