24 research outputs found

    Juan Chadis oral history interview

    No full text
    Juan Chadis discusses his childhood growing up in Lubbock and his appointment as a city councilman after his return to Lubbock

    Penggunaan Disfemisme dalam Youtube Total Politik pada Momen Pemilihan Presiden 2024 dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia

    No full text
    Penlitian ini mengkaji Penggunaan Disfemisme dalam Youtube Total Politik pada Momen Pemilihan Presiden 2024 dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi penggunaan disfemisne dalam Youtube Total Politik pada momen pemilihan presiden 2024 serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penilitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriprif. Sumber data penelitian ini adalah siniar dalam Youtube Total Politik pada momen pemilihan presiden 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan penyajian hasil yang disajikan secara informal. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam siniar Youtube Total Politik, fungsi penggunaan disfemisme ditemukan sebanyak 54 temuan data. Berdasarkan data yang ditemukan, terdapat enam fungsi penggunaan disfemisme, fungsi disfemisme yang paling sering digunakan adalah gambaran negatif yaitu sebanyak 21 temuan dengan presentase 39%. Fungsi untuk merendahkan sebanyak 16 temuan dengan presentase 30%, ketidaksetujuan sebanyak 5 temuan dengan presentase 9%, bentuk penghinaan sebanyak 10 temuan dengan 18%, kemarahan sebanyak 2 temuan dengan persentase 4%, serta umpatan sebanyak 0 temuan dengan persentase 0%. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat digunakan untuk pembelajaran menulis teks eksposisi dalam pelajaran Bahasa Indonesia

    Deiksis Persona pada Karangan Narasi Siswa Kelas X SMK Wira Buana 2

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis deiksis persona yang digunakan siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wira Buana 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada karangan narasi yang dibuat oleh siswa kelas X SMK Wira Buana 2, ditemukan banyaknya penggunaan kata berdeiksis persona dengan total 514 temuan. Sebagai perinciaanya, penggunaan deiksis persona pertama sebanyak 496 kata dengan hasil persentase sebesar 96.50%. Penggunaan deiksis persona kedua sebanyak 2 kata dengan hasil persentase 0,39% dan penggunaan deiksis persona ketiga sebanyak 16 kata dengan hasil persentase 3,11%.Kata Kunci: deiksis persona, persona pertama, persona kedua, persona ketiga, karangan naras

    Penggunaan Bahasa Pada Transaksi Jual Beli di Toko Dalam Jaringan (Daring) (Kajian Sosiolinguistik)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa yang digunakan pada transaksi jual beli di toko daring atau online dan memberikan gambaran terhadap penggunaan bahasa khas yang digunakan oleh masyarakat seiring perkembangan teknologi. Secara teoretis, hasil penelitian ini dapat menambah khazanah ilmu linguistik, khususnya bidang sosiolinguistik. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi beberapa pihak, yaitu untuk pembaca, dapat menambah pengetahuan tentang ragam bahasa yang digunakan pada transaksi jual-beli  Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan memaparkan hasil analisis penggunaan bahasa pada transaksi jual beli di toko dalam jaringan (daring). Metode deskriptif dalam penelitian ini tidak menggunakan angka, tetapi menggunakan teori sosiolinguistik untuk menganalisis data yang ditemukan dan kemudian dideskripsikan. Data yang dikumpulkan merupakan data deskripsi berupa bahasa pada transaksi jual-beli yang berada dalam toko daring tersebut, yaitu Tokopedia, Lazada, dan Bukalapak. Hasil penelitian ini yaitu bentuk bahasa khas ranah Sosiolinguistik yang ditemukan berupa singkatan, interferensi, kata majemuk, dan bahasa asing. Kekhasan ini terlihat dari sisi sosial penggunaan bahasa. Hal ini menguatkan bahwa bahasa bersifat dinamis yang dapat disesuaikan dengan situasi dan kepentingan di dalam berkomunikasi

    ANALISIS STRUKTUR BATIN PADA PUISI-PUISI SOE HOK GIE DALAM BUKU SEKALI LAGI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur batin pada puisi-puisi Soe Hok Gie dalam buku Sekali Lagi dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik studi kepustakaan. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa terdapat delapan puisi Soe Hok Gie dalam buku Sekali Lagi yaitu puisi dengan judul Pesan, Sebuah Tanya, Cinta, Cita-Cita, Kepada Pejuang-Pejuang Lama, Mandalawangi Pangrango, Hidup, dan Tentang Kemerdekaan. Hasil penelitian analisis struktur batin puisi terdiri dari tema, nada, rasa, dan amanat. Tema yang ditemukan dalam puisi-puisi Soe Hok Gie yaitu tema mengenai Ketuhanan, Kemanusiaan, Patriotisme, Cinta Kasih, Demokrasi, dan Keadilan Sosial. Kemudian nada yang terdapat dalam puisi-puisi Soek Ho Gie terdiri dari nada Sinis, Optimis, dan Khusyuk. Selain itu, dapat diketahui perasaan yang diungkapkan dalam puisi-puisi Soe Hok Gie teridiri dari perasaan Santai, Marah, Terharu, Berharap, dan Gembira.Kata Kunci: Struktur Batin, Puisi Soe Hok Gie, Buku Sekali Lag

    Use of Abbreviations and Acronyms in Instagram Account @Aniesbaswedan

    No full text
    The purpose of this study was to determine the number of abbreviations and acronyms used on the Instagram account @aniesbaswedan. The research method used is descriptive qualitative. The instrument used is in the form of an analytical table that is compiled based on the concepts of abbreviations and acronyms contained in Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). The research technique used is content analysis technique. The data obtained is then classified according to the specified indicators. The results showed that the total findings were 98 findings consisting of abbreviations as many as 55 findings or 56% and acronyms 43 findings or 44% of the total 100%. The use of abbreviations is more widely used by admins than acronyms in informing the public.Keywords: Abbreviations, Acronyms, Instagram Account

    Penggunaan Bahasa Pada Transaksi Jual Beli di Toko Dalam Jaringan (Daring) (Kajian Sosiolinguistik)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa yang digunakan pada transaksi jual beli di toko daring atau online dan memberikan gambaran terhadap penggunaan bahasa khas yang digunakan oleh masyarakat seiring perkembangan teknologi. Secara teoretis, hasil penelitian ini dapat menambah khazanah ilmu linguistik, khususnya bidang sosiolinguistik. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi beberapa pihak, yaitu untuk pembaca, dapat menambah pengetahuan tentang ragam bahasa yang digunakan pada transaksi jual-beli  Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan memaparkan hasil analisis penggunaan bahasa pada transaksi jual beli di toko dalam jaringan (daring). Metode deskriptif dalam penelitian ini tidak menggunakan angka, tetapi menggunakan teori sosiolinguistik untuk menganalisis data yang ditemukan dan kemudian dideskripsikan. Data yang dikumpulkan merupakan data deskripsi berupa bahasa pada transaksi jual-beli yang berada dalam toko daring tersebut, yaitu Tokopedia, Lazada, dan Bukalapak. Hasil penelitian ini yaitu bentuk bahasa khas ranah Sosiolinguistik yang ditemukan berupa singkatan, interferensi, kata majemuk, dan bahasa asing. Kekhasan ini terlihat dari sisi sosial penggunaan bahasa. Hal ini menguatkan bahwa bahasa bersifat dinamis yang dapat disesuaikan dengan situasi dan kepentingan di dalam berkomunikasi

    GAYA BAHASA SINDIRAN DALAM LIRIK LAGU IWAN FALS PADA ALBUM WAKIL RAKYAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gaya bahasa sindiran dalam Lirik Lagu Iwan Fals pada Album Wakil Rakyat. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi, berupa lirik lagu. Selain itu, penulis menggunakan tabel analisis dan membuat langkah kerja. Teknik penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tentang gaya bahasa sindiran pada lirik lagu Iwan Fals dalam Album Wakil Rakyat, dengan urutan pertama yaitu gaya bahasa sinisme ditemukan sebanyak 11 kalimat dengan persentase 29%; urutan kedua yaitu gaya bahasa ironi dan juga sarkasme masing-masing sebanyak 9 temuan dengan persentase 24%; urutan ketiga yaitu gaya bahasa satire sebanyak 5 temuan dengan persentase 13%; dan urutan terakhir ada gaya bahasa inuendo sebanyak 4 temuan dengan persentase 10%. Berdasarkan temuan di atas penulis dapat menyimplukan bahwa Lirik Lagu Iwan Fals dalam Album Wakil Rakyat memiliki ciri khas dengan penggunaan gaya bahasa sindiran yang mengaitkan sindiran orang lain. Dengan demikian, Lirik Lagu Iwan Fals dalam Album Wakil Rakyat lebih banyak menggunakan gaya bahasa sinisme karena berupa sindiran, dengan terang-terangan menyampaikan kritik yang ditujukan kepada wakil rakyat. Lirik ini berisikan pesan, sindiran dan juga harapan rakyat terhadap pemerintahan
    corecore