1,722,330 research outputs found
Perdikan Cahyana
Bekas daerah Perdikan Cahyana berada di Kecamatan Karangmoncol dan Rembang, Purbalingga, Karesidenan Banyumas. Status perdikan itu dihapus oleh Pemerintah Republik Indonesia pada zaman Orde Lama. Berakhirnya kekuasaan 21 orang demang diyakini oleh masyarakat bahwa para demang telah melanggar piagam dan wewaler perdikan, tidak adil, serta memperkaya diri sehingga mereka harus diturunkan. Tanah-tanah perdikan dikuasai oleh para demang untuk kepentingannya sendiri sehingga rakyat hidup terbengkalai, padahal, rakyat yang mencetak sawah-sawah dan kebun-kebun, sedangkan demang hanya mengaku sebagai hak miliknya. Kejatuhan para demang itu sesuai dengan beberapa ramalan, seperti besuk selehe demang disondol bangkong, besuk ana bangke mili ngalor, dan besuk ana beslit padha dicanthelake gethek (Darmoredjo, 1986: 7 Terlepas dari masalah di atas, desa perdikan menyimpan potensi masalah pertanahan. Penghapusan desa-desa perdikan telah mengubah status tanah dari keputihan menjadi tanah pamajegan. Dengan kata lain, tanah-tanah tersebut menjadi tanah-tanah negara. Sebaliknya, para demang kehilangan hak atas tanah adat yang telah dimilikinya sejak lama. Tanah-tanah keputihan di daerah Perdikan Cahyana adalah tanah-tanah bebas pajak yang diluluskan oleh Sultan Demak dan dilestarikan oleh para raja Jawa sesudahnya dan pemerintah kolonial Belanda untuk pemeliharaan makam-makam orang-orang suci atau para wali lokal yang berjasa dalam penyebaran agama Islam
Motif Ecoprint " Kayu Jati "
Merupakan karya seni Rupa berupa karya seni motif, dengan judul Motif Ecoprint " Kayu Jati "karya dari Agung Cahyana, ST., M.Eng. dan Afrizal, S.Sn., M.
KESADARAN SEJARAH SISWA SMA MA'ARIF KARANGMONCOL TERHADAP PENINGGALAN-PENINGGALAN SEJARAH DI DAERAH CAHYANA PURBALINGGA JAWA TENGAH
Keberadaan peninggalan-peninggalan sejarah di daerah Cahyana, Purbalingga sudah merupakan inventaris benda cagar budaya tidak bergerak Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini meneliti kesadaran sejarah siswa SMA Ma'arif Karangmoncol. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pemahaman siswa SMA Ma'arif Karangmoncol terhadap peninggalan-peninggalan sejarah di daerah Cahyana, Purbalingga, Jawa Tengah, dan (2) mengetahui sikap siswa SMA Ma'arif Karangmoncol terhadap peninggalan-peninggalan sejarah di daerah Cahyana, Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Informan adalah siswa SMA Ma'arif Karangmoncol. Teknik pengumpulan data berupa: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.
Hasil Penelitian menunjukkan kesadaran sejarah siswa SMA Ma'arif Karangmoncol terhadap peninggalan-peninggaan sejarah di daerah Cahyana dilihat dari pemahaman siswa terhadap peninggalan-peninggalan sejarah mengenai letak-letak peninggalannya, nampak pada pernyataan siswa ketika diwawancara mengatakan bahwa mengetahui letak peninggalan-peninggalan sejarah tersebut. Selain itu siswa juga sudah pernah berkunjung ke peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di daerah Cahyana. Sedangkan kesadaran sejarah dilihat dari sikap siswa SMA Ma'arif Karangmoncol terhadap peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di daerah Cahyana nampak pada pernyataan siswa ketika diwawancarai mengatakan bahwa siswa mempunyai keinginan untuk menjaga dan melestarikan peninggalan-peninggalan sejarah tersebut. Saran yang diajukan peneliti adalah: (1) guru di dalam pembelajaran sejarah, disarankan mempertimbangkan aspek lokal yaitu untuk memanfaatkan potensi-potensi tempat bersejarah yang ada di daerah masing-masing yang bisa di jadikan sumber belajar sejarah, dan (2) untuk menjaga dan melestarikan keberadaan peninggalan-peninggalan sejarah perlu adanya metode karyawisata sebagai model pembelajaran sejarah di sekolah
BABAD CAHYANA: STUDI TENTANG PERAN SYEKH WALI PRAKOSA DALAM PENDIRIAN MASJID AGUNG DEMAK ABAD KE XV M
Terdapat berbagai jenis karya sastra yang berkembang di Indonesia, salah satu diantaranya adalah babad. Dalam babad terdapat kandungan isi berupa percampuran antara sejarah, mitos dan kepercayaan. Karya sastra sejarah tradisional tersebut mempunyai fungsi yang sangat besar bagi kalangan generasi muda jaman sekarang yang buta akan sejarahnya masing-masing, serta merupakan peninggalan yang sangat besar bagi bangsa Indonesia sebagai hasil cipta, karsa dan karya nenek moyangnya sendiri. Demikian juga dengan babad yang telah ditemukan di wilayah karangmoncol, Purbalingga yang awalnya masih berbentuk aksara jawa, kemudian diterjemahkan dalam bahasa jawa kuno dengan judul “Babad Cahyana Sech Jambu Karang”.Skripsi ini membahas tentang peran dari Syekh Wali prakosa sebagai salah satu tokoh penyebar Agama Islam di daerah Perdikan Cahyana, Purbalingga serta ikut berperan dalam pendirian Masjid Agung Demak pada abad XV M dengan sumber utama naskah salinan Babad Cahyana Sech Jambu Karang yang masih menggunakan aksara jawa dan masih tersimpan oleh salah satu sesepuh desa daerah Cahyana, Purbalingga. Penelitian ini menggunakan teori peran dan dengan menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu Heuristik (Pengumpulan Sumber), Verifikasi (Kritik sejarah), Interpretasi, dan Historiografi. Adapun tujuan dari adanya penelitian ini adalah kepahaman mengenai isi Babad Cahyana Sech Jambu Karang, serta peran dari Syekh Wali Prakosa dalam pendirian Masjid Agung Demak. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa, pertama terdapat kesesuaian mengenai data yang diperoleh peneliti pada isi dari babad cahyana yang terbagi menjadi 2 bagian tersebut dengan tradisi lisan masyarakat serta bukti peninggalan pada daerah Cahyana, kedua Syekh Wali Prakosa merupakan keturunan dari Syekh Jambu Karang (Putera dari Raja Padjajaran) serta kebenaran mengenai keikutsertaannya dalam pembangunan Masjid Agung Demak yang dikuatkan oleh adanya piagam yang diberikan oleh Sultan Demak (sekarang masih tersimpan di Museum Sonobudoyo, Jogjakarta) serta tertulis secara jelas dalam Naskah Babad Cahyana Sech Jambu Karang.
Kata Kunci: Babad, Wali Prakosa, Masjid Dema
Motif Ecoprint " Daun Semerbak "
Merupakan karya seni Rupa berupa karya seni motif, dengan judul Motif Ecoprint " Daun Semerbak " karya dari Afrizal, S.Sn., M.A. dan Agung Cahyana, ST., M.Eng.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA RELIGI (STUDI PADA MAKOM WALI SYAIKH MACHDUM CAHYANA DESA GRANTUNG KECAMATAN KARANGMONCOL KABUPATEN PURBALINGGA.
Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana adalah salah satu Cagar Budaya yang terdapat di Desa Grantung Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Dari berbagai peninggalan seperti pendopo, mushola, dan lumbung padi yang semuanya tepat berada disekeliling makom. Itu merupakan peninggalan sekaligus menjadi fasilitas bagi para wisatawan yang berkunjung ke Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana. Makom ini menjadi bangunan yang mulia yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Karena sejarah dan perjuangan beliau yang sangat besar dalam menyebarkan agama Islam di Purbalingga, khususnya menyebarkan Islam di Desa Grantung.
Penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana strategi pengembangan yang dilakukan oleh peneliti di objek wisata religi Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana. Tujuan dari penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan yang dilakukan di objek wisata religi Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana yang ada di Desa Grantung. Subyek dalam penelitian ini ada tiga, yaitu satu Juru Kunci Makom, kedua Kepala Desa Grantung dan yang ketiga yang menjabat sebagai Satgas Adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data-data penelitian diperoleh menggunakan observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi.
Dengan demikian dapat disimpulkan, menurut teori strategi yang dikemukakan oleh Hunger dan Wheelen dalam Strategi Pengembangan Objek Wisata Religi Makom Wali Syaikh Machdum Cahyana bahwa pengembangan yang dilakukan dimakom masih sangat kecil, dan semuanya masih sederhana dan tradisional dalam pengelolaan menurut persepektif manajemen pariwisata. Dari berbagai strategi yang belum dilakukan, walaupun sudah dilakukan tetapi masih belum maksimal, pembangunan, publikasi, belum adanya penopang ataupun faktor lain yang dilakukan sebagai penambah keuangan, akses jalan yang masih belum maksimal, fasilitas yang belum memadahi, kelembagaan yang pengurusnya masih kurang kompeten dan belum adanya regenerasi kepengurusan, serta sumber daya manusia yang masih sangat minim, semua itu menjadi penghambat bagi pengembangan. Maka dengan berbagai faktor pendukung yang ada, jadikan penguat bagi pengelola untuk lebih bisa mengembangakan Makom.
Kata Kunci: Strategi, Pengembangan, Objek Wisata Relig
Faktor yang berhubungan dengan kejadian Gangguan Fungsi Paru pada pekerja tambang batubara PT. Indominco Mandiri Kalimantan Timur Tahun 2012
ABSTRAK\ud
\ud
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA TAMBANG BATUBARA PT. INDOMINCO MANDIRI KALIMANTAN TIMUR \ud
TAHUN 2012.\ud
\ud
Perkembangan industri semakin maju di segala bidang termasuk industri tambang batubara. Disamping perkembangan industri yang pesat dan dapat meningkatkan taraf hidup ternyata juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat dan pekerja. Salah satunya adalah debu batubara yang terinhalasi selama bekerja, sehingga mengakibatkan penyakit paru akibat kerja pada pekerja tambang batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian gangguan fungsi paru akibat paparan debu, umur, masa kerja, status gizi, lama kerja, kebiasaan merokok, dan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja tambang batubara PT. Indominco Mandiri.\ud
Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi square dan yate???s correction dengan tingkat kemaknaan sebesar 0,05. Data diambil dari responden dengan metode survei menggunakan kuesioner, data sekunder dari total dust sampler untuk mengukur kadar debu di udara dan spirometer untuk pengukuran kapasitas paru. Penarikan sampel dengan teknik exhaustive sampling sebanyak 100 orang pekerja pada tujuh departemen kerja yang memiliki risiko tinggi terpapar debu. \ud
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pekerja tambang batubara yang mengalami gangguan fungsi paru sebesar 40%. Berdasarkan uji bivariat diperoleh umur p=0,14 (phi=0,267), kebiasaan merokok p=0,021(0,252), masa kerja p=0,049(0,223), kadar debu(phi=0,236), penggunaan APD p=0,20(phi=0,254), lama kerja p=0,084(phi=0,200) dan status gizi p=0,595(phi=0,074).\ud
Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh terdapat hubungan antara kejadian gangguan fungsi paru dengan umur, kebiasaan merokok, masa kerja, kadar debu, dan penggunaan APD. Sedangkan lama kerja dan status gizi tidak berhubungan dengan kejadian gangguan fungsi paru PT. Indominco Mandiri\ud
Kata Kunci : debu batubara, gangguan fungsi paru, pekerja tambang batubara.\ud
\ud
\ud
ABSTRACT\ud
FACTOR RELATED TO LUNG FUNCTION DISORDER ON COAL MINE WORKER OF PT. INDOMINCO MANDIRI, EAST KALIMANTAN IN 2012\ud
\ud
Backround: Industrial development is advancing in all areas including the coal mining industry. Besides rapid industrial development and to improve the standard of living it can also have a negative impact on the community and employees. One is terinhalasi coal dust during work, thus resulting in occupational lung disease in coal miners. This study aimed to determine the relationship of incident lung problems due to exposure to dust, age, years of service, nutritional status, length of employment, smoking habits, and use of personal protective equipment (PPE) at coal miner PT. Indominco Mandiri.\ud
Method: This research is an analytic survey with cross sectional study. Test used in this study is the chi square test and yate's correction with a significance level of 0.05. The data taken from respondents by survey method using questionnaires, secondary data from a total dust sampler for measuring the amount of dust in the air and a spirometer to measure lung capacity. Exhaustive sampling with sampling techniques as many as 100 workers in seven departments working with high risk of exposure to dust.\ud
Results: The results of this study found that coal miners with impaired lung function by 40%. Based on the obtained age bivariate test p = 0.14 (phi = 0.267), smoking p = 0.021 (0.252), years of p = 0.049 (0.223), the amount of dust (phi = 0.236), use of PPE p = 0.20 (phi = 0.254), duration of employment p = 0.084 (phi = 0.200) and nutritional status p = 0.595 (phi = 0.074).\ud
Conclusion: The conclusion of this study is obtained there is a relationship between the incidence of impaired lung function with age, smoking habits, years of service, the amount of dust, and the use of PPE. While working long and nutritional status was not associated with the incidence of impaired lung function PT. Indominco Mandiri.\ud
Key words: coal dust, impaired lung function, coal miner
MOTIF ”Buaya Purba”
Merupakan karya seni rupa berupa seni motif, dengan judul MOTIF” Buaya Purba” karya dari Drs. H M. Arif Jati Purnomo,dan M.Sn., Agung Cahyana, ST., M.Eng
MOTIF”Tumbak Duri Ikan”
Merupakan karya seni rupa berupa seni motif, dengan judul MOTIF”Tumbak Duri Ikan” karya dari Drs. H M. Arif Jati Purnomo,dan M.Sn., Agung Cahyana, ST., M.Eng
MOTIF ”KERANG LAUT PURBA”
Merupakan karya seni rupa berupa seni motif, dengan judul MOTIF”KERANG LAUT PURBA” karya dari Drs. H M. Arif Jati Purnomo,dan M.Sn., Agung Cahyana, ST., M.Eng
- …
