28 research outputs found

    ANALISIS VARIASI WAKTU SINTERING NANO POWDER IRON OXIDE (Fe2O3) DENGAN PELARUT ETHYLENE GLYCOL TERHADAP KARAKTERISASI FASA DAN MORFOLOGI

    No full text
    ABSTRAK   Yazirin, Cepi. 2017. Analisis Variasi Waktu Sintering Nano Powder Iron Oxide (Fe2O3) dengan Pelarut Ethylene Glycol terhadap Karakterisasi Fasa dan Morfologi. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D, (2) Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T.   Kata kunci: Iron Oxide (Fe2O3), Ethylene Glycol, Sintering, Fasa, Morfologi. Besi oksida merupakan hal menarik dalam berbagai disiplin ilmu untuk aplikasi di berbagai bidang ilmiah dan industri termasuk aplikasi pada lingkungan, korosi, ilmu tanah, dan mengurangi emisi gas buang. Iron oxide (Fe2O3) memiliki aplikasi potensial dalam reaksi katalis pada perangkat elektronik misalnya, semikonduktor, formulasi cat, dan baterai lithium rechargeable. Telah diketahui bahwa Iron oxide (Fe2O3) dapat di sintesis melalui proses pengadukan pada mesin, dekomposisi zat besi organik, sol-gel, pembakaran, dan pelarut penguapan. Sebagian besar metode yang digunakan akan melibatkan beberapa langkah dan memakan waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi fasa dan morfologi powder iron oxide (Fe2O3) dengan pelarut ethylene glycol setelah dilakukan variasi pemanasan (sintering) selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Untuk mengetahui hasil pengujian dari proses pemanasan (sintering) powder iron oxide (Fe2O3) dengan pelarut ethyleneglycol selama 1 jam, 2 jam, dan 3 jam, maka pengujian yang digunakan adalah XRD, SEMEDX, dan FTIR. Penelitian ini merupakan penelitian jenis eksperimental laboratorium yang akan dilakukan dalam bentuk deskripsi. Untuk memperoleh hasil deskripsi tentang karakterisasi fasa dan morfologi serbuk nano iron oxide (Fe2O3), maka metode yang digunakan adalah metode sol-gel. Metode ini sering digunakan untuk penelitian-penelitian sejenis karena sangat efisien. Agar mendapatkan hasil penelitian yang tepat dan akurat maka mekanisme yang digunakan harus disusun secara baik dan berurutan. Adapun rancangan penelitian yang dipakai adalah The One-Shot Case Study. Hasil penelitian pengujian XRD menunjukan bahwa butir terkecil berada pada ironoxide (Fe2O3) proses sintering 1 jam dengan diameter kristal sebesar 21,0516 nm. Sinar -x yang ditembakkan pada saat pengujian XRD langsung mengenai butir yang diuji. Dari pengujian SEM menunjukan hasil sintering yang terbaik yaitu pada waktu proses sintering 1 jam, karena butir yang dihasilkan sebesar 12,36 nm dan memiliki ukuran partikel yang sama yaitu berada dibawah 30 nm memiliki bentuk yang tampak homogen dan nanosphere, sehingga semakin lama waktu sintering sangat berpengaruh terhadap ukuran butir ironoxide (Fe2O3). Dilihat dari analisis unsur pada diagaram menunjukan bahwa semakin lama waktu proses sintering maka kandungan unsur O akan semakin meningkat, sedangkan semakin lama waktu sintering kandungan unsur Fe akan semakin menurun

    Analisis Sifat Mekanik Fe2O3 Undoping dan Doping Graphene sebagai Material Penguat pada Paduan Al-Si

    Get PDF
    Aluminum has a wide range of commercial applications due to its good corrosion resistance, light weight, good mechanical properties and ease of fabrication. Aluminum-Silicon alloy has good cast and weld ability, good thermal conductivity and excellent corrosion resistance. As the times progress, the industrial world is currently required to improve the quality of its products. The purpose of this study was to determine the mechanical properties of Al-Si alloy after adding other materials. The strengthening method for Al-Si alloy uses the stir casting method. The result was that the addition of Fe2O3 undoped and doping graphene could not increase the tensile strength of the Al-Si alloy and conversely the addition of Fe2O3 undoped and doped graphene decreased the tensile strength of the Al-Si alloy. The addition of Fe2O3 undoping graphene and Fe2O3 doped graphene materials to the Al-Si alloy had an effect on the hardness of the Al-Si alloy, namely an increase in the hardness value of raw Al-Si 108.83 HV after adding Fe2O3 material undoping graphene to 111 HV and to 134.83 HV after adding graphene doped Fe2O3 material.Aluminium memiliki berbagai aplikasi komersial karena memiliki ketahanan korosi yang baik, ringan, sifat mekanik yang baik, dan  kemudahan fabrikasi. Paduan Aluminium-Silikon memiliki kemampuan cor dan las yang baik, konduktivitas termal yang baik, dan ketahanan korosi yang sangat baik. Semakin berkembangnya zaman, maka dunia industri saat ini dituntut untuk meningkatkan kualitas hasil  produksinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik paduan Al-Si setelah ditambahkan material lain. Metode penguatan pada paduan Al-Si menggunakan metode stir casting. Hasilnya  Penambahan Fe2O3 undoping dan doping graphene tidak dapat meningkatkan kekuatan tarik dari paduan Al-Si dan sebaliknya penambahan Fe2O3 undoping dan doping graphene menurunkan kekuatan tarik dari paduan Al-Si. Penambahan material Fe2O3 undoping graphene dan Fe2O3 doping graphene pada paduan Al-Si memiliki pengaruh terhadap kekerasan paduan Al-Si yaitu terjadi peningkatan nilai kekerasan dari Al-Si raw 108,83 HV setelah ditambah material Fe2O3 undoping graphene menjadi 111 HV dan menjadi 134,83 HV setelah ditambah material Fe2O3 doping graphene

    Inovasi Teknologi Produk Unggulan Kerajinan Cobek Selo Parang Kampung KB Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang

    Get PDF
    The lack of technology is one of the barriers for someone to be more developed than before. Science and technology today are the backbones of economic development. This is what happened in the family planning village (KB) in Tulungrejo Village, Ngantang District, Malang Regency. The low level of technology is one of the obstacles to maintaining product quality and the health of the majority of Tulungrejo villagers. The abundance of raw materials obtained directly from the mountain is not matched by this increasingly sophisticated technology, causing the production process to be underdeveloped. On the other hand, the residents of Tulungrejo Village seem to have forgotten the importance of using personal protective equipment. The production process still uses traditional equipment so that the manufacturing and marketing processes are hampered. The manufacture of cobek lathes is expected to improve quality, speed, and reduce risks to health. Because the equipment used by the majority of the KB village community in Tulungrejo village uses personal protective equipment that is not following what it should be. One of them is not wearing a mask according to national standards, so it has the potential for health because the dust generated from the mortar manufacturing process can interfere with breathing. The result is that the use of a lathe can cut production time faster than the use of a grinder that is usually used by residents to produce the mortar, the work is neater and even, the production time is faster than the use of a grinder, and in terms of K3 the use of a lathe is safer because the mortar is direct. clamped on the lathe so that it is stronger and the resulting dust can be minimized with water cooling media.Rendahnya teknologi menjadi salah satu penghambat seseorang untuk lebih berkembang dari sebelumnya. Ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi. Hal ini lah yang terjadi pada kampung keluarga berencana (KB) Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Rendahnya suatu teknologi menjadi salah satu penghambat untuk menjaga kualitas produk dan kesehatan mayoritas warga desa Tulungrejo. Melimpahnya bahan baku yang didapat langsung dari gunung tidak diimbangi dengan teknologi yang semakin canggih ini, sehingga menyebabkan kurang berkembangnya proses produksi tersebut. Disisi lain, warga Desa Tulungrejo seperti melupakan akan pentingnya pemakaian alat pelindung diri. Proses produksi masih menggunakan peralatan tradisional sehingga proses pembuatan dan pemasaran menjadi terhambat. Pembuatan mesin bubut cobek diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kecepatan, dan mengurangi resiko pada kesehatan. Karena peralatan yang digunakan mayoritas masyarakat kampung KB desa Tulungrejo menggunakan alat pelindung diri (APD) yang tidak sesuai dengan seharusnya. Salah satunya yaitu dengan tidak memakai masker sesuai standart nasional, sehingga berpotensi pada kesehatan karena debu yang dihasilkan dari proses pembuatan cobek dapat mengganggu pernafasan. Hasilnya penggunaan mesin bubut dapat memangkas waktu produksi lebih cepat dari penggunaan gerinda yang biasa digunakan warga untuk memproduksi cobek tersebut, hasil pekerjaan lebih rapi dan rata, waktu produksi menjadi lebih cepat dibanding penggunaan gerinda, dan dari segi K3 penggunaan mesin bubut lebih aman karena cobek langsung dijepit pada mesin bubut sehingga lebih kuat dan debu yang dihasilkan dapat diminimalisir dengan media pendingin air

    Analisis Pengaruh Variasi Sudut Pelat Penukar Kalor Terhadap Besarnya Koefisien Perpindahan Kalor Secara Konveksi

    Get PDF
    One of the added values of motorized vehicles is that because of their attractive shape or following fashion trends, to achieve this attractive shape, the construction of the engine components must also be designed to suit the design form. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the angle of the heating plate with the air flow rate on the magnitude of the convection heat transfer coefficient. The research method used is experimental which is used to test the effect of a treatment or a new design on a process. The result is that the greater the angle formed between the heating plate and the direction of flow, the smaller the heat transfer that occurs from the plate to the air, this is indicated by a decrease in the convection heat transfer coefficient, this decrease is caused by the greater the angle formed between the heater and the direction of flow, the greater the heating area experience heat transfer by convection will be smaller.Salah satu nilai lebih dari kendaraan bermotor adalah  bentuknya yang menarik atau mengikuti trend mode, untuk mencapai bentuk yang menarik tersebut harus dirancang pula konstruksi dari komponen mesin tersebut agar sesuai dengan bentuk rancangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi sudut pelat pemanas dengan laju aliran udara terhadap besarnya koefisien perpindahan kalor konveksi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang digunakan untuk menguji pengaruh dari suatu perlakuan atau desain baru terhadap suatu proses. Hasilnya semakin besar sudut yang terbentuk antara pelat pemanas dengan arah aliran maka perpindahan panas yang terjadi dari pelat menuju udara semakin kecil hal ini ditandai dengan menurunya koefisien perpindahan panas konveksi, penurunan ini disebabkan semakin besar sudut yang terbentuk antara pemanas dengan arah aliran maka luasan pemanas yang mengalami perpindahan panas secara konveksi akan semakin kecil

    Dampak Implementasi Mesin Pencacah Rumput pada Keberlanjutan Perekonomian Kelompok Ternak Rojokoyo Tentrem

    Get PDF
    The population in Indonesia engages in entrepreneurship, particularly in livestock farming, with a focus on goats. This community service initiative was conducted with a livestock group by implementing a grass chopper machine. The challenges faced include the need for understanding livestock management to improve productivity, a lack of technological development in feed production equipment, limited knowledge about hygienic and quality livestock, marketing to mobile buyers, and a high incidence of livestock illnesses. The goal of this initiative is to implement a grass chopper machine to enhance the productivity of the livestock group. The methods used in this activity include socialization, digital marketing training, livestock health management training, feed management technology training, and the design and construction of the grass chopper machine. The partners for this initiative are the Rojokoyo Tentrem Livestock Group in Sumberejo, Poncokusomo, Malang, consisting of 10 members. As a result, the partners now have a grass chopper machine that meets their needs, leading to a 30% increase in feed production, improved understanding of digital marketing, and a 40% increase in knowledge about livestock health management and feed management.Penduduk di Indonesia banyak berwirausaha sebagai peternak, terutama ternak kambing. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu diperlukan pemahaman manajemen pemeliharaan  ternak sebagai upaya peningkatan produktivitas ternak, Peralatan produksi pakan ternak belum tersentuh Iptek, minimnya pemahaman ternak  yang higienis dan berkualitas, pemasaran ke pembeli keliling, dan banyaknya kasus ternak yang sakit. Pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan mesin pencacah rumput sehingga meningkatkan produktivitas kelompok ternak. Metode dalam kegiatan ini meliputi Sosialisasi, Pelatihan Digital Marketing, Pelatihan Manajemen Kesehatan Ternak, Pelatihan Teknologi Pengelolaan Pakan dan Rancang Bangun Mesin Pencacah Rumput; Mitra pengabdian ini Kelompok Ternak Rojokoyo Tentrem, Desa Sumberejo Poncokusomo Malang, yang beranggotakan 10 orang. Hasil yang diperoleh mitra memiliki mesin pencacah rumput yang sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat meningkatkan produksi pakan ternak sebesar 30%, meningkatnya pemahaman digital marketing, pemahaman tentang manajemen kesehatan ternak dan pemahami pengelolaan pakan ternak sebesar 40%

    PENGARUH LAPISAN SERAT dan RESIN EPOXY terhadap KEKUATAN UJI IMPACT KOMPOSIT SERAT ECENG GONDOK

    Get PDF
    A composite is a material structure formed from a combination of two or more materials, processed on a macroscopic scale and physically fused. To improve the characteristics of natural fibers in composites, a NaOH alkalization process is carried out which influences the fiber composites. Real experimental  strength of the composite. The results showed that Alkalization of NaOH in water hyacinth fiber with variations in resin and fiber fractions (40%, 50%, 60%) and concentration (5% and 10%) affected the impact value. Specimens with a 60% resin and fiber fraction that experienced 5% alkalization showed the lowest impact, while a 40% resin and fiber fraction that experienced 10% alkalization had the highest impact. These findings indicate that NaOH alkalization significantly affects water hyacinth fibers, potentially increasing strength due to the removal of lignin, hemicellulose, and pectin. Loss of these components can make the fiber more brittle and susceptible to damage. In testing the resin and fiber fractions (40%, 50%, 60%) with varying concentrations (5% and 10%) when mixing fiber with matrix, it was found that the 60% resin and fiber fraction with a concentration of 5% had the lowest impact strength of 61 J/mm2, while the resin and fiber fraction of 40% with a concentration of 10% has the highest strength of 82 J/mm2. The results of this research highlight the importance of optimizing the volume fraction of fiber and epoxy matrix to improve the impact characteristics of water hyacinth fiber composites.Keywords: composite, alkalization, volume fraction, fiber, water hyacinthKomposit merupakan struktur material yang terbentuk dari dua kombinasi bahan atau lebih, diproses pada skala makroskopik dan menyatu secara fisik. Untuk meningkatkan karakteristik serat alam dalam komposit, dilakukan proses alkalisasi NaOH yang membentuk pengaruh terhadap bentuk geometri serat. Faktor kritis dalam menentukan karakteristik material lapisan serat dan resin epoxy terhadap kekuatan uji impact pada komposit serat eceng gondok. Metode eksperimen nyata digunakan untuk memahami pengaruh fraksi volume serat eceng gondok dan matriks epoxy terhadap kekuatan impact komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alkalisasi NaOH pada serat eceng gondok dengan variasi fraksi resin dan serat (40%, 50%, 60%) dan konsentrasi (5% dan 10%) mempengaruhi nilai impact. Spesimen dengan fraksi resin dan serat 60% yang mengalami alkalisasi 5% menunjukkan impact terendah, sementara fraksi resin dan serat 40% yang mengalami alkalisasi 10% memiliki impact tertinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa alkalisasi NaOH secara signifikan memengaruhi serat eceng gondok, berpotensi meningkatkan kekuatan akibat penghilangan lignin, hemiselulosa, dan pektin. Kehilangan komponen ini dapat membuat serat lebih rapuh dan rentan terhadap kerusakan. Dalam pengujian fraksi resin dan serat (40%, 50%, 60%) dengan variasi konsentrasi (5% dan 10%) pada percampuran serat dengan matriks, didapati bahwa fraksi resin dan serat 60% dengan konsentrasi 5% memiliki kekuatan impact terendah sebesar 61 J/mm2, sementara fraksi resin dan serat 40% dengan konsentrasi 10% memiliki kekuatan tertinggi sebesar 82 J/mm2. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya optimalisasi fraksi volume serat dan matriks epoxy untuk meningkatkan karakteristik impact pada komposit serat eceng gondok.Kata kunci : komposit, alkalisasi, fraksi volume, serat, eceng gondo

    Comparison Study of Mechanical Properties of Al-Si Alloy with and without Nanoreinforce Iron Oxide (Fe2O3)

    Get PDF
    Nanoreinforce materials such as ZnO, eggshell, Al2O3, TiO2, and ZrO2 have been shown to improve the mechanical properties of Al-Si alloy. Nanomaterial Fe2O3 has many applications as catalysts reaction in electronic devices, for example, semiconductor materials, paint formulations, lithium rechargeable batteries, and is often applied in industrial fields. It is known that Fe2O3 can be synthesized through the stirring process on machine and method used will involve several steps that relatively take a long time. In this study, Al-Si alloy reinforced by using nanomaterial Fe2O3 which sintered at a temperature of 600°C for 3 hours aimed to improve mechanical and morphological properties of Al-Si alloy. The method used was stir casting, where this method was known as flexible, simple, and economic. The result of reinforcing Al-Si alloy by using nanomaterial Fe2O3 had affected on the hardness level of Al-Si alloys as evidenced by the fracture morphology that was brittle and had a light reflectio

    Mengoptimalkan Peran Bank Sampah melalui Pelatihan Digital Marketing

    Get PDF
    Digital marketing plays a strategic role in optimizing the performance and social impact of waste bank groups. By leveraging digital technology, waste banks can expand the reach of environmental education, raise public awareness, and improve operational efficiency. Digital marketing can help waste banks build a strong brand, expand their market, and attract more community participation. The methods used in these activities include direct outreach and training. In addition, this training provides relevant skills for managing social media, websites, and e-commerce, which can ultimately increase income from recycling waste. In the long term, the integration of digital marketing will make waste banks more independent, competitive, and contribute more significantly to environmental conservation. The result of the training can drive the economic sustainability of waste banks by opening up opportunities for business collaboration and partnerships through digital platforms.Digital marketing memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan kinerja dan dampak sosial kelompok bank sampah. Dengan memanfaatkan teknologi digital, bank sampah dapat memperluas jangkauan edukasi lingkungan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memperbaiki efisiensi operasional. Digital marketing dapat membantu bank sampah dalam membangun brand yang kuat, memperluas pasar, serta menarik lebih banyak partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan secara langsung. Selain itu, pelatihan ini memberikan keterampilan yang relevan untuk mengelola media sosial, website, dan e-commerce, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dari daur ulang sampah. Dalam jangka panjang, integrasi digital marketing akan menjadikan bank sampah lebih mandiri, berdaya saing, serta berkontribusi lebih signifikan dalam menjaga lingkungan. Hasilnya Pelatihan dapat mendorong keberlanjutan ekonomi bank sampah dengan membuka peluang kolaborasi bisnis dan kemitraan melalui platform digital
    corecore