1,735,619 research outputs found
CANDRA KEMBAR
ABSTRAK
Candra Kembar berasal dari kata Candra dan kembar, Candra yang berarti bulan dan Kembar yaitu suatu objek yang sama, Candra kembar berarti bulan kembar. Terinspirasi dari melihat bulan di pantai, dimana bulan terlihat kembar karena pantulan bayangan bulan pada permukaan air laut yang membuat bulan tersebut terlihat kembar, dari fenomena tersebut ingin penata transformasikan kedalam sebuah garapan tabuh kreasi berdurasi 12 – 15 menit yang berkonsep tentang fenomena bulan kembar diatas. Konsep bulan yang kembar akan penata aplikasikan di bagian kedua (pengawak) dimana bagian ini menggunakan 3 pola yang akan di balikan dari pola pertama sampai ke pola ketiga dan kemudian kembali lagi dari pola ketiga sampai ke pola pertama agar mirip seperti konsep bulan kembar tersebut yang seakan-akan seperti bercermin ke permukaan air laut sebagai bentuk struktur kedua (pengawak) yang dipertegas melalui alur pola-pola tersebut, didukung dengan permainan instrumen kendang sebagai peralihan dari pola ketiga yang akan kembali menuju ke pola pertama. Garapan tabuh kreasi Candra Kembar ini menggunakan beberapa gamelan gong kebyar yaitu instrumen kendang, kajar, kecek, suling, ceng-ceng kopyak, gong, kempur, kempli, bebende, jegog, jublag / calung, penyacah / kenyur, reong, dan terompong. Garapan tabuh kreasi Candra Kembar ini menggunakan 25 orang pemain dimana pemain suling langsung memegang instrumen ceng-ceng kopyak, garapan ini didukung oleh mahasiswa ISI denpasar jurusan karawitan, jurusan tari, dan beberapa pendukung yang sudah sering berkecimpung di bidang karawitan.
Kata kunci: Tabuh Kreasi, Gong Kebyar, Bebonangan, Bulan Kembar.
ABSTRACT
Candra Kembar comes from the words Candra and kembar, Candra which means Moon and Twins are a similar object, twin Candra means twin moon. Inspired by seeing the moon on the beach, where the moon looks twin because of the reflection of the moon on the surface of the sea water that makes the moon look twin, from the phenomenon wants to transformer into a garapan tabuh creations duration 12-15 minutes concept about the phenomenon of the twin moon above. The twin moon concept will be applied in the second part (comedian) where this section uses 3 patterns that will be reversed from the first pattern up to the third pattern and then back again from the third pattern up to the first pattern to look like the concept of the twin moon As if mirrored to the surface of the seawater as a form of a second structure (pengawak) reinforced through the groove of the patterns, supported by the game of kendang instruments as a transition from the third pattern which will return to the first pattern. Garapan kartuh Candra Kembar creations are using some gamelan kebyar gong, namely kendang instrument, kajar, kecek, flute, kopli cyber, gong, kempur, kempli, bebende, jegog, jublag / calung, penyacah / kenyur, reong, and terompong. Garapan tabuh Candra Kembar creations use 25 players where the flute player directly holds the instrument ceng-ceng kopyak, this claim is supported by ISI students denpasar majoring in karawitan, dance majors, and some supporters who have often dabbled in the field of karawitan.
Keywords: Tabuh Kreasi, Gong Kebyar, Bebonangan, the twins moon
Analisis Keefektifan Pengendalian Internal Berdasarkan COSO ERM pada Siklus Transaksi Kantor Konsultan Pajak Candra Konsultindo.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keefektifan sistem dan prosedur siklus pendapatan, siklus pengeluaran dan siklus kas yang diterapkan di Kantor Konsultan Pajak Candra Konsultindo mengacu pada kerangka konseptual COSO ERM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data secara observasi tatap muka dari setiap stakeholder dalam Kantor Konsultan Pajak Candra Konsultindo. Hasil dari analisis studi kasus ini dapat menemukan sebuah permasalahan, risiko, kegiatan pengendalian internal, yang telah dilaksanakan dengan menggunakan COSO ERM terhadap aktivitas penerapan internal control dengan perspektif COSO ERM telah diterapkan dalam Kantor Konsultan Pajak Candra Konsultindo. Kata kunci: Internal Control, COSO ERM Framework, Revenue Cycle, Cash Cycl
Analisis Keefektifan Pengendalian Internal Berdasarkan COSO ERM pada Siklus Transaksi Kantor Konsultan Pajak Candra Konsultindo.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keefektifan sistem dan prosedur siklus pendapatan, siklus pengeluaran dan siklus kas yang diterapkan di Kantor Konsultan Pajak Candra Konsultindo mengacu pada kerangka konseptual COSO ERM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data secara observasi tatap muka dari setiap stakeholder dalam Kantor Konsultan Pajak Candra Konsultindo. Hasil dari analisis studi kasus ini dapat menemukan sebuah permasalahan, risiko, kegiatan pengendalian internal, yang telah dilaksanakan dengan menggunakan COSO ERM terhadap aktivitas penerapan internal control dengan perspektif COSO ERM telah diterapkan dalam Kantor Konsultan Pajak Candra Konsultindo. Kata kunci: Internal Control, COSO ERM Framework, Revenue Cycle, Cash Cycl
Analisi Headloss Pada Flowline Sumur Injeksi Lapangan Candra Menggunakan Metode de Chezy-Minning
Pada dasarnya aliran dalam pipa akan mengalami kehilangan tekanan atau headloss. Headloss meningkat sebanding dengan gesekan yang terjadi didalam pipa. Besarnya nilai headloss di pengaruhi oleh debit aliran, panjang pipa,diameter pipa, dan kekasaran permukaan pipa. Pada Lapangan Candra debit air
sebesar 22799 bwpd dan tekanan 997 Psi dan akan dikirim pada dua zona injeksi yaitu bagian north zona dan south zona. Karena adanya penurunan tekanan setiap diameter pipa dilapangan Candra, maka dilakukan analisis headloss pada flowline dilapangan Candra.
Metode yang digunakan untuk menganalisa headloss pada flowline yaitu metode de Chezy-Manning. Metode de Chezy-Manning secara empiris menyatakan bahwa debit aliran (Q) pada pipa sebanding dengan panjang pipa (L) namun berbanding terbalik dengan diameter pipa (d). Koefisen (n)menggambarkan jenis pipa menurut koefisien Manning. Dengan metode de
Chezy-Manning maka dilakukan analisa headloss pada flowline Lapangan Candra dan setiap diameter pipa akan diketahui seberapa besar nilai headloss nya.
Hasil perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan metode de ChezyManning maka didapatkan hasil headloss terbesar pada zona north yaitu pada sumur C#3 dengan diameter pipa sebesar 12” dan panjang pipa 6300 meter sedangkan pada zona South terdapat nilai Headloss tertinggi pada sumur C#6 dengan diameter pipa sebesar 8” dan panjang pipa 2250 meter. Kemudian dilakukan analisa selisih Tekanan Actual dengan Tekanan dengan menggunakan metode de Chezy-Manning maka pada sumur C#4 yang berdiameter pipa 20” serta panjang pipa 100 meter mendekati Tekanan Actual pada lapangan Candra dengan hasil persentase 95%
A conversation with Indonesian filmmaker Candra Aditya
This interview with the Indonesian filmmaker Candra Aditya reflects on several months of collaborative work with a small group of scholars specializing in film, language, religion, and culture. In addition to remarks on the short film Dewi pulang, the discussion also addresses a range of more general issues pertaining to filmmaking in post-authoritarian Indonesia.FacultyReviewe
Sistem Informasi Penjualan Barang pada Toko Candra Berbasis Android
Toko Candra adalah suatu badan usaha yang bergerak di bidang penjualan barang kebutuhan pokok sehari-hari. Seluruh kegiatan operasioanl dilakukan secara manual bahkan owner sampe kesulitan membuat rekap laporan penjualan karena tidak adanya data yang tersimpan. Untuk membantu proses transaksi penjualan di Toko Candra maka perlu dibuatkan Sistem Informasi Penjualan Barang berbasis Android. Selain digunakan sebagai kasir namun juga dapat melakukan pemesanan barang secara online. Hasil perancangan sistem informasi penjualan ini menggunakan metode pengembangan sistem waterfall. Untuk analisa kelemahan sistem menggunakan analisa PIECES, sedangkan untuk menggambarkan alur data menggunakan flowchart sistem dan Unified Modeling Laguange. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Android Studio. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan menggunakan blackbox testing, sistem yang dibangun dapat membantu masalah yang dihadapi Toko Candra
WAYANG KULIT BALI GAYA KARANGASEM STUDI KASUS DALANG IDA MADE ADI PUTRA LAKON NILA CANDRA
Wayang kulit merupakan salah satu pertunjukan yang masih tetap eksis sampai saat ini, serta memiliki banyak gaya/style di setiap daerah masing-masing. Seperti di daerah Sukawati, Badung, Buleleng dan juga di daerah Karangasem. Penelitian ini adalah sebuah pengkajian seni pertunjukan yang mengangkat bentuk, fungsi, dan makna pertunjukan Wayang Kulit Parwa Gaya Karangasem lakon Nila Candra oleh Dalang Ida Made Adi Putra, di Banjar Besang, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.
Fokus penelitian ini adalah mengkaji tentang ciri khas yang mebedakan bentuk, fungsi, dan makna dalam pertunjukan Wayang Kulit Parwa Gaya Karangasem lakon Nila Candra oleh Dalang Ida Made Adi Putra. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif, yaitu mengkaji mengenai permasalahan yang diajukan menggunakan Teori Estetika, Teori Fungsionalisme Struktural dan Teori Wacana. Data yang disajikan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, interview atau wawancara, studi kepustakaan dan studi dokumentasi.
Nila Candra sebagai objek analisis merupakan sebuah lakon carangan wayang kulit Bali. Lakon carangan ini mengambil sumber dari Kakawin Nila Candra yang masih merupakan bagian dari epos Mahabharata. Pembatasan materi sebagai bahan kajian dalam penulisan skripsi ini dibatasi pada tiga aspek yaitu : bentuk, fungsi dan makna terhadap sebuah seni pertunjukan Wayang Kulit Gaya Karangasem lakon Nila Candra. Penelitian ini sifatnya deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini membahas tentang Wayang Kulit Gaya Karangasem dengan lakon Nila Candra. Wayang Kulit Gaya Karangasem ini mempunyai struktur pementasan yang berbeda dengan struktur pementasan wayang secara umum. Perbedaan yang sangat menonjol terletak pada tahap Alas harum, dan petangkilan. Pada tahap Alas harum biasanya dalang menyanyikan sebuah tembang (kekawin) disertai dengan menarikan tokoh wayang, namun pada struktur pementasan Wayang Kulit Gaya Karangasem pada tahap Alas harum dalang hanya menembang tanpa menarikan tokoh wayang sehingga pada kelir masih kosong belum ada tokoh wayang yang muncul. Pada struktur pementasan Wayang Kulit Gaya Karangasem tidak ada petangkilan, tetapi langsung ke pangkatan. Dari sinilah dijadikan titik tolak untuk memahami bentuk, fungsi, dan makna sebagai daya tarik pertunjukan Wayang Kulit Gaya Karangasem lakon Nila Candra.
Kata kunci :Wayang Kulit Karangasem, bentuk, fungsi dan makna
Peer Riview 1 candra, juli (2021) Metode Part Method dan Whole Method dengan Aplikasi Kinovea dalam Meningkatkan Pembelajaran Atletik Dasar. Jendela Olahraga,
This study aims to improve the abilities of PKO UBJ students by using the part method and the whole method with the kinovia application on the ability of running techniques. This study uses an exclusive research method with 2 cycles in the implementation of the research. Based on the results of the cycle I test conducted by the researcher, it can be concluded that the average score obtained by students during the initial phase of the test was 78,35. The average for the main phase ability results was 69.83 and the average results for the final phase of students' ability was 67,59. The results obtained by researchers on student abilities have increased but are still in the poor category. Then the researchers continued in cycle II by providing additional training so that the results of the assessment carried out by the researcher were an increase in the second cycle of students' running technique abilities with the results for the initial phase ability an average of 88.24. For the main phase ability results in cycle II with an average of 89.03. The results of the phase ability in the second cycle, the average value obtained by students was 87.8
Pusaka candra
Kesultanan Agung Mataram, abad ke-17Kata tetua di desa nelayan, candra selalu bersinar paling terang di pertengahan tahun; hari di mana candra akan menjadi seimbang dengan aditya. Hari itu adalah hari di mana Dewi Ratih akan turun ke bumi dan mewujudkan dirinya dalam rupa bayi perempuan, sebagai bentuk berkatnya pada tanah ini.Pusaka candra dirumorkan akan menjadi seorang perempuan hebat yang diperebutkan oleh para adipati karena keelokan dan kecerdasannya, seperti halnya keris yang sakti. Perempuan ini akan membawa pengaruh dan menjadi orang di balik setiap keputusan yang diambil oleh sang adipati beruntung yang berhasil menandainya. Tak sembarang adipati dapat memilikinya, sebab ia adalah pusaka yang kuat, dan banyak orang yang menginginkannya. Adipati tersebut haruslah mereka yang tangguh sejak lahirnya dan memang ditakdirkan untuk memegang pusaka candra
Garap Ricikan Rebab Gending Candra Laras Slendro Patet Sanga Kendhangan Candra
Judul skripsi ini yaitu Gending Candra laras slendro patet sanga kendhangan candra. Gending Candra merupakan salah satu gending yang ada sejak masa Kanjeng Susuhunan Paku Buwana I Pada Tahun 1704-1719. Sehingga ada dua versi Gending Candra yaitu gaya Yogyakarta dan gaya Surakarta. Penulis memutuskan untuk menggarap Gending Candra gaya Yogyakarta karena belum pernah disajikan dalam bentuk garap lirihan. Gending Candra diindikasikan sebagai gending garap soran karena dalam buku Raden Bekel Wulan Karahinan tertera bahwa pada bagian dhawah tabuhan ricikan demung imbal dan saron pancer.
Penulis menemukan Gending Candra pada beberapa sumber tertulis, setelah dilakukan beberapa pertimbangan maka penulis memutuskan untuk menggunakan notasi pada buku milik Ki Wedono Larasumbogo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tafsir garap ricikan rebab dalam Gending Candra laras slendro patet sanga kendhangan candra. Dalam penelitian ini diperlukan beberapa metode dalam mendeskripsikan tafsir garap ricikan rebab Gending Candra yaitu menentukan tafsir ambah-ambahan balungan gending, tafsir patet, tafsir padhang ulihan, mendeskripsikan cengkok dan mengaplikasikan cengkok. Tahapan yang perlu dilakukan dalam menggarap gending yaitu mempersiapkan notasi balungan gending, analisis notasi balungan gending, tafsir garap, aplikasi garap, menghafal, latihan, evaluasi, uji kelayakan, dan yang terakhir penyajian.
Hasil kesimpulan dari penelitian ini yaitu Gending Candra adalah gending yang berlaras slendro patet sanga kendhangan candra. Manfaat dari hasil penelitian ini yaitu untuk melestarikan dan mendokumentasikan gending-gending Jawa terutama gaya Yogyakarta, menambah perbendaharaan garap wiledan ricikan rebab dalam gending garap lirihan gaya Yogyakarta dan memberi referensi untuk menggarap sebuah gending dari soran menjadi lirihan
- …
