75 research outputs found

    ANALISIS PERAN PENGASUHAN ORANG TUA PADA MASYARAKAT KASEPUHAN CIPTAGELAR TERHADAP KEMAMPUAN ECOLITERACY ANAK USIA DINI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengasuhan orang tua terhadap kemampuan ecoliteracy anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan short-term etnografi yaitu jenis etnografi yang dilakukan secara singkat dengan membuat intensitas data yang pendekatannya menggunakan video pengamatan aktivitas yang akan diamati secara cermat. Instrumen yang digunakan yaitu lembar obervasi dan panduan wawancara. Jumlah responden atau sampel yang digunakan yaitu 4 keluarga yang memiliki anak dengan rentan usia 4-6 Tahun. Hasil dari penelitian ini yaitu peran pengasuhan orang tua masyarakat Kasepuhan Ciptagelar terhadap kemampuan ecoliteracy anak ditanamkan melalui pembiasan-pembiasaan. Adapun pembiasan yang diberikan diantaranya yaitu Nyawah (diajak kesawah), Ngajak Ka leuweung (diajak ke hutan), dan Paruntahan (pembiasan membuang sampah). Selain itu, anak memiliki kemampuan ecoliteracy yang tercermin dalam sikap yang dimilikinya, dari mulai pengetahuan, kepedulian dan kemampuan praktis. Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah refleksi serta menjadi khazanah ilmu bagi orang tua maupun guru dalam mengajarkan anak tentang peduli lingkungan hidup sehingga dapat terbentuknya ecoliteracy pada diri anak. This study aims to determine the parenting style of the ability in early childhood ecoliteracy. This study uses a short-term ethnographic approach. This type of ethnography is carried out briefly by creating data intensity whose approach uses video observations of the activities that will be observed carefully. The instruments used are observation sheets and interview guidelines. The number of respondents or samples used are 4 families with children aged 4 to 6 years old. The results of this study showed that the ability of ecoliteracy in Kasepuhan Ciptagelar are applied through daily habitual activities that are shown and demonstrated by the parents, such as Nyawah (go to the rice fields), leuweung (go to the forest), and paruntahan (throw the trash into the right place). In addition, the children have had the ability of ecoliteracy that is shown on their positive attitudes such as their knowledge, their concern and the practical abilities in their daily life

    PENERAPAN BANK SAMPAH DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MENUMBUHKAN ECOLITARACY ANAK USIA DINI

    No full text
    Kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh ulah manusia kini semakin kompleks. Peran ecoliteracy sangat penting dalam menjadikan manusia yang melek ekologis. Bank sampah merupakan sebuah upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kerusakan ingkungan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus dengan sampel penelitian sebanyak 3 orang partisipan. Adapun hasil penelitian ini anak usia dini sangat antusias dalam mengumpulkan sampah plastik untuk dikumpulkan lalu di jual. Masalah sampah plastik dilingkungan keluarga tersebut dapat diminimalisir dan anak memiliki kepedulian terhadap merawat lingkungan sekitarnya

    GAME PERANG UDARA

    No full text
    Permainan video adalah permainan yang menggunakan interaksi dengan antarmuka pengguna melalui gambar yang dihasilkan oleh peranti keluaran, monitor. Permainan yang dimaksud dalam kata "game" juga merujuk pada pengertian “kelincahan intelektual” (intellectual playability) yang pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal. Permainan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata. Dewasa ini telah banyak dilakukan penelitian mengenai efek positif dari permainan, beberapa kesimpulannya, permainan dapat dijadikan sarana untuk pembelajaran (Education Game). Permainan dapat menjadi sarana penyembuhan dari suatu penyakit, dan permainan dapat pula berfungsi menjadi sarana pengembangan kemampuan diri. Implementasi dari aplikasi dibuat dengan menggunakan Unity3D. Game Perang Udara. Game ini berjenis Adventure / petualangan yang diwarnai dengan pertempuran. Objek utama dalam game ini berupa pesawat tempur. Kontrol permainan dilakukan melalui keyboard dan mouse. Pemain yang diwakili pilot sebuah pesawat udara melakukan misi perjalanan untuk sampai pada tempat akhir. Dalam perjalanan menuju tempat tujuan, pemain dirintangi oleh berbagai halangan. Untuk menghadapi halangan yang muncul, pemain dapat melakukan update posisi atau menembak/menghancurkan halangan, halangan berupa pesawat musuh. Saat pemain tidak mampu menghadapi halangan dan hancur oleh halangan maka, nilai kesempatan bermain atau melanjutkan permainan akan berkurang. Permainan dimenangkan jika pemain berhasil mencapai tempat tujuan. Keyword : Console, Intellectual Playability, Game, Education Game, Unity3D, Keyboard, Mouse

    PERAN RAJA ALI HAJI DALAM MEMBANGUN BUDAYA ISLAM MELALUI AMANAT GURINDAM 12 (1858-1873)

    No full text
    Muhammad Ramdani, Peran Raja Ali Haji Dalam Membangun Budaya Islam Melalui Amanat Gurindam 12 (1858-1873) Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2023. Kebudayaan Melayu dan Islam yang besar sangat membuat setiap hal yang ada di kehidupan kita di masyarakat tidak lepas dari nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan Islam. Khususnya masyarakat di wilayah Riau dan sekitarnya. Kebiasaan dan tabiat orang melayu di tuangkan Raja Ali Haji dalam setiap karyakaryanya. Salah satu karyanya yang sangat terkenal adalah Gurindam Dua Belas yang sangat terkenal hingga manca negara. Nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam sangat berpengaruh dalam setiap kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini penulis mencoba mengkaji budaya Melayu Islam yang coba ditanamkan oleh Raja Ali Haji dalam kehidupannya masyarakat Melayu. Penulis akan menggunakan metode penelitian dengan mewawancarai tokoh-tokoh dan sumber primer yang coba didapatkan dari Yayasan Kebudayaan Inderasakti. Dalam penelitian ini penulis akan mencoba untuk membedah setiap nilai-nilai dan budaya Islam yang ada di dalam gurindam yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Riau. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber yang peneliti coba dapatkan dari Yayasan Indrasakti Pulau Penyengat yang memiliki dan menyimpan naskah-naskah dan manuskrip peninggalan Kesultanan Riau Lingga. Kata Kunci: Kesultanan, Riau Muhammad Ramdani, Raja Ali Hajj's Role In Building Islamic Culture Through Gurindam Mandatory 12 (1858-1873) Thesis. Jakarta: History Education Study Program, Faculty of Social Sciences, Jakarta State University, 2023. The great Malay and Islamic cultures really make everything in our lives in society inseparable from the values contained in Islamic culture. Especially the people in Riau and its surroundings. The habits and habits of the Malay people are poured out by Raja Ali Haji in each of his works. One of his very famous works is Gurindam Dua Belas which is very well known to foreign countries. The values contained in gurindam are very influential in every community's life. The purpose of this study is to examine the Malay Islamic culture that Raja Ali Haji tried to instill in the life of the Malay community. The author will use research methods by interviewing premier figures and sources that are trying to get from the Indera Sakti Cultural Foundation. In this research, the writer will try to dissect every Islamic values and culture that exist in gurindam which influence the life of the people of Riau. This study uses sources that researchers are trying to obtain from the Indersakti Foundation on Penyengat Island, which owns and stores the manuscripts left by the Riau Lingga Sultanate. Keywords: Sultanate, Ria

    PERAN RAJA ALI HAJI DALAM MEMBANGUN BUDAYA ISLAM MELALUI AMANAT GURINDAM 12 (1858-1873)

    No full text
    Muhammad Ramdani, Peran Raja Ali Haji Dalam Membangun Budaya Islam Melalui Amanat Gurindam 12 (1858-1873) Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2023. Kebudayaan Melayu dan Islam yang besar sangat membuat setiap hal yang ada di kehidupan kita di masyarakat tidak lepas dari nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan Islam. Khususnya masyarakat di wilayah Riau dan sekitarnya. Kebiasaan dan tabiat orang melayu di tuangkan Raja Ali Haji dalam setiap karya�karyanya. Salah satu karyanya yang sangat terkenal adalah Gurindam Dua Belas yang sangat terkenal hingga manca negara. Nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam sangat berpengaruh dalam setiap kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini penulis mencoba mengkaji budaya Melayu Islam yang coba ditanamkan oleh Raja Ali Haji dalam kehidupannya masyarakat Melayu. Penulis akan menggunakan metode penelitian dengan mewawancarai tokoh-tokoh dan sumber primer yang coba didapatkan dari Yayasan Kebudayaan Inderasakti. Dalam penelitian ini penulis akan mencoba untuk membedah setiap nilai-nilai dan budaya Islam yang ada di dalam gurindam yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Riau. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber yang peneliti coba dapatkan dari Yayasan Indrasakti Pulau Penyengat yang memiliki dan menyimpan naskah-naskah dan manuskrip peninggalan Kesultanan Riau Lingga. Kata Kunci: Kesultanan, Riau ******* Muhammad Ramdani, The Role of Raja Ali Haji in Building Islamic Culture Through the Gurindam Mandate 12 (1858-1873) Thesis. Jakarta: Study Program History Education, Faculty of Social Sciences, Jakarta State University, 2023. The great Malay and Islamic culture really make every thing that is in Our life in society cannot be separated from the values ​​contained in it Islamic culture. Especially the people in Riau and its surroundings. The habits and habits of the Malay people are poured out by Raja Ali Haji in each of his works. One of his very famous works is Gurindam Dua Belas which is very famous abroad. The values ​​contained in gurindam is very influential in every community life. The purpose of this study is to try to examine the Malay Islamic culture that tries instilled by Raja Ali Haji in the life of the Malay community. Writer will use research methods by interviewing figures and The primary source we tried to get was from the Inderasakti Cultural Foundation. In In this research the author will try to dissect each value and culture Islam in Gurindam has an influence on life Riau people. This research uses sources that researchers have tried get it from the Penyengat Island Indrasakti Foundation which owns and stores it manuscripts and manuscripts left by the Riau Lingga Sultanate. Keywords: Sultanate, Ria

    USER SATISFACTION ANALYSIS OF DANA APPLICATION USING END USER COMPUTING SATISFACTION METHOD

    No full text
    The XYZ e-wallet application provides convenience in non-cash transactions with various features. Even though it allows for comfort in commerce, there are deficiencies in the XYZ e-wallet application that make users feel uncomfortable and dissatisfied. Weaknesses in the XYZ e-wallet application, namely there are problems updating the XYZ e-wallet to Premium, it is difficult to make payments to merchants who work with the XYZ e-wallet application, and there are problems with e-wallet application services on the service menu reporting problems response the customer service of the XYZ e-wallet application is old and ineffective. The results of the pre-research questionnaire on 59 answers found that 54.2% of respondents needed help making transactions. As many as 61% of users are dissatisfied with the services provided by the XYZ e-wallet application. This research analyzed user satisfaction with the XYZ e-wallet application using the EUCS method. This method measures five variables: Content, Accuracy, Format, Ease of Use, and Timelines. Each variable is measured with four questions. The results showed that the variables Content, Format, and Ease of Use were satisfied with Very Satisfied criteria, while the Accuracy and Timeliness variables had Satisfied criteria. The smallest calculated value is in the Accuracy and Timeliness variables which discuss the accuracy of errors when making transfers, upgrading the XYZ e-wallet account to Premium, and timeliness in handling problem reports. This research analyzed user satisfaction with the XYZ e-wallet application using the EUCS method. This method measures five variables: Content, Accuracy, Format, Ease of Use, and Timelines. Each variable is measured with four questions. The results showed that the variables Content, Format, and Ease of Use were satisfied with Very Satisfied criteria, while the Accuracy and Timeliness variables had Satisfied criteria. The smallest calculated value is in the Accuracy and Timeliness variables which discuss the accuracy of errors when making transfers, upgrading the XYZ e-wallet account to Premium, and timeliness in handling problem reports. This research analyzed user satisfaction with the XYZ e-wallet application using the EUCS method. This method measures five variables: Content, Accuracy, Format, Ease of Use, and Timelines. Each variable is measured with four questions. The results showed that the variables Content, Format, and Ease of Use were satisfied with Very Satisfied criteria, while the Accuracy and Timeliness variables had Satisfied criteria. The smallest calculated value is in the Accuracy and Timeliness variables which discuss the accuracy of errors when making transfers, upgrading the XYZ e-wallet account to Premium, and timeliness in handling problem reports. Each variable is measured with four questions. The results showed that the variables Content, Format, and Ease of Use were satisfied with Very Satisfied criteria, while the Accuracy and Timeliness variables had Satisfied criteria. The smallest calculated value is in the Accuracy and Timeliness variables which discuss the accuracy of errors when making transfers, upgrading the XYZ e-wallet account to Premium, and timeliness in handling problem reports. Each variable is measured with four questions. The results showed that the variables Content, Format, and Ease of Use were satisfied with Very Satisfied criteria, while the Accuracy and Timeliness variables had Satisfied criteria. The smallest calculated value is in the Accuracy and Timeliness variables which discuss the accuracy of errors when making transfers, upgrading the XYZ e-wallet account to Premium, and timeliness in handling problem report

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG PERPINDAHAN KALOR DENGAN PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI JOMBANG 01

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model Pembelajaran Penemuan dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang perpindahan kalor untuk peserta didik kelas V SD Negeri Jombang 01. Pelaksanaan perbaikan dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2022, dan Siklus II pada tanggal 24 Januari 2022. Pada studi awal hasil belajar peserta didik masih sangat rendah. Setelah dilakukan penelitian tindakan kelas, Siklus I peserta didik dengan hasil belajar mencapai sebanyak 63,3 %, sedangkan yang belum mencapai sebanyak 36,7 %. Siklus II peserta didik dengan hasil belajar mencapai sebanyak 93,3 %, sedangkan yang belum mencapai sebanyak 6,7 %. Maka disimpulkan bahwa penerapan discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang perpindahan kalor pada peserta didik kelas V SD Negeri Jombang 01 Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan

    Analysis of Segmentation Parameters Effect towards Parallel Processing Time on Fuzzy C Means Algorithm

    No full text
    Fuzzy C Means algorithm or FCM is one of many clustering algorithms that has better accuracy to solve problems related to segmentation. Its application is almost in every aspects of life and many disciplines of science. However, this algorithm has some shortcomings, one of them is the large amount of processing time consumption. This research conducted mainly to do an analysis about the effect of segmentation parameters towards processing time in sequential and parallel. The other goal is to reduce the processing time of segmentation process using parallel approach. Parallel processing applied on Nvidia GeForce GT540M GPU using CUDA v8.0 framework. The experiment conducted on natural RGB color image sized 256x256 and 512x512. The settings of segmentation parameter values were done as follows, weight in range (2-3), number of iteration (50-150), number of cluster (2-8), and error tolerance or epsilon (0.1 – 1e-06). The results obtained by this research as follows, parallel processing time is faster 4.5 times than sequential time with similarity level of image segmentations generated both of processing types is 100%. The influence of segmentation parameter values towards processing times in sequential and parallel can be concluded as follows, the greater value of weight parameter then the sequential processing time becomes short, however it has no effects on parallel processing time. For iteration and cluster parameters, the greater their values will make processing time consuming in sequential and parallel become large. Meanwhile the epsilon parameter has no effect or has an unpredictable tendency on both of processing time

    KLASIFIKASI RASA BERDASARKAN CITRA BUAH MENGGUNAKAN ALGORITMA CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK DENGAN TEKNIK IDENTITAS GANDA

    No full text
    Identitas ganda yang merupakan hal yang wajar dijumpai di dunia nyata, misal transgender salah satunya. Dalam penelitian ini, membedakan buah yang memiliki jenis rasa yang lebih dari satu, seperti buah lemon mempunyai identitas ganda yaitu asam dan asin.  Untuk pengkategorisasian Deep Learning, biasanya populasi dataset training memiliki objek yang berbeda satu sama lain. Pada rasa yang terkandung dalam buah, bisa kita eksploitasi untuk melihat perilaku CNN dalam mengenali objek – objek yang memiliki identitas lebih dari satu. Adapun fase training dalam penelitian ini yaitu pada dua kategori rasa yang berbeda dengan sengaja dimasukkan beberapa citra buah yang sama ke dalam dua kategori ini. Akurasi dari pengkategorisasian ini kemudian dibandingkan dengan akurasi dari pengkategorisasian yang murni tidak terdapat objek kembar di tiap – tiap kategorinya. Dari hasil simulasi didapatkan akurasi model ketika ada identitas ganda sebesar 95%, Adapun yang murni didapatkan sebesar 98%.Kata Kunci: Machine Learning, Deep Learning, CNN, Rasa, Bua

    Analisis Tindak Tutur Perlokusi dalam Dialog Film "Who Am I: Kein System ist Sicher"

    No full text
    ABSTRAKSI Ramdani. Ilham Ridzki, 2024. Analisis Tindak Tutur Perlokusi dalam Dialog Film Who Am I: Kein System ist sicher. Bandung. Skripsi pada Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra. Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini mengkaji aspek pragmatik dalam dialog film melalui analisis jenis dan fungsi tindak tutur dan penjabaran efek perlokusi yang dihasilkan. Dalam analisis ini, teori tindak tutur yang dikemukakan oleh Searle dan Leech digunakan untuk mengidentifikasi dan memahami berbagai jenis dan fungsi tindak tutur yang terdapat dalam dialog film „Who Am I: Kein System ist sicher.“ Jenis-jenis tindak tutur ini dianalisis untuk mengidentifikasi jenis dan fungsi komunikatif di dalam film, serta menjabarkan efek perlokusi yang dihasilkan. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai tindakan yang disampaikan oleh penutur, sehingga mitra tutur perlu memiliki pemahaman yang mendalam untuk menginterpretasikan konteks tuturan secara akurat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa dalam dialognya terdapat 182 ujaran bertindak tutur. Berdasarkan jenisnya, tindak tutur asertif berjumlah (81), direktif (65), komisif (5), ekspresif (31), sedangkan tuturan deklaratif tidak ditemukan dalam filmnya. Berdasarkan fungsinya, terdapat ujaran yang berfungsi sebagai kompetitif (11), kolaboratif (94), keramahan (21), dan konfliktif (56). Fungsi konfliktif merupakan data yang paling sering ditemukan setelah fungsi kolaboratif, sehingga penulis menuliskan alasan banyaknya fungsi konfliktif dalam film yang diteliti dengan menuliskan perbedaan antara film dari Indonesia dan film barat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur perlokusi memainkan peran penting dalam sebuah film. Kata kunci: Film, Perlokusi, Pragmatik, Tindak Tutur KURZFASSUNG Ramdani. Ilham Ridzki, 2024. Analyse des perlokutionen Akts in den Dialogen des Films Who Am I: Kein System ist sicher. Bandung. Abschlussarbeit an der Deutschabteilung. Fakultät für Sprachen und Literatur. Pädagogische Universität Indonesiens. Diese Untersuchung behandelt die Aspekte von der Pragmatik in den Dialogen des Films durch die Analyse, die auf Typ und Funktion basiert, und auch die Erklärung des perlokutionen Akts, der produziert wird. In dieser Analyse wurden die Theorien des Akts von Searle und Leech verwendet, um auf Typ und Funktion des Akts in den Dialogen des Films „Who Am I: Kein System ist sicher“ herauszufinden. Diese Daten werden von den Sprechakten analysiert, um die Typen und Funktionen der Kommunikation im Film auszudrücken, sowie erläutert die Erklärung des perlokutionen Akts, der produziert wird. Diese Studie untersucht verschiedene Handlungen, die vom Sprecher gesprochen werden, deswegen muss der Gesprächpartner tiefe Verständnis haben, um den genauen Kontext der Rede zu interpretieren. Diese Studie verwendet eine qualitative deskriptive Analysemethode. Das Ergebnis der Studie zeigt, dass es in den Dialogen 182 Sprechakte gibt. Sprechakt basiert auf dem Typ, gibt es assertive (81), direktive (65), kommissive (5) und expressive (31), während deklarative Sprechakte im Film nicht vorkommen. Weiterhin basiert Sprechakt auf Funktion, es gibt Sprechakte als kompetitiv (11), kooperativ (94), Gesseligkeit (21), und konflikthaft (56). Die konflikthafte Funktion ist nach der kooperativen Funktion, die am häufigsten Angabe vorkommen, darum schreibt der Verfasser die Gründe für die konflikthafte Funktion in den untersuchten Filmen, durch die Unterscheidung zwischen indonesischen Filmen und westlichen Filmen. Ausgehend von den Untersuchungsergebnissen kann man zusammenfassen, dass die perlokutionen Akte in einem Film eine große Rolle spielt. Schlüsselwörter: der Film, der Perlokutioner, die Pragmatik, der Sprechakt   ABSTRACT Ramdani. Ilham Ridzki, 2024. Analysis of Perlocution Speech Acts in the Dialog of the Movie Who Am I: Kein System ist sicher. Bandung. Thesis. Department of German Language Education. Faculty of Language and Literature Education. Indonesian University of Education. This study examines the pragmatic aspects of film dialogue through the analysis of types and functions of speech acts and the elaboration of the perlocutionary effects produced. Using Searle and Leech's speech act theory, the research aims to identify the speech act types and functions in the film's dialogue and elaborate on the perlocutionary effects. This study explores various actions conveyed by the speaker, requiring the interlocutor to have a deep understanding to accurately interpret the context of the utterances. This research employs descriptive qualitative analysis method. The research data results demonstrate that in the dialogue, there are 182 instances of speech acts. Based on their types, assertive speech acts amount to (81), directives (65), commissives (5), expressives (31), while declarative speech acts are not found in the film. Based on their functions, there are utterances of competitive (11), collaborative (94), convivial (21), and conflictive (56). The conflictive function is the most frequently found data after the collaborative, leading the author to discuss the reasons for the high occurrence of conflictive functions in the film by comparing it to the differences between Indonesian and western films. The output of the study, it can be summarized that the perlocutionary acts plays a major role in a film. Keywords: Movie, Perlocutionary Acts, Pragmatics, Speech Act
    corecore