1,721,026 research outputs found
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KESEPIAN PADA LANSIA DI DESA CUCUM KECAMATAN KUTA BARO ACEH BESAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kesepian pada Lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar. Variabel dependent penelitian ini adalah dukungan keluarga yang terdiri dari sub variabel dukungan emosional, dukungan penilaian, dukungan instrumental ,dukungan informasional. Variabel independen penelitian ini adalah kesepiann lansia.Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif. Populasi adalah seluruh lansia yang tinggal di desa Cucum yang berjumlah 91 lansia .Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yang berjumlah 49 lansia. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah uji chi square dan diolah dengan menggunakan software komputer. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan dukungan emosional keluarga dengan kesepian pada lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dengan p-value(0,109) (0,05), tidak ada hubungan dukungan penilaian keluarga dengan kesepian pada lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dengan p-value (0,573) (0,05), tidak ada hubungan dukungan instrumental keluarga dengan kesepian pada lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dengan p-value (0,374) (0,05), tidak ada hubungan dukungan informasional keluarga dengan kesepian pada lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dengan p-value (0,365) (0,05), tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kesepian pada lansia di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dengan p-value (1,00) (0,05). Disarankan kepada kepala desa Cucum Kecamatan Kuta Baro agar dapat meningkatkan peran lansia dalam kegiatan sosial di masyarakat sehingga dapat mengurangi dan dan mencegah terjadinya kesepian pada lansia
ANALISIS BAURAN PEMASARAN SAYURAN BAYAM DI DESA CUCUM KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR
RINGKASANSafrinawati. 1305002010025. Analisis Bauran Penasaran Sayuran Bayam di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. dibawah Bimbingan Ibu Elvira Iskandar, SP, M. Sc.Dalam pembudiyaan sayuran bayam faktor yang sangat mempengaruhi adalah kualitas benuh, kualitas media tanam serta sifat fisik media tanam agar mendapat hasil panen yang maksimal. Desa Cucum merupakan desa yang cocok untuk budidaya sayuran bayam berhubungan dengan suhu yang baik untuk pertumbuhan bayam berkisar 28 oC sampai 32 oC serta mata pencahrian penduduk desa Kuta Baro 72 persen adalah petani. Sistem pemasaran di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar khususnya untuk sayuran bayam dilakukan dengan cara ada yang datang kekebun membeli langsung ke petani dan ada yang langsung di pasarkan ke pasar tungkop oleh petani Desa Cucum. Pemasaran adalah suatu sitem total kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada para konsumen saat ini mampu konsumen potensial (Stanton,1996)Bedasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapat diidentifikasikan masalah adalah bagai mana bauran pemasaran sayuran bayam ditinjau berdasarkan konsep 4P yaitu, produk (product) harga (price), tempat / distribusi (place), promosi (promotion), oleh petani bayam di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro.Sistem pemasaran yang di lakukan oleh petani di Desa Cucum, Kecamatan kuta Baro Kabupaten Aceh besar terdiri dari tiga saluran pemsaran yaitu :1.Petani Konsumen2.Petani pengecer konsumen3.Petani pengumpul pengecer konsumenSkema diatas menunjukkan bahwa sistem pemasaran 1, petani menjual langsung ke konsumen, biasanya konsumen langsung datang ke tempat budidaya sayuran bayam. Pada saluran pemasaran ke 2, pedagang pengecer datang langsung kepetani dan membeli hasil panen lalu di jual ke konsumen. Sistem pemasaran ke 3, petani menjual hasil panennya ke pedagang pengumpul, dan kemudian dipasarkan ke pedagang pengecer dan konsumen akhir.Pemasaran yang dilakukan dengan cara menjual hasil panennya ke pedagang pengumpul maupun masyarakat yang telah datang ke pasar tungkop biasanya pemanenan 150-200 ikat per harinya dengan harga bayam mencapai Rp Rp 1500,- per ikat, tergantung ketersedian barang di pasar, maka jika ketersedian barang sedikit harga bisa mencapai Rp 2000,- perikat nya, begitu sebaliknya jika ketersedian barang di pasar banyak maka harga bayam bisa menurun sampai Rp 500,- per ikat. Promosi yang digunakan dalam pemasaran sayuran bayam di Desa Cucum Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar adalah dengan cara dari mulut ke mulut
Manajemen Edukasi Pendidikan Agama Oleh Pemerintah Gampong Cucum Melalui Kegiatan Festival Anak Sholeh Sebagai Upaya Peningkatkan Pengetahuan Dan Kreativitas Anak Dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi
Gampong administration is carried out by people who have been trusted by the community both to lead and take care of all the interests of the gampong. In addition to being responsible for the administration of the gampong, the gampong government is assisted by gampong officials who are also tasked with organizing religious, customary, cultural activities and driving educational and economic programs for the gampong. Gampong community activities, especially in Aceh, cannot be separated from the religious and cultural values in them, one of which is the celebration of the Prophet's Birthday. In the perspective of the Cucum village community, the level of success of the event is assessed from the programs and activities included in the celebration of the Prophet's birthday. The programs and activities that are filled are expected to be able to reflect religious, cultural and customary values in the region, as well as being able to improve the level of education and the village economy. For this reason, the Gampong Cucum government held a competition entitled "Sholeh Children Festival". This festival is a forum for the people of Cucum village to fill the birthday celebration with various kinds of special competitions for children. Simultaneously with the festival, UIN Ar-Raniry students collaborated with the Gampong Government to be involved in sparking and carrying out types of activities at the Sholeh Children Festival. Several competition activities were carried out with the aim of increasing the knowledge and creativity of Cucum village children, namely speech contests, call to prayer, coloring, collages, congregational prayers, nasyid, quizzes, memorizing short letters, tartil, ranking one and marhaban. This type of competition was chosen in accordance with routine religious education activities for children carried out through the Gampong Cucum Government. In this routine activity, the children of Gampong Cucum are educated in the science of reciting, counting, writing and reading. These activities are routinely received by the children in Gampong Cucum from noon to evening. In its implementation, both the Sholeh Children's Festival activities and routine religious education are linked and benefit one another. Children are increasingly motivated in participating in routine religious education as preparation for competitions so that children's interest in learning and knowledge is increasing. On the other hand, the children were more creative and confident in participating in the competition because the preparation was sufficiently mature through routine religious education
KIPRAH KYAI HAJI ABDUL HALIM DAN PERJUANGANNYA DALAM PENYEBARAN AGAMA ISLAM
Cucum Sumiati. NIM 58110008. “KIPRAH KH. ABDUL HALIM DAN PERJUANGANNYA DALAM PENYEBARAN AGAMA ISLAM”. Skripsi. Cirebon: Fakultas Adab Dakwah Ushuluddin, Sejarah Peradaban Islam, Institut Agama Islam Negeri Cirebon, September 2012.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengeksplanasikan: 1) biografi KH Abdul Halim, 2) kiprah Kyai Haji Abdul Halim dalam perjuangannya melawan penjajahan yang terjadi di Indonesia, 3) perkembangan Lembaga-lembaga yang didirikan oleh KH. Abdul Halim yakni, antara lain: Daarul Uluum, Persatuan Ummat Islam (PUI), dan Pondok Mufidah Santi Asromo. Lokasi penelitian ini di pondok Mufidah Santi Asromo, dan menggunakan studi kepustakaan di perpustakaan IAIN dan perpustakaan 400. Metode yang digunakan, yakni deskripsi kualitatif dengan studi kasus KH Abdul Halim. Sumber data berupa Buku-buku tentang pergerakan pembaharuan modern Islam. Teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan, wawancara, dan observasi. Informan yang dipilih adalah ketua yayasan Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, yang merupakan cucu dari KH Abdul Halim yakni KH. Cholid Fadlullah.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa biografi atau perjalanan hidup Kiai Haji Abdul Halim penuh dengan perjuangan, khususnya dalam penyebaran agama Islam dan melawan penjajahan yang terjadi di Indonesia, Serta proses berdirinya Persatuan Umat Islam (PUI). Persatuan Umat Islam (PUI) adalah organisasi yang berdiri pada tahun 1952 di Bogor, yang mana organisasi ini berasal dari peleburan Perserikatan Oemat Islam (POI) yang didirikan leh KH. abdul Halim di Majalengka dan Al Ittihadiyatul Islamiyah Indonesia (AII) yang didirikan oleh KH. Ahmad Sanusi. Beberapa hal yang mendasari adanya peleburan organisasi ini adalah keprihatinan sebagai anggota kedua organisasi tersebut dengan apa yang terjadi waktu itu yaitu adanya perpecahan organisasi Islam di Indonesia waktu itu, seperti pisahnya beberapa unsur Masyumi. Persatuan Umat Islam (PUI) lahir dari dua organisasi yang mematri persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya dalam kalangan intern umat Islam, hal ini dapat di lihat dari tujuan pertama dari PUI yaitu mencapai Islam Raya serta kebahagiaan ummat Islam di dunia dan akherat.
Kata kunci: intelektual, kerja keras, dan mandiri
KONTRIBUSI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI KELOMPOK KEMBANG TANI DI DESA CUCUM KABUPATEN ACEH BESAR
Kontribusi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Kelompok Kembang Tani di Desa Cucum Kabupaten Aceh BesarNurul Hidayah/Agribisnis Fakultas Petanian Universitas Syiah KualaAbstrakLahan pekarangan adalah areal tanah yang berada di depan, belakang dan samping bangunan rumah yang dapat dimanfaatkan menjadi lahan produktif yang hasilnya bersifat fungsional secara sosial dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan lahan pekarangan berdasarkan jenis komoditas, bentuk kontribusi lahan pekarangan terhadap kehidupan sosial dan kehidupan ekonomi dari Kelompok Kembang Tani. Penelitian ini dilakukan di Desa Cucum Kabupaten Aceh Besar dengan metode sensus. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai besar digunakan untuk sayuran (kangkung, seledri, bayam, sawi, selada), unggas (ayam buras, bebek petelur dan bebek entok), buah-buahan, ikan (lele, nila) dan tanaman obat; (2) Bentuk kontribusi sosial berupa pemberian (2,65 %) dan saling tukar (3,27 %) kepada tetangga serta pemberian (7,09 %) kepada kerabat; (3) Nilai ekonomi sebagai penghemat pengeluaran atau pendapatan tidak tunai berada pada kategori rendah sebesar Rp 1.650.237/tahun atau Rp 137.519/bulan dan sebagai penambah pendapatan tunai berada pada kategori sedang sebesar Rp 28.876.183/tahun atau Rp 2.406.348/bulan.Kata Kunci: Pemanfaatan Lahan Pekarangan, Kontribusi Sosial dan EkonomiContribution of Utilization Yard Area in Social Economic Life of Kembang Tani Group at Cucum Village in Aceh Besar RegencyNurul Hidayah/Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture University of Syiah KualaAbstractYard area is an area of land that is in the front, rear and side of the house building which can be harnessed into productive land with socially economically functional outcome. The purpose of this study was to determine the utilization of yard area by commodity type and yard area contribution form to the social and economic life of Kembang Tani Group. This research was conducted at Cucum Village in Aceh Besar Regency by using census method. Data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative approaches. The results showed that: (1) Utilization of yard area was mostly used for vegetables (water spinach, celery, spinach, mustard greens, lettuce), poultry (free-range chicken, duck laying hens and muscovy duck), fruits, fish (freshwater catfish, tilapia fish) and medicinal plants; (2) Social contribution form of giving (2,65%) and exchange (3,27%) with neighbors as well as giving (7,09%) to relatives; (3) The economic value such as saving expense or non-cash income was on the low category of Rp 1.650.237/year or Rp 137.519/month and additional cash income was on medium category of Rp 28.876.183/year or Rp 2.406.348/month.Keywords: Utilization of Yard Area, Social and Economic Contributio
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI KEMBANG TANI MELALUI PENERAPAN GOOD HANDLING PRACTICE DALAM UPAYA MENINGKATKAN NILAI TAMBAH PADA TANAMAN SELEDRI DI DESA CUCUM KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR
Upaya meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat terutama di pedesaan adalah tercapainya proses peningkatan kemampuan sumberdaya manusia sesuai dengan laju pertumbuhan pembangunan, pertumbuhan usaha pembinaan instansi dan profesi masyarakat yang sesuai dengan peningkatan proses modernisasi dan teknologi dalam kehidupan masyarakat, baik secara makro dan mikro. Pemberdayaan kelompok Wanita tani di Desa Cucum, Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar dilaksanakan dengan tujuan agar kelompok wanita tani “Kembang Tani” memiliki pengetahuan dan inovasi dalam bidang pertanian tentang penerapan Good Handling Practice pada usahatani seledri yang diusahakan, sehingga dapat diperoleh nilai tambah untuk komoditi tanaman seledri. Kegiatan pengabdian memberikan dampak yang positif bagi kelompok Wanita tani “Kembang Tani” di Desa Cucum, Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, Informasi terkait penerapan Good Handling Practice yang disosialisasikan Tim PKM memberikan pengetahuan baru tentang metode alternatif untuk meningkatan nilai tambah usahatani seledri bagi kelompok wanita tani “Kembang Tani”. Dengan harapan nantinya mampu meningkatkan kesejahteraan bagi para wanita di pedesaan dalam upaya mencukupi kebutuhan hidupnya
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
