350 research outputs found

    PERLINDUNGAN HAK CIPTA MUSIK ATAU LAGU DI INDONESIA

    No full text
    Perkembangan Undang-Undang Hak Cipta di Indonesia dan pelaksanaannya tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor sosial, politik, ekonomi dalam negeri dan hubungan-hubungan perdagangan internasional. Lahirnya Undang-Undang Hak Cipta nasional dan perubahan-perubahannya yang dilakukan berkali-kali didorong oleh faktor internal dan eksternal. Berhasilnya perlindungan terhadap hak cipta, termasuk dibidang musik atau lagu tidak saja bergantung kepada substansi yang disusun oleh pembuat undang-undang. kesadaran tentang pentingnya perlindungan hak cipta tidak diiringi dengan kesadaran pentingnya suatu kontrak yang seimbang antara hak dan kewajiban para pihak. Baik pencipta lagu maupun produser danmereka yang terkait dengan pemakaian hak cipta tampaknya memperlakukan kontrak bukan sebagai dokumen hukum, melainkan tidak lebih dari suatu simbol kerjasama. Rome convention merupakan konvensi internasional yang memberi perlindungan kepada pelaku, produser rekaman dan organisasi penyiaran. Indonesia hingga kini belum meratifikasinya. Banyak pemakai (user) merasa membayar royalti untuk performing rights sebagai beban, dan banyak di antaranya yang menganggap pembayaran itu sebagai bentuk pajak tambahan.</jats:p

    Modul Panduan Praktis Aquascaping

    Get PDF
    Hak Cipta dalam bentuk: Modul, dengan judul: Panduan Praktis Aquascaping, yang diciptakan oleh: Anis Zubaidah, Hariyadi, Hendra Raharja, Fonny Handayani, Devi Putri Rachmawati dan Rizka Amalia

    INTEGRASI NILAI LOKAL DALAM HUKUM NASIONAL (Studi Fungsionalisasi Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta Pengrajin Patung Desa Bejijong Dan Kontribusinya Dalam Pencapaian Tujuan Hukum Uundang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta)

    No full text
    Pada tahun 2006, perajin Desa Bejijong Kabupaten Mojokerto menerbitkan Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta Pengrajin Patung Desa Bejijong. Substansi peraturannya berasal dari nilai-nilai yang dipraktekkan sehari-hari oleh masyarakat. Peraturan tersebut berlaku secara efektif karena sejak ditetapkan hanya terjadi dua kali pelanggaran. Kondisi Desa Bejijong yang menjalankan hukum secara berbeda dengan pola hukum hak cipta nasional tersebut perlu dikaji lebih mendalam untuk melengkapi kajian bekerjanya hukum dalam masyarakat.Permasalahan dalam penelitian ini adalah; bagaimanakah kronologis kelahiran Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta Desa Bejijong, bagaimanakah proses integrasi nilai-nilai lokal dalam Undang-Undang tersebut dan bagaimanakah fungsionalisasinya; serta kontribusi apakah yang diberikan Desa Bejijong terhadap pencapaian tujuan hukum Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Penelitian ini bertujuan memaparkan kronologis pembuatan Undang-Undang Hak Cipta Desa Bejijong; mengetahui proses integrasi nilai lokal dalam undang-undang tersebut dan fungsionalisasinya; serta menjelaskan kontribusi Desa Bejijong terhadap pencapaian tujuan hukum Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.Pendekatan penelitian ini adalah socio-legal research yang masuk dalam tradisi penelitian empiris non doktrinal. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan dan wawancara. Analisis datanya menggunakan model analisis interaktif.Kronologis pembentukan Undang-Undang Hak Cipta Desa Bejijong melalui tahap identifikasi permasalahan; konsolidasi dan perencanaan; perancangan; penyusunan dan pembahasan; pemilihan judul; dan pengesahan. Proses integrasi nilai lokal dalam Undang-Undang Hak Cipta Desa Bejijong diidentifikasi menjadi dua proses yaitu integrasi dalam proses legislasi dan integrasi dalam substansi. Dari sisi fungsionalisai terungkap bahwa efektivitas penegakan hukumnya didukung oleh loyalitas masyarakat terhadap kelompok tertentu serta bekerjanya faktor budaya. Sedangkan kontribusi yang diberikan secara internal adalah Desa Bejijong telah berkontribusi dalam penguatan organisasi masyarakat dalam proses pecapaian tujuan hukum hak cipta. Sedangkan kontribusi eksternalnya adalah telah secara aktif menyebarkan nilai yang berkaitan dengan penghormatan terhadap hak cipta dan berperan dalam penyebarluasan informasi untuk menguatkan komitmen pelaksanaan nilai hak cipta kepada wilayah lain.Kata Kunci: Integrasi, Fungsionalisasi, Nilai Lokal</jats:p

    INTEGRASI NILAI LOKAL dalam HUKUM NASIONAL (Studi Fungsionalisasi Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta Pengrajin Patung Desa Bejijong dan Kontribusinya dalam Pencapaian Tujuan Hukum Uundang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta)

    Get PDF
    Pada tahun 2006, perajin Desa Bejijong Kabupaten Mojokerto menerbitkan Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta Pengrajin Patung Desa Bejijong. Substansi peraturannya berasal dari nilai-nilai yang dipraktekkan sehari-hari oleh masyarakat. Peraturan tersebut berlaku secara efektif karena sejak ditetapkan hanya terjadi dua kali pelanggaran. Kondisi Desa Bejijong yang menjalankan hukum secara berbeda dengan pola hukum hak cipta nasional tersebut perlu dikaji lebih mendalam untuk melengkapi kajian bekerjanya hukum dalam masyarakat.Permasalahan dalam penelitian ini adalah; bagaimanakah kronologis kelahiran Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta Desa Bejijong, bagaimanakah proses integrasi nilai-nilai lokal dalam Undang-Undang tersebut dan bagaimanakah fungsionalisasinya; serta kontribusi apakah yang diberikan Desa Bejijong terhadap pencapaian tujuan hukum Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Penelitian ini bertujuan memaparkan kronologis pembuatan Undang-Undang Hak Cipta Desa Bejijong; mengetahui proses integrasi nilai lokal dalam undang-undang tersebut dan fungsionalisasinya; serta menjelaskan kontribusi Desa Bejijong terhadap pencapaian tujuan hukum Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.Pendekatan penelitian ini adalah socio-legal research yang masuk dalam tradisi penelitian empiris non doktrinal. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan dan wawancara. Analisis datanya menggunakan model analisis interaktif.Kronologis pembentukan Undang-Undang Hak Cipta Desa Bejijong melalui tahap identifikasi permasalahan; konsolidasi dan perencanaan; perancangan; penyusunan dan pembahasan; pemilihan judul; dan pengesahan. Proses integrasi nilai lokal dalam Undang-Undang Hak Cipta Desa Bejijong diidentifikasi menjadi dua proses yaitu integrasi dalam proses legislasi dan integrasi dalam substansi. Dari sisi fungsionalisai terungkap bahwa efektivitas penegakan hukumnya didukung oleh loyalitas masyarakat terhadap kelompok tertentu serta bekerjanya faktor budaya. Sedangkan kontribusi yang diberikan secara internal adalah Desa Bejijong telah berkontribusi dalam penguatan organisasi masyarakat dalam proses pecapaian tujuan hukum hak cipta. Sedangkan kontribusi eksternalnya adalah telah secara aktif menyebarkan nilai yang berkaitan dengan penghormatan terhadap hak cipta dan berperan dalam penyebarluasan informasi untuk menguatkan komitmen pelaksanaan nilai hak cipta kepada wilayah lain

    Perlindungan Hukum Terhadap Pencipta Yang Mengalami Kerugian Atas Pembajakan Karya Cipta Ebook Melalui Penjualan Online

    No full text
    Hak Kekayaan Intelektual pada hakikatnya merupakan suatu hak dengan memiliki karakteristik yang khusus dan istimewa karena haknya diberikan langsung oleh negara. Negara berdasarkan ketentuan Undang-undang, memberikan hak khusus tersebut kepada sesuatu karya cipta yang berhak sesuai dengan prosedur dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Berdasarkan bidangnya, secara garis besar Hak Kekayaan Inteletual dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu adalah Hak Cipta (Copyright) dan Hak Kekayaan Industri (Industrial Property Right). Hak cipta dilihat dari statusnya tidak dapat dipisahkan dari HKI karena hak cipta merupakan salah satu bagian dari Hak Kekayaan Inteletual. Keberadaannya di lapangan sendiri hak cipta hidup berdampingan dengan HKI lainnya, yaitu merek, rahasia dagang, paten, desain industri, dan desain tata letak sirkuit. Salah satu contoh dari Hak Kekayaan Inteletual adalah karya cipta sastra dalam media elektronik yaitu e-book yang mana e-book sendiri merupakan buku yang menggunakan kemajuan dari elektronic sebagai media interaktif yang dapat berwujud teks dan gambar, dalam hal ini juga komputer untuk membuat suatu penggabungan antara grafik, teks, video ,audio yang memungkinkan pengguna dapat berkreasi, berinteraksi maupun berkomunikasi, selain dari pada itu semua e-book sendiri merupakan media teraktif yang menggabungkan antara cara yang dapat menghasilkan dan menyampaikan materi yang mana di dalamnya menggabungkan beberapa media untuk dikendalikan atau dioperasikan melalaui komputer. Pada mulanya ketika seseorang membuat e-book, barang kali tidak pernah terpikirkan oleh masyarkat sebab akibat dari hukum yang melindungi karya ciptanya tersebut. Tujuan umum dan khusus penulisan skripsi ini adalah Untuk mengetahui dan menganalisa bentuk perlindungan hukum Hak Cipta atas e-book, untuk mengetahui dan menganalisa akibat hukum dari penggandaan buku yang dalam bentuk e-book, Untuk mengetahui dan menganalisa upaya penyelesaian yang dapat dilakukan oleh pencipta yang dirugikan karna pembajakan dalam penjualan e-book secara online. Untuk menjawab isu hukum yang timbul, penulis menggunakan metode penulisan dalam skripsi penelitian hukum. Pendekatan masalah menggunakan pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan konseptual, dan serta menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan-bahan non hukum dengan menganalisa di mulai dari mengidentifikasi isu hukum, mengumpulkan bahan hukum, mentelaah isu hukum dan bahan hukum, menarik kesimpulan, dan menuliskan dalam skripsi yang sesuai dengan tema skripsi ini

    Wanita Dalam Angan Karya Cipta Fotografi Essay

    Get PDF
    Abstrak Aspek dalam diri manusia yang penting adalah peran jenis kelamin. Keberhasilan individu dalam membentuk identitas jenis kelamin ditentukan oleh individu tersebut dalam menerima dan memahami perilaku sesuai dengan peran jenis kelaminnya. Jika individu gagal dalam menerima dan memahami peran jenis kelaminnya maka individu tersebut akan mengalami konflik dan penyimpangan seksual. Waria merupakan contoh individu yang gagal dalam menerima dan memahami peran jenis kelaminnya (transeksual). Eksplorasi terhadap obyek waria ini dilakukan dalam bentuk rekaman aktivitas obyek waria secara candid dengan sengaja menonjolkan tingkah laku serta bentuk fisik waria dengan berbagai riasan dan aksesoris kewanitaannya yang mereka gunakan untuk menutupi sisi kelelakiannya. Proses observasi penciptaan karya ini dilakukan dengan cara mengamati obyek terkait dengan pembuatan foto essay. Selain itu pendekatan kepada waria mutlak diperlukan, mengingat waria sering merasa tidak nyaman bila dihadapkan dengan kamera. Pada tahap pemotretan, dilakukan juga pencatatan sudut pengambilan gambar/sudut kamera terhadap obyek dan sudut cahaya terhadap obyek. Sehingga foto yang dihasilkan memiliki nilai akurasi dari segi teknis. Kehidupan waria di jalan Tantular Barat (jalan baru) Renon sangat menarik bila dijadikan karya fotografi essay, karena selama ini masyarakat cenderung memiliki stigma negatif terhadap waria dan aktivitasnya, padahal hal itu belum sepenuhnya benar. Waria juga melakukan berbagai aktivitas positif di dalam komunitasnya, seperti menggelar pertunjukan dan arisan ber sama. Mereka juga terorganisir dalam sebuah komunitas. Kata kunci : Aktivitas, Waria, Fotografi Essa

    ANALISIS TERHADAP HAK CIPTA KONTEN INFORMASI ELEKTRONIK PADA SITUS INFORMASI

    Get PDF
    Making use of information technology in internet had been found in all sectors of society life. Any information access was unlimited available in the illusion world. Website and electronic contentin website weretheproperties owned by anyone as the legislation, so they would get law protection. Law protection aspect meant was the protection toward the domain nameregulatedby the law no 11 year 2008 about information and electronic transaction, law aspect of brand protection, especiallythe law aspect of copyright in the law no 19 year 2002 about copyright. Website and content in it were the copyright protection object namely typographical arrangement or book cover in illusion world, whereas the content was the same as the book content in any information. Copyright violation in website referred to the international legal institution note. The numbers were many with various motives and modus. To decrease the violations, it did not only depend on the regulation of norm law but it also needed the process of realization in every information society element so that all activities in illusion world did not inflict loss someone and others. Pemanfaatan teknologi informasi di media internet, telah merambah segala sektor kehidupan masyarakat. Akses informasi informasi apa saja seolah tersedia tanpa batas di dunia maya. Situs informasi (website) berserta konten elektronik (content) di dalam situs informasi, merupakan properties yang dimiliki siapa saja sesuai perundang-undangan, sehingga mendapatkan perlindungan hukum. Aspek perlindungan hukum yang dimaksud antara lain perlindungan terhadap Nama domain (domain name) diatur Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, aspek hukum perlindungan merek, khususnya aspek hukum perlindungan hak cipta dalam Undang Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Situs informasi dan konten yang ada di dalamnya merupakan obyek perlindungan hak cipta yaitu Tata Letak Perwajahan (typographical arrangement) atau Sampul Buku di dunia maya, sedangkan kontennya disamakan sebagai isi buku dengan berbagai informasi.Pelanggaran hak cipta pada situs informasi jika merujuk pada catatan lembaga resmi internasional, jumlahnya luar biasa banyak dengan berbagai motif dan modus. Untuk mengurangi pelanggaran tersebut, tidak bisa hanya bergantung pada ketentuan hukum normatif saja tetapi perlu proses penyadaran pada setiap elemen masyarakat informasi, agar segala aktifitasnya di dunia maya tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain

    Lithofacies and depositional environment spanning the Cretaceous-Paleogene boundary on the New Jersey coastal plain

    No full text
    The sedimentary record spanning the Cretaceous-Paleogene (K/Pg) boundary was examined in outcrop and in seven cores recovered from a 50 km long transect along the outcrop belt on the New Jersey coastal plain. The objectives were to: (1) conduct a high-resolution study of the K/Pg lithofacies, (2) document spatial and temporal changes in composition and texture of the sediments, and (3) interpret any changes in the depositional environment across this important geological boundary when a mass extinctions occurred. Analyses include core description, textural, petrographic, microprobe, and XRD analyses. Five lithofacies were interpreted in the Upper Cretaceous sediments and three lithofacies were recognized from the lowermost Paleogene deposits. Microprobe studies show the chemistry of Upper Cretaceous and lowermost Paleogene glauconite are identical (~7-8% K2O), but their color difference may suggest different redox condition. XRD analyses show the Upper Cretaceous clay contains more land-derived detritus than the lowermost Paleogene clay. The following sequence of events is interpreted from the sediment record spanning the K/Pg boundary: (1) deposition in near-shore setting and slow sedimentation in middle shelf when sea level was falling, albeit still shelfal depth; (2) deposition of K/Pg lithofacies when sea level was falling possibly creating a diastem but not a sequence boundary, per se; (3) a transgression above the K/Pg boundary; and (4) deposition in middle shelf possibly with decreased ocean productivity and a more reducing environment. There is no sedimentological evidence above the K/Pg boundary, suggesting tsunami-related deposition associated with a bolide impact. Either a tsunamite was eliminated by bioturbation, or NJCP was too far from the impact site to be affected. A transgressive lag, instead, was formed by normal sedimentation during the subsequent transgression in the early Paleocene.M.S.Includes bibliographical referencesby Hendra Wahyud

    Risiko di Bank Syariah: Suatu Pengantar

    Get PDF
    Islamic banks are banks whose products range from funding to financing. With more and more of these products, of course the risks faced by Islamic banks are also increasingly diverse. So, through this article will explain what risks are faced by conventional banking and Islamic banking. This article will also outline the risks faced by financing channeled by Islamic banks and how to implement risk management in Islamic banks to mitigate the risks they face

    Diskursus Konsep Dan Prinsip Akad dalam Hukum Islam

    Get PDF
    Contract has an important role in the agreement and the engagement of either Islamic law or in the positive law. The existence of the contract with the Islamic principles would sustain the contract to the benefit and avoid deception and fraud between the parties. Islamic principles are based on permissible, voluntary, welfare and justice needs to be embedded in the Islamic contracts. If these principles are at parties, then the contract will not be a contract that is imperfect.&nbsp
    corecore