1,720,961 research outputs found
DilalÄh Lafdh “Hasiba†Wa MusytaqÄtih Fi Al-QurÄn Al-KarÄ«m
Tidak diragukan lagi bahwa allah menurunkan Al-Qur’an yang mulia kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan berbagai keistimewaan; baik dari segi bahasa maupun kandungan di dalamnya, karena hal itu termasuk salah satu kemukjizatan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum penggunaan lafaz ØØ³Ø¨ dan derivasinya dalam Al-Qur\u27an, mengetahui makna leksikal dan kontekstual dari lafaz "ØØ³Ø¨" dan derivasinya dalam Al-Qur\u27an, dan mengetahui nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam makna tersebut. penelitian ini menggunakan metode analisis konten. Adapun hasil penelitian ini, antara lain (1) lafaz â€œØØ³Ø¨â€ dan derivasinya dalam Al- Qur’an terdiri dari bentuk morfologis dan sintaksis. 2) lafaz ØØ³Ø¨ dan derivasinya memiliki makna leksikal yaitu sangkaan, hitungan, ukuran, hutang, harta, cukuplah baginya, cukup. Makna kontekstual balasan (baik atau buruk) Sangkaan, perhitungan, banyak, persaksian, pertimbangan, menjaga dan tempat beredar (3) nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam lafaz “hasiba†dan derivasinya berdasarkan pada tiga nilai, yaitu nilai i’tiqodiyah (keimanan), nilai amaliyah (pengalaman), dan nilai khuluqiyah (etika). Â
BENTUK DAN JABATAN DALAM STRUKTUR KALIMAT BAHASA ARAB DAN BAHASA INDONESIA
Bentuk dan jabatan dalam struktur kalimat suatu bahasa merupakan hal yang sangat prinsipil. Karena keduanya berimplikasi terhadap makna kalimat dalam bahasa itu sendiri.Tanpa ada kedunya, bunyi-bunyi yang keluar dari mulut manusia tidak akan menjadi bahasa yang dapat dijadikan sebagai alat komunikasi. Bentuk dan jabatan dalam struktur kalimat suatu bahasa merupakan representasi dari sistem yang dimilikinya. Memang bentuk atau satuan gramatik dan jabatan atau fungsi sintaksis diketahui setelahnya mewujud dalam sebuah bahasa. Tetapi setelahnya diketahui dan telah menjadi kesepakatan sesama pengguna bahasa secara alami, bentuk gramatik dan fungsi sintaksis itu menjadi sebuah sistem yang harus ditaati oleh pengguna bahasa yang bersangkutan. Dan ketika sistem itu tidak ditaati, maka terjadilah kesalahan dalam berbahasa yang dalam tingkat kesalahan tertentu akan menyebabkan hilangnya fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Oleh karena itu penggunaan istilah bentuk dan jabatan dalam struktur kalimat bahasa Indonesia sebagaibahasa pengantar untuk bahasa Arab sebagai bahasa asing dalam proses pembelajarannya harus dilakukan dengan benar dan tepat agar tidak mengganggu pemahaman pembelajar pada bahasa Arab yang dipelajarinya, baik pada masa sekarang maupun di kemudian hari
Penggunaan model Concept Sentence dalam pembelajaran Tarakib bahasa Arab pengaruhnya terhadap kemampuan siswa dalam Insya Muwajjah :Studi quasi eksperimen pada siswa kelas X IIS MA Al-Jawami Cileunyi Bandung
ملخص البحث
وردة حياتي : " استخدام نموذج المفهوم التنظيمي في تعليم التراكيب العربية لترقية قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه
(دراسة شبه تجربة على تلاميذ الفصل العاشر لقسم العلوم الاجتماعية بمدرسة الجوامع الثانوية الإسلامية شيلنجي باندونج).
إن الاستعاب على التراكيب العربية يساعدالتلاميذعلى ترقية قدرتهم على الإنشاء الموجه. وتعليم التراكيب العربية يحتــــــــــــاج إلى النموذج المناسب. في الواقع، أن معظم المدرسين في مدرسة الجوامع الثانوية الإسلامية شيلنجي باندونج يهتمون بالكتاب الدراسي فحسب ولا يهتمون بنموذج التعليم.وذلك، يشعر التلاميذ بالملل في تعلم اللغة العربية خاصة في مادة التراكيب العربية ويكون ذلك من أسباب انخفاض قدرة التــــلاميذ على الإنشاء الموجه. ولأجل ذلك تقوم الكاتبة بتعليم التراكيب العربية باستخدام نموذج المفهوم التنظيمي.
والأغراض من هذا البحث هي معرفة قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه قبل استخدام نموذج المفهوم التنظيمي ومعرفة قدرتهم عليه بعد استخدامه ومعرفة ترقية استخدامه في قدرة التلاميذ عليه.
يعتمد هذا البحث على أساس التفكير أن استخدام نموذج المفهوم التنظيمي يرقي قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه. فتعرض الكاتبة الفرضية المقررة أن هناك ترقية في قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه بعد استخدام نموذج المفهوم التنظيمي.
وهذا البحث هو بحث كمي وطريقته هي الطريقة التجريبية بتصميم مجموعة واحدة الاختبار القبلي - الاختبار البعدي ، وأما أساليبه فهي الملاحظة والمقابلة والاختبار و دراسة الكتب.
النتائج المحصولة من هذا البحث هي أن قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه قبل استخدام نموذج المفهوم التنظيمي تدل على درجة كافية، فإن نتيجة المتوسط على قدر 70،30 وهو تقع بين 70- 80 في معيار التفسير. وأما قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه بعد استخدامها فتدل على درجة جيدة ، فإن نتيجة المتوسط على قدر 80،86 وهو تقع بين 80 - 90 في معيار التفسير. والمقارنة بينهما تدل على أن هناك وجود ترقية بعد استخدامها، لأن "ت" الحسابية وهي 4،20 أكبر من "ت" الجدولية 2،07 على مستوى الدلالة 0،05٪. وأما ترقية قدرة التلاميذ على الإنشاء الموجه في تعليم التراكيب العربية بين قبل استخدام نموذج المفهوم التنظيمي وبعده فهي 0،4 أو 40٪ فتدل هذه النتيجة على درجة كافية
Peningkatan daya serap hasil riset UIN SGD Bandung untuk pengembangan pembangunan daerah
Kajian ini bermaksud menguraikan peningkatan daya serap hasil riset UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk pengembangan pembangunan daerah. Riset yang dilakukan oleh civitas akademika UIN Bandung menempati posisi utama menurut survey scimago dan webometrics. Riset tersebut bertujuan untuk mengetahui kategorisasi tema-tema yang diteliti, capaian dan upaya agar dapat meningkatkan daya serap dari riset yang dilakukan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data literatur. Hasil dari penelitian ini menyatkan bahwa, pertama, tema-tema yang digunakan oleh civitas akademika UIN Bandung merujuk pada Putusan Kementerian Agama tentang Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) 2018-2028 dengan focus pada empat (4) tema besar yakni: Studi Islam; Pluralisme dan Keragaman; Integrasi Keilmuan; dan Kemajuan Global. Keempat tema besar penelitian para dosen di UIN Bandung tersebut tentunya sesuai dengan cita-cita utama perguruan tinggi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yakni menyelenggarakan penelitian yang berorientasi pada kebermanfaatan masyarakat luas. Kedua, capaian dan upaya pengembangan daya serap dari riset dosen di lingkungan UIN Bandung dapat diketahui pada output dari riset tersebut yang dapat berupa publikasi ilmiah ataupun kebermanfaatan langsung yang dirasakan oleh berbagai pihak termasuk pada daerah yang ditelitinya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
