240 research outputs found

    Budidaya tanaman buah naga super red di Wana Bekti Handayani

    No full text
    Abstrak Praktek magang ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami secara langsung cara budidaya buah naga super red. Pelaksanaan magang pada tanggal 20 Februari 2010 sampai dengan 20 Maret 2010 di CV. Wana Bekti Handayani Desa Dukuhan, Prampalan, Kel. Krikilan, Kec. Masaran, Kab. Sragen, Jawa Tengah. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam praktek magang ini adalah metode dasar, metode pengumpulan data, observasi, pelaksanaan kegiatan magang dan study pustaka. Pemilihan lokasi magang disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu bidang kajian budidaya buah naga super red, sehingga penulis dapat memperoleh pengalaman, pengetahuan, dan segala informasi – informasi berdasarkan pengamatan untuk melengkapi tugas akhir mahasiswa. Lokasi yang dipilih yaitu CV. WANA BEKTI HANDAYANI termasuk salah satu kegiatan budidaya tanaman buah naga super red. CV. Wana Bekti Handayani didirikan sejak tahun 2006 dilahan seluas 5000 m2 di Dukuh Prampalan RT 26 RW 06 Krikilan, Masaran Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah. Wana Bekti Handayani ialah sebuah badan usaha yang bergerak dibidang agronomi dan agroindustri sebagai petani dan supplier komoditas buah naga segar. Pengembangan komoditas buah ini terfokus pada buah naga jenis SuperRed (Hylocereus costaricensis) atau buah naga super merah (merah hati). Sebagai industri yang bergerak dalam bidang agronomi, CV. Wana Bekti Handayani menjual buah naga segar (buah naga super merah dan buah naga daging putih). Selain itu CV. Wana Bekti Handayani juga menjual bibit buah naga yang siap tanam, dan tanaman buah naga yang bisa dinikmati secara satuan dalam pot

    Perencanaan Laba Jangka Pendek Minuman Fermentasi Buah Naga (Studi Kasus: CV. Wana Bekti Handayani, Kabupaten Sragen).

    No full text
    Industri minuman di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup baik. Buah naga merupakan salah satu buah yang dapat dijadikan bahan baku untuk minuman yang mengalami proses fermentasi. CV. Wana Bekti Handayani merupakan industri minuman yang menghasilkan minuman fermentasi yang terbagi menjadi empat jenis diantaranya SR 1, SR 2, SR 3, dan SR Spesial. Kegiatan produksi minuman fermentasi tidak dapat kontinu karena buah naga tergolong buah musiman sehingga dapat mempengaruhi biaya produksi dan berdampak pada laba perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, kondisi titik impas, dan besarnya laba yang diperoleh perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah parameter perencanaan laba yang terdiri dari kontribusi laba, titik impas, margin pengaman, titik penutupan usaha, dan derajat tuasan operasi. Pada tahun 2013 jenis SR yang mempunyai proporsi volume produksi terbesar adalah SR 1 sedangkan yang mempunyai proporsi nilai penjualan terbesar adalah jenis SR Spesial. Biaya tetap mempunyai proporsi lebih besar pada struktur biaya dibandingkan biaya variabel. Jenis SR 1 mempunyai persentase biaya tetap terbesar dibandingkan jenis lainnya yakni sebesar 68,8 persen. Volume aktual masing-masing jenis SR masih berada diatas titik impas sehingga masih menguntungkan. Jenis SR Spesial menghasilkan laba paling besar sedangkan yang menghasilkan laba paling rendah adalah jenis SR 1

    Peningkatan produktivitas jahe instan IRT Bekti Pertiwi melalui penerapan mesin pengaduk dan mesin timbang otomatis

    No full text
    Abstrak Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman tropis yang telah digunakan selama ribuan tahun sebagai bahan obat tradisional, rempah, dan tambahan dalam makanan serta minuman. Salah satu produk olahannya adalah minuman jahe instan, yang kini semakin berkembang. IRT Bekti Pertiwi di Desa Gesing, Kabupaten Temanggung, merupakan industri rumah tangga yang memproduksi jahe instan. Namun, produksi mereka terbatas akibat keterbatasan peralatan, hanya mampu memproduksi 2 kg jahe per hari dalam waktu 5 jam. Untuk meningkatkan produktivitas, Tim Dosen dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama dua mahasiswa, mengembangkan mesin pengaduk adonan jahe dan mesin timbang otomatis. Mesin pengaduk adonan berkapasitas 5-10 kg menggunakan motor listrik, sedangkan mesin timbang otomatis berbasis Arduino dilengkapi dengan sistem kontrol untuk mengukur dan menyesuaikan berat jahe yang dimasukkan ke dalam kemasan. Penerapan teknologi ini dilaksanakan melalui program pengabdian masyarakat yang mencakup sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Melalui kegiatan pengabdian ini, produksi jahe instan di IRT Bekti Pertiwi mengalami peningkatan hingga lima kali lipat. Diharapkan, kegiatan ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperbesar kapasitas produksi serta meningkatkan daya saing produk jahe instan. Kata kunci: jahe instan; pelatihan; mesin pengaduk adonan; mesin timbang otomatis. Abstract Ginger (Zingiber officinale) is a tropical plant that has been used for thousands of years as a traditional medicinal ingredient, spice, and addition in food and beverages. One of its processed products is instant ginger drink, which is now growing. Bekti Pertiwi home industry in Gesing village, Temanggung district, produces instant ginger. However, due to limited equipment, they can only produce 2 kg of ginger per day in 5 hours. To increase productivity, a team of lecturers from the Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang (UNNES), together with two students, developed a ginger dough mixer and an automatic weighing machine. The dough kneading machine with a capacity of 5-10 kg uses an electric motor, while the Arduino-based automatic weighing machine is equipped with a control system to measure and adjust the weight of ginger put into the packaging. The application of this technology is carried out through a community service program that includes socialization, training, and evaluation. Through this community service program, the production of instant ginger in Bekti Pertiwi's IRT has increased up to five times. Hopefully, this activity can contribute to improving the welfare of the community by enlarging production capacity and increasing the competitiveness of instant ginger products. Keywords: instant ginger; training; dough mixer; automatic weighing machine

    Artikel Eva Handayani

    No full text
    Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students

    ANALISIS KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA : Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi

    No full text
    Penelitian ini berjudul ”Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana (Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi)”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah yang belum sepenuhnya mengikuti aturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang ketersediaan sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hal ini berdasrakan pada kondisi dan konteks masalah yang dikaji, yaitu mengenai gambaran sarana dan prasarana di sekolah dan sejauh mana tingkat ketercapaian standar sarana dan prasarana. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis data untuk mendapatkan temuan penelitian. Keabsahan data diuji dengan kredibilitas data dan konfirmabilitas. Temuan penelitian yaitu kondisi sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani yang cukup baik dan sesuai dengan standar sarana dan prasarana pendidikan. Namun masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran agar digunakan sebaik mungkin. Upaya pemenuhan fasilitas pendidikan sekolah tersebut dilakukan dengan cara menganalisis alternatif pemecahan masalah melalui penilaian kekuatan dan kelemahan setiap alternatif pemecahan. Hasil yang diperlihatkan berdasarkan komponen alternatif pemecahan memperlihatkan bahwa komponen pelibatan dunia usaha dan industri menjadi pilihan pertama untuk menyelesaikan permasalahan keterbatasan sarana prasarana. Penulis dapat menyimpulkan bahwa proses pemenuhan sarana dan prasarana yang dilakukan sekolah dapat dikatakan cukup baik namun belum secara keseluruhan mengikuti aturan yang berlaku dan penulis dapat merekomendasikan pelaksanaan pemenuhan standar sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi.;--This research entitled " Need Analysis of School Facilities at SMP Tutwuri Handayani". The background of this research is based on the availability of facilities and infrastructure in schools that have not fully followed the applicable rules. The purpose of this study was to describe the availability of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani. The method that will be used in this research is descriptive method with a qualitative approach. This is based on the conditions and context of the problem being studied, namely regarding the description of facilities and infrastructure at the school and the extent to which the standard of facilities and infrastructure is reached. For data collection, researchers used observation, interviews, and documentation. Data obtained in the field were analyzed using data to obtain research findings. The validity of the data was tested with data credibility and confirmation. Research findings are the condition of the facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani which is quite good and in accordance with the standards of educational facilities and infrastructure. But there are still some things that must be considered in the use of learning media so that they are used as best as possible. Efforts to fulfill the school education facilities are carried out by analyzing alternative solutions to problems through assessing the strengths and weaknesses of each alternative solution. The results shown based on the alternative components of the solution show that the component of business and industry involvement is the first choice to solve the problem of limited infrastructure. The author can conclude that the process of fulfilling the facilities and infrastructure carried out by the school can be said to be quite good but not yet in full compliance with the applicable rules and the author can recommend the implementation of the standard of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani

    Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Diare Akut Pediatri

    No full text
    Acute diarhea is the main cause of children mortality in developing country. The biggest cause is infection, so it needs antibiotic in healing. The aim of this research is to know the evaluation of using antibiotic on pediatric acute diarhea in hospitalization instalation in Dr. Moewardi regional public hospital of drugs and dose compared with Pediatric Medication Handbook dan Acute Diarrhea in Adult and Children (WGO, 2012). The kind of this research is non eksperimental research with retrospective data study which is showed medical record note of pediatric acute diarhea patient which is used antibiotic treatment. Technique which is used for data collection is purposive sampling technique (non probability sampling) that be found from medical record result along 1 January 2015 until 30 June 2015 and the participants were 29 patients that have fulfilled inclusive criterian. The data were processed using desciptive analysis. The output of result showed that the evaluation of using antibiotic such as: ampicillin, amoxicillin, cefotaxime, ceftriaxone, metronidazole, cotrimoxazole, cefotaxime-gentamicin and metronidazole-cotrimoxazale compared with Pediatric Medication Handbook dan Acute Diarrhea in Adult and Children (WGO, 2012). Evaluation the appropriate of using antibiotics are known for correct appropriate medications of 34,4%, and appropriate doses of 68,9%

    MANAJEMEN PEMBELAJARAN MELALUI PENDEKATAN KURIKULUM 2013 DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum 2013 dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SD Negeri Rongkop Gunungkidul. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi.Sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan manajemen pembelajaran dilakukan oleh guru-guru dengan mempersiapkan sejumlah kebutuhan peserta didik dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni secara menyeluruh dan berkesinambungan; (2) Pelaksanaan manajemen pembelajaran dilakukan dengan merumuskan tujuan mata pelajaran yang akan diajarkan, menetapkan standar kompetensi, merumuskan kompetensi dasar, menentukan materi ajar dalam bentuk tema dan sub tema, strategi belajar mengajar, media pembelajaran,metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, tehnik evaluasi, alokasi waktu, dan sumber belajar; dan (3) Penilaian manajemen pembelajaran dilakukan melalui kegiatan evaluasi terhadap penguasaan materi pembelajaran pada setiap akhir pertemuan yang bertujuan untuk mengetahui pemahaman dan wawasan siswa terhadap materi yang sudah disampaikan, selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.Kata kunci : Manajemen Pembelajaran, kurikulum, dan Prestasi BelajarÂ

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN HURUF HIRAGANA dengan MACROMEDIA FLASH 8.0 UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS HURUF HIRAGANA (Studi Penelitian dan Pengembangan (Research and Development ) Pada Siswa Kelas X SMA ADI LUHUR Jakarta Timur Tahun Ajaran 2011-1012)

    No full text
    Pelajaran huruf hiragana merupakan hal yang dirasakan sulit oleh pembelajar bahasa jepang khususnya para pembelajar pemula. Sebagian besar sekolah selalu memulai mempelajari huruf hiragana terlebih dahulu daripada huruf katakana. Hal ini pun terjadi di SMA ADI LUHUR. Sebagian besar siswanya merasa sangat kesulitan mempelajari huruf hiragana dengan bentuk yang lentur dan identik melengkung-melengkung, ditambah lagi Standar Ketuntasan Minimum yang harus dicapai siswa cukup tinggi sehingga membuat siswa benar-benar kesulitan untuk mencapai standar nilai tersebut. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk melakukan penelitian dengan menggunakan media berbasis computer yakni Macromedia Flash 8.0 sebagai media pembelajaran huruf hiragana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis dan membaca siswa selama menggunakan macromedia flash 8.0 pada kelas X-C siswa SMA ADI LUHUR. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan experiment aquires dengan jenis penelitian Research & development atau sering disebut dengan penelitian R&D. dan populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X-C SMA ADI LUHUR, dengan sampel penelitian sebanyak 20 orang siswa. Penelitian dilakukan sebanyak lima kali. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa tes (pre-test dan post-test) penguasaan huruf hiragana sebanyak 40 butir soal. Selain itu digunakan juga instrument angket sebanyak 18 butur soal. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil rata-rata pre-test (mean) sebesar 67,875 dan hasil nilai rata-rata post-test (mean) 93,375ebesar. Sedangkan standart SKM (standart ketuntasan minimum) siswa SMA ADI LUHUR adalah siswa harus mencapai skor minimal 7,5 agar siswa dapat tuntas pada nilai pelajaran huruf hiragana. Jika dilihat dari angka nilai rata-rata pre-test dan post-test terjadi peningkatan hasil kemampuan membaca dan menulis huruf hiragana sebesar 25,5 point atau jika dipresentasekan sebesar 42%. Dari angka kenaikan tersebut dengan menggunakan media ini dan dengan kenaikan nilai siswa tersebut siswa dapat mencapai nilai standar ketuntasan minimum. Berdasarkan hasil angket siswa bahwa dengan menggunakan media Macromedia Flash 8.0 ini dapat memacu motivasi siswa untuk belajar huruf hiragana ini terbukti dengan Hampir setengah siswa (35%) sangat setuju bahwa mempelajari huruf Hiragana melalui media Macromedia Flash 8.0 membuat siswa menjadi termotivasi untuk mempelajari huruf Hiragana dan sebagian besar siswa (65%) setuju bahwa mempelajari huruf Hiragana melalui media Macromedia Flash 8.0 membuat siswa menjadi termotivasi untuk mempelajari huruf Hiragana

    Pengembangan Green Accounting bagi Pengrajin Daur Ulang Limbah Plastik di Kabupaten Serang

    No full text
    Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan praktik Green Accounting bagi pengrajin daur ulang limbah plastik. Hal itu disebabkan meningkatnya kekhawatiran terhadap degradasi lingkungan akibat limbah plastik dan kebutuhan akan tata kelola limbah yang berkelanjutan. Dalam pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2024 di Desa Kubang Baros Kabupaten Serang, telah diberikan pelatihan dan pendampingan perihal pengembangan praktik green accounting. Metode yang digunakan dalam program ini melibatkan kombinasi pelatihan dan pendampingan. Metode ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang konsep green accounting dan membekali para pengrajin dengan keterampilan untuk mengintegrasikan biaya lingkungan dalam praktik keuangan. Keberhasilan program ini tampak dari meningkatnya kesadaran dan penerapan prinsip green accounting bagi pengrajin limbah daur ulang plastik. Pengrajin telah mampu menunjukkan kemampuan dalam menilai dampak lingkungan dari aktivitas bisnis dan membuat keputusan yang bisa mendukung praktik bisnis berkelanjutan. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini diketahui bahwa pengrajin daur ulang limbah plastik telah mampu menerapkan aspek green accounting sebagai bagian dari ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Serang

    STUDI FENOMENOLOGI YOUTUBE SEBAGAI SALURAN PEMBELAJARAN KEWARGAAN DESA SUKOHARJO KABUPATEN SLEMAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi peran platform YouTube sebagai saluran pembelajaran kewargaan Desa Sukoharjo Kabupaten Sleman pada masa pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 menyebabkan kewargaan desa harus bisa beradaptasi dengan saluran digitalisasi termasuk dalam setiap aktivitas pembelajaran. YouTube menjadi salah satu media pembelajaran dan saluran terpenting untuk mencari informasi tentang pengetahuan baru bagi kewargaan desa pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini melibatkan tiga subjek generasi muda perdesaan yang merupakan bagian dari kewargaan desa dan aktif menggunakan platform YouTube sebagai saluran informasi serta pengetahuan baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi fenomenologi dengan metode analisis Interpretative Phenomenological Analysis. Data diperoleh melalui metode wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi dengan kategori berbasis pernyataan subjek penelitian pada generasi muda perdesaan. Subjek penelitian menyatakan bahwa platform YouTube telah memberikan fleksibelitas, akses pengetahuan baru yang beragam dan memfasilitasi metode pembelajaran digital yang inovatif bagi kewargaan desa. Hasil penelitian ini menemukan bahwa platform YouTube telah memberikan fleksibelitas, akses pengetahuan baru yang beragam dan memfasilitasi metode pembelajaran digital yang inovatif bagi kewargaan desa terutama generasi muda perdesaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa platform YouTube sangat efektif digunakan sebagai saluran informasi dan pengetahuan baru bagi kewargaan Desa Sukoharjo Kabupaten Sleman pada masa pandemi COVID-19
    corecore