1,721,201 research outputs found

    Marginalisasi terhadap Tokoh Utama Perempuan dalam Novel Some Kind Karya Cecillia Wang.

    Full text link
    Penelitian berjudul “Marginalisasi Terhadap Tokoh Utama Perempuan dalam Novel Some Kind Karya Cecillia Wang” mengkaji tentang pemarginalan dan pembiasan karakter pada tokoh utama perempuan bernama Coleen Arend-Tjahrir dalam novel Some Kind karya Cecillia Wang. Pemarginalan ini dilakukan oleh sesama perempuan, tidak seperti biasanya yang dilakukan oleh laki-laki pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi subjek - objek dalam menggambarkan perempuan. Juga, mendeskripsikan posisi pembaca dalam menggambarkan perempuan pada novel Some Kind karya Cecillia Wang berdasarkan teori analisis wacana kritis Sara Mills. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dan sumber data berupa dialog serta narasi yang terdapat pada novel Some Kind karya Cecillia Wang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi dokumentasi atau kajian kepustakaan (library research). Instrumen kunci dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teori. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan terdapat beberapa dialog dan narasi dalam novel Some Kind yang menunjukkan bahwa pada posisi subjek dan objek, tokoh utama perempuan mengalami marginalisasi karakter untuk menjadi dirinya sendiri. Hal tersebut dikarenakan beberapa tokoh yang berada pada posisi objek selalu masuk dan menjadi bahan perbandingan karakter dalam pembicaraan tokoh utama perempuan dan tokoh yang berada pada posisi subjek. Pembiasan dan pemarginalan karakter tokoh utama perempuan terjadi karena pengaruh status sosial di masyarakat, yakni status sosial kelas atas yang cenderung menjunjung nama baik keluarga. Pada posisi pembaca, pembaca ditempatkan pada posisi untuk saling memahami kebenaran penggambaran karakter seorang ibu dan karakter seorang anak perempuan, serta nilai-nilai yang mengakar di masyarakat sosial berupa peran dan karakter seorang perempuan dalam status sosial kelas atas

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    펄스 레이저를 이용한 초저잡음 디지털 클럭 신호 생성 방법

    No full text
    A low-jitter digital clock signal generating system which uses optical pulses output from a pulse laser includes a first balanced photodetector that converts first and second optical pulses with a delayed time interval into first and second electrical pulses through first and second photodiodes and outputs first and second modulated pulses generated by allowing the first and second electrical pulses to partially overlap each other, a second balanced photodetector that converts third and fourth optical pulses with the delayed time interval into third and fourth electrical pulses through third and fourth photodiodes, and outputs a second modulated pulse generated by allowing the third and fourth electrical pulses to partially overlap each other, and a capacitor. The capacitor is charged by the first modulated pulse, is discharged by the second modulated pulse, and outputs a voltage according to the charging and discharging as a clock signal

    Perkembangan Margin Pembiayaan Murabahah, Keunggulan dan Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan Emas iB Hasanah pada PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Surakarta Periode 2015 - 2016

    Full text link
    ABSTRAK PERKEMBANGAN MARGIN PEMBIAYAAN MURABAHAH, KEUNGGULAN, DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK PEMBIAYAAN EMAS IB HASANAH PADA PT BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG SURAKARTA PERIODE 2015 – 2016 CECILLIA CLAUDIAS PRATIWI F3614031 Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perkembangan margin pembiayaan murabahah, keunggulan, dan strategi pemasaran produk Pembiayaan Emas iB Hasanah di PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Surakarta. Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis menggunakan metode penelitian analisis data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interview, dan studi pustaka. Perkembangan margin pembiayaan murabahah pada PT Bank BNI Syariah dapat dikatakan baik karena selalu mengalami peningkatan di setiap triwulannya. Keunggulan produk Pembiayaan Emas iB Hasanah pada PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Surakarta diantaranya yaitu objek pembiayaan berupa logam mulia, angsuran tetap setiap bulannya, margin kompetitif, pembayaran melalui debet rekening secara otomatis, jangka waktu pembiayaan 2 – 5 tahun, dan maksimal pembiayaan Rp 150.000.000. Strategi pemasaran yang digunakan PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Surakarta dalam memasarkan produk Pembiayaan Emas iB Hasanah menggunakan analisa 4P, yaitu Product (produk), Price (harga), Promotions (promosi) dan Place (tempat). Saran yang dapat disampaikan adalah diharapkan PT Bank BNI Syariah tetap mempertahankan keunggulan dari Pembiayaan Emas iB Hasanah agar margin pembiayaan murabahah dapat meningkat setiap tahunnya, dengan cara meningkatkan strategi pemasaran. Kata Kunci : Pembiayaan Emas iB Hasanah, Margin Murabahah, Strategi Pemasara

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Pertahanan Diri Tokoh Katya dalam Novel Sentimental Reasons Karya Cecillia Wangsadinata Pada Aplikasi Wattpad

    No full text
    PERTAHANAN DIRI TOKOH KATYA DALAM NOVEL SENTIMENTAL REASONS KARYA CECILLIA WANGSADINATA PADA APLIKASI WATTPAD Therecya Claudia Elisabeth Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang [email protected]   ABSTRAK Penelitian ini mengangkat novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata sebagai objek penelitian. Dengan menggunakan kajian psikoanalisis Sigmund Freud, penelitian ini menganalisis pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh Katya saat menghadapi konflik dan kecemasan. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan melibatkan analisis teks yang dikaji menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Secara spesifik hasil penelitian ini menunjukkan dua hal, yaitu (1) kemunculan konflik internal yang melibatkan antara id, ego, dan superego sedangkan konflik eksternal melibatkan pertengkaran yang di alami tokoh Katya dengan Ashadi, Alle, Karina, dan lingkungan sekitarnya, dan (2) kemunculan kecemasan yang meliputi kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral. Kata kunci: konflik, kecemasan, pertahanan diri   ABSTRACT This study raised the novel Sentimental Reasons Wangsadinata Cecilia works as objects of research. Using the study of psychoanalysis Sigmund Freud, this research analyzes the self-defense done by Katya in the face of conflict and anxiety.   This research was qualitative research with classified involves analysis of the text is examined using the approaches of psychoanalysis Sigmund Freud. Specifically, the results of this research indicate two things, namely (1) the emergence of internal conflicts involving between id, ego, and superego while external conflict involves the contention that in the natural character of Katya with Ashadi, Alle, Karina, and the surrounding environment, and (2) the emergence of neurotic anxiety include anxiety, anxiety, anxiety and moral reality. Keywords: conflict, anxiety, self defense   PENDAHULUAN Manusia menggunakan seni sebagai pengungkapan segi-segi kehidupan. Dan suatu kreatifitas manusia yang mampu yang menyajikan pemikiran dan pengalamanhidup dengan bentuk seni sastra. Sebagai sebuah karya imajiner, fiksi menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan. Di sinilah para sastrawan menghayati dengan seksama kehidupan alam nyata ini dengan berdialog, berkontemplasi serta berintraksi dengan lingkungan kehidupan, berikutnya disuguhkan kembali melalui paparan fiksi sesuai dengan pandangan mereka tentang kehidupan ini. Novel dapat mengemukakan sesuatu secara bebas, menyajikan sesuatu secara lebih banyak, lebih rinci, lebih detail, dan lebih banyak melibatkan berbagai permasalahan yang lebih kompleks. Kelebihan cerpen yang khas adalah kemampuannya mengemukakan secara lebih banyak jadi, secara implisit dari sekedar apa yang diceritakan.selain itu kelebihan novel yang khas adalah kemampuannya menyampaikan masalah yang kompleks secara penuh (Nurgiyantoro, 2007: 9). Wattpad adalah layanan situs web dan aplikasi telepon pintar asal Toronto, Kanada, yang memungkinkan penggunanya untuk membaca ataupun mengirimkan karya dalam bentuk artikel, cerita pendek, novel, puisi, atau sejenisnya. Wattpad diluncurkan pada tahun 2006 oleh Allen Lau dan Ivan Yuen. Wattpad juga menarik untuk dibahas karena Wattpad adalah novel elektronik masa kini yang saat ini marak digunakan oleh kalangan muda, bukan hanya dari segi tampilan saja yang membuatnya tampak menarik, di zaman ini kalangan muda lebih menyukai hal-hal yang instan dan tidak merepotkan. Begitu pula dengan Wattpad, aplikasi novel elektronik yang memudahkan kaum muda untuk tetap bisa membaca bahkan menulis karangan cerita yang mereka inginkan. Sebelum penelitian mengenai topik ini, penelitian terkait juga sudah pernah dilakukan, yaitu dengan judul “Pertahanan Diri Tokoh Amelia Dalam Novel Amelia Karya Tere Liye” oleh Uyunun Safira pada tahun 2016. Penelitian tersebut meneliti tentang pertahanan seorang tokoh yang bernama Amelia, sedangkan penelitian ini meneliti pertahanan diri tokoh wanita bernama Katya dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata penting untuk dikaji sebab penelitian ini menganalisis sisi lain yang terdapat dalam novel remaja, yaitu aspek psikologi anak itu sendiri ketika dihadapi konflik dalam keluarga, teman, dan lingkungan masyarakat. Umumnya, penelitian sastra anak dikaji dengan telaah seputar nilai moral, nilai edukasi, dan pendidikan karakter yang terdapat dalam karya sastra anak.   METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian khusus ojek yang tidak dapat diteliti secara statistik atau secara kualifikasi (Almanshur dan Ghony, 2012:13). Penelitian kualitatif yang yang digunakan melibatkan kegiatan analisis teks yang dikaji dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis. Dengan demikian penelitian kualitatif dalam penelitian ini akan menghasilkan paparan data deskriptif secara tertulis tentang pertahanan diri tokoh utama anak, Katya dalam menghadapi konflik dan kecemasan yang muncul. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud untuk menganalisis pertahanan diri tokoh Katya dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Dalam teori psikoanalisis, konflik yang dihadapi oleh tokoh mampu mendorong munculnya kecemasan. Freud membagi kecemasan dalam tiga jenis, yaitu kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral. Sebagai akibat dari munculnya kecemasan dalam diri tokoh, secara otomatis manusia akan melakukan pertahanan diri untuk melindungi dirinya dari bahaya atau situasi yang tidak menyenangkan. Data penelitian ini adalah data verbal berupa narasi, monolog, dan dialog dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Data kemunculan konflik, dan kemunculan kecemasan yang dilakukan oleh tokoh utama Katya dalam novel Sentimental Reasons berasal dari kutipan-kutipan narasi, monolog, dan dialog yang memiliki kesesuaian dengan indikator dalam proses klasifikasi data yang telah disesuaikan berdasarkan kode pada tahap kodifikasi data. Sedangkan sumber data penelitian ini yakni novel Sentimental Reasons dalam aplikasi Wattpad – Cecillia Wangsadinata. Peneliti sebagai instrument. Peneliti yang mengumpulkan data, menelaah, dan membuat kesimpulan. Sedangkan untuk tabel pengumpul data. Penelitian ini menggunakan teknik baca-rekam-catat. Teknik baca dilakukan dengan membaca novel Sentimental Reasons dalam aplikasi Wattpad karya Cecillia Wangsadinata berkali-kali kemudian mencatat bagian-bagian yang menjadi fokus penelitian. Proses pengumpulan data dilakukan dengan a) membaca berkali-kali dan memahami data utama berupa novel Sentimental Reasons dalam aplikasi wattpad karya Cecillia Wangsadinata, b) mencatat hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitan, c) mengumpulkan referensi untuk memperoleh data teori yang akan digunakan untuk menganalisis, d) mengidentifikasi satuan-satuan teks novel Sentimental Reasons berupa monolog, dialog, dan narasi yang mencerminkan kemunculan konflik, dan kemunculan kecemasan pada tokoh Katya, e) melakukan  kodifikasi, dan f) melakukan klasifikasi lalu membuat kesimpulan akhir.   PEMBAHASAN Konflik adalah permasalahan yang timbul lam kehidupan manusia yang terjadi baik secara internal maupun secara eksternal. Konflik internal merupakan permasalah yang muncul dari diri individu sedangkan konflik eskternal adalah permasalahan yang timbul dengan melibatkan orang lain. Berikut pembahasan tetang kemunculan konflik internal dan eksternal dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Kemunculan konflik dan jiwa manusia saling memperngaruhi. Konflik mampu memberikan tekanan secara psikis dalam diri setiap individu. Sigmund Freud dalam teori psikoanalisis menjelaskan bahwa struktur kerpibadian manusia terdiri dari id, ego, dan superego. Ketiga energi psikis tersebut akan mengalami pertentangan jika impuls id dan dorongan ego terhalang superego. Dalam novel Sentimental Reasons, konflik antara id, ego, dan superego tampak ketika Katya membuktikan pada Alle, pria yang telah membuatnya merasa begitu tertekan. Hal ini tampak pada kutipan berikut. “Yaya tidak meminum obatnya sama sekali,” jelas Dokter Walter kepada Alle dan Karina. Kutipan di atas menujukkan munculnya dorongan ego. Dorongan ego tersebut bersumber dari diri Katya sendiri karena ingin menyimpan masalahnya untuk dirinya sendiri. Ego merupakan sistem kepribadian yang rasional dan berorientasi pada prinsip realitas (reality principles). Dengan menggunakan prinsip realitas, ego berusaha memuaskan dorongan id dengan memberikan pertimbangan yang rasional agar upaya Katya membuat Alle tidak perduli dapat dengan mudah dilakukan. Upaya ego memuaskan dorongan id dilakukan melalui proses sekunder. Melalui proses sekunder, ego merencanakan cara untuk memuaskan dorongan dan menguji rencana tersebut (Hidayat, 2011:28). Proses sekunder dalam hal ini dilakukan pula oleh Katya sebagai representasi peran ego untuk memuaskan impuls id. Hal ini tampak pada kutipan berikut. Yaya hanya tidak ingin Alle mengasihaninya lebih banyak lagi, cukup pria itu harus mengetahui penyakitnya, tapi pria itu tidak perlu mengetahui segalanya. Setidaknya, tidak bagian ini. Berdasarkan kutipan di atas tergambar peran ego dalam diri Katya. Ego berperan sebagai mediator antara id (keinginan untuk mencapai kepuasan) dan kondisi lingkungan atau dunia nyata (Hidayat, 2011:28). Ketika impuls id berupa keinginan Katya untuk membuat Alle agar tidak memperdulikan dirinya lagi, ego berusaha memuaskan impuls id tersebut dengan memberikan pertimbangan logis. Ego menjadikan kondisi kesehatannya yang semakin menurun untuk membuat Alle semakin tidak memperdulikan dirinya. Proses kerja ego inilah yang disebut dengan proses sekunder. Ketika impuls id didukung sepenuhnya oleh ego tanpa mempertimbangkan aspek moral yang menunjukkan tindakan baik dan buruk maka peran superego muncul untuk menentang dorongan id yang bersifat instingtif dan primitif. Superego erat kaitannya dengan hati nurani. Hati nurani yang bersih mencerminkan posisi superego yang kuat dalam struktur kepribadian manusia. Dalam novel Sentimental Reasons, peran superego tampak saat tokoh Katya mengalami perasaan bersalah dan cemas akibat perbuatannya pada Karina. Hal ini tampak pada kutipan berikut. “iya Rin, gue salah, benar-benar salah. Gue nggak tahu lo akan semarah ini. Padahal gue hanya bercanda, mau buat Surya bingung aja,” kata Yaya dari depan mobil. Tidak ada satupun orang yang dapat melihat wajahnya tapi semuanya mendengarkan. (KK-Ke/D/SR/172). Kutipan di atas menggambarkan kecemasan dan ketakutan yang Katya rasakan ketika Karina sudah mengetahui peristiwa yang terjadi antara dirinya dan Alle saat mereka berada di London. Gertakan dari Karina membuat Katya merasa cemas dan takut diwaktu yang bersamaan sehingga membuat hatinya tidak kunjung tenang dan semakin merasa gelisah. Berdasarkan paparan di atas, impuls id begitu mendominasi perilaku Katya dalam menghadapi konfliknya dengan tokoh lain dalam novel. Kekuatan impuls id yang paling tinggi terjadi saat Katya terlibat pertikaian dengan Ashadi ibunya. Hal ini didasari oleh faktor ketimpangan kekuasaan antara seorang ibu dengan anak bungsunya. Faktor tersebut menjadi pemicu utama kuatnya impuls id pada tokoh Katya. Sedangkan peran ego dalam diri Katya cenderung berpihak pada pemuasan impuls id. Dalam novel Sentimental Reasons terjadi konflik eksternal yang melibatkan perselisihan yang terjadi antara Katya dengan ibu kandungnya, Alle, dan lingkungan sekitarnya. Kecemasan adalah reaksi psikis yang dirasakan manusia akibat konflik yang terjadi dalam kehidupannya. Dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu kecemasan neurotik, kcemeasan realistis, dan kecemasan moral. Berikut pembahasan mengenai kemunculan ketiga jenis kecemasan yang terdapat dalam novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata. Kecemasan neurotik adalah respon terhadap letusan yang mengancam dari dorongan id ke dalam kesadaran. Kecemasan ini berkembang berdasarkan pengalaman masa anak yang terkait dengan hukuman atau ancaman dari orang tua (Yusuf dan Nurihsan, 2008:52). Kecemasan neurotik merupakan repreentasi dari konflik antara id dan ego. Pada dasarnya impuls id akan selalu bertentangan dengan ego. Hal ini sejalan dengan pendapat (Friedman dan Sthustack, 2008:77) yang menyatakan bahwa selama hidup, id yang mencari kesenangan terus-menerus berjuang melawan ego yang melihat kenyataan. Konflik yang terjadi antara id dan ego dapat memunculkan kecemasan neurotik dalam diri manusia. Kecemasan realitas disebut juga kecemasan objektif. Kecemasan realitas adalah respon terhadap ancaman dari luar atau perasaan takut terhadap bahaya-bahaya yang nyata (real) yang berada di lingkungan (Yusuf dan Nurihsan, 2008:52). Kecemasan moral adalah kecemasan yang merupakan konflik antara id dan superego (Hidayat, 2011:31). Kecemasan moral terjadi saat individu memuaskan insting dengan caranya sendiri kemudian mendapat pertentangan dari superego. Kecemasan moral hadir saat individu merasa khawatir akibat kesalahan yang dibuatnya. Kecemasan moral yang dirasakan individu menjadi pertanda peran superego masih kuat dalam seseorang. Dalam novel Sentimental Reasons, kecemasan moral sering dirasakan Katya ketika dirinya menghadapi konflik eksternal dengan ibu kandungnya, Alle, dan lingkungan sekitarnya. Pertahanan diri merupakan upaya yang dilakukan oleh ego untuk mereduksi kecemasan yang muncul dalam diri manusia. Ego menggunakan mekanisme ini untuk mengendalikan kekuatan (antikateksis) sehingga terjadi represi atau menekan ingatan, pikiran, atau gagasan yang melahirkan kecemasan (Yusuf dan Nurihsan, 2008:53). Dalam teori psikoanalisis Sigmund Freud, pertahanan diri dibagi menjadi Sembilan jenis, yaitu represi, projeksi, pembentukan reaksi, pemindahan objek, fiksasi, regresi, rasionalisasi, sublimasi, dan identifikasi. Pada dasarnya pertahanan diri erat kaitanya dengan derajat konflik dan kemunculan kecemasan yang berdampak pada kondisi psikis Katya. Dejarat konflik dan kecemasan yang semakin tinggi akan memicu ragam pertahanan diri yang dilakukan.   SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dalam penelitian ini, simpulan dipaparkan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu, mendeskripsikan kemunculan konflik, kemunculan kecemasan, dan kemunculan pertahanan diri. Kemunculan konflik pada tokoh Katya terjadi secara internal dan eksternal. Kemunculan konflik internal pada tokoh Katya dipicu oleh pertentangan id, ego, dan superego. Konflik internal yang terjadi dalam diri tokoh Katya memicu proses pendewasaan diri tokoh Katya. Konflik eksternal dalam novel Sentimental Reasons melibatkan perselisihan yang terjadi antara tokoh Katya dengan Ashadi, Alle, dan juga Karina. Konflik eksternal memiliki derajat yang berbeda sesuai dengan dampak psikis yang dirasakan oleh tokoh Katya. Hal ini dipengaruhi oleh intensitas komunikasi yang terjalin antara tokoh Katya dengan tokoh lainnya dalam novel. Intensitas komunikasi yang erat akan mempegaruhi besarnya dampak kemunculan konflik tersebut terhadap kondisi psikis tokoh Katya. Kemuculan konflik memicu kecemasan dalam diri Katya. Kecemasan yang muncul dalam novel Sentimental Reasons, meliputi kecemasan neurotik, kecemasan realitas, dan kecemasan moral. Kemunculan kecemasan memiliki derajat yang berbeda bergantung kepada intensitas hadirnya kecemasan dan dampak kecemasan tersebut terhadap perubahan sikap tokoh Katya. Kemunculan konflik dan kecemasan memicu munculnya pertahanan diri tokoh Katya. Dalam novel Sentimental Reasons, tokoh Katya melakukan 8 jenis bentuk pertahanan diri yang meliputi represi, projeksi, pembentukan reaksi, pemindahan objek, regresi, rasionalisasi, sublimasi, dan identifikasi. Dalam hal ini, tokoh Katya tidak menunjukkan bentuk pertahanan diri fiksasi. Pertahanan diri terjadi didasarkan pada derajat konflik dan kecemasan. Pengaruh derajat konflik dan kecemasan yang tinggi akan memicu ragam pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh Katya. Berdasarkan teori psikoanalisis, kemunculan konflik, kecemasan, dan pertahanan diri pada tokoh Katya memiliki derajat dan wujud yang berbeda dengan anak-anak.   Saran 1. Bagi pembaca, setelah membaca penelitian ini diharapkan dapat mengetahui bahwa kemunculan konflik dan kemunculan kecemasan pada hakekatnya sama hanya saja munculnya konflik dan kecemasan tersebut dalam segi yang berbeda-beda. 2. Bagi peneliti selanjutnya, saya sarankan untuk mengemukakan 9 kemunculan pertahanan diri dengan objek novel Sentimental Reasons karya Cecillia Wangsadinata agar dengan adanya penelitian tersebut, peneliti dapat mengetahui bagaimana bentuk dari tiap-tiap kemunculan pertahanan diri itu sendiri dan dapat menambhakan temuan lain yang didapatkan sebagai proses perbaikan hasil dalam penelitian ini.   DAFTAR PUSTAKA ATAU DAFTAR RUJUKAN Al- Ma'ruf, Ali Imron. 2010. Dimensi Sosial Keagamaan dalam Fiksi Indonesia Modern. Surakarta: Smart Media. Burhan, Nurgiyantoro. 2009. Penilaian Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE. Burhan, Nurgiyantoro. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada. University Press. Fanani, Muhammad Abib. STRUKTUR DAN MEKANISME PEMERTAHANAN JIWA TOKOH UTAMA DALAM KUMPULAN CERPEN NYANYIAN IMIGRAN (KUMPULAN CERPEN BURUH MIGRAN INDONESIA) TELAAH PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD. 6(2) (Online), (http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jib/article/download/1233/1322), diakses 1 April 2019. Hidayat, Dede Rahmat. 2011. Teori dan Aplikasi Psikologi Kepribadian dalam Konseling. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Minderlop, Albertine. 2010. Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Saraswati, Ekarini. 2016. PRIBADI DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA DAN LASKAR PELANGI: TELAAH PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD. 12(2). (Online), (http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jib/article/download/1293/1386), diakses 1 April 2019. Saryono. 2009. Pengantar Apresiasi Sastra. Malang: Universitas Negeri. Malang. Siswanto, Wahyudi. 2013. Pengantar Teori Sastra. Malang: Aditya Media Publishing. Wangsadinata, Cecillia. 2018. Sentimental Reasons. Jakarta: PT. Bukune Kreatif Cipta. Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. Yogyakarta: Garudhawacana. Yusuf, Syamsu dan Nurihsan, Juntika. 2008. Teori Kepribadian. Bandung: PT. Remaja Karya
    corecore