103 research outputs found
PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN APLIKASI MULTIMEDIA UNTUK MEDIA PEMBELAJARAN SENI RUPA PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DI SMA KELAS XI DI NGANJUK
ABSTRAK Panji, Bima. 2011. Perancangan dan Pengembangan Aplikasi Multimedia untuk Media Pembelajaran Seni Rupa pada mata pelajaran Seni Budaya SMA Kelas XI di Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) I Made Wirawan, S.T, S.S.T, (2) Harits Ar Rosyid, S.T, M.T Kata Kunci: Seni Rupa, multimedia, media pembelajaran Seni Rupa merupakan salah satu cabang seni pada mata pelajaran Seni Budaya. Umumnya pembelajaran Seni Rupa yang dilakukan masih secara konvensional. Terutama saat praktik, guru mengajarkan secara khusus sesuai kesulitan masing-masing siswa sehingga menyebabkan waktu yang terpakai kurang efisien. Sehingga menyebabkan hasil karya siswa kurang maksimal. Dengan perkembangan teknologi yang pesat maka dimungkinkan proses pembelajaran Seni Rupa dengan menggunakan bantuan teknologi komputer. Penggunaan media diharapkan dapat untuk membantu tahapan-tahapan proses belajar dengan baik, sehingga program pengajaran Seni Rupa dapat dilaksanakan lebih jelas dan siswa dapat menyerap ilmu yang disampaikan dengan baik untuk dipraktikkan menjadi karya-karya seni. Maka, salah satu solusinya adalah dengan membuat aplikasi multimedia pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran, multimedia diartikan sebagai media yang melibatkan beberapa jenis media dan peralatan secara terintegrasi dalam suatu proses atau kegiatan pembelajaran. Pembelajaran dengan multimedia akan me-libatkan indera penglihatan dan pendengaran melalui media teks, visual diam (gambar), visual gerak (animasi dan video), dan audio serta media interaktif berbasis komputer dan teknologi komunikasi dan informasi. Dengan penggunaan multimedia dalam pembelajaran diharapkan dapat memvisualisasikan materi-materi konsep dan praktek Seni Rupa agar memudahkan siswa dalam memahami konsep tersebut. Model penelitian pengembangan ini berdasarkan model pengembangan yang dinyatakan oleh Sugiyono yang telah dimodifikasi menjadi 8 tahapan untuk menyesuaikan waktu dan biaya.Validasi produk dilakukan oleh beberapa pakar atau tenaga ahli yang berpengalaman untuk menilai produk yang dirancang tersebut. Setiap pakar atau validator diminta untuk menilai produk agar diketahui kekurangan dan keunggulan produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam uji coba produk ini berupa angket. Angket yang digunakan terdiri dari dua bagian yaitu berupa angket penilaian dan angket komentar dari validator terhadap produk yang dikembang-kan. Dengan kriteria kelayakan, produk aplikasi multimedia pembelajaran bisa di-katakan berhasil dan sesuai kriteria kelayakan bila skor mencapai 75% lebih. Hasil yang diperoleh adalah produk yang dikembangkan valid, tersedia dan siap digunakan. Produk mendapat nilai rata-rata dari validator media, materi dan guru seni Budaya sebesar 92,33%. Dan nilai rata-rata dari 100 siswa sebesar 90,67%.
Wangbang Wideya: “A Javanese Panji Romance” Karya “S. O. Robson”
Wangbang Wideya is one of the Classical Panji Romance stories originating from East Java. The Panji story is a folklore of the archipelago that is based on the history of the kingdoms in East Java. The setting of the Panji story is the Princess of the Kingdom of Kediri (Daha Raden Warastrasari) and the Prince of the Kingdom of Jenggala. There are many versions of Panji Stories circulating in the form of full stories and accompanying shows with various language versions. In this article the author tries to summarize (resume) Song of Panji "Wangbang Wideya: A Javanese Panji Romance" by S. O. Robson
PENGARUH PERADABAN MAJAPAHIT DI KABUPATEN BIMA DAN DOMPU
Majapahit civilization characterized by archaeological remains such as temple, relief, and statuettes which have distinctive characteristic. Relief stories which was popular at that time were Panji and Garudeya. This research aims to know the influence of Majapahit in Bima and Dompu, based on tangible and intangible remains. Data were collected through literature study, survey, and interview. Decorative patterns of Garudeya, Bima, and lotus petals were regarded to have relation with Majapahit Kingdom. Bima and Dompu people assume that Bima related to Gajah Mada. They believe the myth that Gajah Mada came from Bima, which became one of immaterial culture remains. Some vocabularies in Bima Language resemble Javanese. This research concludes that there is only a little resemblance of Majapahits influence, caused by the strong tradition which has been held by the people since ncuhi era.Peradaban Majapahit dicirikan oleh tinggalan arkeologi berupa bangunan candi, relief, dan arca yang mempunyai ciri khusus Majapahit. Relief cerita yang populer pada masa itu misalnya relief cerita Paji dan cerita Garudeya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peradaban Majapahit di Kabupaten Bima dan Dompu baik pada tinggalan budaya material maupun immaterial. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, survei, dan wawancara. Beberapa artefak di Bima yang mendapat pengaruh Majapahit adalah ragam hias bentuk relief Garudeya, relief tokoh Bima, dan relief kelopak teratai. Dalam masyarakat Bima dan Dompu, tokoh Bima dikaitkan dengan Gajah Mada. Tinggalan budaya tak benda yang ditemukan berupa mitos tokoh Gajah Mada yang dianggap berasal dari Bima dan Dompu. Dalam Bahasa Bima, terdapat beberapa kosakata yang mirip dengan Bahasa Jawa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh Majapahit di Bima dan Dompu sangat sedikit atau tidak terlalu melekat yang disebabkan karena masyarakat Bima sangat kuat dalam menerapkan adat yang ada sejak masa ncuhi
Watak Wanita dalam Ms 46 Cerita Panji Hikayat Kelana Sita Kembara
The panji tales were popular in Java and gained widespread popularity throughout the Malay Archipelago at one point of time. Many manuscripts of these Panji tales have been studied using various approaches and research frameworks by both local and foreign researchers. However, there is still a dearth of the research, especially studies of the panji tales which were documented in Malaysia, despite the large number of manuscripts stored at the Malay Documentation Centre of Dewan Bahasa dan Pustaka, the National Library of Malaysia and the University of Malaya Library. Research related to the appearance of women character in the panji tales is still not thoroughly discussed by researchers, especially in helping readers to appreciate the beauty of the genre. Therefore, formalistic approach is used in this paper to examine the character’s appearance in the manuscript MS 46 panji tales entitled Hikayat Kelana Sita Kembara documented in the Malay Documentation Center, Dewan Bahasa dan Pustaka. The discussion in this paper aims (i) to identify women’s role of Ken Banjaransari in the panji tales of Hikayat Kelana Sita Kembara; (ii) to discuss the methods and techniques of writing used by the author to show the appearance of the women’s character of Ken Banjaransari; and (iii) to identify the effect of the role of women’s character of Ken Banjaransari on the work and readers of the panji tales Hikayat Kelana Sita Kembara. In conclusion, the appearance of a women’s character in panji tales Hikayat Kelana Sita Kembara successfully shows the ability of the author to use various writing techniques to build women’s character in order to produce an interesting story of the panji tales.
Full text: PDFCerita panji yang popular di Jawa telah berkembang ke seluruh Kepulauan Melayu pada suatu ketika dahulu. Banyak naskhah cerita panji telah dikaji dengan menggunakan pelbagai pendekatan dan rangka penyelidikan oleh pengkaji tempatan mahupun luar negara. Namun begitu, cerita panji yang didokumentasikan di Malaysia masih kurang dikaji meskipun terdapat sejumlah besar naskhah yang tersimpan di Pusat Dokumentasi Melayu, Dewan Bahasa dan Pustaka, Perpustakaan Negara Malaysia dan Perpustakaan Universiti Malaya. Penelitian berkaitan dengan penampilan watak sampingan dalam cerita panji juga masih kurang dibincangkan secara tuntas oleh para penyelidik khususnya untuk membantu pembaca menghayati keindahan genre tersebut. Sehubungan dengan itu, pendekatan formalistik digunakan dalam kertas ini untuk meneliti penampilan watak wanita Ken Banjaransari dalam manuskrip MS 46 cerita panji yang berjudul Hikayat Kelana Sita Kembara yang tersimpan di Pusat Dokumentasi Melayu, Dewan Bahasa dan Pustaka. Perbincangan ini bertujuan (i) mengenal pasti peranan watak wanita Ken Banjaransari yang ditemui dalam cerita panji Hikayat Kelana Sita Kembara; (ii) membincangkan kaedah dan teknik penulisan yang digunakan oleh pengkarya bagi memperlihatkan penampilan watak wanita Ken Banjaransari dan (iii) mengenal pasti kesan peranan watak wanita Ken Banjaransari terhadap karya dan pembaca cerita panji Hikayat Kelana Sita Kembara. Kesimpulannya, penampilan watak wanita Ken Banjaransari dalam cerita panji Hikayat Kelana Sita Kembara berjaya memperlihatkan keupayaan pengkarya menggunakan pelbagai teknik penulisan untuk membina watak wanita Ken Banjaransari demi menghasilkan sebuah naskhah cerita panji yang menarik.
Teks penuh: PD
DIGITALISASI PEMASARAN BAKPIA PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) BIMA BAKERY
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan strategi pemasaran produk Bakpia pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bima Bakery dengan menerapkan sistem e-commerce. Pandemi COVID-19 telah berdampak signifikan terhadap penjualan bakery, yang mengakibatkan penurunan drastis dan memerlukan strategi pemasaran yang inovatif. Pengembangan dan implementasi platform e-commerce diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan meningkatkan keterlibatan pelanggan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga minggu di UMKM Bima Bakery di Pasuruan, Jawa Timur. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi e-commerce telah berhasil meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar UMKM Bima Bakery. Selain itu, kegiatan ini mengidentifikasi beberapa tantangan, termasuk menjaga kualitas produk dan mengelola transaksi online secara efektif. Kesimpulan yang diambil dari pengabdian masyarakat ini adalah bahwa digitalisasi strategi pemasaran melalui e-commerce memiliki dampak positif yang signifikan terhadap penjualan dan kepuasan pelanggan. Namun, perbaikan lebih lanjut diperlukan dalam mengelola transaksi online dan menjaga kualitas produk untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Inisiatif ini menyoroti pentingnya mengadopsi strategi pemasaran modern dalam bisnis kecil untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah dan perilaku konsumen, terutama dalam konteks pandemi yang sedang berlangsung. Dengan memanfaatkan e-commerce, UMKM Bima Bakery dapat lebih baik memenuhi kebutuhan pelanggan dan tetap kompetitif di pasar yang berkembang pesat
Deteksi Fusarium Patogenik Terbawa Umbi Benih Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium cepa L. group aggregatum)
Infeksi patogen tanaman merupakan salah satu penyebab menurunnya produksi bawang merah di Indonesia. Salah satu penyakit utama pada bawang merah adalah busuk pangkal batang yang disebabkan oleh infeksi Fusarium oxysporum. Infeksi Fusarium patogenik pada umbi benih bawang merah dapat menyebabkan kejadian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman bawang merah. Oleh karena itu perlu dilakukan uji kesehatan umbi benih, untuk mendeteksi keberadaan Fusarium patogenik pada umbi benih bawang merah. Uji kesehatan umbi benih bawang merah dilakukan dengan menggunakan metode blotter test. Selanjutnya isolat Fusarium yang muncul dari hasil blotter test diuji sifat patogenisitasnya pada umbi dan tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan Fusarium terbawa umbi benih bawang merah pada beberapa varietas dan sifat patogenisitasnya. Hasil penelitian menunjukkan varietas bawang merah dengan persen infeksi Fusarium tertinggi pada varietas Bima (74,5%) dengan nekrosis basal plate (79%). Hasil uji patogenisitas menunjukkan dari 60 isolat Fusarium diperoleh dari uji blotter test, 46,6% merupakan isolat Fusarium patogenik
Perancangan Serial Animasi Televisi Panji Tengkorak Dengan Judul Pendekar Sakti Dari Kidul
Saat ini peminat film animasi di Indonesia semakin banyak. Hanya sayangnya
tayangan film animasi di televisi masih banyak didominasi oleh buatan luar negeri.
Sangat jarang film serial animasi buatan dalam negeri terutama bagi remaja yang
tayang di televisi, khususnya serial animasi yang mengandung konten lokal.
Berangkat dari fenomena tersebut, penulis mencoba peluang membuat film serial
animasi untuk tayangan televisi dengan konten lokal, dalam hal ini mengadopsi
cerita dan karakter dalam komik Panji Tengkorak, yang merupakan salah satu komik
silat asli buatan anak bangsa. Alasan memilih komik Panji Tengkorak ini adalah
sekaligus ingin memperkenalkan kepada remaja saat ini, satu tokoh komik yang
menjadi salah satu ikon di dunia komik Indonesia, yang saat ini semakin terlupakan.
Karakter dan plot cerita dalam perancangan serial animasi Panji Tengkorak, yang
diambil dalam buku komiknya, terbitan tahun 68, masih relevan untuk ditujukan
pada audiens remaja saat ini, karena memiliki ciri visual karakter yang menarik dan
khas. Juga plot cerita yang mempunyai keunikan dan berpotensi untuk menarik minat
remaja yang menjadi target audiens perancangan ini.
=========================================================================================================
Currently animated film enthusiasts in Indonesia are growing. Unfortunately,
many animated film shows on television are still largely dominated by foreign-made.
It is rare for animated series that made by local animators, especially animated
series for teenagers aired on television, spesifically animated series that contain
local content. Departing from this phenomenon, the author tries to make an
animated series for television contain with local content, in this case adopted the
story and characters in Panji Tengkorak comic book, which is one of the original
comic arts made in the nation. The reason for choosing this comic, Panji Tengkorak,
is because the author wanted to introduce to today's teens, a comic character who
became an icon in the world of Indonesian comics, which today started getting
forgotten. Plot and characters in this Panji Tengkorak animation series, based on the
original comic book, published in 68, is still relevant for teenagers at the present,
because of its interesting visual characteristic, and it has potential to attract
teenagers whom become main audience of this designing
REKA KAIN FELT SEBAGAI MEDIA BEREKSPRESI SENI SERAT
ABSTRACT
Panji Kurnia Nugraha 2019. Fabrication of Felt Fabric as a Media for Expressing Fiber Art. Department of Fine Arts Education, Faculty of Art and Design, Indonesian University of Education.
Felt or felt art was chosen by the writer as an exploration effort by raising the theme of Tanjung Tinggi Belitung beach. This beach has a unique beauty and characteristics, namely white sand with large rocks. The author creates three pieces of work with shades of beach sand, seawater, and rocks found on the beach. The stages of creation start from the preparation of yarn fibers according to the concept, then the giving of cornflour or maize mixture, after that the drying process and the last process is the finishing process. In the three works of the author, there is dry marine biota which the writer took directly from the shore so that his natural impression is maintained. Hopefully, the creation of writers' creation can be an inspiration for creating art with new media and techniques.
Panji Kurnia Nugraha 2019. Reka Kain Felt Sebagai Media Berekspresi Seni Serat. Departemen Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia.
Felt atau felt art dipilih penulis sebagai upaya ekplorasi dengan mengangkat tema pantai Tanjung Tinggi Belitung. Pantai ini memiliki keindahan dan ciri khas yang unik yaitu pasir putih dengan bebatuan yang besar. Penulis menciptakan tiga buah karya dengan nuansa pasir pantai, air laut, serta bebatuan yang terdapat di pantai tersebut. Tahapan penciptaan dimulai dari penyusunan serat benang sesuai konsep, kemudian pemberian adonan tepung jagung atau mayzena, setelah itu proses penjemuran dan proses terakhir yaitu proses finishing. Pada ke tiga karya penulis terdapat biota laut kering yang penulis ambil langsung dari bibir pantai agar kesan naturalnya terjaga. Semoga dengan terciptanya karya penciptaan penulis bisa menjadi inspirasi untuk berkarya seni dengan media dan teknik baru.
Keywords: Textile Art, Felting, Felt Art, Tanjung Tinggi Beach, Belitung Island
The Analysis of Communicative Meaning In Kamasan Painting : A Case Study Within Bima Swarga Story
Kamasan painting is a traditional Balinese painting. The painting is called Kamasan because it belongs to the Kamasan village, which is located in Klungkung Regency, Bali. The special type of Kamasan painting is the theme of wayang (puppets) to illustrate the appearance of a piece of the story. The story of Kamasan is depicted by the epics of Mahabharata, Ramayana, Sutasoma, Lelintangan, Panji, and other stories that contain values of philosophical teachings of Hindu religion. The existence of Kamasan paintings was since the Kerajaan (Empire) Klungkung. This was evidenced by the presence of painting in Kertha Gosa building constructed in the time of the Klungkung kingdom. Since the first painting was created with a different concept, namely as a communication medium, which contains the philosophy and fully meaning. This study aimed to analyze the communicative meaning contained in Kamasan paintings with the story of Bima Swarga.
Key words: Painting, Kamasan, Bhima Swarg
HUKUM IKUT BERJIHAD KE PALESTINA MEMBELA ISLAM
Islam adalah agama yang membawa risalah perdamaian bukan hanya untuk orang Islam saja tapi bahkan kepada non-muslim, maka tidak heran Allah menyebutnya sebagai agama rahmatan lil alamin. Namun beberapa kelompok dan golongan menganggap Islam adalah agama yang ekstrim sehingga membuat kekacauan dan keributan serta peperangan dengan mengusung kata jihad. Adanya sebuah peperangan antara Islam dan kafir pada zaman Nabi dan para sahabat murni terjadi karena diawali dari pihak lawan, entah karena menyerang lebih dulu atau karena penghianatan dari para kaum kafir. Apa yang terjadi di India, Miyanmar, Surya, terutama yang terjadi di Negara Palestina saat ini. Serangan yang dilakukan Israel, tidak sedikit negera-negara Islam lain marah dan geram terhadap tindakan tersebut yang seakan tidak menganggap bahwa nyawa manusia tidak berharga sama sekali. Di Indonesia-pun demikian, namun tidak ada yang bisa dilakukan selain berdo’a dan memberikan bantuan baik sandang, pangan dan papan untuk memenuhi kebutuhan saudara-saudara di Palestina dan tidak jarang diantara orang Islam di Indonesia berangkat ke Palestina dengan tujuan berjihad menegakkan panji Islam dalam upaya merebut kembali tanah Palestin
- …
