21 research outputs found

    PEMANFAATAN USBLib SEBAGAI ALAT PENELUSURAN BAHAN PUSTAKA DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SETIA BUDI SURAKARTA

    No full text
    Kuliah Kerja PUSDOKINFO yang dilaksanakan di UPT Perpustakaan Universitas Setia Budi Surakarta ini mempunyai tujuan yaitu untuk memberikan gambaran mengenai langkah-langkah penelusuran bahan pustaka melalui katalog online USBLib dan mengetahui bagaimana hak akses penelusuran bahan pustaka melalui katalog online USBLib dari sudut pandang administrator di UPT Perpustakaan Universitas Setia Budi Surakarta. Kuliah Kerja PUSDOKINFO ini dilaksanakan untuk memenuhi Tugas Akhir Program Studi Diploma III Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2011. Pelaksanaan Kuliah Kerja PUSDOKINFO ini dilaksanakan tanggal 16 Pebruari sampai dengan tanggal 30 Maret 2011. Dalam penulisan Tugas Akhir ini untuk memperoleh data-data dan informasi, penulis menggunakan beberapa metode dantaranya; metode observasi, metode studi pustaka, metode dokumentasi, dan metode wawancara. Tugas Akhir ini membatasi permasalahan dengan cara mengambil salah satu aspek, yaitu mengkhususkan membahas tentang penelusuran bahan pustaka melalui aplikasi katalog online atau OPAC (Online Public Access Catalogue) yang merupakan aplikasi dari software USBLib sebagai sarana temu kembali bahan pustaka yang ada di perpustakaan dan pembahasan tentang hak akses penelusuran dari sudut pandang administrator. Penelusuran dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Dengan katalog online USBLib ini, pemustaka dapat melakukan penelusuran melalui kata kunci judul, pengarang, subyek dan topik serta dapat menentukan jenis bahan pustaka berdasarkan media dan jurusan. Sedangkan penelusuran informasi bahan pustaka bagi administrator mempunyai hak untuk mengakses seluruh informasi database karya ilmiah melalui menu Katalog Penelitian-Garuda. Administrator dapat melakukan perubahan data, melakukan pengecekkan, mengunduh database karya ilmiah serta memiliki tanggung jawab atas data-data yang telah dimasukkan ke server. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan agar dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk kemajuan bagi UPT Perpustakaan Universitas Setia Budi, diantaranya sebagai berikut: 1) Pada menu katalog online USBLib perlu ditambahkan beberapa kriteria seperti penelusuran berdasarkan tahun terbit bahan pustaka, penerbit, ataupun nomor klas. 2) Untuk memperbaiki akses penelusuran karya ilmiah bagi pemustaka umum sehingga bisa digunakan. 3) Menambah menu penelusuran dan kriteria penelusuran dengan menambah menu penelusuran database oleh administrator yang dapat dikelompokkan berdasarkan bulan saat peng-input-an, kriteria penelusuran tidak hanya melalui nama penulis tetapi juga ditambah lagi melalui judul karya ilmiah, subyek, nomor klas, ataupun nomor inventaris, menambah link download untuk dapat mengunduh file-file isi bab karya ilmiah

    Redesain Jaket Gunung Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD)

    No full text
    Mountain climbing is an outdoor activity carried out by the Nature Lovers Student Group (MAPALA) as a sporting hobby. One of the equipment that must be brought by climbers is a mountain jacket. The jacket functions to protect the body from strong winds and cold temperatures (00 C). In the market, the most popular jacket demand is a mountain jacket that has a head cover and is splash-proof or waterproof. However, the mountain jacket is still considered less suitable for the needs of mountain climbers, so it is necessary to develop a mountain jacket according to the needs. The purpose of this study is to redesign a mountain jacket according to the needs of climbers, such as a mountain jacket that can protect the face from rain and is not dazzled by sunlight, a comfortable jacket to wear in hot and cold weather, a flexible jacket that can be folded and multi-functional. The method used in this study is Quality Function Deployment where the product planning and development process is structured and can determine the desires and needs of customers to determine product specifications.. The results of this study in the form of a redesign of a mountain jacket according to the priority of consumer desires are that it has a head cover, is not hot or cold when worn. A flexible jacket can be folded or packable and can function as a sleeping bag.Kegiatan pendakian gunung merupakan kegiatan outdoor yang dilakukan kelompok Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) sebagai hobi yang bersifat olah raga. Salah satu perlengkapan yang harus dibawa pendaki adalah jaket gunung. Jaket berfungsi untuk melindungi badan dari terpaan angin kencang maupun suhu dingin (00 C). Dipasaran permintaan jaket yang banyak peminatnya adalah jaket gunung yang memiliki penutup kepala dan tahan terhadap percikan air atau waterproof. Namun jaket gunung tersebut masih dirasakan kurang sesuai dengan kebutuhan pendaki gunung sehingga perlu dilakukan pengembangan jaket gunung sesuai kebutuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meredesain jaket gunung sesuai kebutuhan para pendaki, seperti jaket gunung yang dapat melindungi wajah dari terpaan hujan dan tidak silau terhadap sinar matahari, jaket nyaman dipakai pada saat panas dan dingin, jaket fleksibel dapat dilipat dan multi fungsi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Quality Function Deployment dimana proses perencanaan dan pengembangan produk terstruktur dan dapat menentukan keinginan dan kebutuhan pelanggan untuk menetapkan spesifikasi produk. Hasil penelitian ini berupa redesain jaket gunung sesuai prioritas keinginan konsumen adalah terdapat penutup kepala, tidak panas atau kedinginan ketika dipakai. Jaket fleksibel bisa dilipat atau packable dan dapat berfungsi sebagai sleeping bag

    PROSES GLISEROLISIS MINYAK KELAPA SAWIT MENJADI MONO DAN DIACYL GLISEROL DENGAN PELARUT N-BUTANOL DAN KATALIS MgO

    No full text
    Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Lebih dari setengah produksinya digunakan untuk kebutuhan dalam negeri dan sisanya diekspor. Produk turunan minyak sawit seperti Mono-Di Acyl Gliserol (MAG-DAG) mempunyai nilai ekonomi yang tingg dan selama ini Indonesia masih mengimpornya. MAG- DAG dibuat dari senyawa gliserida yang banyak terdapat dalam bahan minyak atau lemak, seperti minyak kelapa sawit, dengan gliserol. Tujuan dari penelitian ini adalah Studi eksperimen produksi MAG-DAG dari minyak kelapa sawit pada suhu rendah (2000C) dengan reaktor batch skala laboratorium, dan mengetahui pengaruh variabel-variabel proses. Variabel berubah yang digunakan adalah suhu (70 oC, 90 oC, dan 110 oC), rasio gliserol/CPO (3, 4, dan 5), dan jumlah katalis (2% w, 3% w, dan 4% w). Sedangkan variabel tetapnya adalah berat total campuran reaksi 300 gram, kecepatan pengadukan 400 rpm, waktu 4 jam dan jumlah pelarut 20 ml/10 gram CPO. Dari hasil pengolahan data menggunakan program STATISTICA 6 diperoleh kondisi operasi optimum dicapai pada suhu sekitar 70-1000C, rasio gliserol/CPO sekitar 3,5-4,5 serta katalis pada kisaran 2,5-4% dengan konversi yang diperoleh sekitar 93-98%. Dengan adanya penambahan pelarut n-Butanol, reaksi dapat dijalankan pada suhu yang lebih rendah (di bawah 2000C) tanpa menurunkan konversi yang diperoleh

    Kolaborasi Praktisi dan Akademisi Dalam Pembentukan dan Pendampingan Kader Kesehatan di Desa Sungai Jelai (Collaboration of Practitioners and Academics in the Formation and Mentoring of Health Cadres in Sungai Jelai Village)

    No full text
    Desa Sungai Jelai merupakan suatu desa yang terletak di Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut. Di balik keindahan alamnya, desa ini memiliki data kualitas kesehatan masyarakat yang rendah ditandai dengan terjadinya beberapa kematian masyarakat yang diakibatkan penyakit degeneratif dan menular. Salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakatnya adalah dengan melaksanakan program kaderisasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama kurang lebih empat bulan dengan berbagai tahapan, antara lain survei dan koordinasi, pemberian edukasi dan pelatihan penanganan penyakit degeneratif, kardiovaskular, dan infeksius, pemberian pelatihan inovasi teknologi serta pendampingan kader kesehatan dalam mengedukasi masyarakatnya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader kesehatan Desa Sungai Jelai terkait penyakit degeneratif, kardiovaskular, dan infeksius dan terjadi peningkatan kemampuan kader terhadap praktik penggunaan alat-alat pemeriksaan kesehatan. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan kader terkait layanan home care dan telemedicine. Implementasi kegiatan ini diakhiri dengan pendampingan pelayanan kesehatan oleh kader kepada masyarakat dengan melaukan pengecekan kesehatan dan edukasi. Berdasarkan hasil kegiatan, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Sungai Jelai meningkat melalui adanya program kader kesehatan yang telah diedukasi dan diberi pelatihan terkait penanganan, pencegahan, dan deteksi dini penyakit-penyakit degeneratif, kardiovaskular, dan infeksius.Abstract. Sungai Jelai Village is a village located in Tambang Ulang District, Tanah Laut Regency. Behind its natural beauty, this village has low public health quality data marked by several deaths caused by degenerative and infectious diseases. One effort to improve the quality of life and welfare of its people is to implement a health cadre program. This community service activity lasted for approximately four months with various stages, including surveys and coordination, providing education and training in handling degenerative, cardiovascular, and infectious diseases, providing technology innovation training and mentoring health cadres in educating their community. The results of the activity showed a significant increase in the knowledge of Sungai Jelai Village health cadres regarding degenerative, cardiovascular, and infectious diseases and an increase in the cadres' ability to practice using health examination tools. In addition, there was an increase in the cadres' knowledge regarding home care and telemedicine services. The implementation of this activity ended with mentoring of health services by cadres to the community by conducting health checks and education. Based on the results of the activities, it is expected that the quality of public health in Sungai Jelai Village will increase through the existence of a health cadre program that has been educated and given training related to the handling, prevention, and early detection of degenerative, cardiovascular, and infectious diseases

    KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN PENERAPAN TEKNOLOGI BIOFLOK PADA KEGIATAN BUDIDAYA UDANG VANAME DENGAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT

    No full text
    ABSTRAKPenerapan teknologi bioflok pada kegiatan budidaya vaname perlu dievaluasi, terkaitpenggunaan sumberdaya alam dan energi listrik yang berpotensi mengakibatkan dampaklingkungan disertai biaya investasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisisdampak lingkungan dan menentukan strategi pengelolaan budidaya udang berbasis teknologibioflok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakanmetode penaksiran daur hidup. Kajian dibatasi pada kegiatan pembesaran di tambak “cradleto farm gate”, unit yang digunakan adalah produksi 1 ton udang vaname. Hasil penelitian inimenunjukkan teknologi bioflok mampu meningkatkan produksi per satuan luas lahan yangdigunakan dengan ukuran panen ± 16,4 gr/ekor, nilai FCR 1,3, SR 86 - 92%, dan SGR 15,6%.Produksi per ton udang vaname menghasilkan dampak: acidification (Acd); 63.39 ± 15.37 kgSO2eq, eutrophication (Eut); 14.10 ± 3.28 kg PO4eq, ; global warming potential (GWP); 7336.77± 1,46 kg CO2eq, ; dan cumulative energy use (CEU) sebesar 101,64 ± 18.84 GJ. Strategipengelolaan perlu dilakukan dengan perbaikan manajemen pemberian pakan berbasis kualitasair, pengurangan konsumsi energi listrik, menerapkan panen bertahap dan menambahkankolam pengolahan limbah.Kata Kunci : kajian, lingkungan, bioflok, budidaya udang,</jats:p

    The Optimization of Diphenyl Methane Diisocynate Polymerization Process with the Used Frying Oil Polyalcohol to Foam Polyurethane Using RSM

    No full text
    The used frying oil which was usually threw out and to be the waste had potency to be used as the material of polyurethane. Previously, it had to be converted into the polyol and then it was reacted with the Diphenyl Methane Diisocyanate (MDI). This research aimed to know the effect of MDI/polyol ratio and the quantity of the ethylene glycol on the compressive strength of polyurethane. The research was design by the Central Composite Design and the data was processed by the Response Surface Method. The calculation of data used the statistic 6. The choose variables as the independent variable were MDI/Polyol ratio (1, 2, and 3) and the quantity of ethylene glycol (10, 20, and 30 ml). The others were the fixed variable such as temperature (ambient), the quantity of catalyst (1 %) etc. The number of experiment which had to be done was 10 run. Based on the result of the data processing, the variable of MDI/Polyol ratio mostly affected the compressive strength of polyurethane. The optimal operation condition was achieved at MDI/Polyol ratio 1.82 and the quantity of ethylene glycol 25.177 ml. The produced polyurethane had the compressive strength 1,051.1 N/m

    Anteseden dari Complain dan Repurchasepada Konsumen Generasi Y

    No full text
    AbstrakTujuan – Penelitian ini meneliti pengaruh karakteristik konsumen Generasi Y terhadap Complain dan Repurchasei. Dalam penelitian ini Generasi Y karakteristik konsumen dibagi menjadi lima jenis komponen variabel yaitu Tech Savvy, Heavily Influenced by Peers, Low Trust in Brand, Prolific of Social Media, dan Desire to Engage in Social Networks, sedangkan untuk komponen variabel dependen ada dua yaitu Complain dan Repurchase .Desain/Metodologi/Pendekatan: Sampel yang digunakan adalah individu yang telah berbelanja secara online setidaknya sekali dalam enam bulan terakhir, dan pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner kepada 200 responden. Alat analisis yang digunakan adalah purposive sampling menggunakan alat model persamaan struktural yang dijalankan oleh program AMOS 22.0.Temuan - Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tech Savvy, Heavily Influenced by Peers, Low Trust in Brand, dan Desire to Engage in Social Network memiliki efek positif pada Complain dan Repurchase. Sedangkan variabel Prolific of Social Media tidak memiliki pengaruh pada Complain tetapi hanya memengaruhi Repurchase.Keterbaruan/Nilai – Penelitian terdahulu lebih banyak menfokuskan pada kepercayaan pada level merek. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai kepercayaan konsumen terutama konsumen Gen Y.AbstractPurpose - his study examines the influence of Generation Y consumer characteristics on Complain and Repurchase. In this study Generation Y consumer characteristics are divided into five types of variable components namely Tech Savvy, Heavily Influenced by Peers, Low Trust in Brand, Prolific of Social Media, and Desire to Engage in Social Networks, while for dependent variable components there are two namely Complain and Repurchase. The samples used were individuals who had been shopping at least once in the last six months online, and the data collection was done by distributing questionnaires to 200 respondents.Design/Methodology/Approach:The method used is purposive sampling using a structural equation model tool run by the AMOS 6.0 program.Finding - The results of this study indicate that Tech Savvy, Heavily Influenced by Peers, Low Trust in Brand, and Desire to Engage in Social Network have a positive effect on Complain and Repurchase. Whereas the Prolific of Social Media variable has no influence on Complain but only affects the Repurchase

    PENGAMBILAN MINYAK KEDELAI DARI AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIODIESEL

    No full text
    ABSTRAK Kedelai adalah komoditi terbesar setelah padi di Indonesia. Kebutuhannya mencapai 2,3 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut 50% dikonsumsi berupa tempe, 40% berupa tahu, dan 10% berupa minyak kedelai. Dari produksi tahu, dihasilkan limbah ampas tahu. Dalam penelitian ini, lemak pada ampas tahu diekstraksi untuk mendapatkan minyak kedelai yang dijadikan bahan baku biodiesel. Hasil ekstraksi kemudian dianalisa untuk dibandingkan dengan standar bahan baku biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung berat lemak yang terekstrak dari ampas tahu terhadap lama waktu ekstraksi dan jenis solven yang digunakan, serta mengetahui komposisi minyak ampas tahu tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu ekstraksi dan jenis solven mempengaruhi jumlah lemak yang dapat terekstrak. Benzene merupakan solven yang dapat mengekstrak minyak lebih baik daripada solven toluene dan n-heksane. Solven benzene memiliki waktu optimum lima jam untuk mengekstrak lemak yang terdapat di dalam ampas tahu. Dari hasil analisa, diketahui bahwa kadar FFA minyak kedelai yang menggunakan solven benzene sebesar 4,8%, lebih kecil daripada menggunakan solven toluene (5,4%) dan n-heksan (5,8%). Sedangkan bilangan penyabunan diperoleh 184,22 mgKOH/gr untuk benzene, 193,55 mgKOH/gr untuk toluene dan 184,22 mgKOH/gr untuk n-heksan. Kandungan posfor yang didapat sebesar 0,19 untuk benzene, 0,23 untuk toluene dan 0,12% untuk n-heksan. Nilai ini masih dalam kategori besar sehingga harus melewati pretreatment terlebih dahulu sebelum melewati proses transesterifikasi menjadi biodiesel. Kata Kunci: ampas tahu; biodiesel; kedelai; minyak kedelai; transesterifikasi ABSTRACT Soybeans are the largest commodity after rice in Indonesia. Needs to reach 2.3 million tons per year. Of this amount 50% is consumed in the form of tempeh, 40% in the form of knowing, and 10% of soybean oil. From tofu production, tofu waste generated. In this study, fat on tofu extracted for soybean oil used as biodiesel feedstock. The results are then analyzed for compared to standard biodiesel feedstock. This study aimed to calculate the weight of fat extracted from the tofu waste to extraction time and the type of solvent and determines the composition of the oil tofu. The results showed that the extraction time and the type of solvent affects the amount of fat that can be extracted. Benzene is a solvent that can extract oil better than the solvents toluene and n-hexane. Benzene had five hours optimum to extract the fat in the tofu. From the analysis, it is known that the FFA content of soybean oil using benzene was 4.8%, smaller than toluene (5.4%) and n-heksane (5.8%). While these numbers obtained by saponification 184.22 mgKOH/gr for benzene, 193.55 mgKOH/gr for toluene and 184.22 mgKOH/gr for n-heksane. The content of phosphorus of 0.19 for benzene, 0.23 for toluene and 0.12% for n-heksane. This value is still in the major categories that must be passed before pretreatment process trough transesterification into biodiesel. Keywords: tofu waste; biodiesel; soybean; soybean oil; transesterification</jats:p

    Basicity Optimization of KF/Ca-MgO Catalyst using Impregnation Method

    No full text
    This research aimed at determining the optimum value between calcination temperature (X1), calcination time (X2) and %wt KF (X3) toward optimum basicity of KF/Ca-MgO catalyst. Approximately 2-4%wt KF was added to the KF/Ca-MgO catalyst using the impregnation method to assist the Ca-MgO, at 450-550 ºC and a calcination time of 2-4 hours. Furthermore, its basicity was analyzed using Tanabe's titration method. The use of Variance Analysis (ANOVA), indicated that calcination temperature (X1) factor achieved the highest basicity of KF/Ca-MgO catalyst, as indicated by its high F-value (16.46262) and low p-value (0.0067). The correlation between each operating variables and the responses were shown in a mathematical equation. The optimization value is estimated by limiting the calcination temperature from 415.9 to 584.1 ºC, with a calcination time ranging from 1.32 to 4.68 hours, and %wt KF of 1.3182 to 4.6818 % that obtained 1.18 mmol/g for the optimal catalyst basicity

    PEMBUATAN BAHAN BAKAR CAIR DARI TREMBOSO (SISA SADAPAN LATEKS) MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLIT HY DAN ZSM-5

    No full text
    Produksi karet terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini mengakibatkan limbah tremboso (sisa sadapan lateks) menjadi semakin meningkat. Masalah ini semakin besar dikarenakan tremboso (sisa sadapan lateks) tidak dapat terurai dengan mudah apabila hanya dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk mengubah limbah tremboso (sisa sadapan lateks) menjadi sesuatu yang lebih berguna. Salah satunya adalah membuat bahan bakar cair dengan memanfaatkan tremboso. Di dalam tremboso terdapat rantai karbon makromolekul yang dapat diubah menjadi hidrokarbon rantai pendek melalui proses catalytic cracking menggunakan katalis zeolit Y atau ZSM-5 komersial. Dipilih proses cracking menggunakan katalis karena katalis yang tepat dapat mengontrol yield produk, distribusi produk, dan menurunkan suhu dan waktu reaksi sehingga menghemat biaya produksi. Proses perengkahan menggunakan katalis dilakukan dalam reaktor unggun tetap dengan variasi suhu dan berat katalis, tremboso diletakkan antara katalis HY dan ZSM-5 dalam reaktor. Produk gas dikondensasikan menjadi produk cair. Produk cair terbanyak dihasilkan 7 ml, yang dihasilkan dari 40 gr tremboso dan 1,5 gr katalis HY serta 1,5 gr ZSM-5 dijalankan pada suhu 500oC. Hasil percobaan yang berupa produk cairan dianalisa menggunakan analisa gas chromatography (GC). Kondisi yang optimum tercapai pada suhu 5500C dan berat katalis 1 gram. Pada kondisi ini banyak dihasilkan premium. Sebagai kesimpulan penelitian ini adalah tremboso dapat dikonversi menjadi bahan bakar cair
    corecore