1,720,959 research outputs found
Praktik Jual Beli Intan dengan Perantara di Pasar Intan Martapura Kabupaten Banjar
Chairullah, 2009. Praktik Jual Beli Intan dengan Perantara di Pasar Intan Martapura Kabupaten Banjar. Pembimbing (I) Drs. H. Fathurrahman Azhari, dan Pembimbing (II) Fuad Luthfi, S.Ag, MH.
Penelitian ini dilatar belakangi dari adanya Praktik Jual Beli Intan dengan Perantara di Pasar Intan Martapura Kabupaten Banjar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui praktik jual beli intan dengan perantara dan alasan yang melatarbelakangi perantara dalam melakukan praktik jual beli intan serta tinjauan hukum Islam terhadap praktik jual beli intan dengan perantara di pasar Intan Martapura Kabupaten Banjar.
Untuk menjawab permasalahan ini, penulis melakukan penelitian lapangan (field research) yang bersifat studi kasus terhadap 6 kasus praktik jual beli intan dengan perantara di pasar intan Martapura Kabupaten Banjar. Penggalian data menggunakan teknik wawancara dengan mengadakan tanya jawab langsung kepada responden. Data tersebut kemudian diolah dengan editing, interpretasi, klasifikasi dan matriks, kemudian dianalisis dengan mengacu kepada hukum Islam (fikih Muamalah).
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa gambaran praktik jual beli dengan perantara secara umum dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi negosiasi perantara terhadap pemilik barang dan negosiasi perantara terhadap pembeli untuk mendapatkan pinjaman barang dan mendapatkan keuntungan lebih dari sekedar fee. Namun dalam negosiasi ini terdapat kebohongan yang dilakukan perantara, juga ketidak amanahannya terhadap kepercayaan pemilik barang dengan melakukan penitipan barang kepada orang lain tanpa sepengetahuan pemilik barang. Dalam hukum Islam hal ini tidak dibolehkan (dilarang).
Dari hasil data ini kemudian dianalisis dengan menggunakan tinjauan hukum Islam, dan ditemukan bahwa gambaran praktik yang dilakukan perantara pada kasus-kasus ini tidak dibenarkan dalam syari’at Islam (fikih muamalah) dan keuntungan yang didapat perantara tidak sah (haram), karena adanya kebohongan dan terdapat unsur kecurangan maupun manipulasi terhadap pemilik barang dan pembeli
GENEALOGI SPRITUAL TAREKAT NAQSYABANDIYAH KHALIDIYAH DI MINANGKABAU BERDASARKAN NASKAH IJAZAH SERTA KARAKTERISTIK IJAZAHNYA
Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah merupakan salah satu tarekat muktabarah yang memiliki banyakpengikutnya di Indonesia. Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah juga merupakan tarekat yang mendominasiwilayah Minangkabau. Dalam pandangan sejarawan dan peneliti seperti Schrieke dan Martin van Bruinessentarekat Naqsyabandiyah mulai berkembang di Minangkabau pada pertengahan abad ke 19 yaitu tahun1850 M oleh Syekh Ismail Simabur. Berbeda dengan Schrieke dan Bruinessen, Azra dan Dobbin berpendapatbahwa tarekat Naqsyabandiyah telah berkembang di Minangkabau pada pertengahan abad ke 17 M olehJamaluddin. Namun berdasarkan sumber lokal yang ditemukan berupa Naskah Ijazah dan Silsilah ditemukanfakta lain yaitu tarekat Naqsyabandiyah telah berkembang di Minangkabau pada awal abad ke 19. Artikel inibertujuan untuk menjelaskan genealogi Spritual tarekat Naqsyabandiyah di Minangkabau berdasarkan naskahijazah, serta melihat karakteristik dari ijazah tarekat Naqsyabandiyah yang berkembang di Minangkabau
Naskah ijazah dan silsilah tarekat : kajian terhadap transmisi tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Minangkabau
Tesis ini bertujuan untuk mengungkap transmisi ajaran tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Minangkabau. Tesis ini ingin membuktikan bahwa tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah telah masuk dan berkembang di Minangkabau pada awal abad ke 19 M atas jasa Syekh Ibrahim Kumpulan, kemudian Syekh Ismail melalui murid-muridnya yang berasal dari Minangkabau yang telah diijazahkannya sebagai mursyid. Kesimpulan tesis ini akan membantah beberapa peneliti seperti Martin van Bruinessen, Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia, Survei Historis, Geografis, dan Sosiologis. Bandung: Mizan, 1988, Bruinessen mengatakan bahwa tarekat Naqsyabandiyah berkembang di Minangkabau pada pertengahan abad 19 M (1850) yang disebarkan oleh Syekh Ismail al-Khalidi. Selain itu, Bruinessen juga berpendapat bahwasanya Syekh Ibrahim Kumpulan merupakan khalifah dari Syekh Sulaiman Zuhdi. Sependapat dengan hal ini BJO Schrieke. Pergolakan Agama di Sumatera Barat; Sebuah Sumbangan Bibliografi. Jakarta: Bhatara, 1973, Schrieke berpendapat bahwa tarekat Naqsyabandiyah masuk ke Minangkabau pada tahun 1850 M yang dibawa oleh Syekh Ismail sebagai mursyid pertamanya
Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah, Iklim Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru PAI dan Guru PPKn SMA Negeri Kabupaten Barru
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan supervisi kepala sekolah berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 89,32 berada dalam interval 82 – 96; (2) pencapaian iklim kerja berada pada kategori baik dengan
nilai rata-rata sebesar 156,65 berada dalam interval 153 – 161; (3) pencapaian motivasi kerja berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 92,55 berada dalam interval 92 – 98; (4) pencapaian kinerja guru PAI dan guru PPKn juga
berada pada kategori baik dengan rata-rata 172, 65 berada dalam interval 168 – 179; (5) supervisi kepala sekolah (X1) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru PAI dan guru PPKn (Y) dengan nilai t hitung 2,128 > t tabel 2,045
dengan koefisien determinasi sebesar 0,124 atau dalam persentase 12,4%; (6) iklim kerja (X2) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru PAI dan guru PKn (Y) dengan nilai t hitung 4,441 > t tabel 2,045 dengan koefisien
determinasi sebesar 0,405 atau dalam persentase 40,5 %; (7) motivasi kerja (X3) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru PAI dan guru PPKn (Y) dengan nilai t hitung 5,093 > t tabel 2,045 dengan koefisien determinasi sebesar 0,472 atau dalam persentase 47,2 %; (8) supervisi kepala sekolah (X1) dan iklim kerja (X2) secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru PAI
dan guru PPKn (Y) dengan nilai F hitung 9,525 > F tabel 3,34 dengan koefisien determinasi sebesar 0,405 atau dalam persentase 40,5%; (9) iklim kerja (X2) dan motivasi kerja (X3) secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif terhadap
kinerja guru PAI dan guru PPKn (Y) dengan nilai F hitung 14,472 > F tabel 3,34 dengan koefisien determinasi sebesar 0,508 atau dalam persentase 50,8%; (10) supervisi kepala sekolah (X1) dan motivasi kerja (X3) secara bersama-sama
mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru PAI dan guru PPKn (Y) dengan nilai F hitung 13,043 > F tabel 3,34 dengan koefisien determinasi sebesar 0,482 atau dalam persentase 48,2%, (11) supervisi kepala sekolah (X1), iklim kerja (X2), dan motivasi kerja (X3) secara bersama-sama mempunyai pengaruh secara langsung terhadap kinerja guru PAI dan guru PPKn (Y) dengan nilai Standardized Coefficients Beta untuk supervisi kepala sekolah sebesar 0,166 dengan signifikan 0,043 < 0,05, iklim kerja sebesar 0,309 dengan signifikan 0,032 < 0,05, dan motivasi kerja sebesar 0,563 dengan signifikan 0,015 < 0,05, sedangkan supervisi
kepala sekolah (X1), iklim kerja (X2) mempunyai pengaruh secara langsung terhadap motivasi kerja (X3) dengan Standardized Coefficients Beta untuk supervisi kepala sekolah sebesar 0,325 dengan signifikan 0,025 < 0,05 dan untuk iklim kerja sebesar 0,566 dengan signifikan 0,000 < 0,05, maka didapatkan bahwa supervisi kepala sekolah, iklim kerja, dan motivasi kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap kinerja guru PAI dan guru PPKn baik berupa pengaruh secara langsung maupun pengaruh melalui motivasi kerja yang akan berdampak terhadap kinerja guru PAI dan guru PPKn
PENGARUH SASTRA ISLAM ARAB TERHADAP KARYA TSAMARATUL IHSÃN FI WILÃDATI SAYYIDIL INSÃN KARYA SYEKH SULAIMAN AR-RASULI
Secara historis karya sastra Islam Melayu tidak terlepas dari pengaruh karya sastra Islam Arab, karena islamisasi di Nusantara membawa pengaruh terhadap berbagai aspek. Namun, apakah pengaruh yang diberikan oleh sastra Islam Arab membuat sastra Islam Melayu dipandang sebagai terjemahan dari karya sastra Islam Arab. Seperti sebuah karya yang berjudul Tsmaratul Ihsan yang berisikan tentang riwayat hidup Nabi, di mana jauh sebelum karya ini muncul telah banyak karya-karya Arab berbicara tentang tema yang sama, di antaranya kitab Barzanji yang digunakan oleh mayoritas masyarakat Nusantara sebelum abad ke 20. Tulisan ini merupakan suatu upaya untuk mebuktikan bahwa karya sastra melayu Islam yang lahir di Nusantara dalam bentuk syair atau nazam bukanlah saduran dan terjemahan utuh dari sastra Arab karena karya sastra melayu Islam memiliki karakteristik yang khas dan bersifat lokal dan juga diwarnai oleh kreatifitas penulisnya. Untuk melihat keotentikan karya ini akan digunakan teori interteks
Authentication of an Indonesian ID Card with Simultaneous NFC and Face Recognition
oai:jurnal.usk.ac.id:article/41142Identity (ID) card forgery remains a significant issue in Indonesia, often leading to crimes such as identity theft and fraud. To address this challenge, this study proposes the development of an identity authentication system that integrates near field communication (NFC) and facial recognition based on K-nearest neighbors (KNN) algorithm. The primary objective of this system is to enhance the security of ID card (KTP) data and to ensure efficient and accurate access to services requiring identity verification. The system stores facial data and ID card information securely in Firebase, which serves both as a user authentication platform and a secure cloud-based storage solution. The application, developed using Flutter, incorporates facial recognition for biometric verification, while NFC is employed as an additional authentication layer to provide dual-factor verification and reinforce identity security. Experimental results demonstrate that the facial recognition based on KKN achieved an accuracy rate of 100% with a false acceptance rate (FAR) of 0%, indicating a highly reliable performance. These findings confirm that the integration of facial recognition and NFC technologies offers a robust and effective solution to combat ID card forgery, thereby improving the overall reliability and security of the population data authentication system in Indonesia
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Relevansi Politik Kekuasaan Dan Kinerja Birokrasi Pasca Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Barat Periode 2017-2022 Di Dinas Kesehatan
This study focuses on the relationship between the Pilkada and the performance of the Aceh Barat Health Office. This study aims to analyze the relevance of power politics to the performance of the West Aceh Health Service bureaucracy that has not been optimal, and to find a solution so that the West Aceh Health Service bureaucracy is protected from the political impact of the Pilkada. The main theories used are Peter Merkl's theory of power politics (Budiardjo, 2007), Weber's bureaucratic neutrality (Miftah Thoha, 2014) and Sofian Effendi, 2018), and bureaucratic performance theory (Agus Dwiyanto. 2012). Bureaucracy must be impartial, which means it must be fair, objective, unbiased and not in favor of anyone. Mutations and promotions are indicated to be related to the Pilkada process in West Aceh which has affected the West Aceh Health Service so that performance in serving the public is disrupted. The politicization of power and the performance of the bureaucracy in Aceh Barat Regency was shown in the form of inappropriate promotions and mutations at the Aceh Barat Health Office. Some of them are: 1) promotion of functional dr in Puskesmas to become director of CND Hospital in 2018, 2) recruitment of Freelance Daily Workers (THL) for cleaning staff, administrative staff and health workers at CND Hospital, 3) transfer of Puskesmas midwives to the secretariat DPRK, 4) transfer of specialist doctors from CND Hospital to Puskesmas. The solution to prevent the politicization of power is by means of the DPRK exercising tighter control over the policies of the regent. For example, by creating a special committee and urging the regent to remove the incompetent director of the RSUD
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
