1,721,175 research outputs found
Ethnography of Communication of Arthur Dimsdalle in Scarlet Letter Movie by Roland Joffe
This research is aimed at finding the ethnography of communication of Arthur Dimsdalle in Scarlet Letter Movie by Roland Joffe. It was found by analyzed Arthur’s communication use components communication’s Dell Hymes or called SPEAKING grid.
The type of this research is descriptive qualitative research. In collecting the data, the writer uses documentation method by selecting Arthur’s excerpt based on the movie script of Scarlet Letter movie. To achieve the objective, the writer takes Arthur’s dialogue that relates with components of communication in analyzes. It dialogue describes form of components of communication.
The research finds that components of communication of Arthur Dimsdalle are (1) Scenes/settings, (2) participants, (3) ends, (5) keys, (6) instrumentalities, (7) norms, (8) genres. Based on the finding of components of communication of Arthur find ethnography of communication of Arthur Dimsdalle is obedient to the religion as the influence of Arthur in communication. Another that respect to Arthur by the society also became the influence to Arthur’s communication.
This research shows that culture is part of way of human communication. The norm in the culture that obedient and respected is influenced to the way of life especially communication. It makes the study of discourse enlarge with this finding. It is proved that culture and linguistic is has connection. Both are influence each other in the societ
Pengembangan Media 3Dmetric Untuk Meningkatkan Kemampuan Spasial Siswa SD
Pembelajaran geometri pada matematika dapat lebih mudah diterima oleh akal pikiran siswa apabila melalui benda konkret atau keadaan konkret. Akan tetapi pada SDN Lemahputro 1 Sidoarjo siswa kelas 4 masih belum bisa membedakan diagonal ruang dan diagonal sisi. Siswa belum menguasai bangun ruang dikarenakan siswa belum meningkatkan kemampuan spasialnya. Peneliti mengembangkan media berbasis augmented reality yang disebut dengan 3Dmetric. Bertujuan agar siswa mampu meningkatkan kemampuan spasialnya melalui metode penelitian Design Research. Menggunakan HLT siswa mampu melaksanakan 6 aktivitas siswa dengan 4 model mewakili 5 dimensi kemampuan spasial diperoleh persentase aktivitas sebesar 48,62% pada siklus 1 dan 73,15% pada siklus 2. Hasil tes kemampuan spasial siswa menunjukkan pada siklus 1 5,56% siswa kurang spasial, 86,11% siswa cukup spasial dan 8,3% siswa spasial. Pada siklus 2 11,11% siswa cukup spasial, 66,67% siswa spasial dan 22,22% siswa sangat spasial dengan rata-rata penilaian N-Gain sebesar 0,44 serta diperoleh respon positif dari siswa sebesar 80,54%
Keberhasilan program pembangunan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 207/2018
Buku “Keberhasilan Program Pembangunan Pendidikan Dasar dan Menengah, Tahun 2017/2018” ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ketercapaian program pembangunan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah pada tahun pelajaran 2017/2018. Untuk mengukur ketercapaian program pendidikan tersebut maka digunakan misi M2 dan misi M3 pendidikan dengan 23 jenis indikator. Misi M2 adalah mewujudkan akses yang meluas, merata, dan
berkeadilan dan misi M3 adalah mewujudkan pembelajaran yang bermutu. Masingmasing misi pendidikan memiliki nilai tersendiri, sehingga dari kedua misi tersebut
dihasilkan keberhasilan program pendidikan pada tingkat Provinsi dan nasional.
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program aplikasi yang telah disusun dan telah dilengkapi dengan standar untuk melakukan konversi terhadap masing-masing indikator yang dijelaskan sebelumnya dan kategori wajar dikdas 9 tahun, sehingga dapat dengan segera diketahui Provinsi mana yang memiliki nilai yang terbaik dan mana yang terburuk. Nilai 100 berarti nilai yang terbaik atau ideal dan nilai mendekati 100 makin baik.
Bila dilihat berdasarkan Provinsi maka keberhasilan program pembangunan pendidikan dari tiga jenjang pendidikan lima besar pada Provinsi DI Yogyakarta,
Bali, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. Sebaliknya, lima terkecil terdapat pada Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Papua, Aceh, dan Sulawesi Tengah. Dengan demikian, kondisi pendidikan di lima Provinsi terkecil perlu mendapat perhatian khusus.
Berdasarkan keberhasilan program pendidikan menurut jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SM maka rata-rata nasional sebesar 87,24 termasuk madya dengan rincian SD sebesar 86,09 termasuk madya, SMP sebesar 87,78 termasuk
madya, dan SM sebesar 87,85 juga termasuk madya. Dengan demikian, keberhasilan program pendidikan semua jenjang dalam kondisi baik karena semuanya termasuk madya. Namun, terbesar adalah SM dan terkecil adalah SD. Besarnya nilai SM karena lokasi SM lebih mudah dijangkau dan terletak di kota besar jika dibandingkan dengan SMP dan SD
Manajemen public relations integratif : konsep, teori dan aplikasinya di Pesantren tradisional/ Chotimah
xxii, 314 hal.: tab.; 21 cm
PERAN PENDIDIK DALAM MEMBANGUN PERADABAN BANGSA MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER
Abstract: (The development of civilization depends on the potential of human resources is managing. Human resource potential will be maximized when supported by advanced education. In other say, between education and civilization are the two things are directly proportional. Therefore, civilized nations provide dedicated space for education. The more space for the higher education of civilization that will be engraved. Opposite, a civilization that is weak because education does not have adequate space. The essential values that includes the eighteen character value that discourse is not just a slogan but also requires real implementation and embedded in the character of students, which it could only be integrated through a learning process, a role model and habitus in education through the role of teacher. In genealogy, this article will examine the role of teacher in instilling the value of the character as the support base of civilization, carried out through three major roles namely: modeling, inspiring, and educating. In the process of education, the role thirth is integrative-mutually inclusive.) Keywords: Role of Educators, Nation's Civilization, Character Education. Abstrak: Maju mundurnya peradaban suatu bangsa tergantung pada potensi sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Potensi SDM akan maksimal manakala ditopang oleh pendidikan yang maju. Tak salah jika kekuatan pendidikan merupakan penopang peradaban bangsa yang utama. Antara pendidikan dan peradaban merupakan dua hal yang berbanding lurus. Oleh karena itu bangsa yang beradab memberikan ruang khusus untuk pendidikan. Semakin banyak ruang untuk pendidikan maka semakin tinggi peradaban yang akan diukir. Sebaliknya, peradaban yang lemah dikarenakan pendidikan tidak mempunyai ruang yang memadai. Nilai-nilai esensial yang meliputi delapan belas nilai karakter bukan sekadar slogan yang diwacanakan melainkan membutuhkan implementasi nyata dan tertanam dalam karakter peserta didik, yang mana hal tersebut hanya bisa diintegrasikan melalui proses pembelajaran, suri tauladan dan habitus dalam dunia pendidikan melalui peran pendidik. Secara genealogi, artikel ini akan mengkaji peran pendidik dalam menanamkan nilai karakter sebagai penopang dasar peradaban bangsa, dilakukan melalui lima peran utama yakni: transferring, transforming, modelling, transcending, dan inspiring. Dalam proses pendidikan, kelima peran tersebut bersifat integrative-mutually inclusive. Kata kunci: Peran Pendidik, Peradaban Bangsa, Pendidikan Karakter
GELIAT INOVASI PENDIDIKAN ISLAM (SEKOLAHISASI PESANTREN DAN PESANTRENISASI SEKOLAH DI PONDOK PESANTREN TEBUIRENG JOMBANG)
Boarding school faces several challenges in order to maintain its existence, one of which is the usefulness of students in the community, and competition with non pesantren output. However, the boarding school also innovations in the form of public school founded in boarding schools so that students or graduates of the boarding school has a graduate diploma equivalent to non pesantren. In addition, the function of the public schools as well as improving the quality of output boarding. In addition, efforts to require students to stay in the boarding school is also important, because schools are a good place to inheritance traditions. So it is expected such learners on boarding school resulted in the formation of strong Islamic character on self-learners. Keyword: Islamic Education, Pesantren, Schoo
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Petani Tebu Pada Pt. Pg. Candi Baru Sidoarjo Jawa Timur
Keberadaan industri gula di tanah air merupakan salah satu sumber daya yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Akan tetapi, Industri gula saat ini dihadapkan pada beberapa tantangan permasalahan, diantaranya yaitu semakin terbatasnya luasan areal tanaman tebu dan tidak tersedianya varietas bibit unggul tebu, kurangnya manajemen persediaan bahan baku tebu, manajemen produksi dan operasi yang berakibat pada menurunnya produktivitas industri gula. PT. PG. Candi Baru yang berlokasi di kota Sidoarjo adalah pabrik yang di bangun pada jaman Belanda dan merupakan perusahaan penghasil gula SHS I (Superior Hooft Suiker) atau (Gula Kristal Putih I) yang diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gula di Indonesia khususnya Jawa Timur. Dalam memperoleh bahan baku PT. PG. Candi Baru Sidoarjo bekerjasama dengan petani tebu rakyat. Loyalitas petani tebu sangat perlu dipertahankan dan mendapatkan perhatian khusus karena petani tebu adalah sasaran utama dalam menyediakan pasokan bahan baku tebu. Oleh karena itu, peneliti ingin mengakaji sejauh mana pengaruh kualitas pelayanan, kesesuaian harga pasok dan reputasi perusahaan terhadap loyalitas petani tebu yang bermitra dengan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap reputasi perusahaan, (2) menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap loyalitas petani tebu yang bermitra dengan perusahaan, (3) menganalisis pengaruh reputasi terhadap loyalitas petani tebu yang bermitra dengan perusahaan, (4) menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan harga secara tidak langsung terhadap loyalitas petani tebu melalui reputasi perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di PT. PG. Candi Baru Sidoarjo. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penentuan responden dengan cara Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Data dalam penelitian ini terdiri atas dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, uji validitas dan reabilitas, analisis regresi linear berganda yang distandarisasi yaitu analisis jalur (Path Analysis). Hasil dari penelitian yaitu; (1) kualitas pelayanan dan harga memiliki pengaruh terhadap reputasi perusahaan dengan nilai koefisien path sebesar 0,340 dan 0,527. Dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan dan harga akan meningkatkan reputasi perusahaan. (2) kualitas pelayanan dan harga berpengaruh terhadap loyalitas petani tebu dengan nilai koefisien path sebesar 0,341 dan 0,294. Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik dan kebijakan harga yang tinggi dibandingkan pesaing akan meningkatkan loyalitas petani tebu terhadap perusahaan. (3) variabel reputasi perusahaan berpengaruh terhadap loyalitas petani tebu dengan nilai koefisien path sebesar 0,326. Hal ini menunjukkan, semakin tinggi reputasi perusahaan maka akan semakin meningkatkan loyalitas bagi para i ii petani tebu, sebaliknya jika reputasi perusahaan rendah maka loyalitas petani tebu terhadap perusahaan akan rendah. (4) kualitas pelayanan dan harga berpengaruh secara tidak langsung terhadap loyalitas petani tebu melalui variabel reputasi perusahaan yaitu sebesar 0,111 dan 0,172. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan dan harga mampu memperkuat reputasi perusahaan terhadap loyalitas petani tebu. Saran yang dapat diberikan penulis terkait hasil penelitian yang telah diperoleh yaitu; Bagi perusahaan, kualitas pelayanan dan harga atau bagi hasil harus ditingkatkan dan mendapatkan perhatian khusus untuk meningkatkan reputasi perusahaan dan loyalitas petani tebu sehingga perusahaan dapat mencapai produksi maksimal dan dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hal ini dikarenakan dalam perhitungan statistik menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, harga dan reputasi perusahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas petani tebu yang bermitra dengan PT. PG. Candi Baru Sidoarjo
The effect of whatsapp as an instructional medium on reading interest and reading comprehension ability of the student of second grade at MTS Negeri Batu
Perbedaan Efektivitas antara Media Leaflet dengan Poster dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap mengenai Penyakit Tuberkulosis pada Penderita Tuberkulosis di Puskesmas Ajung Kabupaten Jember (Studi Kasus pada Penderita Tuberkulosis yang Berobat pada Bulan Maret 2010)
Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman
Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman tuberkulosis menyerang paru,
tetapi dapat juga mengenai organ tubuh yang lain (Departemen Kesehatan RI, 2008).
Hal ini dikarenakan masih rendah pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat
tentang penyakit tuberkulosis. Pengetahuan yang rendah ini dapat disebabkan
kurangnya pemberian informasi mengenai penyakit tuberkulosis, sehingga perlu
adanya pemberian informasi melalui pendidikan kesehatan atau promosi kesehatan.
Pendidikan kesehatan ataupun promosi kesehatan ini dapat dilakukan melalui
berbagai metode maupun media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
perbedaan efektifitas antara media leaflet dan poster dalam meningkatkan
pengetahuan dan sikap mengenai penyakit tuberkulosis pada penderita tuberkulosis di
Puskesmas Ajung Kabupaten Jember.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment).
Jumlah sampel sebanyak 63 penderita tuberkulosis di Puskesmas Ajung. Dari 63
penderita tuberkulosis dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 2
kelompok eksperimen. Variabel tergantung adalah pengetahuan dan sikap mengenai
penyakit tuberkulosis sedangkan variabel bebas berupa media leaflet dan poster.
Adapun analisis statistik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan uji
Kruskal Wallis memakai SPSS 14 dengan α = 0,05.
x
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik responden dalam
penelitian ini diwakili oleh umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pendapatan
keluarga. Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebagian besar adalah
berumur antara 35-44 tahun, berjenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir
tamatan SD dan pendapatan keluarga rendah. Unsur-unsur pesan diwakili oleh
simbol/warna, pemilihan kata dan pemilihan huruf. Sebagian besar responden
menyatakan leaflet dan poster menarik dari segi simbol dan warna, pemilihan kata
bisa dimengerti dan pemilihan huruf bisa dibaca. Tidak terdapat perbedaan
pengetahuan dan sikap awal antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan,
terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap akhir antara kelompok kontrol dan
kelompok perlakuan. Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap penderita
tuberkulosis sebelum dan sesudah dilakukan intervensi melalui media leaflet dan
poster. Terdapat perbedaan antara efektivitas media leaflet dan poster dalam
meningkatkan pengetahuan dan sikap penderita tuberkulosis.
Berdasarkan hasil tersebut maka perlu adanya kesesuaian antara karakteristik
sasaran dengan media promosi yang akan digunakan dan perlu diperhatikan beberapa
faktor yang dapat mendukung efektivitas media promosi. Perlu adanya dukungan
sosialisasi dari pihak-pihak yang terkait dalam pemberantasan penyakit tuberkulosis
misalkan dengan menggandakan media leaflet dan poster
HUBUNGAN KESTABILAN EMOSI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 KARANGANOM KLATEN
Prestasi belajar siswa dapat diukur melalui nilai Ujian Akhir Nasional.
Nilai Ujian Akhir Nasional tahun ajaran 2008/2009 SMAN 1 Karanganom
berada pada peringkat ke-2 dari keseluruhan SMA se-Kabupaten Klaten.
Berdasarkan peringkat yang telah diraih menunjukkan bahwa siswa SMAN 1
Karanganom memiliki kemampuan akademik yang cukup tinggi. Hal tersebut
sebagai bahan pertimbangan penulis dalam menentukan sampel penelitian,
karena penulis ingin mengetahui apakah kemampuan akademik yang cukup
tinggi dari siswa di SMA N 1 Karanganom dipengaruhi oleh faktor kestabilan
emosi yang tinggi pula. Pertimbangan lain karena siswa SMA yang masih
dapat dikategorikan remaja memiliki kondisi emosi yang kuat dan tidak
stabil. Emosi yang meningkat pada masa ini disebabkan oleh perubahan
kelenjar seks dan tekanan dari orang tua yang berlebihan. Remaja juga
berusaha membuang cara-cara lama dari masa kanak-kanak dan membentuk cara-cara baru. Pada masa ini merupakan masa yang benar-benar sulit bagi
perkembangan emosi remaja.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahasnya dalam
bentuk karya tulis ilmiah yang berjudul Hubungan Kestabilan Emosi Dengan
Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas X di SMA N 1 Karanganom Klaten
- …
