2,479 research outputs found
A short film discussion, Candra Aditya’s Dewi pulang
The author thanks all of those who reviewed and commented on the transcript and translation including Candra Aditya, Thomas Barker, Rosalia Namsai Engchuan, Verena Meyer, Judith Fox, Joseph Errington, and the three anonymous reviewers for BKI. A special debt of gratitude is owed to Amnina Fira Kharira and Yosephin Apriastuti Rahayu, who read and discussed the full transcript and translation with the author in detail. Any remaining errors, oversights, and infelicities are the author's own.Short films have proven an important medium for social commentary in contemporary Indonesia. As an example of the genre, this special issue of bki presents Candra Aditya’s (2016) short film, Dewi pulang (Dewi goes home), which follows a young Javanese woman as she travels from Jakarta to her natal home in Central Java to attend her father’s funeral. A critically annotated transcript and translation of the film’s dialogue is followed by four essays on various aspects of the film and a conversation with the filmmaker. Issues addressed include the changing nature of short films and ‘indie’ cinema in post-authoritarian Indonesia; the filmmaking practices specific to Dewi pulang; the interplay of absence and presence in Dewi’s movement between Jakarta and her natal home in Central Java; and the juxtaposition of Indonesian-, English- and Javanese language dialogue, and the forms of sociality they respectively embody. Taken as a whole, the special issue offers at once a window onto short filmmaking in Indonesia and new primary materials for further analysis.FacultyReviewe
A conversation with Indonesian filmmaker Candra Aditya
This interview with the Indonesian filmmaker Candra Aditya reflects on several months of collaborative work with a small group of scholars specializing in film, language, religion, and culture. In addition to remarks on the short film Dewi pulang, the discussion also addresses a range of more general issues pertaining to filmmaking in post-authoritarian Indonesia.FacultyReviewe
Candra Dewi Saraswati's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Candra Dewi Saraswati's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Developing Digital Comics as Character Learning Media for Elementary School Students
Students are expected to learn and conserve the natural environment. Therefore, it is necessary to integrate technology with character values in the form of developing digital comics for environmental preservation based on character values. This study was designed to develop digital comic learning media for environmental preservation based on character values by using of ADDIE development model. were collected using both qualitative and quantitative approaches. Qualitative data were in the form of suggestions, criticisms, responses, and input as described in the questionnaire from the expert judgment. Meanwhile, quantitative data included in the form of percentage values from expert judgment questionnaires arranged on a multilevel scale. Observation, interviews, questionnaires, and tests were used to gather the data. The findings of this study suggested that materials appropriateness and student learning achievement exceed the minimum criteria value set previously. These results show that digital comic learning media based on the character values in integrative thematic learning are declared very feasible and ready to be implemented in integrative thematic learning
Pusaka candra
Kesultanan Agung Mataram, abad ke-17Kata tetua di desa nelayan, candra selalu bersinar paling terang di pertengahan tahun; hari di mana candra akan menjadi seimbang dengan aditya. Hari itu adalah hari di mana Dewi Ratih akan turun ke bumi dan mewujudkan dirinya dalam rupa bayi perempuan, sebagai bentuk berkatnya pada tanah ini.Pusaka candra dirumorkan akan menjadi seorang perempuan hebat yang diperebutkan oleh para adipati karena keelokan dan kecerdasannya, seperti halnya keris yang sakti. Perempuan ini akan membawa pengaruh dan menjadi orang di balik setiap keputusan yang diambil oleh sang adipati beruntung yang berhasil menandainya. Tak sembarang adipati dapat memilikinya, sebab ia adalah pusaka yang kuat, dan banyak orang yang menginginkannya. Adipati tersebut haruslah mereka yang tangguh sejak lahirnya dan memang ditakdirkan untuk memegang pusaka candra
URUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER FEBRUARI 2006
Penerapan Regresi Berstruktur Pohon pada Pendugaan Lama Penyusunan
Skripsi Mahasiswa, Theresia Trias Candra Dewi, 001810101012, Skripsi,
Februari 2006, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Jember
Regresi berstruktur pohon (tree regression) merupakan salah satu metode
regresi yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas X
terhadap variabel tak bebas Y. Metode regresi berstruktur pohon menganalisa data
dengan melakukan penyekatan secara bertahap. Proses pemangkasan pohon
(pruning tree) diperlukan untuk mendapatkan ukuran pohon yang optimal.
Pemangkasan pohon dilakukan berdasarkan biaya kompleksitas (cost complexity).
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengaplikasikan metode regresi pohon pada
data lulusan mahasiswa Fakultas MIPA tahun 2001-2005 yaitu digunakan untuk
mengetahui variabel yang berpengaruh pada lama penyusunan skripsi mahasiswa.
Hasil penelitian menunjukkan lama penyusunan skripsi mahasiswa dipengaruhi
oleh IPK dan jurusan.
Kata kunci : tree regression, pruning tree, cost complexity
PENGELOLAAN SURAT ELEKTRONIK (E-MAIL) DI KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) PROVINSI DIY
PENGELOLAAN SURAT ELEKTRONIK (E-MAIL)
DI KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD)
PROVINSI DIY
Oleh:
Lusika Candra Dewi
NIM. 12402242002
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengelolaan surat masuk elektronik di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DIY, 2) Mengetahui pengelolaan surat keluar elektronik di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DIY.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Informan penelitian sebanyak 3 orang yaitu 1 orang informan kunci dan 2 orang sebagai informan pendukung.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan surat di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DIY dibedakan ke dalam dua pola yaitu untuk surat biasa dan surat penting. Proses pengelolaan surat biasa diselesaikan secara elektronik, sedangkan surat penting diselesaikan secara elektronik dan manual sesuai dengan prosedur pengelolaan surat berbasis kertas yang digunakan di BKD DIY. Hambatan yang ditemui diantaranya terdapat petugas pengelola surat masih belum lancar dalam menggunakan teknologi. Tenaga arsiparis belum tersedia, sehingga penyimpanan surat dilakukan oleh petugas pengelola surat. Fasilitas penunjang surat elektronik telah tersedia, tetapi pemanfaatannya belum optimal. Jaringan internet sering mengalami gangguan. Selain itu, pengelolaan surat elektronik masih menggunakan pengelolaan surat manual sehingga prosesnya menjadi lebih lama
Why don’t you get it? Reflections on language and the idea of (mis)understanding in Dewi pulang
This essay is a product of ongoing conversation with a small group of colleagues and friends. The author am particularly grateful to his little working group on Dewi pulang—including Candra Aditya, Thomas Barker, Rosalia Namsai Engchuan, and Verena Meyer. Special thanks are also due to those who read and commented on prior drafts, including Judith Fox, Amnina Fira Kharira, Mark Hobart, Yosephin Apriastuti Rahayu, Alicia Izharuddin, Tom Hunter, and the three anonymous reviewers for bki. All remaining errors, oversights, and infelicities are the author's own.This essay explores the relationship between language and mutual (mis)understanding in Candra Aditya’s short film Dewi pulang. The film follows Dewi, a young Javanese woman, as she travels from Jakarta to her natal home in Central Java to attend her father’s funeral. The tension between Dewi’s multiple and often conflicting obligations is marked by the use of language—from the colloquial Indonesian she speaks with her friends in Jakarta to a brief exchange with her English-speaking boss on the telephone and the various forms of Javanese employed ‘at home’. Drawing on examples in both Indonesian and Javanese, it is argued that the film’s use of language may be understood as a form of social commentary, reflecting critically on the complex and at times incongruous desires, expectations, and aversions at play in the lives of a growing number of young Indonesians.FacultyReviewe
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK BUAH PARE BELUT (Trichosanthes anguina L.)
Retno Candra Dewi, 2009. UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK BUAH
PARE BELUT (Trichosanthes anguina L.). Skripsi. Jurusan Kimia. Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret.
Penelitian tentang uji aktivitas antijamur ekstrak buah pare belut telah
dilakukan terhadap beberapa jamur patogen. Ekstrak diperoleh dengan metode
maserasi menggunakan pelarut metanol, kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi
menggunakan pelarut lain yang semakin meningkat kepolarannya, yaitu heksana,
kloroform, etil asetat, dan butanol. Ekstrak yang diperoleh ditentukan aktivitas
antijamurnya dengan metode difusi agar, kemudian dilakukan identifikasi
komponen kimia ekstrak aktif dengan penapisan fitokimia dan uji penegasan
dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Ekstrak yang mempunyai aktivitas
antijamur tertinggi ditentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan uji
banding terhadap standar mikonazol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kloroform, etil asetat, dan
butanol buah pare belut mempunyai aktivitas antijamur terhadap Candida
albicans, tetapi tidak terhadap Aspergillus niger, Microsporum gypseum dan
Tricophyton sp. Ekstrak kloroform mempunyai aktivitas antijamur tertinggi
terhadap C. albicans, diikuti ekstrak etil asetat dan ekstrak butanol. Hasil
penapisan fitokimia menunjukkan ekstrak-ekstrak aktif mengandung golongan
senyawa alkaloid, saponin, tanin, fenolat, flavonoid, dan terpenoid. KLT terhadap
ekstrak kloroform menunjukkan adanya golongan alkaloid, tanin, fenolat,
flavonoid, dan terpenoid. KHM ekstrak kloroform terhadap C. albicans adalah
6,25 mg/mL. Nilai banding ekstrak kloroform konsentrasi 100 mg/mL terhadap
standar mikonazol adalah 0,036%.
Kata kunci: Trichosanthes anguina L., uji aktivitas antijamur, Candida albicans,
Penapisan Fitokimia, KLT, KH
- …
