179 research outputs found

    Metodologi Tafsir “Al-Furqan Tafsir Qur’an†(Membaca Karya A. Hassan 1887-1958)

    No full text
    Kitab tafsir yang monumental ini sedikit banyaknya mempengaruhi sejarah penafsiran al-Quran di Indonesia dan A. Hassan sebagai seorang ulama penulis masih dikenang hingga hari ini. Sepanjang hidupnya sosok A. Hassan menjadi sangat istimewa karena peranannya yang begitu penting dalam sejarah tafsir al-Qur’an di Indonesia. Beliau tidak saja dikenal sebagai seorang ulama penulis, politikus, namun juga sebagai tokoh pembaharu di Indonesia. Hasil karya terbesar beliau selesai ditulis sebanyak satu jilid lengkap dan mencakup seluruh ayat suci al-Qur’an 30 juz. Kitab tafsir ini ditulis dalam kurun waktu antara tahun 1920-an sampai dengan tahun 1950-an. Kajian metodologi tafsir yang digunakan oleh A.Hassan dalam kitabnya Al-Furqa>n Tafsir Qur’an, metode yang digunakan adalah metode terjemahan harfiyah, meski pada beberapa penafsirannya terdapat pula terjemahan maknawiyah. Dalam  menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an cenderung ringkas dan padat, sehingga metode yang digunakan dalam tafsir ini termasuk dalam kategori metode tafsir ijmali

    Metodologi Penafsiran “Tafsir al-Muin†(Membaca karya Anregurutta H. Abd. Muin Yusuf 1920-2004)

    No full text
    Kitab tafsir yang monumental ini sedikit banyaknya memengaruhi sejarah penafsiran al-Qur’an di Indonesia dan Anregurutta H. Abd. Muin Yusuf sebagai seorang ulama penulis asal tanah Bugis masih dikenang hingga hari ini. Sepanjang hidupnya sosoknya menjadi sangat istimewa karena peranannya yang begitu penting dalam sejarah tafsir al-Qur’an di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Beliau dikenal sebagai seorang ulama, penulis, dan politikus. Hasil karya terbesar beliau selesai ditulis sebanyak sebanyak 11 jilid lengkap dan mencakup seluruh ayat suci al-Qur’an 30 juz. Kitab tafsir ini ditulis selama 8 tahun, terhitung sejak tahun 1988 hingga tanggal 20 Oktober 1996. Kajian ini akan mengangkat metodologi dari kitab tafsir yang akrab di kalangan ulama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pesantren di Sulawesi Selatan khususnya di Pesantren Al-Urwatul Wutsqa Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yaitu Tafsir al-Qur’an al-Karim (Tafsere Akorang Ma’basa Ogi), sebuah karya monumental tim penyusun dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Anregurutta H. Abd. Muin Yusuf yang kemudian kitab tafsir ini dikenal dengan Tafsir al-Muin

    KEADILAN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Kajian Tafsi>r Mau>d}u>’i>)

    No full text
    Keadilan merupakan sesuatu yang terpenting dalam sisi kehidupan umat manusia. Keadilan tidak hanya merupakan dasar dari masyarakat muslim yang sejati, sebagaimana di masa lampau dan seharusnya di masa mendatang. Dalam Islam, antara keimanan dan keadilan tidak terpisah. Orang yang imannya benar dan berfungsi dengan baik akan selalu berlaku adil terhadap sesamanya. Keadilan adalah perbuatan yang paling takwa atau keinsyafan ketuhanan dalam diri manusia. Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi saw. sebagai sumber ajaran Islam banyak menjelaskan mengenai makna dan pengungkapan term-term keadilan dengan berbagai derivasinya. Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana wawasan al-Qur’an tentang keadilan, penulis mengkajinya dengan menggunakan metode tafsir tematik (mau>d}u>’i>)

    IKHTILA>F AL-MUFASSIRI>N

    No full text
    Redaksi ayat-ayat al-Qur’an, tidak dapat dijangkau maksudnya secara pasti, kecuali oleh pemilik redaksi tersebut sebagaimana setiap redaksi yang diucapkan atau ditulis. Hal inilah yang kemudian dapat menimbulkan keanekaragaman dalam penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Karena al-Qur’an menggunakan pola kalimat haqi>qah dan maja>z, tasri>h dan kina>yah serta i’ja>z dan itna>b sebagaimana dikenal dalam ungkapan-ungkapan bahasa Arab. Hanya saja al-Qur’an memiliki kelebihan-kelebihan sesuai dengan kandungan maknanya yang luhur dan tak ada bandingannya dan sebagai mu’jizat dari Allah swt.Kajian ini bertujuan mengkaji sebab-sebab perbedaan yang terjadi di kalangan ahli tafsir dalam menafsirkan al-Qur’an. Dalam kajian ini membahas tentang pengertian ikhtilaf disertai bentuk-bentuk perbedaan, serta sebab-sebab umum dan khusus yang menjadi perbedaan di kalangan ulama tafsir dengan uraian dari ulama-ulama tafsir yang disertai beberapa contoh

    HUBUNGAN QIRA’AH AL-SAB’AH DAN SAB’AH AHRUF

    No full text
    Kajian ini mengangkat tentang hubungan antara Qira’ah al-Sab’ah dan Sab’ah Ahruf yang dalam ilmu qira’at menjadi bahan yang sering diperselisihkan. Berangkat dari sebuah hadis, al-Qur’an diturunkan dengan tujuh huruf. Qira’at al-Sab’ah adalah tujuh macam cara atau mazhab dalam mengucapkan kalimat-kalimat yang ada dalam al-Qur’an, yang telah ditetapkan oleh para imam ahli qurra’ dengan sanad yang kokoh kepada Rasulullah saw. dan berbeda dengan mazhab yang lain. Sedang Sab’ah Ahruf atau tujuh ragam bacaan yang terdapat dalam al-Qur’an. Seluruh riwayat tentang tata cara membaca kata tertentu dalam al-Qur’an tidak akan keluar dari tujuh bentuk ini. Hubungan antara Sab’ah Ahruf dengan Qira’ah al-Sab’ah adalah seperti hubungan antara rumah dengan kamar. Ahruf ibarat rumah sedangkan Qira’at ibarat kamar. Banyaknya qira’at yang ada, keseluruhannya berada dalam lingkup Ahruf. Namun tidak semua Ahruf itu terdapat dalam satu qira’at, adakalanya huruf tertentu disebutkan dalam satu qira’at dan tidak disebutkan dalam qira’at lainnya

    Al-Tafsīr Al-Wāḍiḥ Karya Muḥammad Maḥmud Hijāzī (Studi Metodologis)

    No full text
    Hasil penelitian, bahwa kitab al-Tafsīr Al-Wāḍiḥ ini ditulis pada rentang waktu tahun 1951-1955, Muḥammad Maḥmud Hijāzī berusaha menjadikan al-Qur’an ini sebagai petunjuk bagi umat Islam secara keseluruhan. Sehingga dalam tafsirnya, ia berusaha agar umat ini dapat memahami kitab suci-Nya. Dalam mengulas penafsirannya digunakan bahasa yang mudah dan jelas. Metodologi penafsirannya, metodologi tafsir al-Qur’an adalah cara menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, baik ditinjau dari aspek sistematika penyajian, aspek sumber-sumber yang digunakan, aspek pemaparan atau keluasan penjelasan tafsir-tafsirnya, dan teknik-teknik atau seni interpretasi yang digunakannya. Bentuk al-Tafsīr Al-Wāḍiḥ adalah tafsir bi al-ra’yi, metode yang paling dominan yang digunakan oleh Muḥammad Maḥmud Hijāzī, yaitu metode taḥlīlī (analisis) dan metode maūḍū’i al-‘ām (tematik umum). Sedang coraknya adalah adabī ijtimā’ī dan hidā’ī. Pada aspek sumber yang digunakan, yaitu al-Qur’an, hadis, ijtihad sahabat dan tabi’īn, serta bahasa Arab, juga menggunakan beberapa kitab-kitab tafsir bi al-ma’sūr, kitab tafsir bi al-ra’yi. Teknik-teknik interpretasi yang digunakan yaitu: teknik interpretasi tekstual, linguistik, sistemik, dan sosio-historis

    Analisis Praktik Simpanan Mudharabah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus Nasabah Baitul Tamwil Hidayatullah Kec. Tamalanrea Kota Makassar)

    No full text
    This study aims to analyze the practice of mudharabah deposits on community welfare with a case study on Baitul Tamwil Hidayatullah customers, Tamalanrea District, Makassar City. Mudharabah deposits as one of the fund collection products of Islamic financial institutions have a strategic role in providing investment alternatives based on the principle of profit sharing that are fair, transparent, and in accordance with sharia. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation involving the management of Baitul Tamwil and several customers as the main informants. The results of the study show that the implementation of mudharabah deposits in Baitul Tamwil Hidayatullah is in accordance with sharia principles, characterized by a clear contract, profit sharing ratio agreement, and information disclosure between managers and customers. This practice is able to make a real contribution to improving people\u27s welfare, both in meeting family economic needs, increasing productive businesses, and creating a sense of security in transactions. Thus, mudharabah deposits not only function as financial products, but also as an instrument for economic empowerment of the community based on sharia values. The implications in this study show that strengthening Islamic financial literacy and improving the quality of Baitul Tamwil management need to be continuously optimized so that the benefits of mudharabah deposits are felt more evenly by the community

    The Interpretation Method of Aṭ-ṭabari and Ibn Kathīr (A Comparative method)

    No full text
    Akhmad, 1201421369,Interpretation Method of Aṭ-ṭabari and Ibn Kathīr (A Comparative method) Thesis, Science al-Qur’an and Interpretation Department, Faculty of Ushuluddin and Humanities. Supervisor: (1) Dr. Wardani, M.Ag. (2) Bashori, M.Ag. Keyword: Interpretation, Moslem scholar, Stories in the Qur’an. The stories in al-Qur'an can educate the psychological and moral people. Now, stories in al-Qur'an no longer be a concern of the community. Most people prefer false stories that come from human and regardless of the moral and spiritual values. Stories in the al-Qur'an as a means of moral formation and training infrastructures. Through this research, author outlined the urgency of the story in the al-Qur'an. Did the stories of the al-Qur’an consider as the best stories? Sūrah sād explain about prophet Dāwūd when he become a leader for his people. Some mufassir agree and disagree insert opinion isrā’iliyyat in the interpretation. Isrā’iliyyat stories in the al-Qur’an cause many mufassīr use different method when interpret stories in the al-Qur’an. Such Aṭ-Ṭabari and Ibn Kathīr. How Aṭ-Ṭabari and Ibn Kathīr interpret sūrah Ṣād: 21-24. What are the differences and similarities when interpret sūrah Ṣād: 21-24 ? Author use library reseach with some part as follows: To explore the differences and similarities interpretation aṭ-Ṭabari and Ibn Kathīr and conclusion. Ibn Kathīr used method ar-riwayah when interpreting all verses of the holy al-Qur’an, interpret verse by verse, verse by opinion ṣaḥabat, at-Tābi’in and next generation after them. Some verses he inserted opinion of isrāiliyat. Some Moslem scholars say interpretation of Ibn Kathīr is the most important and perfect in that year because he used the most perfect method when interpret al-Qur’an. Different with interpretation aṭ-Ṭabari as a encyclopedia of interpretation which become references Moslem scholars in period previous Ibn Kathīr. aṭ-Ṭabari interprets with the opinion of ṣaḥabat, and at-Tābi’in. If there are some opinions he dislike, he left them because of his assessment. He gives the argument from all opinion compare the opinion and the most closes valid. If there are two or more opinions in one verses, he reveals ll the opinion and strengthens every opinion sourced from ṣaḥabat and at-Tābi’in. Then not only limited with opinions, but strengthens some opinion, and outlines the laws contained in the verse. And from all his method, if it is not a valid text in discover, he uses her own opinion of the appropriate language sciences that he have, posited qiraāt and source composed with a beautiful arrangement

    THE SYSTEM OF POEMS IN “FUNUN AL-BALAGHAH” BY SHAYKH AKHMAD TARAZI)

    No full text
    The article deals with the analyses of the theory of poetic work dedicated to the Temurids’ ruler Mirzo Ulughbek (1394-1449), “Funun al-balaghah” by Akhmad Tarazi, who initially created it in the Turkish language during the period of the Temurids. Though the only manuscript of the work was discovered in science a quarter century ago that the issues connected with aruz meter (prosody) have not been studied enough. The article covers the analysis of the most important questions of Turkish aruz studies and terms connected with aruz such as: juzv, rukn, bahr, and vazn. According to the author in the work the juzvs are called “usuli sitta” (six originals), for each of which he brings separate examples, comments on the importance of these six jusvs in the formation of original rukns. In the work, for the first time, the classification of bahrs are developed in aruz-studies. Shaykh Ahmad Tarazi defined the bahrs distinguishing them into two groups: 1) muttaffiq ul-arkon bahrz which are formed from one and the same original rukns; 2) mukhtalif ul-arkon bahrz which are formed from different original rukns. Shaykh Ahmad Tarazi defines the vazns distinguishing them into three parts in accordance with the number of rukns as: a`lo (supreme) (8 rukns), avsat (6 rukns), as well as adno (4 rukns).The author also pays special attention to the issues of adapting the aruz vazn to the Turkic language as shown in Shaykh Ahmad Tarazi’s work where he explains and analyses bahrs and vazns in the examples of poems by Turkic poets. Studying the poetic meters in this work, the author of the article notes that a total of 40 meters of poetry were cited in “Funun al-balaghah”, and that 21 of them were not mentioned in the works of Persian aruz scholars, and the author concludes that Turkic poetry peaked in the period of the Temurids

    PENGARUH TERAPI AKTIVITAS ROM (RANGE OF MOTION) TERHADAP MOBILITAS FISIK LANSIA DENGAN OSTEOARTRITIS : KAJIAN LITERATUR

    No full text
    PENGARUH TERAPI AKTIVITAS ROM (RANGE OF MOTION) TERHADAP MOBILITAS FISIK LANSIA DENGAN OSTEOARTRITIS : KAJIAN LITERATURFandi Akhmad 1 Sri Widiyati 2 Arwani 21Mahasiswa Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang2Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang Corresponding author : [email protected] AbstrakOsteoartritis termasuk penyakit persendian yang kasusnya mendunia secara global. Osteoartritis terutama yang terjadi di area lutut akan menimbulkan berbagai gangguan pada lansia. Masalah mobilitas yang terjadi pada lansia dapat diatasi dengan memberikan intervensi berupa latihan range of motion. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi artikel-artikel penelitian yang memaparkan pemberian terapi aktivitas range of motion terhadap status mobilitas fisik lansia dengan ostheoarthritis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kajian literatur Penulis mengidentifikasi dan menganalisis hasil penelitian sebelumnya mengenai pengaruh pemberian terapi aktivitas range of motion terhadap status mobilitas fisik lansia dengan ostheoarthritis. Masalah mobilitas pada lansia dapat diatasi dengan memberikan intervensi latihan range of motion. dilihat dari efek terapi aktifitas range of motion yang mampu memberi efek dan perubahan yang signifikan ke berbagai faktor dari mobilitas fisik seperti mampu meningkatan kekuatan otot ekstremitas bawah, menurunkan derajat skala nyeri osteoarthritis, meningkatkan rentang gerak sendi lutut fleksi dan ekstensi, dan mampu meningkatkan kemampuan aktifitas fungsional.Kata kunci : Range of motion, mobilitas fisik, lansia dengan osteoartriti
    corecore