196,510 research outputs found

    Pengaruh Edukasi Batuk efektif Pada Perawat Terhadap Praktik Batuk Efektif Pasien Paska Operasi dengan Anestesi Umum di Ruang Perawatan Bedah RS Lavalette Malang

    No full text
    Pasien paska opersi dengan anestesi umum biasanya akan mengalami penurunan kemampuan batuk akibat agen anestesi, sputum terakumulasi mengakibatkan atelektasis dan pneumonia. Kemampuan batuk efektif penting untuk mencegah atelektasis dan pneumonia paska operasi, sehingga diperlukan adanya pendidikan kesehatan tentang batuk efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi batuk efektif pada perawat terhadap praktik batuk efektif pasien paska operasi dengan anestesi umum di ruang perawatan bedah RS Lavalette Malang. Jenis Penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan post test only control group design. Populasi sampel adalah seluruh perawat pada ruangan Platinum 1 berjumlah 9 perawat dan pasien operasi dengan anestesi umum, dengan sampel 30 pasien pada kelompok kontrol di Ruangan Platinum 1 dan 30 pasien pada kelompok intervensi di ruang Platinum 2. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September 2023 dengan teknik purposive sampling. Hasil Uji statistik menggunakan uji Mann Withney diperoleh perbedaan nilai selisih skor antara nilai minimal dan maksimal pada kelompok intervensi adalah 0, sedangkan kelompok kontrol adalah 2 dan p-value sebesar 0.001. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada beda atau ada pengaruh pemberien edukasi oleh perawat terhadap praktik batuk efektif kelompok intervensi dan kelompok kontrol, yang mana kelompok intervensi memiliki praktik batuk yang lebih baik dari pada kelompok kontrol. Dengan demikian diharapkan agar pendidikan kesehatan batuk efektif diberikan kepada semua pasien operasi dengan anestesi umum agar mencegah terjadinya komplikasi paska operasi

    Inovasi Teknopreneur: Herbal Daun Saga untuk Batuk

    No full text
    Buku referensi yang berjudul Inovasi Teknopreneur: Herbal Daun Saga untuk Batuk disusun untuk masyarakat umum agar lebih memahami bagaimana inovasi dan kewirausahaan dapat dikembangkan melalui produk herbal berbasis daun saga untuk meredakan batuk. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, buku ini menjelaskan proses pengembangan produk, prinsip pemanfaatan bahan alami, serta strategi teknopreneurship untuk membawa produk herbal dari konsep hingga pemasaran. Buku ini untuk masyarakat umum agar masyarakat paham pentingnya inovasi herbal dan kewirausahaan, serta disebarluaskan kepada masyarakat luas agar pembaca dapat memahami, memanfaatkan, dan mendukung pengembangan produk herbal yang aman, bermanfaat, dan bernilai ekonomi. Pembaca akan diajak mengenal bagaimana bahan alami diolah secara aman dan efektif, bagaimana inovasi dapat meningkatkan nilai produk, serta bagaimana kewirausahaan berbasis teknologi dan ilmu herbal dapat diterapkan dalam kehidupan nyata

    Efektivitas Madu Untuk Gejala Batuk pada Anak dengan Rinitis

    No full text
    Background. Cough is one of the symptoms in common cold with incidence 80%. This symptom causing parents seek medical help and using over the counter (OTC) medicine, although the effectiveness of OTC is clinically unproven. Honey is one of the potential medicine for cough that easy, cheap and widely acceptable. Objective. To determine the effectiveness of honey and obat batuk putih (OBP) for acute cough in children with common cold, using Likert cough assessment severity score. Methods. A randomized-controlled-trial conducted from February 2016 until May 2016 in primary health care in Batubara Regency and Tengku Sulung Hospital in Indragiri Hilir Regency. We have 80 participants two to five years of age in the study and randomized participants by block randomization into two groups. We give 2.5 ml honey three times daily for 40 participants in honey group and 5 ml OBP three times daily for 40 participants in OBP group. Cough score has been evaluated before and after treatment in three days consecutively. The Friedman test using for analyze differentiation before and after treatment, and number needed to treat (NNT) for evaluating the effectiveness honey and OBP. Results. There was significant improvement after treatment with both groups (p<0.001), but the improvement was greater in honey group. Proportion of treatment success in honey group was 40% and 20% in OBP group, the Absolute Risk Reduction (ARR) about 20% and the NNT was five. Conclusion. Honey was more effective than OBP for acute cough in children with common cold.Latar Belakang. Batuk merupakan salah satu gejala rinitis (selesma) dengan insidensi 80%. Gejala ini menjadi alasan orangtua mencari pertolongan medis dan menggunakan obat over the counter (OCT), walaupun efektivitas OTC belum terbukti secara klinis. Madu potensial sebagai obat batuk yang mudah didapat, murah dan diterima secara luas. Objektif. Untuk menilai efektivitas madu dan obat batuk putih (OBP) untuk batuk akut pada anak dengan rinitis, menggunakan skala likert. Metode. Uji kontrol acak pada bulan Februari 2016 sampai Mei 2016 di Puskesmas di Kabupaten Batubara dan RSUD Tengku Sulung Kabupaten Indragiri Hilir. Total 80 sampel usia dua sampai lima tahun, dilakukan acak dengan cara blok menjadi dua kelompok. 40 sampel kelompok madu diberikan 2.5 cc madu tiga kali sehari dan 40 sampel kelompok OBP diberikan 5 cc OBP tiga kali sehari. Skor batuk dievaluasi sebelum dan sesudah terapi tiga hari berturut. Uji Friedman digunakan untuk analisa perbedaan sebelum dan sesudah terapi, dan number needed to treat (NNT) untuk menilai efektivitas madu terhadap OBP. Hasil. Terdapat perbedaan yang bermakna pada kedua kelompok sebelum dan sesudah terapi, dan perbaikan terlihat lebih baik pada kelompok madu. Proporsi kesembuhan pada kelompok madu 40% dan 20% pada kelompok OBP. Beda risiko absolut (ARR) sekitar 20% dengan NNT lima. Kesimpulan. Madu lebih efektif dibandingkan OBP untuk batuk akut pada anak dengan rinitis.134 HalamanTesis Magiste

    Penerapan Terapi Batuk Efektif Dalam Asuhan Keperawatan Tn.MM Dengan TB Paru Di Ruangan Tulip RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang

    No full text
    Latar Belakang : Batuk efektif merupakan suatu tindakan keperawatan yang bertujuan mengeluarkan secret yang kental dan menumpuk dalam jumlah yang banyak. Pada penderita Tuberculosis Paru (TB paru), penumpukan sekret pada saluran pernafasan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani serius. Sekret yang menumpuk pada jalan nafas dapat dikeluarkan dengan latihan batuk efektif. Masalah dan Tujuan: Bagaimana penerapan terapi batuk efektif pada pasien dengan TB Paru di Ruangan Tulip RSU Prof Dr. WZ Johannes Kupang Tahun 2020?. Tujuan dari penulisan karya tulis akhir ners ini adalah pasien mampu melakukan terapi batuk efektif serta mampu menganalisa efektifitas penerapan terapi batuk efektif dalam mengeluarkan secret sehingga terjadi bersihan jalan napas. Metode penulisan karya tulis akhir ners adalah studi kasus terhadap pasien Tn. MM di Ruangan Tulip RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang yang berfokus pada pemberian terapi batuk efektif. Hasil dan Pembahasan : Dari hasil analisa kasus pada pasien Tn. MM didapatkan hasil yaitu ada pengaruh penerapan terapi batuk efektif terhadap pengeluaran secret pada pasien TB Paru. Studi literature terhadap lima jurnal hasil penelitian juga menunjukan fakta yang sama yakni ada pengaruh penerapan terapi batuk efektif terhadap pengeluaran secret yang menumpuk pada pasien penderita TB paru. Peran perawat dan dukungan keluarga juga sangat penting dalam membantu pasien TB paru melakukan terapi batuk efektif. Kesimpulan : penerapan terapi batuk efektif perlu dilakukan pada pasien penderita TB paru karena sangat efektif dalam mengeluarkan secret yang menumpuk pada saluran pernapasan

    Penerapan Terapi Batuk Efektif Dalam Asuhan Keperawatan Tn.Mm Dengan Tb Paru Di Ruangan Tulip RSU Prof.Dr Wz Johannes Kupang

    No full text
    Latar Belakang : Batuk efektif merupakan suatu tindakan keperawatan yang bertujuan mengeluarkan secret yang kental dan menumpuk dalam jumlah yang banyak. Pada penderita Tuberculosis Paru (TB paru), penumpukan sekret pada saluran pernafasan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani serius. Sekret yang menumpuk pada jalan nafas dapat dikeluarkan dengan latihan batuk efektif. Masalah dan Tujuan: Bagaimana penerapan terapi batuk efektif pada pasien dengan TB Paru di Ruangan Tulip RSU Prof Dr. WZ Johannes Kupang Tahun 2020?. Tujuan dari penulisan karya tulis akhir ners ini adalah pasien mampu melakukan terapi batuk efektif serta mampu menganalisa efektifitas penerapan terapi batuk efektif dalam mengeluarkan secret sehingga terjadi bersihan jalan napas. Metode penulisan karya tulis akhir ners adalah studi kasus terhadap pasien Tn. MM di Ruangan Tulip RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang yang berfokus pada pemberian terapi batuk efektif. Hasil dan Pembahasan : Dari hasil analisa kasus pada pasien Tn. MM didapatkan hasil yaitu ada pengaruh penerapan terapi batuk efektif terhadap pengeluaran secret pada pasien TB Paru. Studi literature terhadap lima jurnal hasil penelitian juga menunjukan fakta yang sama yakni ada pengaruh penerapan terapi batuk efektif terhadap pengeluaran secret yang menumpuk pada pasien penderita TB paru. Peran perawat dan dukungan keluarga juga sangat penting dalam membantu pasien TB paru melakukan terapi batuk efektif. Kesimpulan : penerapan terapi batuk efektif perlu dilakukan pada pasien penderita TB paru karena sangat efektif dalam mengeluarkan secret yang menumpuk pada saluran pernapasan

    MODEL MATEMATIKA JAMU EMPON-EMPON DENGAN METODE SIMPLEKS UNTUK PENGOBATAN BATUK DAN PENCERNAAN

    No full text
    Penelitian di latar belakangi oleh pengobatan tradisional dalam mengobati gejala batuk dan pencernaan dengan mengkonsumsi jamu empon�empon yang berbahan rempah-rempah. Sedangkan untuk membuat jamu perlu takaran bahan agar sesuai dengan khasiatnya. Dengan demikian, pemodelan matematika pembuatan jamu empon empon untuk pengobatan batuk dan pencernaan. Metode Simpleks merupakan bentuk atau model matematika dari program linear yang proses atau menentukan solusinya dengan menggunakan jalan iterasi. Program linear merupakan model matematika mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai tujuan maksimum atau minimumnya. Tujuan penelitian ini adalah menemukan model matematika pada pembuatan jamu empon-empon untuk batuk dan pencernaan dan mengoptimalkan keuntungan pada pembuatan jamu empon-empon untuk batuk dan pencernaan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode simpleks untuk menganalisis hasil pembuatan jamu empon-empon yang direkomendasikan oleh Dr. Tifauzia Tyassuma, M. Sc komposisinya agar mendapatkan hasil yang optimal. Dengan Variabel keputusannya adalah Jamu empon-empon biasa ( , jamu empon-empon untuk batuk ( , jamu empon-empon untuk pencernaan ( , dan jamu empon-empon untuk batuk dan pencernaan ( , dengan fungsi kendalanya bahan baku: air, jahe, kunyit, sereh, daun bambu, jeruk lemon, gula aren, kencur, dan temulawak dan fungsi tujuannya Z=25000 +30000 +30000 +40000 . Hal ini tentunya akan mempengaruhi terhadap keuntungan yang diperoleh. Sehingga dengan Metode Simpleks dan penggunaan software WinQSB sebagai alat bantu analisis didapat bahwa hasil optimalnya ( =3, ( =7, ( =0,dan ( =10 dengan = 685.000. Kenaikan keuntungan sebesar Rp. 50.200. Model matematikanya yaitu fungsi kendala dari penyelesaian metode simpleks

    IMPLEMENTASI KEPERAWATAN BATUK EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI RUANG KEMUNING RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. M.YUNUS BENGKULU

    No full text
    Tuberculosis paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang parenkim paru – paru, disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Batuk merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada pasien tuberkulosis. Batuk efektif dapat membantu pasien mengoptimalisasi pengeluaran dahak. Batuk efektif merupakan suatu metode batuk dengan benar, yaitu klien dapat menghemat energi sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara maksimal. Tujuan untuk mengetahui penerapan teknik batuk efektif dan untuk meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien Tuberculosis Paru. Penatalaksanaan untuk mengatasi sekret yang sulit dikeluarkan dengan mengajarkan teknik batuk efektif. Rancangan karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Subyek yang digunakan yaitu pasien Tuberculosis Paru dengan masalah keperawatan bersihan jalan tidak efektif di ruang kemuning RSUD M. Yunus Bengkulu. Hasil penelitian ini di lakukan dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan studi dokumentasi, menunjukan bahwa setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 5x24 jam menunjukan bahwa pasien dapat mengeluarkan sputum, frekuensi pernafasan menurun menjadi 22 x/menit, namun masih terdapat suara ronchi. Intervensi teknik batuk efektif yang dilakukan selama lima hari terhadap pasien yang dirawat di ruang kemuning RSUD M. Yunus Bengkulu, dapat mengeluarkan sputum dan menurunkan frekuensi nafas pasien. Akan tetapi suara napas pasien masih terdengar ronchi. Pada pasien tuberculosis paru dengan bersihan jalan nafas tidak efektif dapat melakukan teknik batuk efektif secara mandiri untuk membantu mengeluarkan dahak pada pasien. Kata Kunci : Batuk Efektif, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Tuberculosis Par

    PERBEDAAN PENGARUH BATUK EFEKTIF DAN DEEP BREATHING EXERCISE ​ DALAM MENURUNKAN SESAK NAFAS PADA PASIEN ASMA BRONKIAL

    No full text
    Latar belakang, ​Asma adalah penyakit inflamasi kronis saluran napas yang bersifat ​reversible dengan cirri meningkatnya respon trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan manifestasi adanya penyempitan jalan nafas yang luas dan derajatnya dapat berubah-ubah secara spontan yang ditandai dengan mengi episodik, batuk, dan sesak di dada akibat penyumbatan saluran napas ​Tujuan ​untuk mengetahui perbedaan pengaruh batuk efektif dan deep breathing exercise dalam menurunkan sesak nafas pada pasien asma bronkial. ​Metode ​penelitian ini merupakan penelitan eksperimental semu (​quasi eksperimental​).Dengan rancangan penelitian pre test dan post test randomized two group design ​dengan membandingkan kelompok perlakuan 1 diberikan batuk efektif dan perlakuan kelompok II diberikan ​deep breathing exercise ​dengan menggunakan alat ukur sesak nafas berupa VAS. Analisis data Hipotesis I dan II dengan ​paired sample t test ​dan hipotesis III dengan ​independen t test .​Hasil ​ada pengaruh batuk efektif dalam menurunkan sesak nafas pada pasien asma bronkial dengan hasil p=0,000(p<0,05), ada pengaruh deep breathing exercise ​dalam menurunkan sesak nafas pada pasien asama bronkial dengan hasil p=0,000(p<0,05), tidak ada perbedaan pengaruh batuk efektif dan ​deep breathing exercise ​dalam menurunkan sesak nafas pada pasien asma bronkial dengan hasil p=0,675(p>0,05) ​Kesimpulan​, tidak ada perbedaan pengaruh batuk efektif dan ​deep breathing exercise ​dalam menurunkan sesak nafas pada pasien asma bronkial ​Saran ​meneliti faktor genetik dan aktifitas sampel yang menyebabkan sesak nafas pada asma bronkia

    Dr. Duane M. Jackson, Morehouse College, July 2011

    No full text
    This video is a conversation with Dr. Duane M. Jackson. Dr. Jackson talks about his paper, "Recall and the Serial Position Effect: The Role of Primacy and Recency on Accounting Students' Performance." Jackie Daniel, AUC Woodruff Library, is the interviewer

    "Reflections on the subject of Emigration from Europe with a view to Settlement in the United States" By M. Carey.

    No full text
    "Reflections on the subject of Emigration from Europe with a view to Settlement in the United States: containing bried sketches of the moral and political character of those states. By M. Carey, member of the American philosophical, and of the American Antiquarian Society, and author of The Olive Branch, Cindiciae Hibernicae, essays on banking, on political economy, and on internal improvement. To which are now added the English editor's comments on the subject; together with Important Advice to Emigrants, and Cautions Against Impositions Practiced in the Outports
    corecore