1,725,953 research outputs found

    KABINET BURHANUDDIN HARAHAP TAHUN 1955-1956

    Full text link
    Kabinet Burhanuddin Harahap merupakan Kabinet kelima pada masa demokrasi parlementer di Indonesia. Kabinet ini terbentuk setelah jatuhnya Kabinet Ali I, sebagai gantinya Wakil Presiden Dr. Muh. Hatta menunjuk Mr. Burhanuddin Harahap (Masyumi) sebagai formatur kabinet. Kejadian ini baru pertama kali di Indonesia, formatur kabinet ditunjuk oleh Wakil Presiden sebagai akibat dari kepergian Soekarno naik Haji ke Mekkah. Kabinet ini mulai bekerja setelah dilantik tanggal 12 Agustus 1955 dengan dipimpin oleh Burhanuddin Harahap. Semasa pemerintahannya, Burhanuddin Harahap berusaha menstabilkan kondisi sosial, ekonomi, dan politik Indonesia pada saat itu. Meskipun demikian dalam perjalanannya kabinet ini juga mengalami hambatan-hambatan yang menyebabkan kabinet ini demissioner. Pembahasan ini menarik untuk diteliti mengingat kabinet ini tidak berumur panjang hanya sekitar kurang lebih 7 bulan saja, tetapi masa pemerintahan kabinet Burhanuddin Harahap berhasil mengadakan perbaikan dalam bidang sosial, ekonomi, serta politik dan dapat dikatakan kehidupan rakyat semasa kabinet cukup makmur. Burhanuddin juga berhasil menyelenggarakan pemilihan umum dan berhasil mengembalikan kewibawaan pemerintah terhadap Angkatan Darat dan masyarakat. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Bagaimana proses terbentuknya Kabinet Burhanuddin Harahap?; 2) Bagaimana kondisi sosial, ekonomi, dan Politik pada masa pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap?. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode heuristik, kritik dan intepretasi sumber, serta historiografi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjalanan Kabinet Burhanuddin Harahap dari sisi kondisi sosial, ekonomi, dan politik pada tahun 1955 hingga 1956. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Setting penelitian dilakukan di pusat pemerintahan Republik Indonesia. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kondisi sosial ekonomi masa pemerintahan kabinet Burhanuddin Harahap, diantaranya; 1) Kabinet Burhanuddin terbentuk setelah jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjoyo I yang tersandung peristiwa Angkatan Darat 27 Juni 1955. Kabinet Burhanuddin Harahap merupakan kabinet koalisi yang terdiri dari beberapa partai; 2) Burhanuddin Harahap berhasil mengatasi masalah inflasi yaitu dengan jalan mengadakan penghematan keras dalam banyak pengeluaran, terutama pengeluaran rutin yang berlebihan, menyempurnakan penerimaan pajak dan memperbaiki cara-cara dan dasar pemungutan,terus berlangsungnya serta dipegang teguh peraturan yang telah berjalan mengenai pengawasan preventif oleh pihak Kementerian Keuangan. Selain itu Burhanuddin juga mengadakan perbaikan ekonomi, termasuk didalamnya menekan harga barang-barang, baik harga barang impor maupun harga beberapa macam barang-barang dalam negeri yang merupakan kebutuhan sehari-hari, serta berhasil mengatasi masalah korupsi dengan jalan menindak dan menjebloskan ke penjara bagi siapa saja yang melakukan tindakan korupsi tanpa pandang bulu. Burhanuddin juga berhasil mengembalikan citra pemerintah dimata angkatan darat dan masyarakat Kabinet Burhanuddin juga berhasil melaksanakan pemilihan umum yang pertama kali di Indonesia yang berjalan dengan aman, tertib dan demokratis. Akhirnya Kabinet demisioner pada tanggal 3 Maret 1956 setelah kehilangan prestige-nya ketika usahanya mengontrol Angkatan Udara gagal serta kegagalan menyelesaikan pembatalan perjanjian KMB dan hasil pemungutan suara itu diumumkan. Kata Kunci : Kondisi Sosial, Ekonomi dan Politik, Kabinet Burhanuddin Harahap, 1955-195

    THE COMPARATIVE OSTEOLOGY OF DEMISSOLINEA NOVAEGUINEENSIS BURHANUDDIN AND IWATSUKI, 2003 AND TRICHIURUS LEPTURUS LINNAEUS, 1758 (PERCIFOMES: TRICHIURIDAE)

    Full text link
    ABSTRACT: The comparative osteology of hairtail fishes of Demissolinea novaeguineensis Burhanuddin &\ud Iwatsuki, 2003 and Trichiurus lepturus Linnaeus, 1758 of the family Trichiuridae, which lack a forked caudal fin\ud type, were studied. The characters of osteology, that are neurocranium, supraoccipital, orbital region, anal fin and\ud vertebral column of two genera were analyzed and compared. The results revealed that the characters of osteology\ud are valuable tools to identify the two genera under investigation and could be considered as good taxonomic criteria\ud to differentiate the hairtail fishes without a forked caudal fin. An osteological key to genera is provided

    Sejarah berkembangnya ajaran syekh Burhanuddin di Kota Medan

    Full text link
    Syekh Burhanudin adalah ulama besar yang mengembangkan ajaran Islam di Sumatera Barat. Ajaran Islam yang dikembangkan melalui lembaga ’surau’ yang didirikannya berkembang sangat pesat, bahkan sebagian besar masyarakat Minangkabau telah mengenal dan mengamalkan ajaran tarekat yang dibawanya. Tidak terbatas pada masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat, tetapi masyarakat Minangkabau yang berada di luar Sumatera Barat tetap menjadikan Syekh Burhanuddin sebagai waliyullah dan seorang ulama besar. Sampai saat ini ajaran Syekh Burhanuddin terus dikembangkan oleh murid-muridnya sampai ke Medan. Masuk dan berkembangnya ajaran Syekh Burhanuddin di kota Medan tentu memiliki sejarah yang perlu diselidiki lebih terperinci. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses perkembangan ajaran Syekh Burhanuddin di kota Medan, menjelaskan konsep serta pengamalan ajaran Syekh Burhanuddin yang ada di Ulakan dan di Medan, membandingkan pengamalan ajaran Syekh Burhanuddin di Ulakan dengan di kota Medan, kemudian menjelaskan hubungan ulama dan pengikut Syekh Burhanuddin di Ulakan dengan ulama dan pengikut Syekh Burhanuddin di Medan. Penelitian ini adalah penelitian sejarah sehingga pendekatan yang dilakukan dalam pengolahan dan analisis data adalah pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Disamping itu dilakukan pula kritik sumber yaitu menelaah dan meneliti dokumen, catatan-catatan penting atau arsip yang berkaitan dengan Syekh Burhanuddin dan perkembangan ajarannya, memberi penjelasan dan penilaian kritis terhadap dokumen lain berupa foto-foto, bukti-bukti fisik peninggalan Syekh Burhanuddin, alat-alat dan media yang berkaitan dengan sejarah perjalanan hidup dan pengamalan tarekat Syekh Burhanuddin dijadikan pendukung keabsahan hasil penelitian. Temuan penelitian menginformasikan bahwa berkembangnya ajaran Syekh Burhanuddin di kota Medan pertama sekali dibawa oleh murid-murid Syekh Burhanuddin dari Ulakan dengan maksud untuk mengembangkan ajarannya sekaligus memberikan bimbingan bagi para perantau Minang khususnya dari daerah Ulakan Kabupaten Padang Pariaman yang telah lama hidup dan tinggal di kota Medan. Tradisi-tradisi ritual keagamaan yang dilakukan masyarakat Minang di Medan tidak jauh berbeda dengan tradisi keagamaan yang diajarkan Syekh Burhanuddin di Ulakan, bahkan hubungan moral dan emosional yang kuat antara pengikut ajaran Syekh Burhanuddin di Ulakan dengan yang ada di Medan sangat kuat. Hal ini terbukti dengan pelaksanaan upacara adat dan tradisi, tokoh dan pemimpin keagamaan yang mengikuti pola dan paham di Ulakan antara lain gelar Labai, Imam, Tuangku, Khatib, dan Urang Siak

    Takalar Pada Masa Pemerintahan Burhanuddin Baharuddin, 2012-2017

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kondisi Kabupaten Takalar sebelum pemerintahan Burhanuddin Baharuddin, strategi kebijakan yang menjadi prioritatas pada masa Burhanuddin Baharuddin, serta hasil yang dicapai pada masa pemerintahan Burhanuddin Baharuddin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan; Heuristik (pengumpulan data), kritik sumber, interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemerintahan Burhanuddin Bahruddin, Kabupaten Takalar dari aspek pembangunan infrastruktur dan pendidikan masih relatif kurang dilihat dari produktifitas pembangunan lainnya. Selama lima tahun pemerintahannya Burhanuddin Bahruddin berhasil menjadikan Kabupaten Takalar menjadi Kabupaten yang lebih maju. Perkembangan Kabupaten Takalar dapat dilihat dari meningkatkan pembangunan daerah khususnya infrastruktur jalan, pembuatan jalan beton persawahan, pembuatan saluran irigasi pembangunan sarana dan prasarana umum lainnya seperti: Pembangunan Tribun, pembangunan taman, dan penambahan fasilitas umum dilapangan H. Makkatang Dg.Sibali. dibidang pendidikan (biaya pendidikan gratis dan bantuan biaya penyelesaian studi bagi mahasiswa), dibidang ekonomi (pertanian), dan dibidang kesehatan (biaya kesehatan gratis dibuatnya Kartu Jaminan Kesehatan Daerah)

    Sejarah Islamisasi Minangkabau: Studi terhadap Peran Sentral Syekh Burhanuddin Ulakan

    Full text link
    Sheikh Burhanuddin is known as a prominent Minangkabau scholar. The Islamization of Minangkabau is commonly associated with him. He is seen as a scholar succeeded in islamizing the Minang community. This study examines the role of Sheikh Burhanuddin in the process Islamization of Minangkabau. It examined the approaches and methods applied by Sheikh Burhanuddin in his efforts to Islamization. This study is a qualitative research, namely library research using the document analysis method. The results indicate that Syekh Burhanuddin was successful in his efforts to Islamize Minangkabau because he used the Sufism approach in his preaching, namely da'wah bi al-hikmah. This approach is implemented in the da'wah method, namely being tolerant of, and adopting local culture (Minangkabau customs and culture). Even further, Sheikh Burhanuddin succeeded in integrating Minangkabau customs with Islamic teachings

    Conversation about cookies business

    No full text
    This is a recording of two men, Burhanuddin and Ramdani at Mahyuddin's house. Burhanuddin is 46 years old and married to a woman from Pondok Prasi. He was formerly married to a woman from Praya, Central Lombok. He works as house constructor. Ramdani is a 20 year old man.He is the son of Burhanuddin from his first marriage. So, Ramdani was born in Praya but followed his dad since high school. He sells cookies at the market. The owner of the house where they are recorded is still their relative. They are talking about selling cookies for Eid. The recording ends with Khairunnisa collecting metadata from the speakers. Leah Pappas assisted with the recording. Video was recorded on Panasonic HC-V770, audio on Marantz PMD561 with an Audio Technica AT8022 Stereo Microphone.Ampenan, Lombok, West Nusa Tenggara province, Indonesi

    KONDISI SOSIAL POLITIK INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN KABINET BURHANUDDIN HARAHAP1955-1956

    No full text
    ABSTRAKKabinet Burhanuddin Harahap merupakan Kabinet kelima pada masa demokrasi parlementer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan; 1) Mengetahui proses terbentuknya Kabinet Burhanuddin Harahap; 2) Mengetahui program kerja Kabinet Burhanuddin Harahap dan pelaksanaannya; 3) Mengetahui kondisi sosial politik Indonesia masa Kabinet Burhanuddin Harahap dan 4) Mengetahui akhir pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap. Peneliti menggunakan metodologi penelitian sejarah yang terdiri dari lima tahapan. Pertama, penentuan topic. Kedua pengumpulan sumber (heuristic) baik sumber primer maupun sekunder. Ketiga, verifikasi yaitu kritik ekstern maupun  intern terhadap sumber-sumber yang diperoleh.Keempat interpretasi, (penafsiran) fakta-fakta sejarah yang ditemukan. Kelima Historiografi atau penulisan sejarah secara kronologis. Hasil penelitian ini berisi tentang kondisi sosial politik Indonesia masa pemerintahan kabinet Burhanuddin Harahap, diantaranya; 1) Kabinet Burhanuddin terbentuk setelah  jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjoyo I yang tersandung peristiwa Angkatan Darat 27 Juni 1955. Kabinet Burhanuddin merupakan kabinet koalisi yang terdiri dari beberapa partai; 2) Program kerja pemerintahan Kabinet Burhanuddin berusaha menstabilkan keadaan sosial, politik dan ekonomi negara yang saat itu masih labil; 3) Burhanuddin Harahap berhasil mengembalikan wibawa pemerintah terhadap Angkatan Darat dan  masyarakat, mengatasi korupsi, mengadakan perbaikan ekonomi, serta berhasil menyelenggarakan pemilu. Keberhasilan program kabinet Burhanuddin masih jauh dari yang diharapkan. Dalam hubungan Indonesia Belanda, telah menyebabkan terjadinya perpecahan dalam tubuh Masyumi serta partai-partai Islam lainnya; 4) Akhirnya Kabinet demisioner setelah gagal menyelesaikan pembatalan perjanjian KMB dan hasil pemungutan suara itu diumumkan.Kata Kunci : Kondisi Sosial Politik, Kabinet Burhanuddin Harahap, 1955-1956

    Kisah Sebuah Perjuangan Panjang Andi Burhanuddin Unru

    No full text
    Buku ini berisi tentang kisah sebuah perjuangan panjang dari Bupati Wajo dua periode yaitu Andi Burhanuddin Unruxiii. 125 c

    KONDISI SOSIAL POLITIK INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN KABINET BURHANUDDIN HARAHAP1955-1956

    Full text link
    Kabinet Burhanuddin Harahap merupakan Kabinet kelima pada masa demokrasi parlementer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan; 1) Mengetahui proses terbentuknya Kabinet Burhanuddin Harahap; 2) Mengetahui program kerja Kabinet Burhanuddin Harahap dan pelaksanaannya; 3) Mengetahui kondisi sosial politik Indonesia masa Kabinet Burhanuddin Harahap dan 4) Mengetahui akhir pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap. Peneliti menggunakan metodologi penelitian sejarah yang terdiri dari lima tahapan. Pertama, penentuan topic. Kedua pengumpulan sumber (heuristic) baik sumber primer maupun sekunder. Ketiga, verifikasi yaitu kritik ekstern maupun  intern terhadap sumber-sumber yang diperoleh.Keempat interpretasi, (penafsiran) fakta-fakta sejarah yang ditemukan. Kelima Historiografi atau penulisan sejarah secara kronologis. Hasil penelitian ini berisi tentang kondisi sosial politik Indonesia masa pemerintahan kabinet Burhanuddin Harahap, diantaranya; 1) Kabinet Burhanuddin terbentuk setelah  jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjoyo I yang tersandung peristiwa Angkatan Darat 27 Juni 1955. Kabinet Burhanuddin merupakan kabinet koalisi yang terdiri dari beberapa partai; 2) Program kerja pemerintahan Kabinet Burhanuddin berusaha menstabilkan keadaan sosial, politik dan ekonomi negara yang saat itu masih labil; 3) Burhanuddin Harahap berhasil mengembalikan wibawa pemerintah terhadap Angkatan Darat dan  masyarakat, mengatasi korupsi, mengadakan perbaikan ekonomi, serta berhasil menyelenggarakan pemilu. Keberhasilan program kabinet Burhanuddin masih jauh dari yang diharapkan. Dalam hubungan Indonesia Belanda, telah menyebabkan terjadinya perpecahan dalam tubuh Masyumi serta partai-partai Islam lainnya; 4) Akhirnya Kabinet demisioner setelah gagal menyelesaikan pembatalan perjanjian KMB dan hasil pemungutan suara itu diumumkan.Kata Kunci : Kondisi Sosial Politik, Kabinet Burhanuddin Harahap, 1955-195

    KONDISI SOSIAL POLITIK INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN KABINET BURHANUDDIN HARAHAP1955-1956

    Full text link
    Kabinet Burhanuddin Harahap merupakan Kabinet kelima pada masa demokrasi parlementer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan; 1) Mengetahui proses terbentuknya Kabinet Burhanuddin Harahap; 2) Mengetahui program kerja Kabinet Burhanuddin Harahap dan pelaksanaannya; 3) Mengetahui kondisi sosial politik Indonesia masa Kabinet Burhanuddin Harahap dan 4) Mengetahui akhir pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap. Peneliti menggunakan metodologi penelitian sejarah yang terdiri dari lima tahapan. Pertama, penentuan topic. Kedua pengumpulan sumber (heuristic) baik sumber primer maupun sekunder. Ketiga, verifikasi yaitu kritik ekstern maupun  intern terhadap sumber-sumber yang diperoleh.Keempat interpretasi, (penafsiran) fakta-fakta sejarah yang ditemukan. Kelima Historiografi atau penulisan sejarah secara kronologis. Hasil penelitian ini berisi tentang kondisi sosial politik Indonesia masa pemerintahan kabinet Burhanuddin Harahap, diantaranya; 1) Kabinet Burhanuddin terbentuk setelah  jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjoyo I yang tersandung peristiwa Angkatan Darat 27 Juni 1955. Kabinet Burhanuddin merupakan kabinet koalisi yang terdiri dari beberapa partai; 2) Program kerja pemerintahan Kabinet Burhanuddin berusaha menstabilkan keadaan sosial, politik dan ekonomi negara yang saat itu masih labil; 3) Burhanuddin Harahap berhasil mengembalikan wibawa pemerintah terhadap Angkatan Darat dan  masyarakat, mengatasi korupsi, mengadakan perbaikan ekonomi, serta berhasil menyelenggarakan pemilu. Keberhasilan program kabinet Burhanuddin masih jauh dari yang diharapkan. Dalam hubungan Indonesia Belanda, telah menyebabkan terjadinya perpecahan dalam tubuh Masyumi serta partai-partai Islam lainnya; 4) Akhirnya Kabinet demisioner setelah gagal menyelesaikan pembatalan perjanjian KMB dan hasil pemungutan suara itu diumumkan.Kata Kunci : Kondisi Sosial Politik, Kabinet Burhanuddin Harahap, 1955-1956
    corecore