1,721,018 research outputs found
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 112 JAKARTA
Siti Cholilah 8105110165. The Influence of Emotional Intelligence and Learning Interest Toward Learning Outcomes in Economic Subjects at SMAN 112 Jakarta. Jakarta: Education of Economics Study Program, Faculty of Economics, State University of Jakarta, 2018.
This study aims to determine whether there is an influence between Emotional Intelligence and Learning Interest on students' economic learning outcomes at SMA Negeri 112 Jakarta. This research method uses survey method. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 112 Jakarta, with an reached population in this study, they are class X IIS 1, X IIS 2, and X IIS 3, 108 students in total. The sampling technique using total sampling technique or better known as census. Data analysis techniques using SPSS 22.0 is begun by looking for test requirements analysis that is the normality test using the Komolgrov Smirnov method and obtained the value of Emotional Intelligence (X1) of 0.200; Learning Interest value (X2) is 0,200; the value of economic learning outcomes (Y) of 0.200 thus the data is normally distributed. From the F test results can be known Fcount 50,013> Ftable = 3.09 so that it can be concluded that X1 and X2 simultaneously affect Y. T test yields t count X1 5,139> ttable 1,663 hence there is a positive influence between Emotional Intelligence on economic learning outcomes. Then tcount X2 4,532> ttable 1,663 so there is the positive influence between Learning Interests on economic learning outcomes. From the calculation results obtained the equation Y = 0.424 X1 + 0.374X2 + 0.512 ε1. The Rsquare value is 0.488 which means that economic learning outcomes can be explained by Emotional Intelligence and Learning Interest by 48.8% and the remaining 51.2% is influenced and explained by other variables not examined. Keywords: Emotional Intelligence, Learning Interest, Economic Learning Outcomes
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
KOLABORASI PEMBELAJARAN PROBLEM POSSING DAN REASONING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI SMP NEGERI 5 KOTA CIREBON
CHOLILAH SYARIFAH : “ Kolaborasi Pembelajaran Problem Possing dan Reasoning untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Siswa pada Pokok Bahasan Pengelolaan Lingkungan di SMP Negeri 5 Kota Cirebon “
Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal merupakan jembatan untuk mencapai tujuan dalam meningkatkan prestasi maupun peningkatan penguasaan konsep siswa, yang sebaiknya diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang mendorong siswa belajar aktif. Baik secara fisik, sosial, maupun psikis. Dalam memahami konsep pengelolaan lingkungan siswa diarahkan pada kegiatan yang dapat mendorong belajar secara aktif sehingga dapat memahami konsep dengan baik. Model pembelajaran problem possing yang dikolaborasikan dengan reasoning ini akan mempengaruhi cara belajar siswa yang semula cenderung pasif ke arah yang lebih aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep siswa pada pokok bahasan pengelolaan lingkungan dengan penerapan kolaborasi pembelajaran problem possing dan reasoning di kelas VII SMP Negeri 5 Kota Cirebon Tahun Pelajaran 2012/2013.
Pembelajaran problem possing bagi siswa merupakan keterampilan mental. Siswa menghadapi suatu kondisi berupa permasalahan dan siswa memecahkan masalah tersebut, model pembelajaran problem possing dapat dikembangkan dengan menyelesaikan permasalahan pembelajaran. Sedangkan Reasoning dapat diartikan sebagai aktivitas atau proses-proses berpikir. Proses berpikir merupakan seperangkat operasi mental, yang meliputi: pembentukan konsep, pembentukan prinsip, pemahaman, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penelitian.
Penelitian ini mengambil lokasi di SMP Negeri 5 Kota Cirebon. Data peningkatan penguasaan konsep pengelolaan lingkungan diambil dari tes, angket, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, karena menggunakan uji statistik yaitu product moment, teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pre test, pos test serta angket. Sample penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMPN 5 Kota Cirebon yang berjumlah 40 orang, yaitu kelas 7.6 sebagai kelas kontrol dan kelas 7.7 sebagai kelas eksperiment. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas uji hipotesis berupa uji T (Independent).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan penguasaan konsep siswa dalam belajar pengelolaan lingkungan dengan menggunakan kolaborasi pembelajaran problem possing dan reasoning pada siswa kelas 7.7 SMP Negeri 5 Kota Cirebon. Sebesar 53,95, hasil itu dapat dikategorikan sangat baik, sedangkan peningkatan penguasaan konsep siswa yang tidak menggunakan kolaborasi pembelajaran problem possing dan reasoning sebesar 51,55 dengan kategori baik, serta analisis angket sikap siswa dengan rata-rata sebesar 47% menjawab setuju.
Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan penguasaan konsep yang berbeda antara siswa yang diberikan kolaborasi pembelajaran problem possing dan reasoning dengan siswa yang tidak menggunakan kolaborasi pembelajaran tersebut. Jika dilihat dari hasil rekapitulasi angket sikap siswa sebagian besar dari pernyataan angket tergolong baik, dan beberapa yang tergolong sangat baik, serta cukup baik, sehingga dapat diartikan bahwa siswa memberi tanggapan positif terhadap kolaborasi pembelajaran tersebut dalam belajar pengelolaan lingkungan.
Kata kunci : Kolaborasi pembelajaran problem possing dan reasoning, penguasaan konsep
PENGESAHA
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Studi Keanekaragaman Zooplankton Sebagai Bagian Ekosistem Ranu Lamongan di Desa Tagalrandu Kecamatan Klakah Lumajang
ABSTRAK Cholilah, Siti Nur. 2014. Studi Keanekaragaman Zooplankton Sebagai Bagian Dari Ekosistem Ranu Lamongan di Desa Tegalrandu Kecamatan Klakah Lumajang. Skripsi, Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Hadi Suwono, M.Si (II) Drs. H. Agus Dharmawan, M.Si. Kata Kunci: Zooplankton, Keanekaragaman, Kemerataan, Kekayaan, Ranu Lamongan, Faktor Fisika-Kimia. Ranu Lamongan merupakan salah satu ekosistem lentik yang ada di Indonesia dan keberadaannya dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai tempat pariwisata dan juga budidaya ikan dengan menggunakan sistem Keramba Jaring Apung (KJA). Kegiatan ini dapat mengakibatkan terganggunya ekosistem Ranu dan perubahan keberadaan organisme air seperti zooplankton. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi zooplankton, menganalisis keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan zooplankton, mengungkap faktor abiotik yang diukur serta menganalisis hubungan faktor abiotik dengan keanekaragaman zooplankton di Ranu Lamongan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dan pengamatan di laboratorium dilakukan pada bulan Mei-Juli 2013. Sampel diambil di sembilan stasiun yang telah ditentukan berdasarkan rona lingkungan di Ranu Lamongan dengan tiga kali ulangan pada tiap stasiun. Berdasarkan rona lingkungan ditentukan sembilan titik stasiun yang membentang secara diagonal. Identifikasi zooplankton dengan menggunakan buku Fresh Water Biology oleh W. T Edmonson (1959). Data pengambilan sampel dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, kemerataan, dan kekayaan. Hasil penelitian komposisi spesies zooplankton menunjukkan bahwa terdapat 17 spesies dari 10 genus zooplankton yaitu Brachionus rubens, Brachionus falcatus, Brachionus forficula, Brachionus sericus, Keratella cochlearis, Keratella crassa, Keratella valga, Keratella tropica, Pompholyx sp, Dipleuchlanis propatula, Copepodik sp, Daphnia sp, Nauplius, Cyclops sp, Ceratium furca, Actinophrys sol, Stentor sp. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman zooplankton di Ranu Lamongan tergolong dalam kategori rendah-sedang dengan nilai 1,09-2,38. Kemerataan zooplankton tergolong tinggi dengan nilai 0,78-0,99. Kekayaan zooplankton di Ranu Lamongan tergolong rendah dengan nilai 0,64-2,25. Rata-rata suhu perairan di Ranu Lamongan berkisar antara 28,7ºC-30,7ºC , pH antara 8,05-8,53, DO antara 3,5 mg/l – 6,2 mg/l, kekeruhan antara 8 mg/l – 19 mg/l
PERAN KOPERASI SERBA USAHA PANTAI PRIGI CREDIT UNION (PPCU) UNIT SYARIAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN NELAYAN DI KABUPATEN TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Peran Koperasi Serba Usaha Pantai Prigi Credit Union (PPCU) Unit Syariah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Di Kabupaten Trenggalek” yang ditulis oleh Ismaul Tri Cholilah, NIM 17401153093, skripsi Jurusan Perbankan Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung yang dibimbing oleh Bapak Syafrudin Arif, M.M, M.S.I.
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi masyarakat sekitar pesisir khususnya nelayan dan para pengusaha perikanan dimana untuk mendapatkan hasil tangkap ikan yang maksimal nelayan memerlukan berbagai peralatan dan perlengkapan. Untuk mendapatkan itu semua juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Koperasi merupakan salah satu lembaga keuangan yang membantu nelayan untuk mendapatkan modal untuk nelayan disekitar pesisir.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah mengenai (1) bagaimana pemberdayaan anggota nelayan KSU PPCU Unit Syariah ditinjau dari teori prmbiayaan (2) Bagaimana Peran KSU PPCU Unit Syariah Dalam Meingkatkan kesejahteraan Nelayan Di Kabupaten Trenggalek. (3) Apa saja produk yang digunakan KSU PPCU Unit Syariah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Di Kabupaten Trenggalek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengelola KSU PPCU Unit Syariah. Informan dalam penelitian ini adalah: Kepala Cabang Unit Syariah, Teller, dan anggota nelayan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan pembiayaan murabahah di KSU PPCU Unit Syariah secara umum sudah memenuhi aturan yang ada didalam islam, dan ditinjau dari sistem ekonomi Islam kegiatan yang dilakukan KSU PPCU Unit Syariah sebagai lembaga keuangan syariah, memberikan kontribusi yang baik untuk pencapaian sosial ekonomi Islam. (2) KSU PPCU Unit Syariah memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan antara lain dengan memberikan pembiayaan, serta mengajarkan anggota untuk hidup berhemat dengan tabungan. (3) Produk yang digunakan KSU PPCU Unit Syariah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan ada produk pembiayaan dan produk penghimpunan dana. Produk pembiayaan yang paling dominan digunakan oleh anggota adalah pembiayaan murabahah. Sedangkan produk penghimpunan dana yang banyak digunakan oleh anggota untuk menyimpan dananya adalah simpanan murabahah harian (Sajadah).
Kata Kunci: Peran KSU PPCU Unit Syariah, Kesejahteraan, Nelaya
LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN PADA UNIT USAHA SIMPAN PINJAM DI KOPERASI KARYAWAN BINA KELUARGA SEJAHTERA BKS PPM JAKARTA PUSAT
SITI CHOLILAH. Laporan Praktik Kerja Lapangan Pada Unit Simpan Pinjam Di Koperasi Karyawan Bina Keluarga Sejahtera Jakarta Pusat.Jakarta: Konsentrasi Pendidikan Ekonomi Koperasi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi dan Administrasi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta, September 2014.
Praktik Kerja Lapangan ini dilaksanakan di Koperasi Karyawan Bina Keluarga Sejahtera BKS-PPM, Jalan Menteng Raya 9,Jakarta yang berlangsung pada tanggal 16 Juni 2014 sampai dengan 11 Juli 2014.
Penulisan laporan ini bertujuan untuk memberikan pemaparan tentang kegiatan mahasiswa dalam mengaplikasikan teori yang dipelajari di kampus ke dalam dunia kerja yang sebenarnya melalui Praktik Kerja Lapangan di Koperasi Karyawan Bina Keluarga Sejahtera BKS-PPM Jakarta Pusat ini.Selain itu juga untuk memenuhi syarat akademik dalam mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Ekonomi dan Administrasi Universitas Negeri Jakarta.
Laporan ini juga menguraikan manfaat serta tujuan dari pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL), yang secara keseluruhan bertujuan untuk proses kemajuan semua pihak, baik mahasiswa, sebagai pelaksana, instansi sebagai penyedia laboratorium, maupun kampus, sebagai lembaga pendidikan.
Dalam laporan ini juga diterangkan penempatan praktikan di Koperasi Karyawan Bina Keluarga Sejahtera BKS-PPM, yaitu pada unit Simpan Pinjam. Adapun tugas yang dikerjakan praktikan diantaranya Melayani setiap anggota yang akan melakukan transaksi simpanan,pinjaman, maupun penarikan simpanan, Menginput data harian simpanan, pinjaman, dan penarikan simpanan ke dalam aplikasi khusus koperasi yaitu GL dan CU, Menganalisis bersama-sama dengan panitia kredit jumlah pinjaman yang akan diberikan apakah disetujui atau dibatalkan , Memberikan dana pinjaman kepada anggota dan mencatatnya dalam bukti pengeluaran kas, Menginput data pemasukan dan pengeluaran koperasi dari setiap bidang usaha koperasi, Membuat Ringkasan SUM (slip uang masuk) harian dan SUK (slip uang keluar) harian dan selanjutnya di serahkan ke bagian akuntansi, Memproses pencairan dana makan siang mingguan bagi karyawan yang tergabung dalam menjalankan bidang usaha koperasi terutama unit KTK.
Dalam praktiknya, praktikan mengalami beberapa kendala, seperti kendala dalam hal sistem komputerisasi yang bermasalah yaitu Menjalankan program khusus berupa aplikasi GL dan CU, Terkadang aplikasi khusus ini error atau salah mengambil data yang diinginkan karena pengolahan data yang terlalu besar sehingga mengakibatkan anggota yang akan melakukan transaksi harus menunggu, dan beban kerja yang terlalu banyak.selaku praktikan dengan pengurus KOPKAR BKS-PPM Jakarta Pusat
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
