1,720,985 research outputs found

    nilai-nilai spiritual dan keluarga maslahah: Analisis pada keluarga KH. Dayat Hidayat pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Kaimas Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut

    Get PDF
    INDONESIA: Keluarga memiliki peran penting dalam pendidikan awal manusia, terutama dalam memberikan pendidikan nilai-nilai spiritual. Pendidikan pertama yang diterima manusia berasal dari lingkungan keluarga. Dalam penanaman nilai-nilai spiritual menghadapi berbagai krisis spiritual yaitu kondisi di mana individu kehilangan arah atau tujuan hidup akibat lemahnya landasan moral dan spritual. Dengan menanamkan nilai-nilai spiritual, individu dibekali dengan kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kebutuhan spiritual. Hal ini untuk memperkuat peran individu dalam mewujudkan kehidupan yang bermakna, baik bagi dirinya sendiri maupun keluarga. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mengidentifikasi dan menganalisis transisi spiritual manusia dalam konteks pengalaman spiritual. Kedua, untuk menganalisis konsep nilai-nilai spiritual yang dianut oleh KH. Dayat Hidayat serta mengkaji implementasi nilai-nilai tersebut dalam membentuk keluarga maslahah. Ketiga, untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh KH. Dayat Hidayat dalam membentuk keluarga maslahah serta menganalisis strategi yang diterapkannya untuk mengatasi kendala tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis menggunakan teori psikologi agama. Sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder sedangkan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa transisi spiritual KH. Dayat Hidayat mengacu pada internalisasi dan penerapan nilai-nilai spiritual yang secara konsisten ditanamkan dalam keluarganya sebagai upaya membentuk keluarga maslahah. Dalam menganalisis proses transisi spiritual tersebut, peneliti menggunakan teori Harry C. Moody, yang menekankan bahwa perjalanan spiritual individu dapat ditelusuri melalui dinamika kehidupan yang dihadapinya. Dalam proses transisi spiritual tersebut, KH.Dayat Hidayat menanamkan nilai spiritual dalam kehidupan keluarganya yaitu: kesadaran diri, komitmen, ketekunan, kesabaran, syukur, pemaaf, tawakal, penguatan iman, serta belajar. Nilai-nilai tersebut kemudian diimplementasikan dalam upaya membentuk keluarga maslahah yaitu keluarga yang harmonis, sejahtera dan taat terhadap ajaran agama. Meskipun demikian, dalam proses implementasinya KH. Dayat Hidayat menghadapi tantangan diantaranya kesibukan orang tua, keterbatasan waktu bersama keluarga serta pengaruh lingkungan eksternal. Namun, strategi yang diterapkan terbukti efektif dalam mempertahankan karakteristrik keluarga maslahah yaitu pengajaran, upaya pemotivasian, keteladanan, pembiasaan nilai-nilai positif serta penegakan aturan secara konsisten dalam lingkungan keluarga. ENGLISH: The family has an important role in early human education, especially in providing spiritual values education. The first education received by humans comes from the family environment. In instilling spiritual values, facing various spiritual crises, namely conditions in which individuals lose their direction or purpose in life due to weak moral and spiritual foundations. By instilling spiritual values, individuals are equipped with the ability to maintain a balance between technological advances and spiritual needs. This is to strengthen the role of individuals in realizing a meaningful life, both for themselves and their families. This study has three main objectives. First, to identify and analyze human spiritual transitions in the context of spiritual experience. Second, to analyze the concept of spiritual values adopted by KH. Dayat Hidayat and examine the implementation of these values in forming a maslahah family. Third, to identify the obstacles faced by KH. Dayat Hidayat in forming a maslahah family and analyze the strategies he implemented to overcome these obstacles. The method used in this study is qualitative with a descriptive analytical approach using the theory of religious psychology. The data sources used are primary and secondary while the data collection techniques are observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the spiritual transition of KH. Dayat Hidayat refers to the internalization and application of spiritual values that are consistently instilled in his family as an effort to form a maslahah family. In analyzing the spiritual transition process, the researcher uses Harry C. Moody's theory, which emphasizes that an individual's spiritual journey can be traced through the dynamics of life he faces. In the spiritual transition process, KH. Dayat Hidayat instills spiritual values in his family life, namely: self-awareness, commitment, perseverance, patience, gratitude, forgiveness, surrender, strengthening faith, and learning. These values are then implemented in an effort to form a maslahah family, namely a harmonious, prosperous and obedient family to religious teachings. However, in the implementation process, KH. Dayat Hidayat faces challenges including busy parents, limited time with family and the influence of the external environment. However, the strategies implemented have proven effective in maintaining the characteristics of a maslahah family, namely teaching, motivational efforts, role models, habituation of positive values and consistent enforcement of rules in the family environmen

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pelatihan Keterampilan Otomotif untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja di Balai Latihan Kerja Kabupaten Karawang

    No full text
    Tujuan penelitian ini mengalisis pelaksanaan, hasil dan dampak pelatihan keterampilan otomotif dalam meningkatkan kesempatan kerja di BLK Karawang. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi sebagai sumber data triangulasi yang dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya serta analisis data menggunakan model interaktif. Subjek penelitian terdiri dari satu orang pengurus BLK, satu orang instruktur dan 3 orang warga belajar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan keterampilan otomotif dimulai melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Pelatihan keterampilan otomotif merupakan proses transformasi pengetahuan, sikap dan keterampilan otomotif terhadap warga belajar. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan otomotif dari warga belajar. Hasil pelatihan mengindikasikan perubahan disposisi atau kemampuan warga belajar pada aspek pengetahuan dan keterampilan di bidang otomotif serta sikap pengembangan usaha mandiri di bidang perbengkelan. Dampak pelatihan keterampilan otomotif menunjukkan terbukanya kesempatan kerja bagi warga belajar di perusahaan otomotif maupun membuka bengkel secara mandiri.</jats:p

    PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BERBASIS KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT PROGRAM KEJAR PAKET C

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan pembelajaran berbasis kewirausahaan masyarakat program Kejar Paket C. Fokus penelitian meliputi perencanaan, implementasi, penilaian, dan hasil pembelajaran program Kejar Paket C yang berbasis kewirausahaan masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam ini adalah kualitatif melalui metode studi kasus. Adapun unit penelitiannya di PKBM Bina Sejahtera Desa Telukjambe Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang. Subyek penelitian terdiri dari pengelola PKBM, tutor, dan warga belajar Kejar Paket C. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Teknik keabsahan melalui triangulasi berbagai sumber melalui diskusi teman sejawat. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa : 1) perencanaan pembelajaran dilakukan melalui identifikasi berbagai sumber daya dan dana pengembangan kewirausahaan, 2) implementasi pembelajaran menggunakan strategi sesuai kelompok usaha dengan berbagai metode pembelajaran partisipatif, 3) penilaian pembelajaran meliputi aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan berusaha, dan 4) hasil pembelajaran menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan kewirausahaan warga belajar Kejar Paket C.This study aims to analyze the management of entrepreneurial community-based learning of Paket C program. Focus areas include planning, implementation, assessment, and outcomes on entrepreneurial community-based learning of Paket C program. The approach used is a qualitative case study method. The research unit was at Community Learning Centre (CLC) Bina Sejahtera Telukjambe, Telukjambe Timur, Karawang. The research subjects consisted of PKBM managers, tutors, and Paket C learners. The data was collected using observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using an interactive model. Technique authenticity of data used triangulation of different sources through peer discussion. The research result describe that: 1) planning of learning is done through the identification of resources and funds, entrepreneurial development, 2) the implementation of learning use strategies that are appropriate to business group with various methods of participatory learning, 3) learning assessment includes aspects of knowledge, attitudes, and skills sought, and 4) the learning outcomes showed an increase of knowledge, attitudes and entrepreneurial skills of Paket C learners.</p

    Pengembangan Model Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Dalam Meningkatkan Kompetensi Kewirausahaan Warga Belajar Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) Di Kabupaten Karawang

    No full text
    Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi faktual bahwa pengetahuan, sikap dan keterampilan kewirausahaan warga belajar Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) di Kabupaten Karawang kurang baik. Berdasarkan pada kondisi obyektif tersebut, maka pengembangan pelatihan kewirausahaan dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan kewirausahaan warga belajar KUM. Penelitian ini difokuskan pada: 1) kondisi faktual program KUM, 2) kondisi kompetensi kewirausahaan, 3) konsep model, 4) implementasi model dan 5) efektivitas model pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal bagi warga belajar KUM di Kabupaten Karawang. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D). Kesimpulan hasil penelitian merekomendasikan bagi: 1) rekontruksi Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat, 2) Pemerintah Daerah, 3) praktisi Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat, model pelatihan ini cukup efektif untuk dijadikan model pengembangan kewirausahaan dan 4) penelitian lebih lanjut, dalam rangka diseminiasi model pelatihan kewirausahaan yang dikembangkan

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore