1,137 research outputs found

    DETERMINATION OF URBAN SPRAWL PHENOMENON IN PEKALONGAN CITY AND ITS SURROUNDING

    Get PDF
    Urbanization defines as a spatial and socio-economic transformation process from rural to urban areas. While urban sprawl is the process of propagation of the appearance of urban physical characteristics from the inner city toward the urban fringe area. Pekalongan City has grown from a small town to a medium-sized city with a population of 300,000 people. This study aims to identify the phenomenon of urban sprawl in Pekalongan City and its surroundings (Pekalongan and Batang Regency) and identify the urban environment quality based on the condition of the public services availability in these urban areas. The data used in this study were the 2019 Village Potential (PODES) from the Central Agency on Statistics (BPS) and a digital base map from the Geospatial Information Agency (BIG). The urban-rural classification scoring from the BPS was used to identify urban areas as the method in this study. The results showed that 111 out of 285 villages in Pekalongan Regency and 63 out of 248 villages in Batang Regency could already be classified as urban areas and formed an urban agglomeration with Pekalongan City. This study also showed that the environmental quality in urban areas with urban sprawl phenomenon has met the standards and criteria for urban public services compared to other areas

    Anwar Returns The Prosecution and Release of Anwar Ibrahim

    No full text
    "Going to jail I consider a sacrifice I make for the people of this country. My struggle will continue, wherever I am sent and whatever is done to me. I pledge, and I will not be silenced, I will fight on for freedom and justice and I will never surrender." - Anwar, 10 February 2015. 16 May 2018: Anwar Ibrahim is released from prison and receives a full royal pardon from the King of Malaysia. This was an astonishing turn of events for the former Deputy Prime Minister who was serving a second prison term for sodomy, a charge that Anwar has always refuted. For Mark Trowell QC, who observed the criminal trials of Anwar Ibrahim, the release was "as historic as the release of Nelson Mandela in South Africa." Read about the dramatic twists and turns in the prosecution of Anwar Ibrahim, from when he was first charged with sodomy in September 1998 to his vindication 20 years later. This book covers not only the trials and prosecution Anwar was subjected to, and which led to the guilty verdict and sentence of five years' imprisonment in February 2015, it also recounts the changing political tide sweeping through Malaysia that culminated in his historic release in 2018. Mark Trowell also presents an exclusive interview with Datuk Seri Anwar Ibrahim. In a wide-ranging discussion, held in May 2018, Anwar reveals much about his time in prison, his new relationship with Prime Minister Mahathir Mohamad and his vision for Malaysia.Cover -- Title -- Copyright -- Contents -- Foreword -- Introduction -- The Release (2015-2018) -- 01 In conversation with Anwar Ibrahim (31 May 2018) -- 02 The final twist -- The Prosecution (2008-2015) -- The Trials: September 2008-January 2012 -- 03 Sodomy I: The first episode -- 04 Sodomy II: Anwar charged again -- 05 The international reaction -- 06 Pre-trial skirmishes and start of trial -- 07 Continuing fight for disclosure during trial -- 08 The affair -- 09 Was it Anwar's DNA? -- 10 Judge says case to answer -- 11 Defence case begins -- prosecution applies to reopen case -- 12 Final submissions -- 13 The acquittal: 9 January 2012 -- 14 The saga continues -- The Final Play: March 2014-February 2015 -- 15 Government wins 13th general election -- 16 Attempts to disqualify prosecutor -- 17 A week of action -- 18 Anwar convicted and sentenced to five years in prison -- 19 Karpal convicted of sedition -- 20 Failure to expunge "homosexual" remark from record -- 21 "A good lawyer dies in the saddle" -- 22 Sedition crackdown to silence dissent -- 23 The final appeal: Federal Court of Malaysia -- 24 The final verdict: 10 February 2015 -- 25 Interview with Anwar Ibrahim (9 July 2014) -- Timeline of events (1998-2018) -- Key players in the prosecution of Anwar Ibrahim -- Acknowledgements -- About the author"Going to jail I consider a sacrifice I make for the people of this country. My struggle will continue, wherever I am sent and whatever is done to me. I pledge, and I will not be silenced, I will fight on for freedom and justice and I will never surrender." - Anwar, 10 February 2015. 16 May 2018: Anwar Ibrahim is released from prison and receives a full royal pardon from the King of Malaysia. This was an astonishing turn of events for the former Deputy Prime Minister who was serving a second prison term for sodomy, a charge that Anwar has always refuted. For Mark Trowell QC, who observed the criminal trials of Anwar Ibrahim, the release was "as historic as the release of Nelson Mandela in South Africa." Read about the dramatic twists and turns in the prosecution of Anwar Ibrahim, from when he was first charged with sodomy in September 1998 to his vindication 20 years later. This book covers not only the trials and prosecution Anwar was subjected to, and which led to the guilty verdict and sentence of five years' imprisonment in February 2015, it also recounts the changing political tide sweeping through Malaysia that culminated in his historic release in 2018. Mark Trowell also presents an exclusive interview with Datuk Seri Anwar Ibrahim. In a wide-ranging discussion, held in May 2018, Anwar reveals much about his time in prison, his new relationship with Prime Minister Mahathir Mohamad and his vision for Malaysia.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries

    STRATEGI PENCEGAHAN KETERLAMBATAN KEGIATAN TRANSHIPMENT PADA PT. KARTIKA SAMUDRA ADIJAYA CABANG BATULICIN KALIMANTAN SELATAN

    Get PDF
    ABSTRAKSI CHOIRUL ANWAR, 551811336976 K, 2022, “Strategi pencegahan keterlambatan kegiatan transhipment pada PT. Kartika Samudra Adijaya cabang Batulicin Kalimantan Selatan”, Program Diploma IV, Program Studi Tatalaksana Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Romanda Annas Amrullah S.ST,MM. Pembimbing II: Awel Suryadi S.ST.,M.Si Proses pengiriman muatan batubara dari jetty salino kotabaru menuju transhipment Point Tanjung Petang memperlukan prosedur dan proses yang harus diperhatikan karena banyak terjadi masalah yang mengakibatkan keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan strategi perusahan untuk mencegah faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam proses kegiatan transhipment pada PT. Kartika Samudra Adijaya Cabang Batulicin Kalimantan Selatan agar dapat berjalan dengan lancar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan teknik pengamatan observasi, dokumentasi yang dilakukan pada tanggal 27 September 2020 sampai 29 Agustus 2021. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis fishbone yang akan mengindentifikasi faktor penghambat. Peneliti melibatkan kepala cabang, staf operasional perusahaan dan crew kapal dalam wawancara. Peneliti juga mengumpulkan dokumentasi kerusakan kapal dan contoh sertifikat kapal dan crew. Berdasarkan dari data yang telah diuraikan dalam penelitian ini hasil faktor atau pun hambatan yang menyebapkan keterlambatan kegiatan transhipment yaitu dalam proses penerbitan (SPB) dalam sistem inapornet terdapatnya sertifikat kapal dan crew yang expired, maintenance inapornet, maintance kapal dan cuaca yang buruk. Upaya atau pun strategi yang perlu dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah kendala yakni selalu mengecek dan mengupdate sertifikat kapal, memperbaiki komunikasi dengan crew kapal serta memahami prosedur dan melakukan pengajuan dengan tepat waktu dalam proses kegiatan transhipment, menambah manpower dalam perusahaan

    Adopsi Kompetensi Pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) Di Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Singosari Malang Untuk Meningkatkan Kompetensi Praktikum Las Di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Anwar, Choirul. 2012. Adopsi Kompetensi Pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) di Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Singosari Malang untuk Meningkatkan Kompetensi Praktikum Las di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suwarno, M.Pd. (II) Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd.   Kata kunci: kompetensi pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding), Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Singosari Malang   Penelitian ini meneliti tentang adopsi kompetensi pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) yang dipergunakan di Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Singosari Malang oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Adopsi adalah pengambilan kompetensi pengelasan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) yang dipakai di Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Singosari Malang untuk digunakan di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Kompetensi pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) di Jurusan Teknik Mesin sudah bagus akan tetapi masih perlu adanya perbaikan dan peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengadopsi kompetensi pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) beserta strategi dan metode pelatihan di Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Singosari Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan : observasi, wawancara, dokumentasi, dan praktikum. Data dianalisa dengan metode Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan dengan empat kriteria yaitu, a) derajat kepercayaan melalui perpanjangan keikutsertaan dan triangulasi sumber, b) keteralihan, c) kebergantungan, d) kepastian. Hasil penelitian adalah sebagai berikut : 1) kompetensi pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) di Unit Pelaksana Teknis Pelatihan Kerja (UPTPK) Singosari Malang sudah berdasarkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) yang terdiri dari tiga ranah yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap, 2) strategi dan metode pelatihannya adalah belajar secara mandiri dengan pemberian teori di awal pertemuan dan selanjutnya praktik secara mandiri dengan arahan dari instruktur, 3) tidak semua kompetensi hasil penelitian diaplikasikan pada praktikum pengelasan lanjut. Disarankan agar Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang memperbaiki dan meningkatkan kompetensi pegelasan GTAW  (Gas Tungsten Arc Welding) dalam praktikum pengelasan lanjut.

    Analisis Zakat Produktif Dalam Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Melalui Program Kampung Ternak Dompet Dhuafa Madiun.

    No full text
    ABSTRAK Anwar, Choirul. Analisis Zakat Produktif dalam Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Melalui Program Kampung Ternak Dompet Dhuafa Madiun. Skripsi. 2021. Jusrusan Manajemen Zakat dan Wakaf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Muchtim Humaidi, M.IRKH. Kata Kunci : Zakat Produktif, Pemberdayaan Ekonomi, Mustahik Kemiskinan merupakan salah satu penyebab munculnya permasalahan perekonomian masyarakat. Salah satu cara menanggulangi kemiskinan adalah dukungan dana zakat kepada mereka yang kekurangan, diantaranya adalah berupa zakat produktif. Salah satu lembaga yang menerapkan pendayagunaan zakat secara produktif adalah Dompet Dhuafa Madiun yaitu zakat produktif kampung ternak. Dalam teori zakat produktif yang berhak menerima zakat adalah orang yang masuk dalam 8 ashnaf, namun kriteria Mustahik di Dompet Dhuafa Madiun cukup sederhana; orang kurang mampu, pernah berternak dan orang yang beriman, sedangkan selanjutnya mengenai pengelolaan zakat produktif kampung ternak dijalankan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pengawasan hingga sampai tahap penjualan, kampung ternak Dompet Dhuafa Madiun telah berjalan selama 2-3 periode yang mana mustahik nya tetap, sedangkan pada teori, zakat produktif yang berhasil adalah yang dapat merubah mustahik menjadi muzzaki. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana analisis zakat produktif terhadap pemilihan mustahik kampung ternak dalam pemberdayaan ekonomi mustahik Dompet Dhuafa Madiun dan bagaimana analisis zakat produktif terhadap pengelolaan kampung ternak dalam pemberdayaan ekonomi mustahik Dompet Dhuafa Madiun. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan menggunakan metode induktif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penentuan mustahik zakat produktif kampung ternak Dompet Dhuafa Madiun belum sepenuhnya sesuai dengan teori zakat produktif yaitu 8 golongan yang berhak menerima zakat. Karena penentuan kriteria mustahik Dompet Dhuafa Madiun kurang spesifik dan kurang jelas, dan pada proses penentuan calon mustahik juga kurang selektif. Sedangkan Dompet Dhuafa Madiun secara keseluruhan telah menerapkan pengelolaan zakat produktif kampung ternak dengan baik, tetapi ada yang kurang maksimal pada aspek pengawasan, kemandirian mustahik, dan mustahik yang tetap selama 2 periode. Meskipun belum sampai pada tataran merubah status mustahik untuk menjadi muzakki, hal ini tidak mengurangi keberhasilan Dompet Dhuafa Madiun dalam meningkatkan penghasilan dan pemberdayaan ekonomi Mustahik kampung ternak

    (LENGKAPI ABSTRAK SKRIPSI, UPLOAD ULANG)...Analisis Zakat Produktif Dalam Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Melalui Program Kampung Ternak Dompet Dhuafa Madiun

    No full text
    ABSTRAK Anwar, Choirul. Analisis Zakat Produktif dalam Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Melalui Program Kampung Ternak Dompet Dhuafa Madiun. Skripsi. 2021. Jusrusan Manajemen Zakat dan Wakaf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Muchtim Humaidi, M.IRKH. Kata Kunci : Zakat Produktif, Pemberdayaan Ekonomi, Mustahik Kemiskinan merupakan salah satu penyebab munculnya permasalahan perekonomian masyarakat. Salah satu cara menanggulangi kemiskinan adalah dukungan dana zakat kepada mereka yang kekurangan, diantaranya adalah berupa zakat produktif. Salah satu lembaga yang menerapkan pendayagunaan zakat secara produktif adalah Dompet Dhuafa Madiun yaitu zakat produktif kampung ternak. Dalam teori zakat produktif yang berhak menerima zakat adalah orang yang masuk dalam 8 ashnaf, namun kriteria Mustahik di Dompet Dhuafa Madiun cukup sederhana; orang kurang mampu, pernah berternak dan orang yang beriman, sedangkan selanjutnya mengenai pengelolaan zakat produktif kampung ternak dijalankan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pengawasan hingga sampai tahap penjualan, kampung ternak Dompet Dhuafa Madiun telah berjalan selama 2-3 periode yang mana mustahik nya tetap, sedangkan pada teori, zakat produktif yang berhasil adalah yang dapat merubah mustahik menjadi muzzaki. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana analisis zakat produktif terhadap pemilihan mustahik kampung ternak dalam pemberdayaan ekonomi mustahik Dompet Dhuafa Madiun dan bagaimana analisis zakat produktif terhadap pengelolaan kampung ternak dalam pemberdayaan ekonomi mustahik Dompet Dhuafa Madiun. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan menggunakan metode induktif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penentuan mustahik zakat produktif kampung ternak Dompet Dhuafa Madiun belum sepenuhnya sesuai dengan teori zakat produktif yaitu 8 golongan yang berhak menerima zakat. Karena penentuan kriteria mustahik Dompet Dhuafa Madiun kurang spesifik dan kurang jelas, dan pada proses penentuan calon mustahik juga kurang selektif. Sedangkan Dompet Dhuafa Madiun secara keseluruhan telah menerapkan pengelolaan zakat produktif kampung ternak dengan baik, tetapi ada yang kurang maksimal pada aspek pengawasan, kemandirian mustahik, dan mustahik yang tetap selama 2 periode. Meskipun belum sampai pada tataran merubah status mustahik untuk menjadi muzakki, hal ini tidak mengurangi keberhasilan Dompet Dhuafa Madiun dalam meningkatkan penghasilan dan pemberdayaan ekonomi Mustahik kampung ternak

    A fiscal needs approach to equalization transfers in a decentralized federation

    Get PDF
    The author reviews the conceptual basis for fiscal equalization transfers, analyzes the theoretical implications for optimal design of equalization transfers, and suggests quantitative approaches for assessing the fiscal needs of subnational governments and determining their entitlement to transfers. The author illustrates proposed methods using data for local and provincial Canadian governments. The proposed methods could be useful tools, he says, for undertaking systematic objective reviews of aggregate and sectoral public spending in developing countries. The author argues that in a decentralized federation, fiscal inefficiencies and inequities arise because of subnational governments'differing levels of ability to provide comparable public services at comparable tax rates. Fiscal equalization transfers that reduce or eliminate differentials in net fiscal benefits create a rare instance in economics when considerations of equity and efficiency coincide. These transfers must allow for differences in the spending needs and revenues-raising abilities of the various subnational governments. The author argues for a two-tiered approach to equalization. The first tier would be a federal responsibility to equalize the burden of federal taxes. The second tier would be an interprovincial equalization fund to be administered by the Council of Provincial Finance Ministers. It would entail a comprehensive equalization system that takes into account provincial spending needs. The standard of equalization would be negotiated.Public Sector Economics&Finance,Banks&Banking Reform,Municipal Financial Management,National Governance,Environmental Economics&Policies

    Fiscal decentralization in developing and transition economies: progress, problems, and the promise

    Get PDF
    The author discusses the revolution in public sector thinking that is transforming the public sectors of developing and transition countries. Countries are reconsidering their fiscal systems and searching for the right balance between central government control and decentralized governance. Political decentralization has advanced in most countries. Subnational expenditures in developing countries as a percentage of total public expenditures have also increased over the past two decades. However, the process is far from complete. In many countries, the central government is still involved in the delivery of local services, local governments have few sources of own-revenues, local governments have limited access to borrowing for capital projects, and the design of intergovernmental transfers does neither address regional fiscal equity nor convey appropriate incentives for fiscal discipline, improved service delivery performance, and accountability to citizens. Decentralized public governance can help realign public sector incentives through greater accountability to citizens, and attenuate the"democracy deficit"caused by globalization and the role of supranational institutions and regimes. However, this requires careful examination of the entire fiscal system. Elements of a comprehensive package of fiscal system reforms would include: (a) Clarifying roles of various levels of government in public service delivery; (b) Reassigning taxing responsibilities to ensure local revenue autonomy, accountability, and efficiency without endangering an internal common market; (c) Designing fiscal transfers to ensure regional fiscal equity and to create an enabling environment for innovative and competitive service delivery; (d) Facilitating responsible credit market access to subnational governments; (e) Designing institutional arrangements for intergovernmental fiscal relations to better coordinate policies; and (f) Aligning operational capacity with the authorizing environment through the"accountability for results"framework of public management.National Governance,Banks&Banking Reform,Environmental Economics&Policies,Public Sector Economics&Finance,Municipal Financial Management,National Governance,Banks&Banking Reform,Public Sector Economics&Finance,Municipal Financial Management,Environmental Economics&Policies
    corecore